Dapat dijelaskan dengan Logika?

April 21, 2012 pukul 7:22 am | Ditulis dalam Pemikiran | 2 Komentar
Tag: , ,

Sebuah aliran pemikiran dunia lahir di kira-kira abad ke dua masehi, atau mungkin setelahnya, mereka sekarang dinamai Manikhaisme. Kemungkinan nama aliran ini diambil dari pendirinya, yang disebut-sebut sebagai Nabi Mani. Beliau sangat disanjung oleh kekristenan Timur pada masanya, meski disanjung beliau sangat ditentang oleh Kristen orthodoks, karena jelas Mani sama seperti pendahulu-pendahulunya adalah berupa objek lain yang sering ditentang macam Rasul Yohanes, Rasul Paulus d.l.l, kenapa? Karena Mani seorang gnostik, alisan pengetahuan, aliran yang amat sangat ditentang oleh Rasul Yohanes (sebagai prolog perhatikan surat Rasul Yohanes di 1 Yohanes).

Mani mengklaim dirinya adalah “Roh Penghibur”, Paraclete, yang dijanjikan YESUS, tertulis pada:

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
(Yohanes 14:25-26)

Dengan demikian beliau mengagendakan suatu point, yaitu orang Kristen Orthodoks telah salah mengartikan maksud YESUS, seperti yang tertulis di ayat di atas.

Ketertarikan orang-orang Timur pada pengetahuan yang berbau mistik jelas masih terlihat sampai sekarang, dan pada masa beliua masa keemasan memuncak, sekali lagi beliau dipuja dijamannya, dan mungkin secara sporadis masuh berlaku sampai sekarang, dan ada kemungkinan meski orang tidak mengetahui beliau ada saja orang yang mengikuti cara berpikir beliau.

Salah satu pemikiran beliau adalah tentang dualisme.
Dari sudut pandang Alkitab, pemikiran/doktrin dualisme ini salah. Sederhana saja, dalam perbandingan dualisme didapatkan bahwa permusuhan antara yang Baik dan yang Jahat itu adalah abadi, kekal, terus menerus,…. artinya ada kesetaraan kuasa antara Baik dan Jahat. Ada keseimbangan kekuatan antara ALLAH dengan SETAN…
Jelas itu akan bertentangan dengan syahadat Alkitab, “TUHAN adalah ESA”. DIA ESA, Tidak ada yang lain seperti DIA,

Dalam LAI, Alkitab berbahasa Indonesia dengan kata yang persis sama ditemukan di 6 ayat di Kitab Yesaya, salah satunya…

Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
(Yesaya 45:5)

Artinya DIA-lah diatas segala-galanya, Iblis adalah salah satu object yang meski berkuasa, tetapi berada di bawah kendali TUHAN.

Salah satu pemikiran beliau yang menonjol dan disukai di Barat waktu itu adalah… pengetahuan, dalam arti segala sesuatu dapat dijelaskan dengan Logika
.
Jelas karena belia adalah seorang gnostik, kelompok yang menamakan dirinya kelompok pengetahuan.

Sebuah kata dari Eistein:
“Jika praktek tidak sama dengan teori, maka prakteknya yang harus dirubah”

Bisa saja maknanya berbeda, tetapi kalau ditilik dari segi gnostik, maka teori/doktrin dan sebagainya dianggap sebagai pusat dari segalanya, dan untuk membuat teori/doktrin digunakanlah logika yang memadai.
Salah satu buah dari logika itu adalah bahwa Dia, YESUS bukanlah “sosok” manusia badaniah, tetapi murni rohaniah. Tidak ada badaniah yang baik, hanya roh yang baik, dan karena YESUS adalah Baik, maka pasti Dia adalah roh. Ajaran ini tidak asing bukan? sebab sejak jaman rasul-rasul ajaran ini telah begitu diterima di semua daerah romawi.
Kenyataannya YESUS pernah menjadi manusia yang merasakan penderitaan, tangis, ratap dan sebagainya, dan itulah yang ditekankan oleh Rasul Yohanes.

Bagaimana Firman TUHAN yang dalam kemanusiaanNYA memiliki kualitas ALLAH memang susah dijelaskan dengan logika, yang meski dapat dijelaskan secara logika oleh golongan Mani.
Kesusahan menelaah secara logika bukannya tidak terantisipasi oleh Raja Gereja, Kristus, TUHAN mengatakan:

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
(Yohanes 10:37-38)

Banyak hal yang tidak dapat, mungkin bagi sebagian orang mengatakan, belum dapat dipecahkan, oleh pengetahuan. Bahkan rumitnya perumusan dan pemodelan harus dibantu dengan penyederhanaan disana sini sehingga tercipta rumusan-rumusan matematis yang sederhana. Kita melihat banyak hal yang tidak dapat kita jelaskan dengan kata-kata, mungkin hanya dapat diungkapkan dengan kata: “Wahhhh luar biasa”.
Dalam konteks Alkitab tidak ada kata yang lebih tepat selain kata Muzijat.

Kita menjelaskan bukan tanpa logika, tetapi melandaskan pikiran kita kepada TUHAN, lalu mengarahkan logika itu seperti yang DIA inginkan.
Augistinus berkata: “Percayalah untuk melihat”…kira-kira begitulah maksudnya.

Apa yang ada berasal dari ketiadaan, Creatio Ex Nihilo,…. tidak dapat dijelaskan oleh logika, tetapi
menolak Creatio Ex Nihilo bisa menempatkan diri kita pada Materlialisme (ketiadaan TUHAN adalah salah satu intinya, lihatlah apa yang dikatakan Hawking, fisikawan modern sekarang: “Tuhan tidak dibutuhkan pada terjadinya alam semesta”).

Dapat dijelaskan dengan Logika?
Dapat, sebatas apa yang TUHAN mampukan pada logika kita. Itulah yang saya sebut sebagai pewahyuan. Pewahyuan adalah pemisah kita dari pandangan-pandangan duniawi.
Pewahyuan meletakkan segala kebenaran pada TUHAN, dan menempatkan logika kita pada batas-batasnya.

Artinya, bisa saja kita tidak percaya kepada hal-hal yang diajarkan oleh ALKITAB, oleh TUHAN, oleh YESUS, tetapi sebisa mungkin lihatlah dari apa yang dikerjakan TUHAN.
Analoginya, banyak hal yang kita lihat, meski tidak dapat dirumuskan, bukan berarti apa yang kita lihat itu hanya semacam halusinasi, itu nyata.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Yesus berkata: Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
    (Yohanes 10:37-38)

    Ayat di atas bisa digunakan jemaat Yesus sebagai pegangan:
    1. Ketika merasa ‘ragu-ragu’ bahwa Yesus dan Allah Bapa adalah satu.
    2. Dalam mensikapi pengajaran sesat para nabi palsu (orang yang mengaku-ngaku utusan Allah padahal bukan)

    Apa respon Yesus ketika seorang Yohanes pembaptis kemudian menjadi ‘ragu-ragu’ oleh karena penderitaan yang dialaminya bahwa memang Yesuslah yang dijanjikan Allah setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa untuk datang kelak menyelamatkan manusia dari maut (Kej 3:15)?

    Beginilah jawab Yesus: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik (Matius 11:4-5; Lukas 7:22). Bandingkan misalnya dengan Mazmur 109:31;140:12 dan Yesaya 26:19;35:5-6.

    Tentang nabi palsu, Yesus memberikan nasihat yang sederhana namun lugas jika orang ingin menguji apakah seseorang memang diutus Allah atau bukan?

    Inilah nasihatNya:
    “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik”. (Mat 7: 15-17)

    Yesus mempersilahkan manusia untuk menilainya apakah Dia berasal dari Allah atau tidak dengan cara menilai pekerjaan-pekerjaan yang dilakukanNya. Dari pekerjaan Yesus, kita jemaat Yesus mengenal buah yang dihasilkanNya. Tetapi dari buah yang dihasilkannya jugalah, kita juga akan mampu mengenali nabi palsu.
    Waspadalah!

    • Terimakasih atas ulasannya,
      singkat, padat, jelas dan mengena…

      shalom


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: