Ijinkan aku menumpasnya

September 15, 2013 pukul 12:12 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | 1 Komentar
Tag: , ,

 2 Samuel 16:9  Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: “Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.”

Awalnya Raja Daud menyeberang ke suatu tempat, di sana Simei meradang, mengutuki Raja Daud, melempari dengan tujuan menghina…

Asal tahu saja Simei ini adalah kerabat Raja Saul, raja pertama yang memerintah Israel. Dan mereka ini adalah keturunan bermarga Benyamin.
Bayangkan betapa kesukuannya membara ketika suksesor Raja Saul melewati tanahnya. Jangan salah sangka Simei ini cukup militan, sepertinya dia tau apa yang ia perbuat, baginya suatu kemuliaan, suatu upah yang layak, tak hanya rela mati demi keyakinannya bahwa memusuhi musuh ideologinya adalah mutlak, karuan saja, meski Raja Daud dijaga pengawal-pengawalnya, meski Raja Daud dikelilingi pahlawan-pahlawan perangnya, Simei berani menghina beliau, tidak cukup dengan kata-kata; bahkan Simei melempari iringan itu dengan batu.

Abisai, dan banyak orang tulus lainnya akan berkata: “Ijinkan aku menebas penghina ini..”. Kalau kita lihat ayat kutipan di atas, Simei dikatai anjing, ingat dalam term Yahudi, term Israel, anjing adalah mahluk najis, kotor, kafir, artinya oleh hinaannya Simei sangat layak dibantai. Itu kebenaran menurut Abisai.

Kita tahu Raja Daud melarangnya, dan….
2 Samuel 19: 
16  Juga Simei bin Gera, orang Benyamin yang dari Bahurim itu, cepat-cepat datang bersama-sama dengan orang-orang Yehuda untuk menyongsong raja Daud. 17  Juga ada seribu orang dari daerah Benyamin bersama-sama dengan dia. Dan Ziba, hamba keluarga Saul, dan kelima belas anaknya laki-laki dan kedua puluh hambanya bersama-sama dengan dia datang tergesa-gesa ke sungai Yordan mendahului raja, 18  lalu menyeberang dari tempat penyeberangan untuk menyeberangkan keluarga raja dan untuk melakukan apa yang dipandangnya baik. Maka Simei bin Gera sujud di depan raja, ketika raja hendak menyeberangi sungai Yordan, 19  dan berkata kepada raja: “Janganlah kiranya tuanku tetap memandang aku bersalah, dan janganlah kiranya tuanku mengingat kesalahan yang dilakukan hambamu ini pada hari tuanku raja keluar dari Yerusalem; janganlah kiranya raja memperhatikannya lagi. 20  Sebab hambamu ini tahu bahwa hamba telah berbuat dosa; dan lihatlah, pada hari ini akulah yang pertama-tama datang dari seluruh keturunan Yusuf untuk menyongsong tuanku raja.”

Beberapa saat setelah peristiwa  itu, ketika Raja Daud kembali ke ibu kota, beliau disambut rakyatnya, Simei disana, bahkan seribu orang dia bawa menghadap Raja, ia tunduk, ….

Apa berita yang dibawanya dari prespektif Mesias?
Haleluya, Raja Daud adalah simbol Kristus, Raja segala raja, dan entah bagaimana Rasul Paulus orang Benyamin mirip dengan Simei. Simei orang Benyamin dan Saulus orang benyamin menghina Raja awalnya, berani sangat malah, keyakinan tingkat tinggi, tetapi oleh kebaikan Raja, mereka berbalik 180 derajat, dan malah bukan hanya dirinya tetapi juga membawa seribu penghina-penghina yang lain…

Toh masih banyak Simei di sini, di sana, dimana-mana, meski Sang Raja sedang melawat, hinaan yang didahulukan, yang mungkin datang dari keyakinannya masing-masing..

Jangan seperti Abisai, jangan terpikir menebas lehernya…
Jika Dia berkenan, Simei akan datang sujud sampai ke tanah…

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. keyakinan akan pembelaan Tuhan… dalam situasi kondisi yg sulit menjadikan taman kesabaran menghasilkan kebaikan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: