Dimulai mana yah?

Oktober 6, 2012 pukul 4:41 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | 3 Komentar
Tag: , ,

Judul di atas berupa pertanyaan yang sepertinya mengarah ke suatu tempat.
Tetapi bukan suatu tempat yang diarahkan. Dan bukan juga berupa suatu tindakan yang dapat dilakukan.

Kalau ada koteks diskusi, mengarahkan tujuan perjalanan, maka suatu tempat awal dan tempat akhir akan disebutkan. Katakanlah untuk berangkat dari Jakarta menuju Bali, naik pesawat, maka penerbangan bisa dikatakan dimulai dari Soekarna Hatta.

Hal lain, beberapa orang berkeinginan mendapatkan suatu pendapatan, maka bekerja adalah awal, permulaan. Entah pekerjaan apa itu, selalu dimulai dari gerak kita.

Kesalahan di awal, kesalahan di permulaan, maka kekeliruan yang akan terus dituai.
Bagaimana tidak, bagaimana seorang yang tidak memulai keberangkatannya dari Soekarno Hatta dapat tiba di Ngurah Rai?
Sesederhana itu saja, sampai ada diskusi yang akan semakin ‘ribet’. Karena diskusi terkadang bukan berwarna-warni, mungkin besar hanya kekeliruan yang menutup segala pintu hati.

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
(Yohanes 14:15)

Dalam perkataan YESUS yang dicatat Injil Yohanes ini terpatri hukum yang sangat sederhana, tepat, dan menjelaskan awal yang tepat.

Jika firman ini kita balik maka terlahirlah diskusi melangit tak berujung.

Bukan karena kita melakukan perintah ALLAH maka kita mengasihi TUHAN, sebaliknya karena kita mengasihi DIA maka kita melakukan perintahNYA.

Tidak pernah seorang akan menjadi mengasihi TUHAN jika ia melakukan perintahNYA. Orang yang beragama adalah mereka yang berusaha melakukan perintah ALLAH. Namun tak ada satupun rumusan mutlak yang dapat dipercayai bahwa seorang yang memeluk agama tidak dapat melakukan dosa atau kekeliruan kepada sesamanya sama sekali. Di dunia informasi cepat sekarang ini hal ini dapat dipercayai, beberapa pemuka agama, yang diakui moralitasnya karena kedudukannya di lingkungan sosial agama, tak luput dari kesalahan besar, ‘tupai-tupai’ terkadang terpeleset juga.
Jika keadaan itu dibalik, maka orang yang mengasihi TUHAN, dipastikan tidak akan terpeleset, meski paradoksal terkadang dibenci, dicaci, dan dihina.

Prakteknya itu selalu kita lakukan, karena kita mencintai agama, maka kita cenderung berdiri gagah membelanya.
Karena kita mencintai kedudukan, ketika digoyang, maka kita akan berusaha mempertahankannya.
Bahkan koruptor pun akan berjuang mati-matian mempertahankan kedudukakannya, paling tidak itu yang terjadi di Indonesia sekarang ini.
Semua itu karena cinta, karena kasih. Tidak mungkin kita sedemikian kuatnya membela agama jikalau ia tidak mengasihi agamanya, tidak mungkin seorang giat berkata-kata jikalau dia tidak mengasihi pengetahuannya.
Kasih seperti inilah yang nyata terlihat, samar-samar, sebagai kesaksian, bahwa memang tepatlah perkataan YESUS di atas. Mengasihi adalah hukum utama. Kesaksian di atas mengingatkan kita.

Bagaimana kita mengasihi ALLAH?
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
(1 Yohanes 4:16)

ALLAH adalah Kasih, kita terima DIA didalam ROH, dalam tahbisan, disimbolkan dalam baptisan, maka kita berpindah dari manusia lama, yang mengerjakan untuk sesuatu, menjadi karena Kasih ada pada kita, maka kita mengasihi. Karena kita mengasihi, maka kita melakukan apa yang diperintahkan Sang Kasih.

Dimulai dari DIA.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Yang naif bila karena agama yang seharusnya menjadi penyubur jiwa dalam cinta kasih malah menjadi alasan untuk membantai sesama hanya karena adanya sedikit perbedaan

    • bisa jadi smua itu karena permulaannya yang salah, langkah yang masih salah

      • Yang mengherankan SEJARAH telah berkata bahwa Yesus nabi dari Nasaret itu telah mati disalibkan tetapi Islam tidak mengakui kematian nabi itu. Benar-benar dikeraskan hati mereka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: