Natal tiba, dimana YESUS?

Desember 7, 2012 pukul 9:01 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 1 Komentar
Tag: , , ,

Tidak menelisik ke tempat ibadah, sebab masih banyak tempat ibadah, gereja-gereja yang merayakan hakikat natal, tetapi menyasar tempat publik saja.
Biasanya lagu-lagu natal dikumandangkan, dan berbagai pernak pernik natal dipajang di sana-sini.
Harga-harga dipotong sedemikian rupa untuk membangkitkan “nafsu” konsumtif, dan sisi lain mungkin bisa menolong beberapa orang untuk mendapatkan barang-barang yang sudah lama diinginkan.

Mungkin saja ada usaha lain agar menjadikan Natal sebagai milik global.
Saya teringat seorang teman Muslim Amerika, dia ngotot pulang ke negaranya ketika kami sedang berada di Korea Selatan.
Dia katakan: “Saya tidak mau kehilangan natal tahun ini lagi”. Tentu dengan bahasa Inggrisnya yang sedikit menegaskan.
Di tempat tinggalnya natal identik dengan liburan, jadi waktunya untuk berbagi bersama keluarga, menikmati kebersamaan.

Kembali ke mall-mall, tempat-tempat hiburan dan sebagainya.
Perhatikan semuanya dengan cermat, pria berjenggot, gendut, membawa hadiah dengan seyumnya yang has.
Rusa-rusa, pohon-pohon cemara, salju-salju imitasi, kaos kaki merah hijau, bahkan setan salju berhidung mancung,..
itu semua menghiasi natal, digambarkan meriah dan masih diiringi gemerlap lampu kelap-kelip.

Dari terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari, LAI;
Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu harus engkau beri nama Yesus, karena Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Matius 1:21.

Karena peristiwa inilah natal ada. Dalam usaha menjadikan natal milik global, YESUS dilupakan.
Sinterklas, hadiah dls menjadi idola.

Bagi saya, dan beberapa orang lain, memang tidak. Natal adalah kisah dari kasih sayang terbesar sepanjang masa (mengutip kata Swindoll), dimana ALLAH sendiri datang ke dunia, membuktikan bahwa IA adalah KASIH.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. setuju sob,., good pembahasan,., tapi biarlah Natal itu dirayakan sebagai tradisi untuk berkumpul dengan keluarga sob,., salam dari Manado


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: