Aku Percaya

Mei 25, 2012 pukul 7:56 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Credo, ungkapan kepercayaan, persetujuan mulia, perubahan hidup, oleh kebangkitan dari kegelapan kepada TerangNYA yang ajaib.


Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
(Yohanes 12:27)

Mengaku percaya pada konteks gereja mula-mula identik dengan martir. Martir bukan kondisi rela mati secara serampangan, atau asal mati saja demi sesuatu, meski itu nyata dan pasti. Martir adalah pernyataan konsekuensi dari mengaku bahwa cara Kristus adalah cara benar, sebab DIA adalah Kebenaran.

Ketika hidup pada dunia yang cenderung semakin nyata ke-plurar-annya, semakin berani menyatakan perbedaannya, dan jika ternyata benar TUHAN juga yang sedang mengerjakan itu, supaya semakin nyata bahwa memang cara Kristus adalah cara yang benar, kebenaran sejati. Yaitu ketidaaan pemaksaan kehendak. Negarawan disebut gelarnya dalam konteks pemerintahan.

Tidak ada cara yang paling jitu dalam menyelesaikan masalah ditangan otoriter yang memaksakan kehendaknya, mengangkat tangannya tinggi-tinggi lalu menghempaskannya kepada orang-orang lain yang berbeda pendapat dengan dia, ketika musuh sudah tidak ada maka bebaslah keadaan. Meski sesuatu dapat kita sebut sebagai kebenaran, dan jika kita memaksakannya apakah masih dapat disebut kebenaran? Kita sudah menjadi pembunuh-pembunuh karakter, selangkah dari hasrat ini adalah penghilangan nyawa, sehingga tidaklah menjadi suatu keheranan bahwa dibanyak tempat jika ada pemaksaan pemandangan, di situ darah akan mengalir, tercurah.

Darah Kristus juga tercurah…dari cara pandang yang dipaksakan oleh beberapa yang masih mengaku percaya bahwa Mesias harus begini dan begitu.
Dan kita mengaku percaya kepada Kristus, maka kita juga harus siap kepada curahan-curahan seperti itu, karena memang dunia sedang dalam kondisi tidak dipaksa oleh TUHAN kita untuk berubah.
Jika Kristus datang, turun dari sorgaNYA, untuk menderita, dan ungkapan “Aku percaya”, membuka pintu gerbang yang sama, jalur yang sama, dan…. kepada kemulian yang datang dari BAPA turun atas kita melalui Kristus yang kita puja, puji dan ikuti.

Jika penderitaan di depan mata, jangan terburu-buru berteriak: “TUHAN hancurkanlah musuh-musuhMu itu, kirim mereka ke neraka”. Kalimat pemaksaan kehendak ini telah menempatkan TUHAN pada posisi bawahan kita, yang diperintah-perintah oleh hati nafsu kita sendiri. Camkanlah banyak orang yang tidak mempercayai Kristus melakukan hal seperti itu.

“Aku percaya”,… dan mataku tertuju kepada SalibNYA.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: