Melawan NatureNYA?

April 14, 2012 pukul 11:16 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
(Ibrani 13:12)

Bait Suci dianggap sangat sakral, karena waktu pembangunannya, sekitar abad 8 SM, Raja Salomo diberi janji oleh TUHAN, bahwa Bait Suci akan melambangkan kehadiran TUHAN atas Israel. Di dalam Bait Suci, atau Rumah Tuhan ada sebuah ruangan, disebut Ruang Maha Kudus. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam, hanya orang terpilih dari golongan imam, dan imam sendiri terpilih dari suku Lewi dari puak Harun.

Ruang Maha Kudus di dalam Bait Suci adalah menggambarkan tentang Hadirat TUHAN yang terpisah sama sekali dari segala sesuatu di luar hakekatNYA. Meski demikian dikatakan Imam dapat memasuki Ruang Maha Kudus itu dalam menyampaikan “persembahan kurban”.

Kisah ribuan tahun yang dituliskan Kitab Suci diwarnai dengan turunnya TUHAN secara langsung ke bumi. Peristiwa Eden misalnya, TUHAN langsung hadir, tampil berhadap-hadapan dengan manusia untuk menyelidiki dosa mereka. Bahkan dalam proses penciptaan sendiri, TUHAN tidak menghardik dari TempatNYA YANG MAHA KUDUS, tetapi IA keluar, digambarkan Roh ALLAH melayang-layang di atas permukaan air, dan…. penciptaan alam semesta pun dimulai.

Seterusnya Kain diperhadapkan dengan TUHAN kala ia membunuh adiknya,…. Abraham diperhadapkan dengan TUHAN secara langsung….. seterusnya sampai nabi-nabi,…. rasul-rasul… tidak ada yang tidak berhadapan langsung dengan TUHAN,… TUHAN turut campur, hadir secara nyata.
IA ‘keluar’ dari RuangNYA YANG MAHA KUDUS,…. nature, karakter TUHAN kita,… IA tidak seperti penggambaran filsafat yang disebut individualisme, katanya: “Sekiranya TUHAN ada, maka IA tidak akan mau berinteraksi secara langsung dan nyata dengan manusia”.

Perjanjian Lama, yang beberapa orang Yahudi menyebutnya kitab Taurat, memberi gambaran kepada kita, meski kita bukan dari latar belakang Yahudi, bahwa memang demikianlah TUHAN kita,… ingat di gurun waktu Api menyala dan tidak membakar semak?, ya itulah kesaksian Musa,… TUHAN hadir secara langsung, dan bercakap-cakap dengan Musa.
Ingat bagaimana hukum-hukum bagi Israel? ya semuanya didiktekan secara langsung oleh TUHAN kepada Musa,… ingat Nabi-nabi? semuanya diperhadapkan dengan TUHAN langsung…. natureNYA memang demikian, karakterNYA memang demikian,…. IA terjun langsung,…
Kemahakuasaan TUHAN tidak dapat dibenturkan dengan kesucianNYA, sebab IA ESA.
Dunia memang sudah sekarat, sudah rusak dan ada ketidaksucian, tetapi hey kawan jangan memandang TUHAN dari kerusakan itu, jangan memandang TUHAN dari ketidaksucian itu. Jika kita mengaku TUHAN MAHA KUDUS dan TUHAN MAHA SUCI, maka jika IA melawat ke bumi, tempat yang tidak suci dan tidak kudus, maka TUHAN tidak menjadi takluk kepada keadaan itu.

Ada sebuah perbandingan yang terkenal di Indonesia ketika jaman reformasi bergulir,cerita tentang seorang hakim di kampung maling. Jika lama-lama hakim ini hidup di lingkungan maling maka sang hakim juga akan menjadi maling.
Jika orang baik hidup di Indonesia, maka lama-lama ia akan rusak juga, salah satunya korupsi akan menggerogoti, itulah ceritanya.
Kenapa bisa dipandang begitu? karena kita memandang hakim adalah manusia biasa yang tidak akan pernah luput dari salah dan dosa, sehingga ia suatu saat akan tergelincir. Kita memandang bahwa keadaan lebih kuat daripada sang hakim, suasana lebih perkasa membawa kita kepada kerusakan daripada kita merubah kerusahakan yang ada.
Sedemikian, tetapi TUHAN kita yakini dan percayai Maha KUDUS, Maha KUASA, Maha Suci, maka tidak ada yang dapat mengurangi ke-Maha-an TUHAN meski IA turun ke tempat yang tidak penuh kuasa, tidak suci dan tidak kudus… karena IA MAHA. Percaya bukan IA MAHA?, jika percaya maka jangan pandang keadaan bumi lebih tinggi dari DIA.

Ketika TUHAN berhadapan dengan ADAM, IA bukan menjadi lemah karena IA tidak membunuh langsung Adam karena dosanya,…
Ketika TUHAN berhadapan dengan Saul, IA bukannya menjadi tidak mengasihi karena IA meninggalkan Saul,..
Ketika TUHAN berhadapan dengan Samson, IA bukannya menjadi tidak perkasa meski IA yang memberi kekuatan ke Samson DIA jua yang mengambil kekuatan itu…
bahkan ketika FIRMAN ALLAH menjadi manusia, bukan berarti IA menjadi terkontaminasi dengan manusia itu, ketidakkontaminasian itu dijelaskan dari … Salib. Lihat saja rapat anggoga Dewan di senayan, seorang yang berbicara tidak populer, meski benar, akan disorakin, dipandang sinis,…

Intinya, DIA erat dengan kita, IA ADA, HaYAH…

Untuk menjelaskan ‘keluarnya’ TUHAN dari Ruang Maha Kudus yang sesungguhnya, Rasul Yohanes menulis…
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
(Yohanes 1:5)

Dunia ini digambarkan sebagai kegelapan,… karena memang Iblis, Setan, segala Dusta telah menguasai bumi, kejahatan dimana-mana, melawan TUHAN,… semuanya bentuk pelawanan TUHAN ada di sini, dan meski demikian, kegelapan itu tidak menguasai Firman yang menjadi manusia itu, YESUS namaNYA, karena IA adalah MAHA…
KeadaanNYA sebagai manusia bukan menggambarkan tentang kelemahan Sang Maha Perkasa,
KeadaanNYA sebagai manusia bukan menggambarkan tentang ketidaksucian Sang Maha Suci,
KeadaanNYA sebagai manusia bukan menggambarkan tentang ketidakberdayaan Sang Maha Kuasa,…


tetapi IA “keluar…” untuk tujuan kebaikan kita demi KemulianNYA, sebab YESUS Kristus adalah Imam Agung kita, Imam yang Keluar dari Ruang Maha Kudus, dan masuk kembali dengan membawa Korban tebusan yang mahal, sekali untuk selamanya.

Jika kita mengamini bahwa TUHAN adalah Pencipta, dimana suatu waktu IA tidak mengguntur dari TahtaNYA, melainkan hadir di area kerja alam semesta, maka kita dapat mengimani bahwa IA hadir senantiasa, IA tidak bersembunyi,… dan karena IA senantiasa hadir, IA sering berkata: “Percayalah kepadaKU”.

IA yang ‘keluar”, IA jugalah yang ‘masuk’ ke Ruang Maha Kudus.
Siapa Yang seperti DIA?….
Tidak ada, karena IA ADALAH MAHA ESA.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: