Pura-pura

April 13, 2014 pukul 3:45 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Berkabung adalah suatu keadaan yang tidak dapat dihindari bagi kita, mereka, semuanya yang masih hidup. Sebab jika hidup, maka siap-siaplah, kematian pasti menunggu di depan, entah bagaimana caranya.
Isak tangis biasanya tersisip di sana, sini. Kata-kata penghiburan diturunkan berupa berkat-berkat supaya keluarga yang hidup itu tetap kuat, dan bisa menyelesaikan “masalah perpisahan” sementara itu.
Berbalik dari arah berkabung itu, ada juga kegembiraan, lihat saja prosesi-prosesi kelahiran generasi baru, kado-kado berwarna-warni diberikan sebagai ungkapan kegembiraan.

Idealnya begitu, tetapi ada beberapa gerakan fisik yang menyimpang dari dalam hati, beberapa orang bisa saja begitu tabiatnya.
Maksudnya adalah, orang sedang menangis, gerak-geriknya sama juga menangis, tetapi bukan ungkapan terdalam hati, bisa saja itu hanya sebuah ‘keharusan’, “apa kata orang kalau saya tidak menitikkan air mata?”, kira-kira begitulah ungkapan-ungkapan di dalam hatinya, toh kita susah melihat hal-hal yang sudah berbau di dalam hati seperti itu. Ada banyak yang bergembira ria dalam acara yang semestinya berupa ucapan syukur, tapi siapa dapat menduga ada beberapa orang yang membawa bebannya dipundaknya, sarat, berat, hatinya luluh lantak,… geriknya ‘tak selaras dengan hati’.

Roma 12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
Tentu kutipan ini tidak bisa dilepaskan dari ayat-ayat sebelumnya. Ayat sebelumnya menjelaskan kita umat ALLAH adalah satu tubuh, meski banyak anggota. Karena satu tubuh itulah, maka cubitan di kelingking kiri akan terasa pada semua tubuh, sebar rasa. Karena satu tubuh itulah yang memampukan untuk dapat bersuka cita bersama orang yang bersuka cita, dan menangis dengan orang yang menangis.
Di luar itu pasti adanya hanya ke-galau-an, tidak selaras, atau bisa disebutkan munafik. Jadi bersatulah dengan umat ALLAH, tanpa itu hanya ada pura-pura.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: