Tidak mudah

Maret 7, 2013 pukul 9:07 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Kemudian ketika Petrus pergi ke Yerusalem, orang-orang Yahudi yang sudah percaya itu, mencela Petrus. Mereka berkata, “Mengapa kau pergi ke rumah orang-orang yang belum disunat? Kau malah makan juga bersama-sama dengan mereka!
(Kisah Para Rasul 11:2-3)

Pikirkan jika pemikiran orang-orang Yahudi yang sudah percaya Yesus adalah Tuhan ini masih terpelihara sampai sekarang!

Jangan sangka pemikiran ini tidak dipelihara, toh ada juga beberapa Yahudi yang telah percaya Yesus ini berbalik untuk menentang jemaat ALLAH, tak lain karena pandangan yang disebut “Hukum Musa”.
Bagi beberapa orang Hukum Musa identik dengan Hukum Taurat, bagi yang lain Alkitab (dalam kristen disebut Perjanjian Lama) adalah Hukum Taurat, sementara yang lain lagi semua Perintah Allah yang diberikan Allah secara langsung kepada Musa, termasuk Alkitab (Perjanjian Lama) termasuk komentar dan penjelasan tambahan dari para ahli, serta hukum-hukum tambahan yang telah menjadi adat tetap adalah Hukum Taurat. Dari semua jenis itu ada arsiran yang mengisi setiap hukum itu, sekali lagi hangat untuk dibicarakan adalah sunat. Sampai-sampai bangsa-bangsa dikelaskan, dipecahkan, dikastakan berdasarkan sunat dan tidak bersunat.

Allah memberikan perintah, dan kita wajib melakukannya, karena dosa adalah pelanggaran terhadap perintah Allah (baca: 1 Yohanes 3:4).
Ada perintah ada juga hukum, hukum yang diberikan mengurung kita pada apa yang harus dilakukan.
Menjadi bahaya jika ternyata hukum itu menjadi legalisasi dalam hal mengukur kasih karunia dan keadilan ALLAH.

Contoh saja;
Perintah: “Jangan membunuh”. Sudah sekitar 2500 tahun usia hukum ini, dituliskan pada Loh Batu oleh TUHAN sendiri. Diberikan kepada Bangsa Israel melalui Musa, nabi besar itu.
Namun kita ketahui diberikannya hukum ini tidak menjadi jaminan orang Israel masa itu lepas dari cerita bunuh membunuh. Paradoksal, justru banyak orang lain di luar bangsa pilihan itu mentabukan pembunuhan, meski sama sekali mereka tidak pernah mendengar 10 Perintah Allah.
Secara hati nurani maka orang di luar Israel itulah yang lebih layak diajak hidup berdampingan, dibanding dengan orang Israel meski mengetahui hukum tetapi “ringan tangan” untuk membunuh.

Dalam bahasa saya, lebih baik bersahabat dengan babi yang penuh kasih daripada seorang manusia relijius tetapi berhati iblis.
Atau lebih baik berbincang dengan seorang yang tidak satu bahasa dengan saya, tetapi penih kasih, daripada seorang yang mengerti semua bahasa saya tetapi penuh angkara murka.

Dibalik sekarang, apakah karena seorang Israel telah melakukan perintah “Jangan membunuh” otomatis menjadi umat ALLAH? tanpa mengetahui siapa pemberi perintah itu?
Atau, apakah seorang yang melakukan perintah “Jangan membunuh”, karena hati nuraninya menilai bahwa hal membunuh bertentangan dengan nilai kehidupan?

Apakah seorang yang bersunat menjadikan sebuah point otomatis bahwa ia telah menjadi umat ALLAH?
Melakukan hukum-hukum agama memperlihatkan kemampuan apa yang kita dapat dalam menghidupi standard yang dapat dilihat untuk dibawa pada penghakiman kelak, yang kemudian mengharapkan kasih Sang Khalik dalam mengukurkan SorgaNYA. Itu sisi baiknya. Namun sesuatu yang lebih besar dari itu telah ada, bahwa bukan kelak atau nanti tali pengukur itu diberikan, sekaranglah waktunya, bahwa Kristus telah mau memberikan segalanya, bahkan nyawaNYA diberikan untuk kita, demi anugerah besar yang dituliskan nabi-nabi, keselamatan.

Hukum memberi gambar kekuatan yang dapat kita keluarkan dalam menyanggupi keinginan ALLAH,
sementara
Kasih Karunia menjelaskan karakter ALLAH, yang layak dipuja dan dipuji.

Kasih karunia lebih besar, karena mata kita tertuju kepada Kekuatan ALLAH,
sementara
kesanggupan kita tidaklah sesempurna ukuran ALLAH, jika harus dikurung dalam hukum-hukum agama.
“Kuduslah kamu sebab AKU Kudus”, kata ALLAH, adakah kita bisa sempurna, kudus, suci, dengan melakukan hukum agama, komplit? Syukur kepada ALLAH, ALLAH yang KUDUS berkenan menganugerahkan ROH-NYA YANG KUDUS, maka kitapun kudus, …. belajar mengalahkan keinginan daging, mematikannya senantiasa, dicontohkan dalam salib, mematikan daging Kristus, untuk dibangkitkan dalam kemuliaan.

Dan pada waktu saya mulai berbicara begitu,” demikian Petrus melanjutkan ceritanya, “Roh Allah datang ke atas mereka, sama seperti yang terjadi pada kita dahulu pada mulanya. Lalu saya teringat, Tuhan pernah berkata, ‘Yohanes membaptis dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Allah.’ Jadi jelas Allah memberikan juga kepada orang-orang yang tidak beragama Yahudi itu, pemberian yang sama yang Ia berikan kepada kita pada waktu kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, mana mungkin saya melarang Allah!” Setelah mendengar itu, mereka tidak membantah lagi. Lalu mereka memuji Allah. Mereka berkata, “Kalau begitu, orang-orang bukan Yahudi pun diberi kesempatan oleh Allah untuk bertobat dari dosa-dosanya dan menghayati hidup yang sejati!”
(Kisah Para Rasul 11:15-18)

Roh ALLAH diberikan tanpa pandang Yahudi (bersunat) atau bukan Yahudi (tidak bersunat).
Sama seperti dahulu kala, ALLAH memilih Abraham bukan karena Abraham telah melakukan hukum-hukum agama, atau Yakub lebih dipilih ketimbang Esau, sebab Yakup dipilih sejak masih dikandungan, atau TUHAN memilih anak Sara ketimbang anak Hagar.
Tidak mudah memang, tetapi ketidakmudahan itu menjadi batupenjuru dari keimanan kita,… jika iman kita dilahirkan dari ROH yang sama, maka sama seperti Yahudi yang mengecam Rasul Petrus, setalah mendengan Kabar Baik dari Petrus mereka mengerti dan balik memuji Allah, tetapi jika kita penganut melakukan hukum demi layak dilihat ALLAH, maka kita selamanya akan mengecam pidato Petrus di atas.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kami bersyukur, menerima Tulisan Baru dari HAKADOSH , hari  ini 08/03/2013. Sebagai pembaca setia kami selalu dikuatkan, dihibur dan sekaligus diajar dan di ingatkan melalui perenungan-perenungan HAKADOSH akan Firman Allah sebelum kami melangkah di awal hari baru yang Tuhan berikan kepada kami. Terima Kasih, Tuhan memberkati

    ________________________________


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: