Selamat datang perang rohani

Januari 19, 2013 pukul 6:07 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , ,

Titus 1:15-16 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Jakarta sekitarnya banjir, tanggul jebol, sungai meluap, curah hujan tinggi, penampungan air kurang, tanah jenuh, sampah bejibun, sampah ditempatkan dengan tidak bijak, pemukiman ramai di bantaran sungai, … Setiap tahun begitu, tetapi bagaimana tidak dapat diatasi?

Jika merunut data, bangsa kita bangsa terkorup, meski susah dibuktikan dipengadilan, buktinya banyak tersangka bebas, yang terbuktipun hanya dihukum ringan, pledoi dan masa lalu dipertimbangkan lebih mencuat. Rata-rata dari semua terdakwa korupsi adalah kewenangan mengakses uang proyek, bagai gula manis semua semua berhak merasakan glukosa itu.

Di sini masalahnya, tertanam dalam benak semua orang ini untuk mengambil bagian tertentu karena lingkungan memaksakan hal itu, jika kita teringat masa silam di ruang kelas, orang yang baik biasanya malah dikata-katain berbau antagonis, benar-benar terbalik.

Ruang bagi orang yang tidak beragama tentu masih sempit di negara ini, artinya semua tergolong relijius, mengenal dan percaya akan Tuhan.
Tamparan keras dari praktek ini adalah saratnya perilaku kita dengan ketidakberaturan, bayangkan ini, sebuah kota langgananbanjir, tetapi tidak ada jalur gorong-gorong yang terpadu, mungkinkah pekerja untuk masyarakat ini merasa tidak perlu membangun itu karena pekerja sebelumnya juga tidak melakukan itu?, sudah berapa kali istana merdeka banjir? Apa yang telah diperbuat mengatasinya?, rasa iba dipertontonkan serasa bergotong royong dalam hal rasa bahwa semua juga turut menjadi korban?

Melihat itu semua masih dapat disimpulkan, dari kutipan ayat terakhir di ayat di atas, mengerikan diperhadapkan dengan orang-orang yang tidak benar, mengerikan,… Ribuan tahun silam seorang Lot hidup di daerah yang hati nuraninya telah kejang-kejang, beliau berperang rohani hebat, sampai Tuhan menungganglangkankan kota tempat beliau tinggal. Bahkan Lot harus meninggalkan rumahnya, demi kemarahan Sang Khalik.

Jika seorang kaya, karena jabatan, maka ada orang yang meras berhak juga kaya karena jabatannya, meski kepercayaannya tidak mengatakan demikian. Tabu seorang DPR telihat tidak berwibawa dan kaya, tetapi layak mereka didahulukan, meski kinerja hanya dikubangan itu saja.

Itulah medan perang rohani kita, tembok Yerikho yang dasyat ini harus diruntuhkan dengan pertolongan TUHAN, …. Kita percaya kepada DIA yang tersalib, kita yakini memikul hasrat, nafsu kotor lalu menancapkannya di atas penderitaan kita adalah jalan terbaik, yang sudah Kristus contohkan bagi kita.

Yohanes berteriak lantang, “Cukupkan kebutuhanmu dengan gajimu”, slogan dari kita, harta demi anak, perlu diluruskan.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Gak uasah banyak debat dan saling mencari kebenaran masing2, percaya AKU ama orang YAHUDI orangnya dikit tapi bisa menuasai DUNIA,Macam2 libas dia punya prinsip dunia ini milik semua umat.

    • Salam, selamat datang saudara Nano


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: