Bukan lagi pilihan

Mei 24, 2012 pukul 7:38 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.
(Filipi 1:1)


Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.
(Yakobus 1:1)

Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
(2Petrus 1:1)

Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus.
(Yudas 1:1)

Hamba, dalam bentuk singular maskulin disebut doulos. Dalam term duniawinya dapat disejajarkan dengan ‘budak’.
Jika kita membaca Lukas 2:25-32, maka kita temukan seorang yang benar dan saleh bernama Simeon. Ia bernazar semasa sisa hidupnya harus melihat Mesias, Firman Allah yang menjadi manusia. Ketika bayi Yesus dibawa ke Bait Suci, maka Simeon berkesempatan menggendong bayi YESUS, dan beliau lalu berkata:
…..ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,…

Kata hamba di sini sama dengan kata hamba yang digunakan dari kutipan yang lain yang di atas.
Asalnya Doulos.

Dalam term tertentu arti kata ‘hamba’, ‘doulos’ ini biasanya disematkan kepada rasul-rasul, kepada nabi-nabi, kepada mereka yang telah dikhususkan oleh TUHAN sendiri. Minister, petugas, pejuang iman.

Kata kerja dari hamba, pelayan, petugas, pejuang iman adalah melayani.
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
(Yohanes 12:26)

Barang siapa melayani YESUS, ia harus mengikut YESUS…. dst.
Dalam makna terjemahan lain bisa juga diartikan..
Barang siapa melayani YESUS, biarkan dia mengikut YESUS, karena dimanapun keberadaan YESUS maka di situ pasti ada pelayanNYA, pengikutNYA… dst.

Jika kita mengaku hamba, meyakini itu, dan telah merasakan anugerahNYA, maka…
meski ada kemampuan untuk memilih segala sesuatu, tetapi ada hal yang menjadi keharusan, dan bukan pilihan, yaitu melayani DIA, Kristus YESUS.

Untuk bijaksana dalam sisa hidup kita, selidikilah dalam-dalam, berapa hal yang menjadi keharusan ternyata kita buat seolah menjadi pilihan-pilihan.

Berjuang sampai akhir adalah keharusan, dan bukan pilihan, lalu memilih untuk mengakhirinya secara serampangan?

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: