Api yang menghanguskan

Juni 2, 2012 pukul 6:23 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.
(Ibrani 12:29)

Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
(Mazmur34:9)

Dalam salah satu makna “orang kudus” diartikan sebagai “orang-orang yang sempurna”.
Orang-orang yang sempurna ini diajak agar senantiasa takut akan TUHAN. Takut di sini diterjemahkan sebagai menghormati dan dengan demikian senantiasa menyembahNYA dalam ibadah kehidupan kita.

Yang senantiasa menghormati DIA dikatakan tidak akan berkekurangan.
Orang yang mampu menghormati DIA tentu adalah dia/mereka yang telah mengakui dosanya dan TUHAN dalam ROH KUDUS telah menaunginya dalam hati. Sebab oleh Roh KUDUS kita dapat menerima anugerah-anugerah, karunia demi karunia, pemberian-pemberian, dan itu membuat kita tidak kekuarangan suatu apapun dalam dan demi kemulianNYA.

Pertanyaannya, kenapa justru orang yang sempurna ini yang diajak senantiasa takut, senantiasa hormat kepada TUHAN?.

Kita tidak asing dengan “Anak Domba ALLAH, YESUS, korban yang sempurna”.
Melalui cara Kristus, maka kita bisa sempurna, semakin disempurnakan, dan karena pada suatu masa kita para pemberani mengungkapkan percaya kita, maka kehidupan kita akan diubahkan dan sedang melalui proses hidup yang senantiasa harus dijaga, yaitu dijaga hanya untuk kemuliannya.
Tidak dipungkiri semakin kita menyerahkan hidup kita kepada TUHAN, maka semakin peperangan rohani kita hebat dan membutuhkan tenaga. Yesus dalam keadaanNYA sebagai manusia jelas menggambarkan itu semua, Tuhan kita menyerahkan seluruh hidupNYA kepada BAPA, dan lihatlah betapa menderitanya DIA, bahkan rela disalibkan.
Lihat para Rasul, panggilan mereka nyatanya berujung pada kematian yang mengerikan.
Polycarpus ketika beliau akan dibakar karena dipaksa untuk meninggalkan imannya kepada YESUS berkata: “Bagaimana mungkin aku meninggalkan imanku kepada Tuhan YESUS, DIA sudah menyerahkan nyawaNYA kepadaku”, kira-kira begitulah rekaan kalimatnya.

Berkata dibakar berarti berbicara tentang apa yang membakar dan apa yang dapat dibakar.
Mengingat Sodom dan Gomora, maka kita bicara tentang api kekal dari ALLAH yang menghanguskan, mengerikan.
Bicara apa yang dapat dibakar, maka selama ada bahan yang dapat terbakar masih tersisa, maka sampai sisa itu masih ada maka semuanya akan dapat terbakar. Masih akan dibakar.

Pelanggaran-pelanggaran kita masih akan mungkin terjadi meski kita sejak awal telah dipanggilNYA orang kudusNYA. Perbuatan baik kita tidak dapat mempengaruhi pandangan Hakim kepada suatu pelanggaran tertentu.
Segudang perbuatan baik seorang yang ujur, hanya akan berujung kepada pesakitan, penjara, jika beliau melakukan kejahatan kemanusiaan, membunuh misalnya, mencuri misalnya.
Ketidakbercacatan disebutlah itu setia, setia seperti Kristus yang disebut Setia.

Pelanggaran, keberdosaan kitalah yang dilihat oleh API YANG MENGHANGUSKAN itu, dilihat oleh TUHAN.
Kata Yesus: “…Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit…”. Orang yang merasa sehat dihadapanNYA memang tidak akan pernah dapat melihat bagian-bagian dari dirinya yang masih akan dapat dibakar.

Karena DIA senantiasa melihat dosa, pelanggaran kita, dan TUHAN adalah Api Yang Menghanguskan, maka hormatilah DIA. Bersyukurlah senantiasa atas kasih karuniaNYA, yang telah diberikan sejak dahulu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: