Karena DIA

Juli 14, 2012 pukul 8:09 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
(Kejadian 6:8)

TUHAN menciptakan segalanya baik, tetapi ada saat yang baik itu menggunakan potensinya untuk merusak. Panglimanya adalah manusia. Panglima ini membawa malapetaka kepada alam semesta.

Angkutan umum Trans Jakarta adalah baik, tetapi jika sopir, penumpang, yang memiliki potensi “berandalan”, membuat kecewa, membuat menyesal,… dan cenderung potensi itu dipraktekkan setiap hari, maka bisa saja hal yang tidak diinginkan terjadi.

Untuk itu TUHAN menyesal telah menciptakan manusia,.. IA menyesal artinya IA kecewa, artinya IA sedih, artinya lagi IA tanggap dan respon terhadap kerusakan itu,…manusia yang DIA beri potensi moral untuk mencintai dan membenci, sekarang telah selalu membenci. Pilihannya cenderung salah.

Oleh karena itulah IA berfirman..
Untuk menghancurkan semua ciptaan yang bernafas di bumi, karena manusia tanpa kecuali telah memilukan hati TUHAN.

Meski demikian, Karena DIA adalah kekal MAHA KASIH, MAHA PENYAYANG, maka IA memberi anugerah keselamatan kepada NUH dan keluargaNYA.
Karena DIA,..dan oleh karena DIA.

KASIH itu mengindikasihkan interaksi dari dua pribadi.
Saya disebut penyayang jika dan hanya jika saya mempraktekkan “sayang” kepada pribadi lain.
Seorang yang tinggal di gurun sendirian, amat sangat kecil kemungkinannya disebut penyayang, karena ia tidak dapat membuktikannya, kepada siapa ia dapat memperlihatkan bahwa ia penyayang?
Sekali lagi karena kata penyayang itu dilahirkan dari hubungan sosial antara pribadi.
Dan seorang yang menyayangi dirinya sendiri adalah narsisme.

TUHAN adalah ALLAH Yang KEKAL,…
NamaNYA adalah MAHA PENYAYANG…
jika IA PENYAYANG dalam kondisi interaksi dengan ciptaan, maka pertanyaan timbul…
bahwa pada saat ciptaan itu belum ada, berarti IA bukan PENYAYANG?

IA PENYAYANG, karena IA KEKAL, karena ada interaksi Tritunggal, Pribadi-Pribadi ALLAH YANG ESA senantiasa, kekal Dalam KASIH. KEKAL PENYAYANG.

Karena DIA ALLAH, kita menyembahNYA
karena DIA TUHAN, kita dikarunia karunia demi karunia…

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ya.Ternyata untuk menjadi pelaku sebagai pengasih dan penyayang ternyata ga gampang yang paling gampang ternyata kita memanjakan ego alias keinginan daging

  2. yup, sakinggampangnya kita terkadang refleks melakukannya setiap hari


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: