Tidak ada Raja

Mei 5, 2012 pukul 7:21 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
(Hakim-Hakim 17:6)

Di Kitab Mazmur, tertulis demikian:

<b><u>TUHAN adalah Raja</u> untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya.
(Mazmur 10:16)</b>

Menyebut DIA YANG MAHA sebagai Raja, TUHAN, mengindikasikan tentang DIA, meski adalah ALLAH, DIA senantiasa hadir dalam setiap liku kehidupan, memberikan jawaban, menyertai, bahkan IA ada bersama kita, Imanuel, dalam ROH KUDUSNYA.

Kutipan dari Kitab Hakim-Hakim di atas adalah berbicara tentang seorang raja, manusia, tetapi jika kita membaca sepenuhnya pasal itu, dan melihat keadaan manusia, maka TUHAN-lah yang pertama ditolak.

Dalam pasal Hakim-Hakim di atas, kita melihat tipikal pelanggaran dari generasi-generasi sebelumnya. Lamekh contohnya membuat peraturan sendiri, mensahkan pernikahan poligami, bahkan mengatur-ngatur hukum, sedemikian di sini, sesuai kutipan, ada seorang yang mengangkat seorang yang lain menjadi imamnya sendiri.

Dari latar belakang status memang seorang yang diangkat itu adalah dari suku Lewi, dan kepada suku inilah keimaman diturunkan oleh TUHAN, tetapi sekali lagi, legalisasi seperti ini selalu ditolak oleh TUHAN, dan diajarkan kepada kita melalui Kitab Suci, sampai sekarang, sampai maranatha.

Dosa selalu dipandang dari perbuatan dengan motive yang menyertainya. Bisa saja orang melakukan segala kebaikan, tetapi jika motivenya tidak benar, itu sama dengan pelanggaran, perbuatannya tidak berarti apa-apa, dan oleh karena itulah TUHAN kita, YESUS KRISTUS, sampai harus tersalib untuk menekankan tentang keutuhan jiwa, raga dan roh. Jiwa dan raga dan roh adalah sepaket, tanpa kesatuannya yang ada adalah kematian, perbuatan melakukan hukum-hukum badaniah tidak akan pernah selalu dapat mempengaruhi keadaan rohaniah kita. Perhatikan Perjanjian Baru, tidak ada satupun hukum-hukum, prosesi-prosesi yang diajarkan oleh YESUS, oleh Rasul,… tetapi semuanya menceritakan tentang kesatuan utuh dari kita dalam menghadap ALLAH Yang Esa. Dan bahkan itu berakar kuat pada Perjanjian Lama.

Ketidaksadaran atas kemungkinan kematian dari salah satu  jiwa dan roh, meski tubuhnya masih bernafas, bisa memungkinkan orang bertidank seperti tidak ada penguasa, Penguasa, Raja atas diri sendiri.

Melihat sejarah, betapa saratnya para pemimpin, para tokoh panutan melakukan kesalahan, bisa membuat kita pesimis, terhadap otoritas tertentu. Gelapnya sejarah gereja sejak Romawi mensahkan agama Kristen sebagai agama resmi bisa sebagai salah satu contoh akurat. Bahkan di awal kekristenanpun dibarengi dengan banyaknya lahir sekte-sekte baru yang sering ditentang para Rasul, karena menolak YESUS Kristus sebagai mana DIA ada.

Dalam kondisi paling dalam, ketidak sadaran atau penolakan kita kepada TUHAN-lah yang membuat kita bisa bertindak penuh salah dan dosa, kita menolak Raja, maka kita merasa sudah tidak menjadi hamba, dan hamba yang sudah tidak merasa dia hamba, mungkin sudah merasa naik tahta, dan orang yang naik tahta, wajar memerintah bak raja.

Setiap orang bebas melakukan apa yang menurut dia benar, melabrak otoritas, atau membuat diri sendiri sebagai otoritas tertinggi.

Pandanan Pascamodernisme terasa baru? terasa asing? TIDAK sama sekali, meski pandangan ini baru saja dikumandangkan, pandangan abad 20?, tetapi gejalanya sudah sejak dahulu kala.

Bukan tidak dapat diaminkan bahwa pandangan ini bisa dianggap masuk akal, melihat sejarah gelap, kebobrokan demi kebobrokan,… tetapi orang yang lahir dari dialektika kehidupan, akan segera terbawa angin, sementara kalau TUHAN masih kita akui, maka warna-warna kehidupan adalah sebagai bukti bahwa IA adalah BENAR.

TIDAK ada raja?

itu adalah teriakan/keadaan dari penolakan bahwa IA adalah RAJA.

 

Dimana orang mengaku Kristen, belum tentu Kristus adalah Rajanya.

Dimana YESUS ditolak, di situ ada kekerasan.

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: