Realistis

April 19, 2013 pukul 8:27 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Keluaran 16:1-2
1 Lalu seluruh umat Israel berangkat dari Elim, dan pada tanggal lima belas bulan kedua sesudah mereka meninggalkan Mesir, tibalah mereka di padang gurun Sin, antara Elim dan Gunung Sinai.
2 Di padang gurun itu mereka semua mengomel kepada Musa dan Harun.

Tidak mudah mempertahankan impian, harapan, integritas, dll, apalagi jika sudah dihubungkan dengan sesuatu yang seharusnya wajar kita genggam, nyatanya susah atau bahkan tidak mungkin kita raih sama sekali.

Beberapa orang yang tulus akan memanjatkan doa, “Sekiranya Tuhan begini maka saya berjanji begini”. Bisa saja janji diungkapkan, tapi keinginan seperti itu jangan dalam rangka membatasi Tuhan. Dia akan melakukan semua yang baik dan yang benar bagi kita. Dan pikiran kita tidak sama dengan pikiran Dia, dan kita harus tahu apa kita dihadapanNya.

Dari problematika seperti ini telah ada contoh nyata yang dituliskan bagi kita. Masalah tabiat, karakter, masalah inti kehidupan, masalah rohani, masalah hati.

Bayangkan saudara hidup seperti orang Israel masa keluaran, hidup 40 tahun dan semua doa yang dipanjatkan, semua keinginan dipenuhi, tanpa kecuali. Kita minta roti diberikan, minta air diberikan, minta kemenangan diberikan, semuanya. Keselamatan diberikan. Apa yang kurang? Bahkan hadirat TUHAN hadir senantiasa dalam kuasaNya yang dasyat, tetapi toh tetap tidak merasa puas.

Bayangkan sekali lagi. Saudara beribadah dengan hukum-hukum agama dan Tuhan hadir, menghardik bak guntur. Ia hadir. Itu dialami selama 40 tahunan.

Masalahnya apa? Orang lapar wajar berteriak kelaparan, orang haus wajar berteriak kehausan. Orang yang mencari Tuhan wajar bernazar minta kehadiranNya, orang yang menginginkan wajar melangkahkan mulutnya berteriak minta dipuaskan. Realistis sajalah.

Dari contoh omelan Israel selama 40 tahunan masa keluaran kita diperhadapkan terhadap suatu realita yang lain. Bahwa bukan realita badaniah kita yang terutama harus dipuaskan. Toh, sekali lagi Israel menerima berkah badaniah itu semua. Tetapi ada masalah hati yang tidak beres dari mereka. Kita mungkin tidak mengalami hadirat Tuhan dalam kuasa dasyatNya, tetapi jika hati kita realistis dalam kodrat Kristus maka kita jauh lebih berharga dari mereka, siapapun, yang melakukan semua hukum agama, semua yang bersunat, semua yang merasakan hadiratNya, mereka yang melihat nabi-nabi, pengikut nabi-nabi, kita jauh lebih berharga karena Darah Dia yang tidak ternilai dalam kuasa RohNya kita relakan menyunat hati kita. Merdeka dalam roh. Bertanggung jawab dalam daging. Memuji dalam budi. Realita Kristus.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Israel telah melihat ALLAH itu langsung saat dimasa keluar dari tanah Mesir. Itu menunjukkan sekalipun manusia telah melihat Allah secara langsung bukan berarti mereka percaya dan taat kepadaNYA.. Dalam hal ini diperlukan kelahiran kembali dan diurapi didalam kasih Roh Kudus utnuk percaya dan taat kepada ALLAH . Itulah hal kebenaran yang sangat realistis.
    SAlam kasih lae


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: