Harus jadi, dan bukan karena perbuatan kita

Juni 27, 2012 pukul 8:03 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

. 2 Raja-raja 23:29 Dalam zamannya itu majulah Firaun Nekho, raja Mesir, melawan raja Asyur di tepi sungai Efrat; raja Yosia pergi menghadapi dia; tetapi Firaun membunuhnya di Megido, segera sesudah ia melihatnya

Raja Yosia, terkenal sebagai raja terakhir yang memerintah sebagai raja resmi di Yehuda, sebagai raja yang takut akan Tuhan. Banyak hal telah beliau lakukan dalam hubungannya dengan Taurat, Hukum Musa. Bejibun berhala yang diwariskan oleh raja-raja sebelumnya, beliau musnahkan. Pertobatan bangsa terjadi, dan itu dipimpin oleh Raja Yosia.

Melihat pertobatan itu, membuat kita ngeri, sebab Tuhan ternyata meluluhlantakkan Yerusalem, ibu kota kerajaannya, dan tidak cukup sampai di sana Tuhan juga mengijinkan raja Mesir membunuhnya dalam peperangan.

Apa gerangan yang salah?
Tidak ada.
Lalu ada apa dengan Tuhan, melihat Raja Yosia yang masyur itu, Raja yang memimpin pelaksanaan Hukum Allah, ditegakkan di Yehuda?

Jauh sebelumnya TUHAN berfirman
2 Raja-raja 23:27 Lalu berfirmanlah TUHAN: “Juga orang Yehuda akan Kujauhkan dari hadapan-Ku seperti Aku menjauhkan orang Israel, dan Aku akan membuang kota yang Kupilih ini, yakni Yerusalem, dan rumah ini, walaupun Aku telah berfirman tentangnya: Nama-Ku akan tinggal di sana!”

Tuhan akan membuang Yehuda,menghancurkan Yerusalem. Jika Israel dihancurkan ketika kejahatan melangit, maka Yehuda mulai dihancurkan tepat ketika seorang raja yang berkuasa.

FirmanNya harus terjadi, tergenapi, terlaksana, dan tidak memandang seberapa baiknya kita.
Saking ngerinya Hari terakhir itu, maka digambarkan semoga kita tidak sampai berada di sana. Sebab meski kita bertahan dalam iman, tetapi jika Tuhan berkata “cukup” maka pemusnahan dunia lama ini akan dimulai, sangkakala akan dipersuarakan, kertakan gigi dimulai, kengerian melanda.

Mungkin beberapa dari kita akan mengalaminya, dan semoga kita dikenang seperti Raja Yosia, sebab meski beliau mengalami penganiayaan, penderitaan oleh hukuman Tuhan atas kerajaannya, beliau dikenang sebagai raja yang takut, setia dan menyembah TUHAN.

Atau mungkin beberapa dari kita seperti orang-orang utara itu, orang Israel, terlupakan selamanya?

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: