Yang Menuduh, jadi Tertuduh

Januari 27, 2012 pukul 6:20 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Melirik narasi Alkitab, sangat tidak jarang pelacur-pelacur dipakai TUHAN dalam peran.
Yehuda “melacur”, Tamar “melacurkan diri”, Rahap adalah pelacur, Hosea bahkan disuruh menikah dengan seorang pelacur.
Jika kita tidak hati-hati, para pelacur ini bisa membuat kita binasa.
Kenapa bisa binasa?

Melihat sesuatu yang tidak biasa kita lihat, penilaian negatif cenderung datang. Memang seberapa cepat penilaian dan seberapa buruk nilainya masing-masing orang berbeda amplitudonya.
Bukan mengatakan setiap penilaian selalu menjadi tuduhan, tetapi akan menjadi tuduhan jika maksudnya ternyata melenceng dari makna sebenarnya, sebab memang ada kata Kitab Suci: “Siapa yang dapat mengetahui seseorang sesat?”, susah orang mengakui kesalahannya.

Alkitab terlalu vulgar. Dan ke-vulgar-an, bisa menimbulkan tuduhan.
Tuduhan bisa menjadi mendarah daging, lalu melenceng ke arah yang salah, berubah arah untuk membenci, menghina, dan menghujat.
Jika penghujatan, dengan cara mengatakan Firman TUHAN ini dan itu, dari sisi yang salah, maka pada akhirnya kita sendiri akan binasa.

Hosea, seorang nabi, disuruh TUHAN menikah dengan pelacur.
Yang tidak mengerti, yang tidak paham tentu bisa binasa oleh maksud TUHAN ini.
Tetapi jika kita mengerti kita akan beroleh selamat, beroleh hidup karena narasi Alkitab ini. Hosea pasti mengenal, mengasihi ALLAH sebegitu dalamnya, sampai dia mau mengikuti perintah itu, yang olehnya dia beroleh hidup. Jika dia tidak seperti itu maka tentu FREE WILL-nya masih mengambang, tak jelas arah, seperti Bileam.

Untuk kesekian kalinya berzinah dalam term Alkitab sering dihubungkan dengan penyembahan berhala.
Penyembahan berhala sering dihubungkan dengan tidak mengikuti ALLAH, TUHAN semesta alam.
Sehingga untuk mengerti Alkitab juga kita harus mengikuti ALLAH.
Pada kenyataannya “semua orang” berpotensi, atau mungkin kalau disadari adalah pelacur. Sebab orang yang tidak mengikuti jalur ALLAH adalah pezinah, pelacur. Atau mungkin mengaku mengikuti Alkitab tetapi tidak ke arah TUHAN alam semesta.

Seorang manusia, mengaku manusia, tetapi tidak memiliki kasih sayang dan moral, itu pelacur.
Seorang Kristen, mengaku Kristen, tetapi terkadang mengikuti jalur-jalur di luar kekristenan, itu pelacur.
Seorang beragama, mengaku beragama, tetapi terkadang kelakuannya lebih buruk dan lebih parah dibanding orang yang tidak beragama, itu pelacur.
Seorang penuduh, mengaku benar, ternyata tuduhannya melenceng dari point utama, itu pelacur.
Penuduh menuduh, menjadi tertuduh.

Jika seorang bisa merasakan perbuatan pelacuran yang dilakukannya, maka tentu ia akan menyadari besarnya kasih sayang TUHAN akan dia, jika ia mau mengenal TUHAN alam semesta.
Dan kasih sayang TUHAN itu dapat dirasakan, disyukuri dalam makna yang terdalam, bahwa TUHAN benar-benar menyayangi manusia bukan karena manusia layak atau patut disayangi dari segala perbuatan manusia itu, tetapi karena memang TUHAN mengasihi (agape), IA adalah Kasih, IA adalah Sumber. YESUS mati untuk kita semua, untuk dunia bukan?

“AKU ADALAH AKU”, Nama TUHAN, yang mengisyaratkan beberapa hal, salah satunya adalah bahwa IA mengasihi bukan tanpa alasan atau bukan karena kita layak untuk dikasihi, tetapi karena NamaNYA adalah KASIH. Bukan karena dari kita, tetapi karena dari DIA.

Jika kita mengerti dan menerima ALLAH adalah KASIH, maka kita menyadari arti Salib, Kristus, Firman ALLAH yang menjadi manusia.
Dan seterusnya kita akan tersungkur di bawah salib kasar itu, mengaku “pelacuran” kita,….dan olehNYA kita akan beroleh selamat, karena IA adalah Juruselamat,
IA Sumber Selamat.

Jadi orang yang dituduh sebagai “pengikut kevulgaran”, ternyata….
Kesalahpahamanlah yang menyebabkannya, pemahaman bisa dirubah kan?
Kalau kita sering menuduh, dalami dulu pemahaman kita, jangan sampai kita malah menjadi tertuduh, dan selanjutnya akan binasa.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: