Ahh itu monster…

September 9, 2012 pukul 6:15 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | 4 Komentar
Tag: , , , , ,

“Kamu jelek banget y”.

Ucapkan kata ini dihadapan orang jelek, dalam situasi yang tidak tepat.
Perhatikan nilai kebenarannya, tidak ada yang salah.
Perhatikan kejujurannya, tidak ada yang salah.

Semua benar.
Apa yang benar, belum tentu tepat.

Orang liberal tidak menyukai pembicaraan bertopik hukuman atas dosa, keadilan Tuhan.
Orang ini dan anu tidak menyukai topik sana dan sini, demi rasa aman tertentu,
Yang dimanjakan kasih karunia tidak menyukai topik akhir jaman, penghukuman abadi, kematian kekal… dll

Allah jika melulu Adil, pandang dan pikirkan, itu mengerikan.. tidak akan ada pengampunan, hangus saja kita oleh api kekudusanNya.
Allah jika melulu Kasih, pandang dan pikirkan, itu basi, .. yang dibahas melulu berkat, kemewahan karunia, talenta yang harus dijalankan,
Allah jika melulu Tak Tersentuh, pandang dan pikirkan, hanya akan melahirkan fanatik-fanatik, monster-monster atas nama Tuhan.

Seperti tantangan di awal, ucapkan: “Kamu jelek…”, tepat di wajah si jelek itu, ucapkan dengan penuh kebenaran melulu, lihat hasilnya, itu hanya membuat Anda seperti monster yang penuh kebenaran, minus kebijaksanaan.

Kita beruntung Tuhan kita Esa, Yang Maha Adil Esa dengan Yang Maha Kasih, Esa dengan Yang Maha Kudus, dst, dsb.. Kita tidak tahu sepenuhnya bagaimana itu bisa menjadi, yang kita diwajibkan harus tahu dan hidupi adalah bahwa Dia ADA.

Karena Dia Esa, maka jangan paksakan, jangan pandang Dia dari kebutaan sudut tetentu saja. Jika tidak kita sendiri telah mengurung suatu monster yang mengerikan.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Apa kabar Om ? lama ga ngobrol, semoga Om sehat-sehat selalu.
    Memang, ungkapan “Kamu jelek banget y” yg tiba-tiba diucapkan secara begitu saja kpd orang yg jelas2 jelek, jelas merupakan penghinaan dan sulit dikatakan sebagai ungkapan kebenaran dan kejujuran.
    Mengapa? karena banyak sekali cara, kata-kata, ungkapan halus dan santun yg bisa digunakan oleh orang beradab untuk mengkomunikasikan sebuah kebenaran “pahit” thdp seseorang. Namun, manakala cara atau kata-kata halus tsb tlh habis digunakan tapi ybs teteeeep… aja keukeuh, bandel dan “ndableg”, …..tidak ada salahnya ato bahkan mungkin sudah sepatutnya kita menghardik ybs dengan kata-kata “Kamu jelek banget y”!!!
    In this case, he/she is not a monster at all, isn’t he?

    Salam

    • Hai, Fanya yg cantikeh! Lama tak liat!
      Semut terinjak masih tetap menggigit,
      Manusia kesenggol apa masih nonjok?

      Ya!
      Semut keinjek itu hanya hal tubuh saja.
      Manusia kesenggol ada tubuh, jiwa, roh
      Hehehe, tertiga lagi nih, Fan! Gimana!

      Tubuh kesenggol mungkin dia melotot, alami,
      Jiwa kesenggol mungkin dia marah, duniawi,
      Rohani kesenggol apa ngamuk kesetanan?

      “Dasar babi lu!”, itu nyenggol jiwa keknya.
      “Kafir lu nyembah Yesus!”, itu nyenggol rohani.
      “Knapa pantatmu gede sebelah?”, itu tubuh ke jiwa,
      Kalo tertendang yg gedenya, itu beda lagi keknya, ya!

      Salam Damai!

      • Hai juga Om Maren, pa kabar? sehat khan? senang loh ngobrol lagi ……..
        mengenai pernyataan ““Kafir lu nyembah Yesus!”, itu nyenggol rohani., setau fanya kata “Kafir” (dari asal kata “kafara” yg artinya “tidak percaya”, to cover, hide, conceal) adalah istilah dalam Islam yg ditujukan kepada siapapun yg secara sadar dan sengaja tidak percaya, menutup diri, menolak atau tidak tunduk pada ajaran Islam dan tidak menempatkan Allah swt sebagai Tuhan sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad saw.
        Dari makna/arti kata “kafir” tsb mestinya siapapun non muslim yg memang teguh dgn keyakinan dan pilihan sesembahannya, ga perlu risau thdp istilah “kafir” yg merupakan kata lain dari “non muslim” bukan?
        Analoginya, dlm kapasitas fanya selaku orang Indonesia yg muslimah, alih2 tersenggol atau kesal dibilang “Indon lo!”….atau “muslim lo!” ….fanya justru akan merasa bangga to be Indonesian dan paling bilang “I am,… so what gicu loh”, ……

        Makasih, salam kembali Om….

      • Hai Fan Cth!
        Tertigaku hanya kafir yg kau jelaskan, ya Fan!
        Terima kasih penjelasan kafirnya versi Islam.

        Tapi memang Quran itu hanya mujarab utk mengkafirkan keknya. Kuperhatikan banyak, cukup dgn dua-tida ayat langsung menuduh temannya sediri kafir. Periksalah Fan, tak ada Islam yg lolos tak dituduh kafir atau sesat oleh Islam lainnya, kan?

        Dulu aku suka pd Kiai Zainudin MZ, lalu hrs pindah sukaku ke Aa Gim, lalu hrs pindah lagi. Sekarang sukaku ke Mario Teguh. Keknya dia lah Islam yg tanpa bulu. Bukan karena dia botak loh! (Sorry nyenggol tubuh)!

        Salam Damai!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: