GambarNya

Mei 25, 2013 pukul 8:11 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

image

Skets di atas awam bagi yang pernah duduk di bangku sekolah menengah atas. Penggambaran dari dua hal yang memiliki hubungan kesamaan. Himpunan X disebut domain dan Y disebut kodomain atau range.
F adalah fungsi, sehingga olehnya X dapat dipetakan satu point di Y. Dalam hal ini Y adalah gambar, image dari X.

Kejadian 1:26-27
26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. SANG PENCIPTA.
Dalam hal ini disebutkan diatas untuk berkuasa atas segala ciptaan lainnya. Mendengar kata berkuasa maka kita dapat mengatakan bahwa Tuhan memetakan manusia untuk berkuasa sama seperti DIA berkuasa. Bedanya, DIA kekal, kita tidak. Konteksnya sudah terdefenisi, bahwa gambar DIA yang Berkuasa ada pada manusia ciptaanNya itu.

Kita tidak musti detail menjelaskan makna berkuasa disini jika kita tidak tergoda oleh pemikiran-pemikiran yang diluar kewajaran.

Jika kita tercipta untuk berkuasa, sama seperti Dia Yang kekal Berkuasa, “sama” di sini bukan artinya kita adalah Allah, melainkan kita berasal dari Domain Yang Ada, maka betapa kecewanya TUHAN ketika si Ular memutarbalikkan keadaan sehingga si manusia memilih untuk tidak berkuasa lagi. Si Ular sepintas menggoda manusia, pada dasarnya dia menghujat Allah dengan sangat tajam.
Iblis merusak fungsi yang ditanamkan TUHAN pada manusia itu sendiri.

Kerusakan fungsi itu sudah terjangkau oleh DIA. Bahwa Firman Allah adalah Allah. DIA Ada. Dan peta, gambar, image dari Allah sepenuhnya hanya dapat dilihat pada Anak Manusia, Anak Daud, Kristus. ALLAH yang Maha dapat dikatakan disederhanakan dalam kata menjadi manusia yang disebut Anak Allah karena semua fungsi perbaikan kerusakan itu ada pada Dia. Terlebih karena Allah adalah Esa.

Petunjuknya jelas bahwa Tuhan kita mengisyaratkan akan datangnya iblis, pendusta, perusak, sama seperti jaman Adam dahulu, bahwa ia akan datang seperti sepintas menggoda manusia keluar dari karunia Kristus, hakekatnya iblis sang pendusta menghina Kristus dengan tajam.

Pengkhinaan itulah yang tak dapat diterima berulang-ulang, mendukakan Roh Kudus. Iblis melakukannya berulang dari jaman ke jaman, dan kita bukan anak-anak iblis. Karena dari awal peta, gambar, image kita adalah “berkuasa”. Kita tidak musti terkungkung oleh tanah yang terkutuk lagi bukan, kita anak-anak merdeka.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: