Karena DIA TUHAN

Juli 7, 2012 pukul 8:42 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | 3 Komentar
Tag: , ,

Kita membaca kitab Kejadian, dari pasal 1 sampai 2.
Disana tertulis,.. TUHAN menciptakan, TUHAN menyediakan, TUHAN menata, TUHAN berotoritas,….
TUHAN memberi, TUHAN….. dan seterusnya, jelasnya dari DIA-lah semua yang baik itu berasal, karena DIA BAIK. Karena DIA adalah TUHAN.

baca saja pasal 1 dan pasal 2 itu.

“Karena kamu baik kepadaku, maka aku baik padamu”.
Itu ucapan-ucapan logis dan realistis manusia, sangat susah kita mempraktekkan kebaikan jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita.
Dalam praktek pemerintahan, biasanya orang demonstran akan dipukuli atau kalau tidak akan dipenjarakan jika mereka sudah terlalu keras menolak pemimpin-pemimpin.
Atau jika itu terlalu berlebihan, mungkin para sanak saudara akan bisa mengaminkan, bahwa beberapa anak akan menjadi anak favorit karena si anak nurut dan tunduk dan sebagainya….

Sementara,…. kalau kita loncat ke Pasal 3 Kitab Kejadian,…. apa yang terjadi?
TUHAN yang di pasal 1 dan pasal 2 menyediakan dengan sukarela semua yang dibutuhkan manusia, bahkan alam semesta DIA ciptakan “untuk manusia”, TUHAN yang sama menyelamatkan, menggendong, mengasihi, meski manusia yang DIA ciptakan itu telah MENGKHIANATI, melanggar perjanjian, merusak hubungan.

Kalau kita terus membaca Kitab Suci, maka kita menemukan pola-pola yang sama dari setiap insan, meski melawan TUHAN, tetapi TUHAN senantiasa ADA dalam keberadaanNYA,AKU ADALAH AKU, mengisyaratkan DIA tidak berubah, meski kita sering berubah-ubah.

JIka YESUS disalib, alasannya bukan karena supaya yang taat hukum mendapat award,
melainkan karena oleh karena KASIHNYA, supaya kita Hidup.
(Baca Yohanes 3:16)

Jika ketaatan hukum-hukum mengindikasikan kesanggupan apa yang dapat kita lakukan,
maka kasih karunia, anugerah mengindikasikan sebesar apa KUASA si Pemberi,
tentu si Pemberi adalah ALLAH dan kita bukan ALLAH, dan karena DIA adalah TUHAN maka tentu DIA pasti menang.

Note:
kata “ALLAH” mengindikasikan transendensi
kata “TUHAN” mengindikasikan meski DIA transenden, tetapi DIA mau turun tangan, menginjakkan kakiNYA kepada masalah-masalah ciptaanNYA secara aktif, dari jaman ke jaman DIA bekerja, karena DIA TUHAN.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sepanjang masa.

  2. @Om Parhobass

    kata “ALLAH” mengindikasikan transendensi……
    :
    :
    Mohon informasi apakah sebutan ALLAH juga dikenal dan diseru oleh umat Kristen/Katholik Barat dan apakah juga tercantum dalam Bible mereka? Terima kasih.
    .
    Salam

    • @fanya

      Tentu saja Kristen di luar lidah Arab/Melayu/Indonesia tidak menggunakan kata “ALLAH”.

      Katolik Barat yaitu Katolik Roma yang berbahasa Arab/Melayu/Indonesia menggunakan kata “ALLAH”
      Katolik Timur yaitu Katolik Orthodox yang berbahasa Arab menggunakan kata “ALLAH”, saya sudah pernah kebaktian di Qatar. Dan Katolik Orthodox ini dapat ditelusuri sampai abad 3 Masehi.

      Pada makalah-makalah penelitian tentang BARUS, pantai barat Tapanuli, ditemukan tulisan di abad 12 M oleh al Armani, seorang Mesir, dan beliau mengutip tulisan dari abad 7 M Nazm al-Djauhar seorang pengikut Gereja Melkit asal Mesir, Melkit yaitu sekte kristen berasal dari Yunani, yang mengatakan bahwa sebelum atau sekitar abad 7 M di pantai barat Tapanuli telah beredar gereja-gereja Kristen yang berafiliasi dengan kristen Nestorian, yang berasal dari Alexandria Mesir, dan mereka menggunakan kata “ALLAH”.

      Artinya dari cerita singkat ini ada sedikit kesimpulan saya dalam konteks kata “ALLAH”.
      al-Djauhar adalah pengikut Gereja Melkit yang berkedudukan di Mesir, Gereja Melkit berasal dari Yunani. Beliau menemukan Gereja Nestorian asal Mesir di Tapanuli. Gereja Nestorian berasal dari Suriah sekarang yang kental dengan bahasa Aramaic, yang kemudian melanglang buana setelah orang Persia menguasai tanah leluhurnya.

      Yunani menggunakan kata “THEOS”.
      tetapi Nestorian lidah arab, dan Melkit (gereja asal Yunani) yang ada di Mesir menggunakan kata “ALLAH”.
      Nestorian di Tapanuli menggunakan kata “ALLAH”. bukan EL seperti lidah Aramaic yaitu asal usul Nestorian, melainkan menggunakan lidah Arab yang membawa kata itu ke Tapanuli.
      Jadi kristen-kristen Arab ini mempertahankan kata “ALLAH” untuk digunakan di Tapanuli yang kental dengan kemelayuannya.

      Katolik Barat = “DEUS”
      Katolik Timur = “THEOS”
      Kristen Anglikan = “GOD”
      Kristen Batak = “DEBATA”.
      Kristen Arab/Melayu/Indonesia = “ALLAH”

      semua berasal dari akar Ibrani ELOHIM
      ELOHIM arti singkatnya MAHA KUASA
      DIA MAHA kita tidak, tetapi meski DIA MAHA DIA mau berinteraksi dengan ciptaanNYA.
      Filsuf Yunani oleh Plato berkata DIA mungkin ADA tetapi DIA jauh di sana, dan terlalu suci untuk berinteraksi dengan manusia.
      sementara ELOHIM/DEI/THEOS/GOD/DEBATA/ALLAH tidak demikian, meski IA MAHA, IA mau berinteraksi dengan ciptaan…
      Meski IA DEI,IA adalah Kurie
      Meski IA DEUS, IA adalah DOMINOS
      Meski IA GOD, IA adalah LORD
      Meski IA ALLAH, IA adalah Rabb
      Meski IA DEBATA, IA adalah TUHAN.
      MESKI IA ELOHIM, IA adalah ADONAI

      Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: