Iman

April 9, 2019 pukul 8:50 am | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan komentar

Markus 2:1-5 (TB)

1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Pemikiran adalah potensi yang tertanam dalam setiap insan. Tentu ada kadar-kadarnya; Semua sama tidak akan membuat mudah memilih ketua kelas di dalam kelas satu sekolah dasar melainkan akan mudah menunjuk dia yang agak bergaul, atletis dan penampakannya menyenangkan. Itu contoh saja.

Potensi yang ada pada diri kita terkadang harus dipicu untuk memancar lebih dan jikalau sudah tergerak bisa bak api yang membakar sekitar di hutan kering.

Ingat juga bahwa:

Potensi yang siap meledak jika salah arah akan vatal kerusakannya.

Pengumpulan informasi yang diolah dalam pemikiran cenderung akan menghasilkan pergerakan-pergerakan bijaksana.

Dan sedemikian di kurun masa pelayanan Yesus, bahwa seantero daerah Galilea, Kapernaun tersiarlah kabar bahwa penyembuhan ada dan nyata oleh Yesus. Pengajaran yang mengagumkan dan bahkan beberapa orang menyebut: “Telah datang yang disebut kitab Musa”.

Kebijaksanaan itulah yang siap digerakkan oleh empat orang yang akan membawa seorang lumpuh untuk mendekat kepada Yesus demi keinginan atas sebuah kesembuhan; dan.. Yesus tidak dapat didekati sedemikian karna Ia sedang berada dalam kerumunan yang padat.

Kerumunan yang niscaya diterobos oleh orang yang sedang menggotong-gotong. Kalau orang pernah berada dalam kerumunan padat seperti di angkutan umum; jangankan merogoh dompet menggerakkan badan saja susahnya minta keringat.

Pengetahuan akan letak dan posisi, keadaan sekitar dan kultur rumah dimana Yesus berada mengerjakan iman mereka, alhasil… Yesus ya Yesus melihat iman mereka yang bekerja dalam segala potensi yang mereka miliki… hadiah kecilnya kesembuhan diperoleh si lumpuh hadiah besarnya iman mereka semakin membara bahwa ternyata Yesus berkenan kepada buah kerja mereka.

Iman, aktif dikerjakan oleh seluruh potensi yang tertanam di dalam kita; termasuk akal. Dan memang itu harus dikerjakan dengan akal pikiran.

Iklan

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.