Ada gunanya ‘nyerocos’

Juli 20, 2013 pukul 6:16 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Yunus 1:16  Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

Orang-orang yang sekapal dengan Yunus tersengat ketakutan kepada TUHAN. Alkisah Yunus, sejak dia menaiki kapal pelariannya, menceritakan perihal kaburnya beliau dari tugas.

Orang-orang ini mungkin menyengir ketika mendengar celoteh sang warga baru itu. Tapi tak menjadi demikian kala badai datang menerjang. Ketika semua orang memanggil allahnya masing-masing tak satupun allah itu berkuasa menahan deru ombak. Tak satupun seberkuasa itu, sekitar 700 tahunan setelah itu peristiwa Sang Kristus menghardik deru ombak mengingatkan kita. Petrus berteriak tolong; Yesus menghentikan amukan air, dan calon-calon rasul berteriak: “Orang apakah Dia ini?”; toh kejadiannya mirip; “Tuhan apakah ini yang mendatangkan ombak dan menghentikan ombak; allah kami tak sanggup mengendalikannya?”. Pertanyaan yang sama membawa mereka kepada pengenalan selangkah akan Sang Penguasa segala-galanya, Allah dari segala allah.

Tak musti terancam kepada kematian begitu bukan baru kita berani mengamini Tuhan Yesus?.

Tak musti mendengar para penginjil-penginjil nyerocos sepanjang hidupnya bukan?.
Toh kita diberi kemampuan mengenal akan apa yang dapat disebut bersifat ilahi, kemampuan itu dapat kita olah dari beberapa “nyrocos”-nya pemberita kabar baik; meski beberapa pemberita dalam keadaan tersembunyi sedang menyimpang; atau sedang menjadi batu sandungan oleh perbuatannya; dengarkan “nyrocos”-nya jangan tiru pelariannya; jika waktuNya datang titik balik juga yang hadir.

Mungkin kita sesekali lemah, tapi jangan lupakan untuk “nyrocos” tentang DIA, pemilik segala sesuatu.

Nyrocos koq ada gunanya?
Ya ada dong; segala sesuatu kan dapat Tuhan rekakan demi kebaikan; salah satu bukti bahwa Ia Maha Kuasa; kita diberi kemampuan bebas memilih; dalam kebebasan itu Dia berencana.

Haleluya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: