“Kamu adalah terang dan garam dunia”: kata YESUS

Maret 6, 2012 pukul 8:32 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
(Matius 5:13-14)

Sebelum ayat ini tentu dimulai dari:
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
(Matius 5:1)

IA sedang mengajar murid-muridNYA, sehingga kata “kamu adalah…” di atas ditujukan khusus buat murid-muridNYA.
Dan jika dipadukan dengan ..
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(Matius 28:19)

maka kita yang sudah dimuridkan akan datang kepada TUHAN YESUS, juga akan menjadi object dari pengajaran di atas, dan menjadi pelaku-pelaku, menjadikan kita sebagai garam dan terang dunia.

Menjadi garam dunia, menjadi terang dunia dapat diartikan sederhana saja yaitu berguna bagi dunia, seluruh dunia ini tentunya. Dunia yang dilambangkan sebagai kerajaan iblis, mengartikan akan saratnya dunia dengan dosa, sehingga kita, muridNYA, yang masih diam dan masih hidup di dalam dunia adalah terang dan garam, akan membantu dunia ini melihat kebobrokannya. Dengan pondasi ini betapa ngerinya yang mengaku murid, tetapi menjadi sumber masalah, penggiat perang dan sebagainya. Secara kasat kutipan di atas dapat juga diartikan bahwa dia yang adalah terang tidak mungkin tidak kelihatan, karena ia akan menjulang tinggi, berbeda. Jadi kalau masih hidup di bawah, tidak berbeda dari dunia, dia belumlah terang yang dimaksud. Dia tidak datang kepada YESUS, ia bukan murid.


Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
(Yohanes 8:12)

Memang perbuatan bukanlah acuan untuk menjadi garam dan terang, tetapi dari perbuatan seseorang, kita tahu apakah dia telah menjadi murid atau bukan.

Pondasi dari “menjadi terang dan garam dunia” sendiri sudah ditancapkan sejak jaman Perjanjian Lama.
Jika kita ingat peristiwa Israel yang diluluhlantakkan TUHAN, maka kita mengingat akan janji Israel akan menjadi cahaya di tengah-tengah dunia yang menyembah allah-allah yang bukan ALLAH, nyatanya mereka terserat ke penyembahan allah lain, Nabi-nabi mengumandangkan kesesatan itu, tetap saja ditolak.
Hampir 1000 tahun TUHAN menanti-nanti Israel untuk dapat sadar akan bahaya penyembahan berhala, dari Rahel istri Yakub sampai Raja Manasye di Yehuda ,baru setelah dibuang ke Babel mereka mengalami kebangkitan rohani kembali, bahkan tingkat sinkritisme dikikis habis, praktek perkawinan campur ditumpas, kala itu TUHAN memakai Ezra, Nehemia, Daniel dan sebagainya, untuk mengumandangkan terang dan garam dunia itu, untuk kesekian kalinya. Bangsa Israel kala itu datang kembali ke-hadiratNYA sebagai murid, menjadi murid, sehingga olehNYA mereka menjadi garam dan terang,…. YESUS sebagai manusia adalah keturunan Yehuda, Raja Daud, Abraham,… DIA-lah yang menyempurnakan semuanya.
IA yang tunduk sepenuhnya kepada BAPA memberi indikasi contoh murid, ke-Satu-an Anak dan Bapa menjelaskan bahwa DIA yang adalah TERANG bersinar selalu.
Karena DIA adalah Sumber, IA berkata: “Aku adalah terang dunia”, dan sekaligus mengajak kita supaya menjadi bagian dari terang itu, menjadi muridNYA dan oleh itulah kita yang meski bukan darah daging Israel menjadi bagian dari anugerah terang itu karena kita telah dimuridkan.

Diskusi kita bukanlah lagi garam dan terang itu, melainkan,…. “Apakah kita ini murid?”

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: