Dimana Dia

Maret 23, 2013 pukul 9:09 am | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” (Kejadian 4:9 ITB)

Bagi beberapa orang pertanyaan itu aneh, “Bagaimana mungkin ALLAH yang Maha Mengetahui bertanya seperti itu?”, begitu kira-kira pertanyaan itu.

Kalau kita telusuri satu pasal diatasnya masih dapat kita temukan pertanyaan dari TUHAN yang bernuansa sama,

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” (Kejadian 3:9 ITB)

Itu pertanyaan kepada Adam dan Hawa ketika TUHAN hadir di bumi sesaat setelah Adam dan Hawa telah melakkan pelanggaran besar.

Ternyata pertanyaan seperti itu untuk memperlihatkan keadaan hati kita yang terdalam. Dengan bertanya seperti itu hati Kain tergambar, hati Adam dan Hawa yang saling lempar tanggung jawab terlihat.

Salah satu nasehat tertua yang seusia dengan manusia adalah…

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kejadian 4:7 ITB)

TUHAN bicara masalah hati kepada Kain, sesaat sebelum beliau membunuh adeknya sendiri. Dan masalah hati inilah yang tidak pernah beres dari Kain yang membuat pertanyaan TUHAN “Dimana Habel adikmu?” seolah menjadi palu yang keras, dan bukannya palu itu menghancurkan batu hatinya, justu itu memuntahkan granit-granit berikutnya, beliau malah berteriak di hadapan Sang Maha Tahu itu, …”Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”, itu suaranya.

Intinya apa yang TUHAN lakukan dapat mengungkap isi hati kita masing-masing. ‘Seolah’ tidak tahu dari Yang Maha Tahu dapat mengungkap keadaan hati Adam, Hawa, Kain,… kita.

Lihatlah jaman ini, ada wacana dunia aneh yang menyelimuti bumi ini, kekacauan, kemelaratan moral meningkat, bahkan ada orang bertanya jika ada TUHAN Yang Maha ADA, kenapa Dia tidak ADA untuk penderitaan si anu, si itu, si ini, dan sebagainya,… Atau perhatikan penghinaan terhadap TUHAN Semesta Alam di diskusi-diskusi online, “Dimana TUHAN yang ditakuti para Nabi itu?” ketika NamaNYA YANG KUDUS dicaci dan dimaki?, PB berkata bahkan Iblis-iblis gemetar kepada DIA, kenapa manusia tidak?, …. Untuk mengetahui kedalaman hati manusia itu sendiri.

Kita dapat melihat dan semakin jelas melihat, hati manusia sudah semakin bobrok. Dosa sudah masuk ke dunia, ia menggoda kita, dan menurut nasehat sorgawi di atas, kita harus berkuasa atasnya, bagi beberapa orang bukannya berkuasa atas dosa itu, malah dimanfaatkan untuk melahirkan pertanyaan-pertanyaan angkuh macam Kain kepada TUHAN.

Tetapi tidak mengapa toh, dengan demikian hati setiap orang semakin jelas. Dan kitapun dapat membuat jalur langkah kita semakin terang.

Jadi kalau ada yang bertanya “Dimana DIA?” atau ada yang menghujat, berdoa saja, DIA ADA, dan sanggup, bahkan seoalah “tidak ada” itu hanya menunjukkan keadaan hati kita masing-masing. 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: