Telah Terbit Terang (3)

Agustus 19, 2010 pukul 1:35 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , ,

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
(Markus 1:14-15)

Ini seri yang ketiga dari “Telah Terbit Terang”.

Topik ini memang sangat luar biasa. Dan kata yang amat sangat membuat penasaran adalah kata, “Waktunya telah genap”.
Yudea dan sekitarnya pada waktu itu sedang dibawah pengawasan republik Romawi, dan pemerintahan pusat memberikan semacam gubernur-gubernur daerah untuk mengepalai daerah-daerah tertentu. Pada saat itu Yahudi sangat diterima oleh pemerintahan, khususnya di Yudea, karena memang rakyatnya, yang Yahudi, masih “konservatif” dan lebih suka dinaungi oleh tokoh agama ketimbang pemerintahan sekular. Dan kemungkinan besar sekali beberapa pemerintah sekular ini akhirnya tertarik memelajari kebudayaan Yahudi. Romawi yang ini memang masih turunan dari kebudayaan Helenis, Makedonia dahulu, yang sangat terpelajar.
Walau tidak bisa dikatakan akan sedang hancur tetapi Romawi pada saat itu masih tergolong kuat, korupsi dan sebagainya pasti sudah menggerogoti, masalah-masalah pemberontakan tentu akan selalu terjadi, sebab wilayahnya sangat luas, dan rakyat yang dibawahinya sangat multikultural. Salah satunya Yahudi ini, di Yudea, tempat Raja Daud dulu memulai kerajaan makmur Israel Raya. Dalam keadaan rusak inilah otoritas Yahudi memasuki ranah politik, dan politik sudah tidak terlalu mapan, sudah diambang kehancuran oleh moral yang rusak. Gelap.

Salah satu simbol nyata dari kerusakan itu adalah ditangkapnya Yohanes Pembaptis. Ada apa dengan Yohanes Pembaptis ini? Bisa dikatakan Yohanes adalah “orang gila”, ia berteriak ke sana ke sini di padang gurun, hanya di padang gurun saja, teriakannya adalah …”BERTOBATLAH”….ia tidak takut sama siapa saja, mau imam Yahudi, mau pejabat, ia teriakin, ia suruh bertobat,… benar-benar roh Elia mengalir kepada dia ini, roh yang sama ketika darah Israelnya memanas waktu ia dengan gagah berani menguji kuas-kuasa allah lain, Baal, allah yang gagal, allah yang bisu, berani-beraninya berhadapan dengan ALLAH ISRAEL, ALLAH YANG HIDUP…,… roh yang sama ada pada Yohanes… dan pengikutnya sangat begitu diayomi oleh keberanian ini,… dan pada masa tertentu tidak ada yang berani-baik pejabat, baik otoritas Yahudi- mengganggu dia, sebab banyak rakyat yang bertobat oleh “teriakan” Yohanes. Simbol dari pemerintah kotor memang ada salah satunya di situ, takut kepada rakyat…takut dalam arti yang sangat absurd sekali….
Tetapi… saatnya telah tiba Yohanes pengkotbat di padang gurun, didatangi oleh orang-orang, sekarang ditangkap,…… ia dipenjara,…akhirnya kepalanya ditebas untuk hadiah, oleh hadiah demi perjinahan… Ketika pemerintahan yang cenderung kuat dan korup itu, ketika otoritas Yahudi yang mengaku bersih itu berpadu bersama, maka pada saat itulah YESUS berkata: “Waktunya telah genap”…..
Maka waktunya sudah genap,… Yesus sekarang berjalan menuju Samaria-Galilea-Yudea-Yerusalem, Terang ini datang menjemput orang-orangNya, mempersiapkan, DIA mendatangi orang-orang, berbeda dengan Yohanes yang didatangi, tetapi YESUS mendatangi orang-orang, IA juga berkotbah: “Bertobatlah Kerajaan ALLAH sudah datang”,… siapa Raja Sorga? IA adalah TERANG yang datang di dalam manusia itu, MESIAS itu, YESUS. Jadi Kerajaan Allah benar-benar datang menjemput mereka-mereka yang mau melihat terbitnya TERANG di hati mereka. Sangat amat tepat sekali Injil Matius menulis: “Maka genaplah nubuat menurut Nabi…”, “tepat seperti nubuat nabi…”, “maka digenapilah apa yang tertulis”,…. Kenapa? karena WaktuNya sudah genap, bahwa segala sesuatu nubuat yang diucapkan oleh Roh Kristus pada masa silam akan sedang digenapkan di dalam diri, didalam Pribadi Anak Allah Yang Tunggal, YESUS Kristus.
Dan amat sangat terbukti, bahwa waktu yang tepat itu, tidak dapat disangkal lagi, bahwa harga diri, kekuasaan, kemunafikan, lebih diutamakan ketimbang mengaku salah di hadapan YESUS, dan sedemikian kedegilan yang sama yang dapat kita perhatikan pada diri Firaun, kekerasan hati yang sama yang dapat kita lihat pada imam-imam BAAL ketika berhadapan dengan TUHAN ISRAEL jaman Elia,…dan rencana Agung Kristus menumpahkan darah demi tebusan manusiapun terlaksana….. TUHAN tidak gagal, TUHAN tidak kurang hikmat, TUHAN amat sangat luar biasa, terlalu indah untuk hanya diucapkan….
Waktunya sudah tepat, Mesias datang, ditolak tetapi berhasil….
Yang tidak mendalami waktu yang tepat itu malah dengan berani membangkitkan mesias sendiri, dengan mengumpulkan “penggemarnya”, maka mesias ini bergerak membangkitkan perang melawan Romawi, mungkin bisa dianggap sebagai tugas utama Mesias, mereka berperang, sedangkan Mesias Yang Satu itu sudah tepat waktuNYA untuk di dalam sedang meruntuhkan kerusakan moral…. Tetapi mesias ini gagal, karena waktu dia tidak tepat, dan lebih pas lagi ia bukan Mesias yang tertulis HidupNya di dalam Alkitab, iapun mati, dan banyak “penggemarnya” dibuang ke seluruh wilayah penjajahan Romawi, yang diharapkan menyatukan pemerintahan di bawah tangan mesias palsu itu, taunya semua hancur lebur….mesias yang satu inu disayang tetapi gagal….

Sedemikian juga, ada kelak waktunya yang akan tepat lagi, yaitu waktu sampai DIA datang diawan-awan, dan semua lidah mengaku bahwa DIA adalah TUHAN dari segala tuhan, RAJA di atas segala raja. Sebab sebelumnya si pendurhaka yang melawan DIA akan dihapuskanNya dengan nafas mulutNYA sendiri…

Iklan

Telah terbit Terang (2)

Agustus 2, 2010 pukul 12:03 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 1 Komentar
Tag: , ,

Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”, demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”
(Markus 1:2-4)


Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
(Yohanes 1:6-7)

Yesus memulai pelayananNya di Galilea, daerah utara Israel sekarang, dulu pernah disebut Israel Utara atau Israel saja. Yesus adalah Terang dunia, dan di daerah Galilea yang sudah sekian tahun, ratusan tahun, tidak mengenal penyembahan kepada TUHAN, sekarang telah melihat Wajah Kemuliaan TUHAN di dalam Nama Yesus Kristus, semisalpun ada itu hanya perorangan dan biasanya akan menuju Yerusalem untuk praktek-praktek kepercayaan.

Tentu pelayanan Yesus tidak cukup di situ, ada hal yang lebih besar dari itu menunggu. Ia harus menuju Yerusalem, menuju Yudea. Yudea pernah disebut sebagai Israel Selatan, dimana terdapat pusat pemerintahan keagamaan dari seluruh daratan, bahkan dari daerah-daerah Arab, dan sekitarnya, orang Yahudi yang melayani TUHAN akan dengan senang hati menuju daerah ini.

Terang sudah datang, dan IA sedang bersinar di daerah kegelapan, Galilea, Samaria. Dan Ia akan sedang menuju Yerusalem.
Sebelum semua itu terjadi, maka nubuat tentang “penyedia jalan” sudah harus sedang ada, penggenapan dari kitab Nabi-nabi.

Yohanes Pembaptis adalah “pembuka jalan”, kepada dia diberi petunjuk, kepada siapa Roh Allah turun, Ia adalah Mesias, IA adalah Terang dunia. Semua nabi, semua orang-orang pilihan TUHAN di masa yang lampau merindukan masa dimana TUHAN menjadi manusia, mereka merana karena rindu, membayangkan bagaimana suara TUHAN, bagaimana wajahNYA, Yang Mulia, Yang tidak dapat mereka lihat karena begitu TERANG, mereka memiliki pengetahuan untuk itu, tetapi mereka tidak dapat melihat masa yang akan datang itu, dan…. diberikan hanya kepada Yohanes Pembaptis,…Yesus berkata: “Tidak ada orang yang dilahirkan perempuan yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis”…. Melihat point di atas, maka sangat tepatlah ucapan itu.

Di Yerusalem, banyak orang yang sudah merasa terang, dan apa yang terjadi, Terang Allah ditolak.
Di Galilea, di Samaria, orang mengenal kegelapannya, dan melihat Kuasa yang sama yang Yesus tunjukkan di Yerusalem, di Yudea, orang berpaling dari kegelapannya, tetapi berbeda dengan orang yang di Yerusalem.

Jadi Telah Terbit Terang, dari Israel, YESUS Kristus adalah Terang, sekarang, kita dimana, bagaimana?
Menjadi seperti orang Galilea, seperti orang Samaria, yang penuh kegelapan, lalu setelah melihat Terang yang telah terbit itu menyadari kegelapannya, dan berjuang menyalakan lilin terang di hatinya, atau seperti Yudea, seperti Yerusalem, yang menolak? Menolak karena buta, sebab ia merasa terang dengan segala perbuatan-perbuatan yang ia banggakan.

Telah terbit Terang

Juli 24, 2010 pukul 4:37 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 Komentar
Tag: , ,

Telah terbit Terang

…bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
(Matius 4:16)

Yesus lahir di Betlehem, (rumah roti artinya, bandingkan dengan klaim Yesus bahwa Ia adalah Roti dari sorga) dulu disebut Israel Selatan, atau Yehuda saja, dan setelah “dibawa lari” oleh Yusuf dan Maria ke Mesir akibat pengejaran Herodes, Ia tumbuh dan besar di Galilea, di utara, dulu disebut Kerajaan Israel Utara atau Israel saja. Pada saat itu dua daerah ini sudah “hantam kromo”, terpisah. Karena praktek keagamaan juga sudah berbeda, maka semakin kloplah perpisahan itu, perpisahan itu sudah berusia lebih kurang 5 abad. Galilea artinya “circuit” atau bisa juga “district”. Galilea berada di sekitar daerah suku Zebulon dan Naftali.
Yesus memulai pelayanannya di sini, di Galilea, kalau kita perhatikan, Petrus dan saudaranya Andreas adalah orang Galilea, mereka dipanggil di sini. Dan banyak orang Galilea percaya kepada Yesus,.. orang yang dikatai kafir oleh otoritas Yahudi, bangsa yang gelap, yang tidak mengenal TUHAN, sekarang telah mengenal YESUS. Terang Allah.
Setelah dari Galilea-lah Yesus baru menuju Kerajaan Selatan, Yehuda, ke pusatnya langsung Yerusalem, pusat keagamaan sejak ratusan tahun silam. Dan di sinilah IA mengajar di sinagoga-sinagoga, di jalan-jalan, dan sebagainya.
Itulah salah satu makna yang jelas kepada kita, bahwa dari daerah utara yang telah hilang itu, dari daerah utara yang jahat-jahat itu, dari daerah utara yang gelap dan penuh praktek penyembahan dewa-dewa kesia-siaan itu Tuhan Yesus memulai pelayananNYA, DIA adalah TERANG dunia, maka genaplah nubuat nabi Yesaya berikut,

Yesaya (9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. (menurut penomoran Tanakh Yahudi).

Galilea daerah yang ratusan tahun menjadi daerah kegelapan atas ketidakpengenalan akan ALLAH sekarang dapat mengenal. Dan karena begitu lama tidak mengenal jalan-jalan TUHAN, baik di dalam praktek keagamaan itulah maka orang-orang selatan selalu sedikit memandang rendah atas mereka,…. Galilea sudah diserahkan kepada bangsa yang tidak mengenal TUHAN sejak jaman raja-raja, orang-orang Aramlah yang berkuasa di sana. Ketika Aram berkuasa atas Israel, Yehuda masih kokoh dan praktek keagamaan masih ada.

Nabi-nabi yang berasal dari Galilea dan sekitarnya adalah Yunus, kemungkinan Hosea dan Nahum dan tentu yang terkenal adalah nabi Elia. Jika kita memandang nabi-nabi ini di dalam Alkitab, maka korelasi yang luar biasa sedang ditunjukkan kepada kita bagaimana nubuat dan penggenapan terjadi pada diri Yesus.
Yunus menceritakan tentang pertobatan , penghakiman, kebangkitan, dan kemuliaan bersama TUHAN.
Hosea menggambarkan tentang kerelaan seseorang berkorban demi keberdosaan.
Nahum tentang otoritas apa yang dilayakkan untuk pembangunan kembali bait Allah.
Dan Elia tentang kenaikan ke sorga.

Terang telah ada….dan Terang itu sedang bersinar, DIA menuju YERUSALEM, menuju YEHUDA….untuk meneguhkan semua nubuat-nubuat itu. Bahwa IA akan bersinar lebih dari sekedar di Galilea, di Yerusalem, tetapi seperti semula di seluruh alam semesta IA bersinar….

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
(Kejadian 1:2)

Galilea sudah seperti samudera raya, gelap gulita pengajaran dan cara hidup telah menutupi… Dan Roh Allah menyinari kegelapan itu lalu berkarya, menciptakan segala yang ada,… demikian juga ROH yang telah menjadi manusia itu YESUS, berkarya dan membuat jalan Keselamatan buat kita semua, ini bukan perkara satu agama pada masa tertentu, tetapi perkara semua manusia di segala jaman dan abad, semuanya IA selamatkan, sebab pertama IA menciptakan juga bukan untuk satu agama pada masa suatu tertentu, tetapi IA mencipta untuk semuanya untuk segala jaman dan abad..semuanya…

Allah adalah Terang, dan kita kegelapan jika menerima Roh Allah maka akan terbitlah terang itu.
Surat yang penuh semangat, api yang membakar, dari Petrus menggambarkan dengan sangat penuh tenaga kepastian,

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib…
(1Petrus 2:9)

so, daerah kita mungkin masih gelap, sebagai orang yang sudah menerima Terang, bersinarlah, maka Terangpun akan terbit.

TERANG atau GELAP

Juni 23, 2010 pukul 11:59 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 67 Komentar
Tag: ,

(Yahobus 1:26 [ITB])
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Ini bukan menyatakan bahwa kita harus diam sama sekali, karena melarang setiap ucapan lidah…melainkan:


(Mazmur 34:13 [ITB])
(34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

Menjaga lidah dari yang jahat dan ucapan-ucapan yang menipu di sini menjelaskan bahwa kita harus benar-benar menyangkal jahat dan tipu, dan ketiadaan jahat dan tipu itu adalah lidah untuk beribadah, yaitu mengucapkan damai sejahtera, kasih, cinta kedamaian dan sebagainya, yang merupakan buah-buah Roh, dan berlaku juga sebaliknya, ketiadaan Roh hanya melahirkan jahat dan tipu.

Kita memuji TUHAN dengan lidah kita, tetapi…. ternyata bisa juga kita mengucapkan kata-kata yang jahat dengan lidah yang sama….betapa najisnya, …

Ini perkara TERANG atau GELAP,… yang keluar dari GELAP adalah gelap, dan yang keluar dari TERANG adalah terang,….
tetapi ada yang abu-abu, suam-suam kuku, Oh TUHAN saya masih salah satu di antara ini….kita memang harus terus belajar untuk menanggalkan jahat dan tipu itu…
tidak mungkin dari sumber air tawar mengeluarkan air yang pahit secara bersamaan,…atau sebaliknya yang pahit mengeluarkan air yang tawar secara bersamaan… karena pahit adalah pahit dan tawar adalah tawar..

Yakobus 3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

Mari melihat dengan amat sangat jelas, supaya kita bisa membungkam para pendakwa dengan mengatakan demi TERANG tidak apalah sedikit GELAP atau sebaliknya dan seterusnya, sampai kapan harus bersembunyi di balik angan-angan pemikiran manusia yang sesat itu?

Yohanes 1:1-5
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Karena kita percaya Kristus, dan Kristus adalah TERANG, maka seharusnya kita juga menjadi terang. Karena TERANG melahirkan terang, dan terang berasal dari TERANG,… dan kegelapan tidak menguasai kita.

Menipu demi kebaikan?, hmmmm tepu tepu namanya itu,
Mencuri karena kelaparan?, hmmm tepu tepu namanya itu,…

Gelap dan Terang

Maret 1, 2010 pukul 9:57 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 1 Komentar
Tag: ,

וַיִּקְרָא אֱלֹהִים לָאֹור יֹום וְלַחֹשֶׁךְ קָרָא לָיְלָה

Dan Allah menamai Terang itu siang, dan Gelap itu malam….
Allah telah memisah,…
Gelap terpisah dari Terang…
Anak-anak siang bekerja di Terang, selebihnya bekerja di dalam kegelapan..
Bawah tanah, tempat orang mati, adalah simbol kegelapan yang paling tepat
Anak terang bersama EL, IMANUEL, sebab TUHAN adalah Terang

Bukan perkara sederhana kalau TUHAN sampai datang,
Bukan perkara satu hari Roh menjadi daging,
Bukan perkara yang tidak serius sampai El-Shadday menjadi manusia,
YESUS mati tersalib…mencurahkan darahNYA demi apa?
Sebab si terang telah berbaur bersama kegelapan…
Sebagian yang gelap itu bahkan telah melakukan keonaran di kandang Gembala Agung…Roh Antikristus telah masuk semakin dalam….
Kegelapan ini mengangakan kuburan-kuburan mengeluarkan bau busuk

Apa yang dapat aku katakan?
Sebab meski darah Kristus tertumpah, kegelapan terus berusaha menutup sinar terang ini…
Saudara lihatlah dengan jelas, jangan tutup matamu,
Jangan tutup dengan sengaja hatimu,
Saudara teruslah menatap, jangan paksa hatimu membatu…

Para rasul jelas memperingatkan,
Roh Kudus sangat menyayangkan,
Bahwa bukan di luar sana musuh kita,
Tetapi di sini… di dalam…
Lihat!
Kesombongan bukan di luar
Keangkuhan bukan di sana
Ketololan bukan tidak di dalam sini
Kepalsuan ada di sini, di sini di dalam hatiku…
Saudara bukalah terus…. Buka hatimu… Biarlah Roh TUHAN menyelidiki terus…
Sekali lagi ciumlah musuh bukan di luar, ia sudah masuk di sini, di himpunan anak-anak yang mengaku anak terang ini …..

Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya,
Rasul Yudas menulis

Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati , Rasul Yakobus menulis…

Jelas, sekali lagi TUHAN akan memisahkan anak terang dari anak gelap…
Saudara, mari bersinar, sebab di sini, di dalam hati ini seharusnya adalah tempat ROH KUDUS, ALLAH yang adalah Terang bertahta dan menunjukkan kasihNYA.

Mengasihani diri sendiri?

Desember 1, 2009 pukul 10:40 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 Komentar
Tag: , , ,

Sering kita menganggap layak menerima sesuatu, menerima penghargaan dari orang lain, karena kita telah melakukan sesuatu yang layak untuk disebut menghargai.
Kita juga sering beranggapan hal yang sama, kita layak mendapatkan “nilai” dari semua yang telah kita usahakan dan lakukan, dari Tuhan. Dan ketika apa yang kita terima itu tidak setara, tidak sesuai, kita protes dan kecewa, terlebih terkadang kita mengharapkan apa yang kita beri maka timbal baliknya harus melebihi semua itu.

Mengasihani diri sendiri?

Tidak.
Kita dipanggil untuk bekerja….untuk melakukan yang baik dan benar… untuk AGAPE, untuk memancarkan terang, karena kita telah dimampukan sebagai sumber terang, karena Sumbernya telah ada di sini, di dalam hati.

Yoh. 12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. <— Mat. 5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Bukan Superhero

Agustus 6, 2009 pukul 2:14 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , ,

Cerita-cerita film superhero…
Si manusia, atau apapun itu, tiba-tiba datang. Ia menolong korban.
Dan…. kejahatanpun dikalahkan. Instan.
Dan superhero adalah pribadi yang lain, kita tetaplah manusia biasa.

superhero
sumber gambar: http://www.movie-holic.com/wp-content/uploads/2009/02/superhero.jpg

Kebanyakan si skeptik juga begitu, mereka mengharapkan, atau menempatkan TUHAN sebaiknya sebagai superhero.

Seorang ibu yang sedang hamil, mau meloncat dari tower setinggi 30 meter. “Hayoo, mana superheronya, mana TUHAN?”, diteruskan lagi,”kalau TUHAN ada, pasti wanita tadi diselamatkan”.

Tanpa melihat sebab musabab, tanpa melihat konteks, tanpa ba bi bu, superhero menyelamatkan “korban”.
Dengan Alfa dan Omega, Maha Tahu, Hakim dan Raja Khidmat, TUHAN menyelamatkan kita.
Kitalah yang diharapkanNya menjadi “superhero”, yaitu seorang yang memenangi setiap tangga tower, sehingga kita tidak melompat untuk mati, tetapi melompat untuk hidup.

Oh yah jangan lupa. Superhero digambarkan menyembunyikan identitasnya, sedangkan musuh merajai jalanan.
Tidak Bung… Musuh kitalah yang identitasnya bersembunyi di setiap celah, iblis. Sementara kita, kita haruslah bercahaya. Jadi terang dan garam dunia.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.