Memandang Hukum Allah

Mei 12, 2012 pukul 10:01 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag:

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
(Kejadian 3:6)

tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
(Kejadian 4:5)

Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
(Ulangan 10:16)

Mendengar hukum, mungkin orang langsung berpikir kepada apa yang bisa dilakukan dan apa yang dilarang.
Bicara apa yang bisa dilakukan dan apa yang dilarang dapat terlihat dari apa yang tampak. Seorang bisa saja mengikuti hukum ini, tetapi adakah jaminan seorang yang melakukan hukum itu berkenan di hadapan ALLAH?
Sebuah contoh berusia ribuan tahun diperhadapkan kepada kita, dahulu kala, jaman manusia pertama ada sebuah kisah yang diberikan kepada kita, demikian:

Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
(Kejadian 4:3-5)

Kain dan Habel sama-sama melakukan persembahan kepada TUHAN, dan keadaan hati mereka berdua diperlihatkan oleh TUHAN dalam bentuk narasi yang hebat, bahwa Kain meski melakukan persembahan, “gerak-gerik” hatinya dinyatakan dalam bentuk persembahan dan semakin dinyatakan setelah TUHAN langsung menyatakan ketidaksukaannya kepada beliau.

Hatinya manusia bermasalah.

Dalam konteksnya, siapa yang dapat menandingi orang Farisi dalam melakukan hukum-hukum Yahudi?, hukum-hukum agama?, tidak ada, tetapi kenapai mereka pada umumnya tidak bisa mengenal YESUS?

Hati manusia bermasalah.

TUHAN memang memberi hukum-hukum dalam Perjanjian Lama, terutama 5 Kitab Musa,.. dan pondasinya ada pada 10 Perintah Allah.
Dan landasan dari semua perintah itu adalah Hukum Kasih. Hukum Kasih menjangkau hati, dan itulah yang sering tidak dapat dilakukan sepenuhnya, ada bahasa rohaniah di sini.
Kita bisa memberikan sumbangan ke seseorang, sama-sama kita lakukan, tetapi siapa yang tahu keadaan hati yang memberi itu? kemurnian hati adalah kasih yang sesungguhnya.
Dosa selalu dipandang dari motivasinya. Dan motivasi diukur dari apa yang dikeluarkan oleh hati terdalam.

Kitab Hukum Allah mencantumkan perintah yang mungkin sering luput dan kurang dari perhatian jika dibanding dengan hukum-hukum macam besunatlah, berpuasalah, dan sebagainya..

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
(Ulangan 6:5)

Hukum itu merembes sampai ke hati, atau kalau kita mau lebih jauh lagi kita bandingkan saja ucapan YESUS ini;
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
(Matius 5:27-28)

Hukum Allah dipandang jauh lebih dalam dari sekedar apa yang dapat dilakukan oleh badaniah kita ini. Menikahi beberapa wanita?, menginginkan seorang wanita lain di hati, itu sudah pelanggaran, itulah hukum hati, hukum rohaniah, hukum yang tidak semata dibebankan kepada tubuh/raga, tetapi juga jiwa dan roh, karena kita adalah tubuh, jiwa dan roh, itu satu paket. Apa yang dilakukan tubuh tidak dapat sepenuhnya diukurkan kepada roh dan jiwa dan sebaliknya dan seterusnya.

Bicara pelangaran hukum berarti sekaligus bicara dosa,…bicara manusia kita bicara bukan saja individu tetapi komunitas, karena kita mahluk sosial… maka perhatikanlah beberapa point berikut ini:
1. Penguasa/pemerintah bisa melakukan dosa dengan perintah-perintahnya.
Bandingkan dengan Raja Daud yang memerintahkan Uriah untuk berperang di barisan terdepan. Maksud perintah itu adalah supaya Uriah mati, dan ia dengan bebas mengambil istri Uriah. Uriah memang tewas, terbunuh oleh musuh di peperangan, ia terbunuh tidak secara langsung oleh Raja Daud, tetapi perintah Daudlah yang mengawalinya. Jadi kita sebagai orang, minimal calon-calon kepala keluarga, hati-hatilah terhadap perintah kita, itu bisa melahirkan dosa.
2. Pelanggaran yang nyata dari seseorang di hadapan kita, sementara kita tidak berusaha meluruskannya, maka kita juga telah menjadi pendosa. Ingatlah peristiwa nabi Eli dengan anak-anaknya. Anak-anak Eli melanggar kekudusan korban persembahan, Eli mengetahuinya, tetapi ia tidak menasehati mereka, dan TUHAN menganggap itu sebagai pelanggaran. Hitunglah pelanggaran yang telah kita lakukan setiap hari, terutama kita yang tinggal di perkotaan, mengerikan bukan?, banyak hal yang membuat hati kita miris, tetapi tidak dapat melakukan sesuatu apapun untuk memperbaikinya.
3. Menyuruh, menasehati atau memprovokasi orang lain bisa juga melahirkan dosa. Ahitofel menyuruh Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya, dan dia melakukannya, maka lahirlah dosa. Melakukan demosntrasi berlebihan kedengaran bisa benar, tetapi hati-hati pada kondisi tertentu kita bisa melakukan dosa, dan bisa membuat orang lain berdosa, bisa saja polisi yang menjaga mengumpat dan penuh amarah karena teriakan kita, dan olehnya dia melanggar hati nurani, dan …. ya kita yang membuat dia berdosa, dan kita harus menanggung itu bukan?
4.Menyetujui pelanggaran orang lain, itu juga pelanggaran kita. Saulus (Paulus), sebelum percaya YESUS KRISTUS, menyetujui perajaman Stefanus, beliau tidak melembar satu batupun untuk membunuh Stefanus, tetapi ia berdiri dipenghakiman itu, dan tidak melarangnya, dia setuju akan hal itu, dan itu adalah pelanggaran, dosa. Kalau kita menghina pemerintah tidak becus, penuh korupsi, sementara kitalah yang memilihnya sewaktu pemilu, artinya bisa saja kita secara tidak langsung setuju dengan cara-cara kotor itu. Itu juga dosa.
5. Memberi contoh yang tidak baik.
Dan banyak hal lain lagi yang dapat kita sebutkan, tetapi 5 buah point itu bisa memberi gambaran kepada kita, bagaimana pelanggaran, dosa, jika dipandang jauh ke dalam hati.

Jika kita mengetahuinya, dan kita sadar sepenuhnya betapa banyaknya dosa yang telah tertumpuk di pundak kita,… maka….
Hukum Kasih Karunia ALLAH akan berharga luar biasa, dan kita akan semakin mengerti Siapa YESUS KRISTUS.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: