Tutup telinga, penghujat Allah ini harus mati

Januari 15, 2012 pukul 7:58 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 82 Komentar
Tag: , ,

Kisah Para Rasul 7:55-56
Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”

Ucapan Stefanus ini jelas amat sangat membuat pendengarnya geram, marah. Sekejab itu bisa diartikan dalam marah kudus, sebab pendengarnya adalah mereka yang menuduh YESUS sebagai seorang yang kesurupan, penghujat ALLAH, pelabrak Sabbat. Apalagi klaim Anaka Allah, wadduh membuat mendidih darah”kudus” tuh.

Logisnya begini, seorang yang melanggar peraturan agama, pastilah orang itu seorang pendosa, dan seorang pendosa dipastikan bukanlah berasal dari ALLAH. Itulah kacamata agamanya.
Dalam Kitab Injil kita sering menemukan pemuka-pemuka agama melabrak YESUS perihal perbuatan YESUS yang dipandang melabrak peraturan Sabbat.
Jikalau diteliti memang ada sesuatu yang bertolak belakang di sana. Adat istiadat telah begitu banyak ditambahkan kepada peraturan agama, dan bahkan legalisasi yang terlihat dijadikan sesuatu yang dipandang lebih rohaniah, lebih diterima TUHAN, dan sebagainya.

1. Abraham menirima kasih karunia bukan karena Taurat, sebab Taurat belum ada
2. Ketika bangsa Israel menuju Kanaan, tak satupun mereka melakukan Taurat
3. Ketika Daud dalam perang, ia melakukan “pantangan” di Bait Suci.
4. Kalau sejak dahulu melakukan Taurat apakah Israel akan dibuang? nyataya mereka terbuang, seprti janji Taurat itu, jika tidak melakukan maka mereka akan dibuang ke ujung-ujung dunia.

Itulah beberapa pandangan yang diutarakan Roh Kudus dalam hikmat penulis Perjanjian Baru.
Tetapi bagi pandangan Yahudi, Taurat harus ditegakkan, karena itu berasal dari ALLAH, dan kita juga tahu atas tuduhan penghujatan kepada Tauratlah YESUS disalibkan juga.
YESUS disalibkan,layak disalibkan bagi pandangan agama Yahudi, karena IA dianggap menghujat ALLAH, sebab meski IA hanya seorang manusia tetapi mengklaim DiriNYA sebagai ALLAH, dan juga YESUS dituduh dan dianggap sebagai perusak hukum agama.

Logisnya, dan amat sangat logis, perusak agama harus dibunuh, dibantai, disikat, disiksa, dilumat, dan sebagainya. Itulah pandangan orang yang mempertuhankan agama.

Kontras dengan pandangan agama itu, Stefanus justru mengatakan…
“YESUS, Anak Manusia sudah berada di sorga”,..bahkan dikatakan: “Duduk di sebelah kanan Allah”.
Itu artinya klaim YESUS tadi sudah terbukti, serta juga menjelaskan tentang Kebenaran YESUS dan kesalahan yang akut dari pandang agama tadi.


Kisah Para Rasul 7:57-58
Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.
Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.

Diantara orang yang berpandangan agama itu adalah Saulus, Rasul Paulus sebelum ditangkap YESUS.
Karena Stefanus secara menohok mengatakan kebenaran, yang bahkan Sorga terbuka, Roh Kudus bersaksi bersama dia, yang mengatakan bahwa YESUS telah menerima kemuliaan, berada di hadirat ALLAH, bahkan di sebelah kanan ALLAH. Dalam kitab Yahudi (Perjanjian Lama), dapat jelas memberi petunjuk akan makna “di sebelah kanan itu”, ahli Kitab Mazmur macam Paulus pasti mengerti maksud Stefanus jika diteropong dari ayat Mazmur 80:17.

Orang pemuja agama tadi merasa telah melakukan perintah ALLAH dalam membunuh Stefanus. Kita bisa saja salah satu seperti pemuja agama itu.
Kisah Para Rasul 7:59-60
Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

YESUS mengucapkan kata ini di salib: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Lalu IA meninggal.
Sekarang Stefanus berkata: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
Artinya YESUS adalah TUHAN, “WHAAAAAAATTTT”, ya itulah kertakan gigi, ucapan yang layak diucapkan pengagung agama itu, karena mereka merasa berada di pihak ALLAH, sementara mereka sama sekali tidak mengerti ALLAH.

82 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. jika Yesus = Allah, jadi pertanyaannya, siapakah yang duduk di sebelah kiri Allah??

    • saudara masih memanndang cara agama sah Yahudi masa itu, menganggap Tuhan YESUS dan ALLAH adalah dua TUHAN,…

      karena menganggap demikianlah , maka syahadad Israel, TUHAN YANG ESA, merasa dilanggar, menhujat agama, dan penghujat agama layak dibunuh….

      Nyatanya TUHAN YANG ESA tidaklah dalam posisi pandangan saudara…

      pertanyaan saudara:

      jika Yesus = Allah,

      YESUS memang ALLAH…

      jadi pertanyaannya, siapakah yang duduk di sebelah kiri Allah??

      saudara menganggap Tuhan dan Allah adalah Dua Esensi, sehingga menganggap literal mentah di sebelah kiri dan kanan…

      Alkitab mengatakan… TUHAN ESA…
      saya kutip tulisan Paulus kepada Timotius:

      1Timotius 1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
      Nah jika TUHAN adalah ESA, lalu apa yang harus kita perdalam dalam kalimat YESUS duduk di sebelah kanan ALLAH?
      Carilah makna duduk di sebelah kanan…semoga saudara bisa menemukannya…kalau tidak dicari maka saudara tetap menolak bahwa TUHAN ESA..

      salam

    • Yesus duduk disebelah Allah bapanya…he…he BUKAN BAPA YAN G MENGHAKIMI DUNIA, PENHAKIMAN TELAH DIBERIKAN BAGI YESUS ADALAH TUHAN, RAJA DIATAS SEGALAH RAJA…HE…HE HEBAT KUASA YESUS….UNTUK MENGHAKIMI DUNIA INI, TERMASUK MUSLIM DAN NABINYA…..MUHAMMAD DIBANGKITKAN DARI KUBURAN DIMEDINAH OLEH YESUS…HE…HE

  2. baik jika begitu, bagaimana kah arti dari
    Kisah Para Rasul 7:55-56

    Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
    Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”

    saudara bisa jelaskan ke saya bagaimana Stefanus yang penuh dengan Roh Kudus melihat Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah?

    Tentang ke-Esa-an Allah saya mengatakan bahwa memang iya, Allah adalah Tuhan Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Pencipta, Maha segala Maha, Raja segala Di raja. Allah tidak sama dengan mahluk dan tidak boleh dipersamakan dengan mahluk. jika saudara melihat Bumi, maka Allah lebih dahsyat dari Bumi, jika saudra melihat Matahari maka Allah lebih dahsyat dari Matahari. jika saudara melihat jagad Raya, maka Allah lebih dahsyat dari itu. karena Allah yang menciptakan bumi dan segala yang ada di Jagad Raya. jadi kembali kepada Yesus adalah Allah, apakah pantas Yesus dipersamakan dengan Allah?

    terimakasih

    • @habib

      Kutipsan saya dari Surat Rasul Paulus menegaskan TUHAN ADALAH ESA… TIDAK ada sesuatu apapun yang sama seperti DIA..

      Konteks kutipan Stefanus sedang mengatakan kepada pada pendakwanya yaitu bangsanya sendiri YAHUDI, bahwa YESUS yang mereka salibkan itu sekadang sudah ada di SORGA, artinya orang YAHUDI yang menyalibkan YESUS itu adalah salah total, mereka tidak perlu menunggu Pembebas yang lain, Pembebas itu sudah menang dari kematian dan sekarang DUDUK di-Tahta-NYA, IA adalah RAJA, TUHAN… YESUS NamaNYA…
      Karena menganggap mereka salah dan telah menghukum Mesias-lah maka mereka dengan berani dan menganggap sebagai amarah kudus untuk membunuh Stefanus.
      Dalam term Yahudi dan mungkin Islam dikatakan bahwa tak ada satupun yang tahan kepada hadirat ALLAH Semesta…gunung-gunung saja akan hacur lebur dan sebagainya, nah dengan makna ini, Siapakah YESUS koq sampai tidak hancur dan lebur ketika berada di kanan ALLAH?…
      itulah makna yang bisa ditarik fulgar dari konteks term ini…

      Jadi kalau saudara menolak kesaksian Stefanus, maka tidak ada bedanya saudara dengan penganut agama Yahudi masa itu, yaitu meski mengaku TUHAN adalah ESA, tetapi tidak dapat memahami makna TUHAN adalah ESA itu…

      salam

      • saya lantas jadi bingung dan tidak mengerti perihal masalah ini, baiklah saya tuliskan kebingungan saya, semoga saudara bisa menjawab kebingungan saya:
        1. saudara mengatakan Tuhan adalah Esa tidak ada sesuatu apapun yang sama seperti dia, baik saya sepakat. selanjutnya saudara kemudian mengatakan Yesus adalah Tuhan. saudara tahu arti Esa di dalam kamus bahasa indonesia?atau mungkin ada arti kata Esa yang lain menurut saudara?
        2. saya mengartikan apa yang tertulis di Bible dalam hal ini ayat yang saudara tulis diatas, dimana stefanus melihat Yesus berdiri disebelah kanan Tuhan. sekarang saya mengatakan, misalnya begini.si x berdiri di sebelah kanan tiang listrik, maka sampai kapanpun si x akan berada di sebelah kanan tiang listrik. mungkinkah si x adalah tiang listrik??
        3. Tujuan kedatangan yesus untuk mati ditiang salib, yang mempunyai tujuan untuk menyelamatkan semua orang, termasuk saudara, skarang saya bertanya. kenapa Yudas dianggap berkhianat? kenapa murid2 yesus menghalangi penyaliban yesus? (walaupun akhirnya yesus menyuruh pergi murid2nya), kenapa tentara Romawi yang menyalib juga di hinakan? kenapa yesus merasa kesakitan dan menderita ketika disalib?
        kiranya itu silahkan saudara jawab
        terima kasih

      • @habib

        Latar belakang saudara mungkin yang membuat saudara jadi bingung.

        1. TUHAN adalah ESA, tidak ada makna lain dari pada ESA selain “TIDAK ADA YANG SEPERTI TUHAN”.
        Saya kutip Ilham ROH KUDUS kepada Rasul Paulus sbb:
        1 Korintus 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.

        2. Saya sarankan kepada saudara untuk mencari makna ‘duduk di sebelah kanan’ dalam term Palestina masa itu.
        Jika saudara terpaksa mengartkan kata itu sangat literal, maka saya ajak saudara juga mengartikan ayat ini sangat literal:
        Yakobus 2:1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

        3. Bahkan sampai sekitar kenaikan YESUS ke sorga murid-muridNYA masih belum tidak yakin dan percaya, sampai ROH KUDUS turun barulah mereka mengerti segala sesuatu mengenai MESIAS.
        Dikatakan Kitab Suci bahwa Mesias harus menderita, bagaimana DIA menderita sudah dinubuatkan YESUS sendiri, bagi kepercayaan sebagian orang Yahudi termasuk beberapa murid YESUS yang awal masih beranggapan bahwa YESUS akan memimpin perang suci melawan penjajah Romawi dan membangun kerajaan Israel di bumi, Kerajaan TUHAN yang gilang gemilang. (bandingkan dengan cobaan iblis di gurun yang menginginkan YESUS menyembah iblis dan iblis akan memberikan seluruh dunia kepada YESUS, dan YESUS menolak).

        Kita lihat kutipan ini:
        Matius 26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”
        Jadi:
        a. YESUS datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa agar layak di hadapan TUHAN, “datang” artinya TUHAN datang sebagai manusia.
        b. Manusia yang berdosa diberi kebebasan dalam berperilaku, bebas memilih
        c. Kehendak TUHAN harus jadi, meski manusia memiliki kehendak
        d. Celakalah manusia yang memilih kehendak yang tidak sesuai dengan kehendak ALLAH.

        Jadi Yudas telah dipilih, bahkan menjadi murid awal, tetapi kehendak beliau senantiasa bertentangan dengan kehendak YESUS, maka beliau berkhianat. Orang yang dekat dan senang belajar dengan Alkitab/Bible tetapi memiliki kehendak lain cenderung akan berkhianat kepada YESUS, selidikilah keadaan saudara sendiri, apakah TUHAN tidak adil menyediakan ALKITAB/Bible kepada sauara untuk dipelajari bahkan telah dengan berani diterjemahkan kepada bahasa Indonesia supaya dapat dimengerti lebih mudah oleh lidah-lidah Indonesia, tetapi apa gerangan yang membuat saudara tidak dapat mengimani Alkitab/Bible? tanyalah saudara sendiri, mungkin itu sama dengan Yudas. Kehendak TUHAN Yesus sangat jelas, yaitu menyelamatkan seluruh manusia di bumi, termasuk saudara. Keselamatan sudah diberikan, pertanyaan sudah saudara terima apa tidak? Sangat adil jika ALLAH menghukum manusia jika ALLAH sudah berkehendak dan memberikan keselamatan tetapi manusia menolak.

        salam

  3. 1. Jelaskan kepada saya arti ESA itu? ESA menurut saya itu TUNGGAL, TUNGGAL artinya SATU, SATU itu bukan DUA bukan juga TIGA. Jika Yesus saudara masukkan juga dalam oknum TUHAN, maka akan menjadi DUA, jelas hal ini bertentangan dengan bible saudara.
    Jika saya mengatakan bahwa saya anak TUNGGAL, berarti saya dilahirkan tidak mempunyai saudara kandung yang lain. Itu juga Berarti, anak orang tua saya cuman SATU, yaitu saya. karena saya anak TUNGGAL. Saya harap dengan sangat saudara mengerti penjelasan saya.
    2. Ayat yang saudara berikan kepada saya sebagai komparasi jelas tidak ada hubungannya dengan permasalahan ayat ini (saya menuntut kejelian saudara dalam memberikan komparasi ayat, saya pikir tidak perlu saya jelaskan). Begini saja, saya mengharapkan saudara saja yang mengartikannya kepada saya, agar kita lebih mudah membahasnya. tapi agar juga menjadi jelas Saya memberikan komparasi ayat kepada saudara

    Matius 22:67 katanya: “Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Jawab Yesus: “Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya;
    22:68 dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab.
    22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah KANAN Allah Yang Mahakuasa.

    (Markus 16:19).
    “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk disebelah KANAN Allah.”
    Ayat diatas lebih relevan untuk dibandingkan. Dan jelas bahwa yesus mengatakan sendiri bahwa dia akan duduk disebelah kanan TUHAN. Artinya TUHAN dan YESUS tidak bersatu. Dan itu juga berarti bahwa YESUS bukan TUHAN dan TUHAN sama sekali bukanlah YESUS.
    3. Saudara menulis
    ”bandingkan dengan cobaan iblis di gurun yang menginginkan YESUS menyembah iblis dan iblis akan memberikan seluruh dunia kepada YESUS, dan YESUS menolak”
    Itulah yang saya maksud dengan dogma.
    Baik begini saja, saya bahas lagi sedikit
    Matius
    4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
    Doktrin Gereja :
    Roh adalah Tuhan
    Yesus adalah Tuhan
    Maka ayatnya menjadi
    “Maka TUHAN dibawa oleh TUHAN ke padang gurun untuk di cobai Iblis”
    ==> TUHAN mana yang paling kuat? TUHAN yang berbentuk ROH atau TUHAN yang berbentuk YESUS? Karena jelas yang membawa dan dibawa tidaklah sama, logikanya yang membawalah yang lebih kuat dari yang dibawa. Bagaimana penjelasan TUHAN membawa TUHAN sendiri? Apa yang TUHAN bawa? Tubuhnya sendirikah? Atau apanya? Dan untuk apa TUHAN membawa TUHAN sendiri untuk di serahkan ke IBLIS agar dicobai? Bukankah kalo mereka sama2 TUHAN sudah saling tahu? Untuk apa perlu dicobai segala? Apa TUHAN dalam bentuk ROH tidak percaya dengan kemampuan TUHAN dalam bentuk YESUS?
    Lanjutan ayatnya
    4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
    4:6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu. ”
    4:7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”
    ==>Iblis? Siapa iblis? Iblis ciptaan TUHAN, bagaimana TUHAN bisa menyuruh ciptaan-Nya untuk mencobai diri-Nya sendiri? Apa yang sedang mereka perbuat? siapapun tau bahwa TUHAN pasti akan menang, karena TUHAN MAHA PENCIPTA, karena TUHAN adalah TUHAN itu sendiri, tidak akan ada kehidupan jika TUHAN tidak ada, jika hasilnya sudah tahu, apa yang TUHAN dan IBLIS lakukan? sedang bersandiwarakah Mereka?
    Lanjutan Ayatnya
    4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
    4:9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”
    ==>Kalau YESUS adalah TUHAN, kenapa IBLIS mengatakan hal diatas? Bukankah semua juga sudah tahu bahkan IBLIS juga (harusnya) TAHU kalau yang dia cobai TUHAN, bagaimana mungkin dia akan menyembah IBLIS ciptaannya sendiri? Tanpa harus mengatakan seperti itu pun IBLIS juga sudah tahu, kalau BUMI beserta ISINYA adalah MUTLAK milik TUHAN, untuk apa IBLIS memberikan penawaran bodoh seperti itu. Jadi kalau hasil akhirnya sudah tahu, apa yang IBLIS dan YESUS (TUHAN menurut kristen) lakukan? Sedang bermain dramakah mereka? Kenapa TUHAN sebagai YESUS tidak kuasa untuk melepaskan diri dari IBLIS? Bukankah YESUS sendiri bilang kalau TUHAN MAHA KUASA? Seperti ayat “Lukas 22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang MAHAKUASA.”, kenyataannya YESUS tidak MAHAKUASA?
    Ayat terakhir berbunyi
    4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!
    4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
    ==> lihat apa yang Yesus katakan! YESUS menyuruh IBLIS untuk menyembah ALLAH, TUHANnya YESUS dan IBLIS, TUHAN seluruh alam, YESUS tidak menyuruh IBLIS menyembah DIRInya. Karena memang dia bukanlah TUHAN. Menurut saudara, saya harus mempercayai Yesus atau mempercayai Saudara?
    Saudara menulis
    “Kita lihat kutipan ini:
    Matius 26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”
    Jadi:
    a. YESUS datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa agar layak di hadapan TUHAN, “datang” artinya TUHAN datang sebagai manusia.
    b. Manusia yang berdosa diberi kebebasan dalam berperilaku, bebas memilih
    c. Kehendak TUHAN harus jadi, meski manusia memiliki kehendak
    d. Celakalah manusia yang memilih kehendak yang tidak sesuai dengan kehendak ALLAH.”
    Mari kita bahas statement saudara:
    “a. YESUS datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa agar layak di hadapan TUHAN, “datang” artinya TUHAN datang sebagai manusia.”
    ==> Apa dasar saudara? tunjukkan kepada saya dimana ayat yang mengatakan kalau TUHAN datang sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia?
    “b. Manusia yang berdosa diberi kebebasan dalam berperilaku, bebas memilih”
    ==> saya simpan statement saudara
    “c. Kehendak TUHAN harus jadi, meski manusia memiliki kehendak”
    ==> itu berarti saudara membohongi saya dan diri saudara sendiri. Jika pada point b saudara menulis “manusia yang berdosa diberi kebebasan dan bebas memilih, tapi kemudian TUHAN yang saudara sebutkan ternyata telah menentukan pilihan-Nya, berarti sia-sia saudara menulis statement pada point b, karena itu berarti manusia tidak bebas memilih, karena TUHAN telah memilihkannya, jadi dimana letak KEBEBASAN memilihnya?
    d. Celakalah manusia yang memilih kehendak yang tidak sesuai dengan kehendak ALLAH.”
    Jadi Yudas telah dipilih, bahkan menjadi murid awal, tetapi kehendak beliau senantiasa bertentangan dengan kehendak YESUS, maka beliau berkhianat. Orang yang dekat dan senang belajar dengan Alkitab/Bible tetapi memiliki kehendak lain cenderung akan berkhianat kepada YESUS”
    ==> Dalam hal ini sangatlah tidak fair bagi Yudas, dan semua oknum yang terlibat dalam Penyaliban. Karena disatu sisi mereka harus di HUKUM TUHAN akibat perbuatannya, dengan masuk neraka, dihinakan, dan dicap sebagai PENGKHIANAT, disatu sisi yang lain mereka telah membuka pintu kebebasan saudara, dan seluruh orang kristen di bumi, orang-orang yang sama sekali tidak mereka (Yudas dan oknum yang terlibat penyaliban) kenal, dan saudara pun tidak terlibat dalam proses tersebut sama sekali, untuk diselamatkan oleh TUHAN saudara, masuk surga dan bersenang-senang selamanya, bagaimana nasib YUDAS yang telah mengikuti YESUS selama 3 tahun? Taruh kata dia berdosa, tapi bukan atas pilihannya dia (dan setidaknya lebih mulia dari orang lain yang bukan murid YESUS yang sama sekali tidak pernah melihat dan mengikuti dia dalam perjalanan), tapi TUHAN saudara yang memilihkan pilihannya, dimana letak keadilan TUHAN? Hal ini sangatlah kontraproduktif dengan TUHAN yang MAHA ADIL, beberapa manusia dikorbankan untuk kesenangan manusia lainnya, hal ini sangatlah tidak adil. Untuk itulah dogma penebusan dosa oleh YESUS di tiang salib menjadi hal yang janggal dan sama sekali tidak masuk akal.
    Statement terakhir saudara
    “selidikilah keadaan saudara sendiri, apakah TUHAN tidak adil menyediakan ALKITAB/Bible kepada sauara untuk dipelajari bahkan telah dengan berani diterjemahkan kepada bahasa Indonesia supaya dapat dimengerti lebih mudah oleh lidah-lidah Indonesia, tetapi apa gerangan yang membuat saudara tidak dapat mengimani Alkitab/Bible? tanyalah saudara sendiri, mungkin itu sama dengan Yudas. Kehendak TUHAN Yesus sangat jelas, yaitu menyelamatkan seluruh manusia di bumi, termasuk saudara. Keselamatan sudah diberikan, pertanyaan sudah saudara terima apa tidak? Sangat adil jika ALLAH menghukum manusia jika ALLAH sudah berkehendak dan memberikan keselamatan tetapi manusia menolak.”
    ==> Saudara parhobass, saya tidak akan menyelisihi atau menolak kehendak ALLAH mengenai di utusnya yesus (nabi Isa as) ke dunia (ke kaum YAHUDI) untuk menyampaikan Risalah kepada manusia. Yang dengan Risalah itu mereka bisa menjadi manusia dengan standar layak atau sebagai manusia yang baik di hadapan TUHAN. Saya juga tidak menolak jika Yesus (nabi Isa as) adalah manusia yang mulia, sangat istimewa dan luar biasa, mempunyai mukjizat yang banyak dan hebat. Tapi menjadi hal yang kurang patut jika kedatangan manusia yang mulia itu harus berakhir di Tiang salib dan menebus dosa bagi kaumnya, tidak, sama sekali tidak. Risalah itu harus secara kaffah (sempurna, menyeluruh dan benar) pengikutnya lakukan. Karena bentuk keselamatan yang ditawarkan Yesus itu adalah berbentuk ajaran dan ketaatan kepada BAPA nya yang di sorga (dalam hal ini adalah TUHAN, ALLAH) yang telah mengutus dia, ajaran-ajaran itulah yang harus ditaati kaumnya yesus, hanya itu jalan keselamatan. Bukan sebuah drama penyaliban, yang secara serta merta dosa saudara tertebus. Kalau begitu secara tidak langsung saudara menikmati, bahagia dan senang manusia yang mulia tersebut mati tersalib. Menurut saudara apakah yesus menikmati penyalibannya? Tentunya tidak. Karena jelas, tidak ada yang bisa menanggung doa seseorang selain seseorang itu sendiri, seperti yang TUHAN katakan:
    Yehezkiel 18:1-11
    1. Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:
    2. Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu?
    3. Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel.
    4. Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.
    5. Kalau seseorang adalah orang benar dan ia melakukan keadilan dan kebenaran,
    6. dan ia tidak makan daging persembahan di atas gunung atau tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri perempuan waktu bercemar kain,
    7. tidak menindas orang lain, ia mengembalikan gadaian orang, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang,
    8. tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia,
    9. hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia — ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
    10. Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari hal-hal itu
    11. — walaupun ayah tidak melakukan satupun — juga makan daging persembahan di atas gunung dan mencemari isteri sesamanya.
    ==> Saudara bisa lihat sendiri dalam kitab saudara, dengan sangat jelas. Bahwa dosa tidak bisa diwariskan. Kalau memang benar anggapan saudara, Yesus (TUHAN menurut saudara) mati ditiang salib untuk menyelamatkan saudara, atau menebus dosa adam. Kenapa TUHAN mengatakan lain, pada Yehezkiel? Karena jelas tidak seperti itu konsep tentang dosa, Setiap orang bertanggung jawab atas dosanya sendiri dan menanggung dosanya sendiri. Begitu juga dosa saudara. sangat tidak adil. Yudas dicap pengkhianat, Yesus disalib, Imam2 yang merencanakan di hina, tentara yang menyalib juga di murkai untuk menyelamatkan orang2 yang sama sekali tidak terlibat dalam penyaliban, musibah bagi mereka dan kesenangan bagi saudara yang sama sekali tidak berbuat apa-apa. karena sangat-sangat jelas, Yudas akan menanggung dosanya sendiri atas pengkhianatannya. Imam-imam itu pun juga akan menanggung dosanya sendiri atas merencanakan pembunuhan dan prajurit itu pun akan menanggung dosanya sendiri atas menyalib orang. Pilatus ,bahkan saudara pun juga menanggung dosa saudara sendiri, karena dosa waris itu tidak pernah ada, karena adam juga telah menanggung dosa yang telah dia lakukan sendiri, jadi dosa nya terputus di Adam sendiri. Itulah keadilan, karena TUHAN MAHA ADIL. Dan sama sekali tidak adil jika Adam yang melakukan kesalahan kita yang juga ikut menanggung. Tidaklah adil seorang bapak dipancung karena kesalahannya, si anak juga dipancung hanya karena dia anak dari seorang pendosa. Karena jelas TUHAN mempunyai jiwa-jiwa mereka sendiri, mereka terpisah, untuk itu mereka akan mempertanggung jawabkan kesalahan dan dosanya sendiri, itulah konsep DOSA dan sekali lagi karena TUHAN MAHA ADIL.
    Saya memang mempelajari bibel walaupun tidak sehebat saudara. faktanya keimanan dan dasar keyakinan saudara tidaklah dari bibel tapi dari dogma gereja. TUHAN telah menjadi manusia, TUHAN menjadi YESUS, YESUS disalib menebus dosa manusia , TUHAN itu satu tapi berwujud 3, mengKUDUSkan hari minggu, NATAL tanggal 25 Desember, itu semua berasal dari DOGMA Gereja bukan dari Yesus atau Bibel. Jika saudara mempelajari bibel dengan fair dan benar, maka saya yakin saudara akan mendapati banyak kejanggalan dan pertentangan dengan apa yang saudara lakukan sekarang. Saya mendasari keimanan saya tidak karena DOGMA, tidak karena katanya katanya, tapi karena hal-hal yang menurut saya benar dan tidak bertolak belakang dengan nalar, hal ini jelas, karena TUHAN menciptakan otak untuk bisa melakukan penalaran (setidaknya nalar secara umum dan pribadi). Jadi kenapa saya mempelajari bibel tapi tidak meyakininya? Karena banyak kejanggalan didalamnya.
    itu jawaban dari saya, semoga saudara bisa menanggapi, saya yakin saudara pasti mempunyai sanggahan
    terima kasih

    • 1. Saya tidak mengerti begitu mudahnya saudara membuat kesimpulan;
      saya kutip dari Alkitab yang berkata TUHAN ESA/SATU/TUNGGAL:
      a. Yakobus_4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
      b. Yudas_1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
      c. 1Timotius_2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
      d. 1 Korintus 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.

      Sengaja saya kutip dari Perjanjian Baru tulisan Paulus, Yakobus dan Yudas.

      2. Saudara masih belum mencari makna kata: “duduk/berdiri di sebelah kanan”, segeralah cari maknanya…
      Contoh kata:
      Semangat kami dalam mempertahankan NKRI adalah semangat ’45.
      Jika orang Israel membaca kata2 semangat ’45 tidak musti diartikan bahwa semangt itu kadarnya 45 persen atau gimana bukan? orang Israel itu harus mengerti sejarah dan muatan dari kata2 itu,… nah sedemikian jika ada kata2 “duduk/berdiri di sebelah kanan” dari term Aramaic/Yahudi/Alkitab tidak musti diarikan dua esensi saling bersebelahan dalam posisi duduk bukan?,… carilah makna/muatan kata itu…

      3. Injil mencatat FIRMAN ALLAH yang adalah ALLAH menjadi manusia.
      Alkitab mencatat Roh Kudus adalah ALLAH, dan Bapa adalah ALLAH, tetapi tidak ada Tiga ALLAH melainkan Satu/ESA/Tunggal…
      di injil kutipan itu tidak dikatakan TUHAN membawa YESUS untuk dicobai, lalu darimana saudara berkata dan berkesimpulan seperti itu?
      TUHAN adalah BAPA, Firman dan Roh Kudus yang ESA.

      4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!
      4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

      ==> lihat apa yang Yesus katakan! YESUS menyuruh IBLIS untuk menyembah ALLAH, TUHANnya YESUS dan IBLIS, TUHAN seluruh alam, YESUS tidak menyuruh IBLIS menyembah DIRInya. Karena memang dia bukanlah TUHAN. Menurut saudara, saya harus mempercayai Yesus atau mempercayai Saudara?

      Darimana saudara menyimpulkan bahwa YESUS menyuruh menyembah Tuhannnya YESUS?, Yesus hanya katakan: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. nah opini saudara itu datang dari dogma yang terbenam di diri saudara, kenapa saudara menyarankan saya tidak turut ke dogma Alkitab? Hipokrit saya kira.
      Apakah saudara pernah mendengar kata Tritunggal/Triteis?
      Dari sudut pandang saudara dapat dilihat bahwa Tritunggal = Triteis,..dan itu sangat keliru.

      4.

      ==> Apa dasar saudara? tunjukkan kepada saya dimana ayat yang mengatakan kalau TUHAN datang sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia?

      satu contoh saja:
      Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

      5.

      ==> itu berarti saudara membohongi saya dan diri saudara sendiri. Jika pada point b saudara menulis “manusia yang berdosa diberi kebebasan dan bebas memilih, tapi kemudian TUHAN yang saudara sebutkan ternyata telah menentukan pilihan-Nya, berarti sia-sia saudara menulis statement pada point b, karena itu berarti manusia tidak bebas memilih, karena TUHAN telah memilihkannya, jadi dimana letak KEBEBASAN memilihnya?

      sekali lagi terlalu cepat saudara memberi kesimpulan, itu tidak baik.
      Mintalah penjelasan kalau itu kurang jelas, itu lebih baik.
      saya tidak mengatakan TUHAN menentukan pilihannya bukan? tetapi koq bisa saudara berkesimpulan seperti itu?
      Contohnya begini:
      TUHAN memiliki kehendak supaya semua manusia selamat dan tidak binasa, nah saudara sebagai bagian dari manusia itu memiliki kehendak untuk percaya dan tidak percaya bukan?…
      Nah meski saudara tidak percaya tidak berarti bahwa kehendak TUHAN untuk menyelamatkan dunia ini menjadi tidak terjadi, tetap akan terjadi, masih ada orang lain yang percaya bukan?
      Nah orang yang percaya itu juga di dalam dirinya masih ada berlaku hukum-hukum daging, nah ia memiliki kehendak untuk benar2 menjadi murid atau tidak bukan?…

      6.

      ==> Dalam hal ini sangatlah tidak fair bagi Yudas, dan semua oknum yang terlibat dalam Penyaliban. Karena disatu sisi mereka harus di HUKUM TUHAN akibat perbuatannya, dengan masuk neraka, dihinakan, dan dicap sebagai PENGKHIANAT, disatu sisi yang lain mereka telah membuka pintu kebebasan saudara, dan seluruh orang kristen di bumi, orang-orang yang sama sekali tidak mereka (Yudas dan oknum yang terlibat penyaliban) kenal, dan saudara pun tidak terlibat dalam proses tersebut sama sekali, untuk diselamatkan oleh TUHAN saudara, masuk surga dan bersenang-senang selamanya, bagaimana nasib YUDAS yang telah mengikuti YESUS selama 3 tahun? Taruh kata dia berdosa, tapi bukan atas pilihannya dia (dan setidaknya lebih mulia dari orang lain yang bukan murid YESUS yang sama sekali tidak pernah melihat dan mengikuti dia dalam perjalanan), tapi TUHAN saudara yang memilihkan pilihannya, dimana letak keadilan TUHAN? Hal ini sangatlah kontraproduktif dengan TUHAN yang MAHA ADIL, beberapa manusia dikorbankan untuk kesenangan manusia lainnya, hal ini sangatlah tidak adil. Untuk itulah dogma penebusan dosa oleh YESUS di tiang salib menjadi hal yang janggal dan sama sekali tidak masuk akal.

      Tidak masuk akal karena ajaran/dogma yang saudara yakini mengatakan bahwa perbuatan saudara dapat menentukan hidup saudara dihadapan tuhan saudara, Alkitab tidak demikian, perbuatan kita tidak dapat menyuap dan tidak dapat merobah kehendak TUHAN. IA melakukan sesuatu karena IA berotoritas melakuan itu dan bukan karena otoritas manusia…

      7. Pengikut YESUS awal juga berpikiran seperti saudara, termasuk beberapa penganut Yahudi, mana mungkin Mesias menderita? tidak mungkin kata mereka, tetapi ternyata memang Mesias harus menderita.
      Banyak orang yang memandang YESUS SANG MESIAS kala itu sebagai baik, mulia, benar, mereka mengakui YESUS adalah KRISTUS/MESIAS/AL MASIH, tetapi mereka tidak dapat mengartikan nubuat ini:
      Yesaya_53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

      itulah yang diajarkan YESUS:
      Lukas 24:26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”
      dan itu juga sudah seharusnya saudara dapat baca bukan?
      kalau sudah dapat dibaca terimalah kenyataan itu, bahwa memang si Manusia Mulia itu harus mati untuk saudara.

      7.Setiap orang menanggung akibat perbuatannya masing-masing,
      1Petrus_1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
      dalam kontemporer saudara kita buat contoh:

      Saudara mencuri ayam, maka YESUS tidak menanggung dosa mencuri ayam saudara itu,
      Saudara memerkosa bini tetangga, YESUS tidak menanggung dosa memerkosa saudara itu…
      tetapi…
      karena saudara mencuri, atau saudara memerkosa, maka meski tubuh saudara mungkin dihukum dipengadilan negara, tetapi rohaniah saudara telah terkontaminasi di hadapan TUHAN, tidak ada lagi cara untuk mendamaikannya selain bertobat di dalam Nama YESUS, arti di dalam Nama YESUS adalah bahwa ketika kita mengaku percaya, maka akibat dari kontaminasi dihadapan TUHAN telah dihapuskan YESUS, kita dapat berhubungan langsung dengan TUHAN kembali, pelanggaran-pelanggarann kita yang sebelumya itu tidak diingat lagi oleh TUHAN, dan TUHAN sarankan supaya kita mengikuti teladan KRISTUS supaya kita tidak jatuh lagi di dalam dosa yang sama.

      Nah untuk dunia kita contohkan sbb:
      apakah ada manusia yang tidak akan mati? kalau semua manusia akan mati maka manusia yang terdiri dari raga, jiwa dan roh juga akan dapat mengalami kematian di dalam jiwa dan roh.
      Jika saudara tidak dapat mati maka saudara tidak terkena kutuk kepada ADAM..
      Tetapi karena kutuk kepada ADAM berlaku juga kepada saudara maka TUHAN meraih kutuk itu dengan menjadi kutuk itu sendiri, IA angka kutuk itu di salib, dan pintu kepada kebangkitab dibuka, dimana YESUS sebagai yang pertama bangkit dari mati dan naik ke sorga. Nah karena YESUS dalam keadaan manusia telah mati karena kutuk dan telah pula bangkit dan naik ke sorga, maka kita yang beriman juga akan dibangkitkan dari tubuh yang terkutuk ini, dan nantinya diangkat ke sorga.

      8.

      Saya memang mempelajari bibel walaupun tidak sehebat saudara. faktanya keimanan dan dasar keyakinan saudara tidaklah dari bibel tapi dari dogma gereja. TUHAN telah menjadi manusia, TUHAN menjadi YESUS, YESUS disalib menebus dosa manusia , TUHAN itu satu tapi berwujud 3, mengKUDUSkan hari minggu, NATAL tanggal 25 Desember, itu semua berasal dari DOGMA Gereja bukan dari Yesus atau Bibel. Jika saudara mempelajari bibel dengan fair dan benar, maka saya yakin saudara akan mendapati banyak kejanggalan dan pertentangan dengan apa yang saudara lakukan sekarang. Saya mendasari keimanan saya tidak karena DOGMA, tidak karena katanya katanya, tapi karena hal-hal yang menurut saya benar dan tidak bertolak belakang dengan nalar, hal ini jelas, karena TUHAN menciptakan otak untuk bisa melakukan penalaran (setidaknya nalar secara umum dan pribadi). Jadi kenapa saya mempelajari bibel tapi tidak meyakininya? Karena banyak kejanggalan didalamnya.

      perhatikan yang saya garis bawahi, kalau saudara yakin saya ,lebih hebat dari saudara tentang mempelajari Alkitab/Bible, lalu kenapa saudara masih berkeras mengatakan dogma/ajaran yang saya yakini tidak sesuai dengan Alkitab/Bible?…
      Yang saya pelajari dari Alkitab yang mana saudara tolak antara lain:
      Yesaya 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
      Jadi kalau saudara tidak mempercayau Firman Allah menjadi manusia, maka saudara lebih baik tidak membaca Alkitab itu.
      Memelajari Alkitab bukan untuk menambah pengetahuan tentang TUHAN, meski dapat menambah pengetahuan tentang TUHAN, melainkan memelajari ALKITAB adalah untuk mengetahui sejauh mana TUHAN bertindak dalam kehidupan kita. Nah kalau itu dibalik, maka akan tercipta opini/dogma/ajaran yang keliru/salah/sesat…

      salam

      • mari kita bahas jawaban-jawaban saudara
        Saudara menulis:
        1. Saya tidak mengerti begitu mudahnya saudara membuat kesimpulan
        == > saya hanya menyimpulkan berdasar pandangan umum dan yesus serta nabi2 sebelum yesus datang. Mari kita lihat apa kata al-kitab saudara
        PERJANJIAN LAMA:
        Ul 32:39 Lihatlah, Aku Allah Yang ESA, tak ada Allah kecuali Aku. Aku membunuh dan menghidupkan, melukai dan menyembuhkan. Bila Aku bertindak, tak seorang pun dapat melawan.
        == > menurut saudara apa arti ESA disitu? Apakah artinya 3 jadi 1? Saya harus percaya statement TUHAN ALLAH, atau statement saudara dan Paulus?
        Lagi
        Yos 24:19 Lalu Yosua berkata, “Tetapi kalian barangkali tidak akan sanggup mengabdi kepada TUHAN, sebab Ia Allah yang kudus, Yang Maha ESA. Ia tidak mau ada saingan. Kalau kamu meninggalkan Dia dan mengabdi kepada ilah-ilah lain, Ia tidak akan mengampuni dosamu. Sebaliknya, Ia akan melawan dan menghukum kalian. Ia akan membinasakan kalian, sekalipun dahulu Ia baik kepadamu.”
        == > menurut saudara apa arti ESA disitu? Apakah 3 menjadi 1? Sekali lagi saya bertanya kepada saudara, saya harus percaya statement Yosua atau statemen saudara dan Paulus?
        Lagi
        Ul 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain KECUALI Dia.

        == > menurut saudara KECUALI disitu menunjukkan apa? TUHAN 3 menjdi 1? ada keterangan YESUS disitu? Sekali lagi saya bertanya kepada saudara, saya harus percaya ayat tersebut atau statemen saudara dan Paulus?
        Lagi
        Ul 6:4 ”Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”
        == > menurut saudara apa arti ESA disitu? Apakah 3 menjadi 1? Sekali lagi saya bertanya kepada saudara, saya harus percaya ayat diatas atau statemen saudara dan Paulus?
        Dan masih banyak lagi saudara, kini kita lihat Perjanjian Baru
        PERJANJIAN BARU
        Mat 6:9 Jadi berdoalah begini, ‘Bapa kami di surga: Engkaulah Allah yang ESA. Semoga Engkau disembah dan dihormati.
        == > menurut saudara apa arti ESA disitu? Apakah 3 menjadi 1? Sekali lagi saya bertanya kepada saudara, saya harus percaya YESUS atau statemen saudara dan Paulus?
        Lagi,
        Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggilku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu ALLAH. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
        == > menurut saudara Apakah yesus mengajarkan Trinitas? 3 menjadi 1? Sekali lagi saya bertanya kepada saudara, saya harus percaya YESUS atau statemen saudara dan Paulus?
        Lagi,
        Yoh 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang ESA, dan Yesus Kristus yang telah engkau SURUHKAN itu”
        == > menurut saudara apa arti ESA disitu? Apakah 3 menjadi 1? Tidakkah saudara bisa membaca kalimatnya disitu, bahwa ALLAH Pesuruh dan YESUS yang disuruh? Kalau memang Yesus TUHAN, kenapa Dia harus berbohong? Sekali lagi saya bertanya kepada saudara, saya harus percaya YESUS atau statemen saudara dan Paulus?
        Lagi,
        “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: ‘Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan KITA ialah Tuhan yang ESA’.
        == > menurut saudara apa arti ESA disitu? Apakah 3 menjadi 1? Sekali lagi saya bertanya kepada saudara, saya harus percaya YESUS atau statemen saudara dan Paulus? Apa arti KITA disitu? Lihat konteks, sekali lagi lihat konteks, KITA maksudnya apa? apakah itu berarti TUHAN nya YESUS dan Orang Israel? misal saudara membantah, begini saja, anggap si Israel bernama Alex, misalkan Alex kemudian tidak percaya bahwa YESUS adalah TUHAN, karena dia dengan mata kepala sendiri, dengan sangat-sangat jelas telah melihat Yesus berbicara sendiri kepada dia, bahwa TUHANnya dia dan YESUS adalah ALLAH yang ESA. Maka apa yang terjadi dengan si Alex? Tidak selamatkah dia? Bukankah si alex hanya mematuhi kata-kata Yesus? Bahwa TUHAN KITA (Yesus dan Alex) Allah yang ESA? Atau misalkan begini, setelah pertemuan dengan Yesus, Alex tidak pernah bertemu lagi dengan Yesus, bahkan tidak lagi tau kabar Yesus yang telah mati disalib. Tiba-tiba pas berjalan-jalan, Alex bertemu saudara dan Paulus mengatakan bahwa TUHAN itu 3 menjadi 1. Kemudian Alex tidak percaya karena dia dengan sangat-sangat jelas melihat Yesus berbicara sendiri kepada dia untuk hanya percaya kepada ALLAH TUHAN (yesus dan dia) itu ESA, apa yang terjadi? Apakah si Alex salah menurut saudara? Mungkinkah si Yesus mempermainkan atau membohongi si Alex, karena berbicara lain kepada Paulus dan Saudara? dan kemudian si Alex bertanya kepada Paulus dan saudara. “kalian tau dari mana kalau Yesus itu TUHAN? ”. Paulus menjawab, dari Yesus tapi melalui Roh, dan saudara menjawab, dari Paulus. Maka jika si Alex berkesimpulan bahwa dia tidak perlu mendengarkan saudara dan Paulus karena sudah mendengar dari sumbernya sendiri yaitu Yesus Kristus, manusia yang dia sangat Agungkan (melebihi saudara dan Paulus), bahwa TUHAN itu ESA, apakah saudara masih menyalahkannya??apakah si Alex tidak selamat?
        2. saudara menulis
        Semangat kami dalam mempertahankan NKRI adalah semangat ’45.
        Jika orang Israel membaca kata2 semangat ’45 tidak musti diartikan bahwa semangt itu kadarnya 45 persen atau gimana bukan? orang Israel itu harus mengerti sejarah dan muatan dari kata2 itu,… nah sedemikian jika ada kata2 “duduk/berdiri di sebelah kanan” dari term Aramaic/Yahudi/Alkitab tidak musti diarikan dua esensi saling bersebelahan dalam posisi duduk bukan?,… carilah makna/muatan kata itu…
        == > saya ikut bersedih dengan keadaan saudara, apakah ayat diatas ada hubungannya dengan ayat-ayat yang sedang kita bahas? Jika saudara bingung, adakah kesamaan konteks disitu? YESUS duduk disebelah KANAN ALLAH, artinya YESUS dan ALLAH tidak sama, bagaimanapun MEREKA berbeda, jadi TUHAN tidak mungkin menjadi Yesus dan Yesus tidak mungkin menjadi TUHAN, itu kesimpulan saya, saudara membandingkan SEMANGAT 45, ayolah saudara Pharhobass, seriuslah sedikit saya tidak ada cukup waktu untuk lelucon seperti ini.
        3. Kalau begitu Menurut saudara siapa yang dimaksud “roh” dalam ayat berikut?
        “Maka Yesus dibawa oleh ROH ke padang gurun untuk dicobai Iblis”
        Siapa Yesus dan Siapa ROH? Apa arti dibawa disitu? Tolong jelaskan sejelas jelasnya kepada saya.
        Saudara menulis:
        “Darimana saudara menyimpulkan bahwa YESUS menyuruh menyembah Tuhannnya YESUS?, Yesus hanya katakan: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. nah opini saudara itu datang dari dogma yang terbenam di diri saudara, kenapa saudara menyarankan saya tidak turut ke dogma Alkitab? Hipokrit saya kira.”
        Ya sudah, berikan penjelasan kepada saya, kenapa Yesus menyuruh Iblis menyembah dan berbakti kepada ALLAH bukan Yesus? Tolong jelaskan sejelas-jelasnya kepada saya.
        Pertanyaan yang belum saudara jawab
        4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
        4:9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”
        == > Kalau YESUS adalah TUHAN, kenapa IBLIS mengatakan hal diatas? Bukankah semua juga sudah tahu bahkan IBLIS juga (harusnya) TAHU kalau yang dia cobai TUHAN, bagaimana mungkin dia akan menyembah IBLIS ciptaannya sendiri? Tanpa harus mengatakan seperti itu pun IBLIS juga sudah tahu, kalau BUMI beserta ISINYA adalah MUTLAK milik TUHAN, untuk apa IBLIS memberikan penawaran bodoh seperti itu. Jadi kalau hasil akhirnya sudah tahu, apa yang IBLIS dan YESUS (TUHAN menurut kristen) lakukan? Sedang bermain dramakah mereka? Kenapa TUHAN sebagai YESUS tidak kuasa untuk melepaskan diri dari IBLIS? Bukankah YESUS sendiri bilang kalau TUHAN MAHA KUASA? Seperti ayat “Lukas 22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang MAHAKUASA.”, kenyataannya YESUS tidak MAHAKUASA? Jelaskan kepada saya.
        4. saudara memberikan saya ayat berikut sebagai jawaban, pertanyaan saya mengenai ayat TUHAN datang sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia:
        Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
        Loh, mana kata-kata yang menunjukkan kalau TUHAN menjadi manusia saudara Pharhobass?
        Pertanyaan untuk ayat Yohanes 3:16 tolong saudara jawab
        a. Tuhan menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia?
        b. Tuhan mengkaruniakan Anaknya yang Tunggal untuk menyelamatkan manusia?
        Sekarang jawab pertanyaan saya, apakah Anak TUHAN sama dengan TUHAN? Apakah anak saudara sama dengan saudara sebagai bapaknya?
        Jelaskan kepada saya ayat berikut
        • Daud Anak Allah yang sulung (“Mazmur” pasal 89 ayat 27)
        “Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.”
        • Yakub (Israil) adalah Anak Allah yang Sulung (“Keluaran” pasal 4 ayat 22 dan 23)
        “Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;”
        • Afraim adalah Anak Allah yang Sulung (“Yeremia” pasal 31 ayat 9).
        “Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.”

        • Anak Allah adalah orang yang mendamaikan orang
        :”Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut Anak-Anak Allah.”
        == > jelaskan bedanya dengan arti anak ALLAH/ anak TUHAN antara Yesus dan anak ALLAH yang terdapat dalam ayat-ayat diatas?

        5. saudara menulis:
        “sekali lagi terlalu cepat saudara memberi kesimpulan, itu tidak baik.
        Mintalah penjelasan kalau itu kurang jelas, itu lebih baik.
        saya tidak mengatakan TUHAN menentukan pilihannya bukan? tetapi koq bisa saudara berkesimpulan seperti itu?
        Contohnya begini:
        TUHAN memiliki kehendak supaya semua manusia selamat dan tidak binasa, nah saudara sebagai bagian dari manusia itu memiliki kehendak untuk percaya dan tidak percaya bukan?…
        Nah meski saudara tidak percaya tidak berarti bahwa kehendak TUHAN untuk menyelamatkan dunia ini menjadi tidak terjadi, tetap akan terjadi, masih ada orang lain yang percaya bukan?
        Nah orang yang percaya itu juga di dalam dirinya masih ada berlaku hukum-hukum daging, nah ia memiliki kehendak untuk benar2 menjadi murid atau tidak bukan?…”
        == > saudaraku Pharhobass, konteks yang sedang kita bicarakan adalah oknum penting dalam peristiwa penyaliban, dimana inilah puncak atau klimaks cerita turunnya TUHAN menjadi Manusia dalam kepercayaan saudara, yang menebus dosa seluruh umat manusia, begitu kan?
        Saya ikuti logika saudara:
        TUHAN—-> Manusia/Yesus——> penyaliban——–> Penebusan Dosa
        Tuhan saudara BERKEHENDAK ingin menyelamatkan/menebus dosa manusia, maka dari itu Dia harus mati disalib, itu berarti peristiwa penyaliban harus terjadi, bagaimanapun caranya harus terjadi, bukan begitu? Nah ternyata impilikasi KEHARUSAN TERJADINYA PERISTIWA PENYALIBAN ini harus ada manusia yang membuat Yesus tersalib, agar Penyaliban terjadi dan Penebusan Dosa pun berlaku, sampai disini apakah saya salah? Maka, “terpilihlah” nama YUDAS, Imam-imam tua Yahudi dan Tentara Romawi sebagai katalis peristiwa ini (sekali lagi ini adalah implikasi Keharusan Kehendak Tuhan akan Penyaliban), yang dalam hal ini menjadi seorang pengkhianat (Yudas), Provokator serta Penyuap si Pengkhianat (Imam-imam Tua Yahudi), dan Penyalib (tentara Romawi), maka jadilah drama Penyaliban/pengorbanan ini terjadi, begitu saudara Pharhobass? Benarkan saya kalau saya salah. Artinya, jika mata rantai katalis ini kita potong atau kita ambil, maka tidak terjadi peristiwa penyaliban, bukan begitu? Misal, si Yudas tiba2 mencium si Petrus, maka bukan si Yesus yang disalib tapi si Petrus yang akan disalib. Atau misal imam-imam tua Yahudi tidak memprovokasi untuk menyalib, bisa jadi tidak ada peristiwa penyaliban, dan dosa saudara tidak tertebus, sampai disini ada yang kurang berkenan dihati saudara? atau misal, Yudas tiba-tiba berubah pikiran, maka bisa jadi juga tidak terjadi penyaliban. Atau misal tidak ada satupun tentara Romawi yang bersedia dan berani menyalib Yesus, maka selihai apapun imam-imam itu memprovaksi, dan sehebat apapun si Yudas berkhianat, tidak akan pernah terjadi peristiwa penyaliban. Jadi kembali ke statement saudara,
        “ saya tidak mengatakan TUHAN menentukan pilihannya bukan? tetapi koq bisa saudara berkesimpulan seperti itu?”
        Maka benar saudara memang tidak mengatakan seperti itu, tapi scara explisit ini adalah hukum sebab akibat, ini adalah implikasi atau efek dari KEHENDAK TUHAN saudara, yang menginginkan peristiwa penyaliban harus terjadi sebagai bagian dari penebusan dosa. Artinya apa, itu artinya mereka telah terpilih atau telah dipilihkan pilihannya oleh TUHAN sebagai pemulus/katalis/pencetus/pelaku Penyaliban “TUHAN”. Sampai disini ada yang salah dengan jawaban saya?
        6. saudara menulis
        “Tidak masuk akal karena ajaran/dogma yang saudara yakini mengatakan bahwa perbuatan saudara dapat menentukan hidup saudara dihadapan tuhan saudara, Alkitab tidak demikian, perbuatan kita tidak dapat menyuap dan tidak dapat merobah kehendak TUHAN. IA melakukan sesuatu karena IA berotoritas melakuan itu dan bukan karena otoritas manusia”
        == > Saya paham dari samua jawaban saudara selalu yang saudara pakai adalah ayat-ayat dari Paulus,bukan dari Yesus sendiri, hal ini sangatlah semakin jelas bahwa saudara sebenarnya pengikut Paulus bukan Yesus. Jelaskan kepada saya, kenapa ayat berikut berkata lain, kenapa banyak ayat yang mengatakan bahwa dosa tidak dapat diwariskan? tolong saudara artikan ayat berikut ini.
        “Jangan ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri” (Ulangan 24:16).
        Saya harus mengikuti saudara dan Paulus atau ayat diatas?
        Lagi,
        “Tetapi anak-anak mereka tidak dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat, yakni kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: ‘ Janganlah ayah mati karena anaknya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri.” (II Tawarikh 25:4)
        Saya harus mengikuti saudara dan Paulus atau ayat diatas?
        Lagi,
        “Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap orang yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu” (Yeremia 31:29,30)
        Saya harus mengikuti saudara dan Paulus atau ayat diatas?
        Lagi,
        Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.( Keluaran 32:33)
        Saya harus mengikuti saudara dan Paulus atau ayat diatas?
        Lagi,
        “Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.” (Yehezkiel 18:4).
        Saya harus mengikuti saudara dan Paulus atau ayat diatas?
        Lagi,
        “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)
        Yesus saja dengan tegas dan memberikan jaminan bahwa anak2 tersebut adalah empunya surga tanpa melihat bagaimana orang tuanya, Saya harus mengikuti saudara dan Paulus atau Yesus?
        SAUDARA JAWAB PERTANYAAN SAYA, APAKAH MENURUT SAUDARA SEMUA KETURUNAN ADAM ITU BERDOSA? DAN HANYA BISA DITEBUS DENGAN MEMPERCAYAI YESUS MATI DISALIB?
        7. saudara menulis
        “Saudara mencuri ayam, maka YESUS tidak menanggung dosa mencuri ayam saudara itu,
        Saudara memerkosa bini tetangga, YESUS tidak menanggung dosa memerkosa saudara itu…
        tetapi…
        karena saudara mencuri, atau saudara memerkosa, maka meski tubuh saudara mungkin dihukum dipengadilan negara, tetapi rohaniah saudara telah terkontaminasi di hadapan TUHAN, tidak ada lagi cara untuk mendamaikannya selain bertobat di dalam Nama YESUS, arti di dalam Nama YESUS adalah bahwa ketika kita mengaku percaya, maka akibat dari kontaminasi dihadapan TUHAN telah dihapuskan YESUS, kita dapat berhubungan langsung dengan TUHAN kembali, pelanggaran-pelanggarann kita yang sebelumya itu tidak diingat lagi oleh TUHAN, dan TUHAN sarankan supaya kita mengikuti teladan KRISTUS supaya kita tidak jatuh lagi di dalam dosa yang sama”
        == >apakah itu berarti, jika hari ini saudara ataupun pendeta memperkosa seorang gadis, maka saudara hanya akan dihukum scara badaniah, tapi saudara tetap terselamatkan karena secara rohaniah saudara mempercayai Yesus mati disalib?

        8. saudara mungkin memang lebih hebat dari saya, tapi saudara juga tidak luput dari kesalahan, maka tidak ada salahnya kemudian saya memberikan sebuah pernyataan baru tentang bible kepada saudara, apakah saudara merasa kehebatan itu sudah cukup bagi saudara? Hingga membuat saudara merasa sempurna dan merasa tidak ada kesalahan?
        Saudara menulis:

        Yesaya 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
        Apakah saudara punya dalil untuk menyatakan bahwa nubuatan ini dapat diterapkan untuk Yesus Almasih? Karena, nubuatan ini menerangkan bahwa anak itu akan menjadi “Tuhan Yang Kuasa, Bapa Yang Kekal”. Menurut agama saudara Almasih bukanlah “Bapa”, melainkan “anak Tuhan”. Tidak pula Yesus itu “Kuasa” bahkan, pada pemandangan saudara, dia manusia yang begitu rupa tak berdayanya sehingga orang Yahudi membunuhnya dengan cara yang mengerikan. Yesus tidak pula “Raja Perdamaian” (Prince of Peace) apa bukti Yesus membawa perdamaian? Hingga nubuat tentang Raja Damai pantas diberikan kepadanya?
        terimakasih

      • @Om Habib

        Terimakasih atas semua uraiannya, fanya senang mengikutinya. Sangat jelas, faktual dan rasional.

        Salam hormat

  4. @habib
    1. Dimanapun di Alkitab saudara akan menemukan bahwa ALLAH adalaH ESA, Satu, Tunggal.

    Contoh:
    Yesaya_44:6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.

    Tritheis = 3 ALLAH 3 Pribadi, 3 Esensi
    Tritunggal = ALLAH ESA/SATU/TUNGGAL, 3 Pribadi, 1 Esensi.

    saudara masih melihat Tritunggal=Tritheis.
    Sehingga sesuai penyelesaian Aljabar, maka kesalahan di awal akan menyembabkan kekacauan diakhir penyelesaian persamaan.

    Pertanyaan apakah Paulus mengakui bahwa ALLAH ESA?
    Jelas, sudah saya posting beberapa kutipan ayat, saya tambahkan lagi dimana ROH KUDUS di dalam hikmat Paulus menulis surat kepada Timotius:

    1Timotius_1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

    TUHAN (YHWH) Yang ESA adalah BAPA, Firman (ANAK) dan ROH KUDUS.

    2. “Duduk di sebelah kanan” itu adalah bukan kata mentahan, itu kata2 pembanding.
    Sama dengan makna semangat ’45 bukanlah kata mentahan tetapi bisa sebagai pembanding.

    di nomor 1 di atas saya tuliskan:

    TUHAN (YHWH) Yang ESA adalah BAPA, Firman (ANAK) dan ROH KUDUS.
    BAPA adalah ALLAH
    Firman adalah ALLAH
    Roh KUDUS adalah ALLAH
    tetapi tidak ada 3 ALLAH melainkan ESA

    BAPA tidak menjadi manusia,
    Firman pernah menjadi manusia, dinamai YESUS
    ROH KUDUS tidak pernah menjadi manusia.

    Nah jika Firman pernah menjadi manusia, dan mati, lalu bangkit, lalu naik ke sorga, maka kalimat/kata yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana Anak Manusia yang dihina melalui salib itu mendapat kemuliaan di Sorga adalah “duduk di sebelah kanan”
    DI Palestina kuno, seseorang yang duduk di sebelah kanan pembesar maka itu disejajarkan dengan si pembesar itu sendiri.
    Nah dalam cara pandang inilah ketika Stefanus mengatakan bahwa YESUS duduk di sebelah kanan ALLAH, itu menyatakan bahwa YESUS adalah sejajar/sehakekat dengan ALLAH, dan itulah yang membuat Saulus (Paulus sebelum bertobat) membunuh dia,… jadi jika saudara menolak kesaksian Stefanus, maka saudara sama seperti Saulus kala itu.

    3. Sekali lagi saya ulang ulasan saya dari nomor 1 di atas:

    TUHAN (YHWH) Yang ESA adalah BAPA, Firman (ANAK) dan ROH KUDUS.
    BAPA adalah ALLAH
    Firman adalah ALLAH
    Roh KUDUS adalah ALLAH
    tetapi tidak ada 3 ALLAH melainkan ESA

    BAPA tidak menjadi manusia,
    Firman pernah menjadi manusia, dinamai YESUS
    ROH KUDUS tidak pernah menjadi manusia.

    Jadi siapa yang membawa YESUS ke gurun?
    yaitu ROH KUDUS…
    Kenapa YESUS bisa dicobai?
    karena ROH mengijinkannya, dan karena YESUS adalah Firman ALLAH yang adalah ALLAH yang sedang dalam keadaan manusia.

    Bagaimana ALLAH bisa menjadi manusia?
    atau bagaimana Yang ESA adalah 3 Pribadi?
    jawabannya, saya tidak tahu, karena seperti mukjijat itu tidak dapat dijelaskan, meski itu nyata. Contohnya: YESUS mengubah air menjadi anggur, bagaimana itu bisa dijelaskan secara logika dan ilmu pengetahuan? jelas tidak bisa, dan tidak masuk akal, tetapi itu nyata.
    Bagaimana Maria yang perawan bisa hamil dan melahirkan YESUS? saya tidak tahu, tetapi itu nyata dan terjadi. Jadi akal ada batas, pengetahuan ada batas, cuman jangan sampai yang terbatas itu menjadi salah arah karena ketidakmampuan dan karena penolakan.

    4. Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
    bacalah semua pasal 3 itu saudara akan mengerti, saya tambahkan:

    Siapa Anak TUNGGAL ALLAH? pasti saudara bisa tahu, yaitu YESUS.

    dan saya berikan satu ayat lagi:

    Matius_20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
    Anak Manusia = YESUS…

    5. Yudas dipilih untuk menjadi murid YESUS, murid tentu mewartakan kasih anugerah TUHAN. Tetapi meski Yudas dipilih beliau tidaklah berperilaku sebagai murid sesungguhnya, ia seorang koruptor, pencuri, munafik.
    Sama seperti saudara dihapan Kristus, saudara sudah diselamatkan di salib 2000 tahun lalu, tetapi perbuatan saudara tidak mencerminkan seorang yang sudah selamat bukan? malah tidak mempercayaiNya. Jd apa mau dikatakan?
    Hukuman kepada orang yang tidak percaya sudah tersedia, dan kemuliaan kepada orang yang diselamatkan juga sudah teresedia sejak dahulu kala, jadi kalau seseorang menjadi di dalam keadaan terhukum kelak, ya jangan salahkan TUHAN, karena saudara sendiri yang memilih untuk tidak menerima keselamatan yang telah disediakan TUHAN.
    Dalam warna yang berbeda, kebodohan Yudas menjadi kebaikan bagi kita, karena TUHAN dapat merekakan kejahatan menjadi kebaikan umatNYA.
    Firaun jahat, tetapi kejatan beliau telah menjadi bukti bahwa TUHAN adalah satu-satunya ALLAH bukan allah-allah Firaun.
    Kemampuan TUHAN mengatasi kehendak manusia yang bebas itu memampukan kita berkata bahwa TUHAN memang MAHA TAHU dan MAHA KUASA. Tidak ada allah lain seperti ALLAH.

    6 dan 7. Sudah saya katakan kepada saudara; Apakah saudara bisa mati? kalau masih bisa berarti saudara adalah keturunan Adam, kalau begitu saudara sama seperti Adam yaitu kerkutuk untuk mati.
    Adam/manusia itu adalah tubuh, roh dan jiwa, nah ketika ia terkutuk maka tubuh, jiwa, dan rohnya juga terkutuk, tubuhnya masih bisa hidup, tetapi didalam roh beliau sudah mati, di hadapan TUHAN manusia sudah mati, karena di dalam roh sudah tidak ada lagi hubungannya,. contohnya ketika TUHAN bertanya kepada ADAM kenapa beliau melawan perintah TUHAN, beliau malah melempar tanggung jawab kepada Hawa, dan Hawa lempar tanggung jawab kepada ular… jadi kutuk itu sudah menjalar. Anak Adam, lebih parah lagi dari ADAM, Kain malah membunuh adiknya, berdusta kepada TUHAN, mengatur-ngatur TUHAN, dan sebagainya..
    Alkitab Perjanjian Lama itu menceritakan bagaimana kutuk mati itu telah begitu merasuk manusia, dan bagaimana hukuman kepada kutuk itu, tetapi meski terkutuk, TUHAN berjanji melepaskan manusia dari kutuk itu, itulah kehadiran YESUS di bumi ini.
    Jadi kalau saudara mengingat2 pernah melakukan kesalahan/pelanggaran maka itu membuktikan bahwa saudara adalah bagian dari ADAM, dan karena itu saudara adalah bagian dari kutuk kematian itu.

    Ketika Adam berdosa ia menanggung sendiri akibatnya, yaitu beliau menjadi didalam keadaan susah mencari nafkah;
    Hawa juga menanggung sendiri akibat dosanya, yaitu susah melahirkan (kalau saudara memiliki istri, dan beliau susah melahirkan, maka istri saudara adalah bagian dari kutuk hawa).
    Kain juga menangung dosa pelanggaran membunuh adiknya, ia terbuang dari keluarganya
    Yudas juga menanggung sendiri pelanggarannya, ia tidak percaya TUHAN maha pengampun maka ia bunuh diri.
    Pemorkosa juga akan menanggung sendiri dosanya..meski ia seorang Pendeta.

    Jika demikian dimana letak pengorbanan YESUS di salib? yaitu mendamaikan manusia dengan ALLAH, meski manusia itu telah didamaikan tetapi masih ada bagian tubuh lahiriah yang masih bisa mati, yang masih memiliki keinginan sendiri seperti memerkosa, melawan TUHAN, berdalih, membunuh, menghujat d.l.l.
    Nah keinginan inilah yang harus disalibkan juga, supaya mati, sehingga keinginannya hanyalah sesuai dengan keinginan Kristus.
    Kalau keinginan ini kita salibkan maka kita akan bangkit kelak sama seperti Kristus telah bangkit dari kematian. YESUS menjadi kutuk di dalam tubuh, tetapi bangkit dan naik ke sorga, sama seperti Kristus maka kita juga akan mematikan keinginan tubuh kita, dan kelak akan dibangkitkan dalam kemuliaan.

    Jadi kalau ada pelanggaran dan sadar, baiklah ia bertobat, kalau ada penolak Injil ada baiknya ia menerima Injil, karena Injil itu akan memampukan ia mematikan keinginan dagingnya.

    8. Justru karena manusia itu tidak luput dari salahlah maka YESUS sewaktu didalam keadaan manusia mewanti-wanti pengikutNYA:
    (Yohanes 14:15-17) “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
    Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
    yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

    dan lagi:
    (Yohanes 15:26-27) Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

    Jd terima dulu ROH KEBENARAN itu? apakah saudara sudah menerimaNYA? saya yakin belum.
    ROH KEBENARAn ini dibutuhkan untuk mengerti ALKITAB, tanpa DIA sudah pasti hanya kekeliruan.
    Jadi saya yang ada potensi keliru, jika ROH KEBENARAN bekerja, maka masih lebih mending dari orang yang memiliki potensi kesalahan/keliru yang sama tetapi tidak menerima ROH KEBENARAN.
    nubuat di Yesaya:

    dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

    Saudara tidak harus selalu mengarikan sebutan “Bapa” dengan Pribadi Bapa pada ALLAH Tritunggal.
    YESUS memanggil ALLAH sebagai Bapa tidak melulu harus diartikan Pribadi Bapa, tetapi bisa diarikan berasal dari… jadi YESUS berasal dari ALLAH
    YESUS disebut Anak tidak harus diarikan YESUS anak bilogis ALLAH, karena kita mengimani bahwa Maria mengandung tanpa hubungan biologis. Jadi kata ini dapat diartikan juga berasal dari ALLAH. Contoh saya anak Indonesia, sejak kapan Indonesia beranak? tidak pernah, tetapi saya anak Indonesia mengindikasikan saya berasal dari Indonesia.
    YESUS adalah sumber atau asal dari keselamatan manusia, dalam hal ini IA adalah Bapa kita, dan karena IA adalah Firman ALLAH yang adalah ALLAH, maka ketika keselamatan itu telah dikerjakan maka IA akan kekal… jadi panggillah YESUS sebagai BAPA jika saudara percaya kepada nubuatan itu, jika percaya bahwa IA telah menebus saudara. Semisalpun saudara tidak percaya, IA tetaplah BAPA bagi mereka yang percaya.
    Tugas Firman ALLAH menjadi manusia adalah untuk menebus manusia, jadi meski IA pernah menjadi manusia, IA berkuasa membuat pekerjaan keselamatan itu berhasil, karena berhasillah IA sekarang ada di Sorga, duduk di sebelah kanan ALLAH, sejajar dengan ALLAH, dan karena sejajar maka IA Maha KUASA..
    IA juga adalah Raja atau Pangeran Kedamaian/Perdamaian,
    Ketika Yahudi mau menganggak DIA sebagai Pemimpin/Raja Yahudi untuk melawan Romawi, YESUS menolak, IA memilih menggunakan Pedang ROH ketimbang pedang besi, ketika KRISTEN disebarkan ke seluruh penjuru dunia oleh 12 Rasul dan murid-murid awal, maka mereka menyebarkan dengan pena dan pengajaran tidak pedang dan kekerasan…bahkan rela mati (Petrus digantung mati, Paulus dirajam, Yakobus dipotong, dan lain2)

    Ketika iman dan Alkitab dipertanyakan saya tidak berkata2 kasar dan kotor, karena ada Damai di hati saya, ada Kristus Raja Kedamaian yang ada dan berkuasa di hati saya…

    salam

  5. = > saudara menulis:
    1. Dimanapun di Alkitab saudara akan menemukan bahwa ALLAH adalaH ESA, Satu, Tunggal.
    Contoh:
    Yesaya_44:6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.
    Tritheis = 3 ALLAH 3 Pribadi, 3 Esensi
    Tritunggal = ALLAH ESA/SATU/TUNGGAL, 3 Pribadi, 1 Esensi.
    saudara masih melihat Tritunggal=Tritheis.
    Sehingga sesuai penyelesaian Aljabar, maka kesalahan di awal akan menyembabkan kekacauan diakhir penyelesaian persamaan.
    = > Saudaraku, Tritunggal muncul ketika Yesus telah meninggal atau diangkat ke surga, itu jauh setelah Yesus tidak lagi berjalan dimuka bumi, bahkan Paulus saja ketika itu hanya mendaulat Yesus yang menjadi TUHAN. Roh kudus muncul setelahnya, atau paling belakang. Jadi kerangka pemikiran Tritunggal itu harus kita runut dan pahami dari belakang (PL) ke depan (PB). Bukan sebaliknya, karena ayat-ayat PL dan 4 injil kanonik di PB, tidak menyampaikan asas ke tritunggalan itu. lebih-lebih Yesus sendiri tidak pernah menyampaikan tentang itu. Maka hal ini wajar, jika kemudian saya berpikir seperti yang saudara katakan, karena saya membaca ayat-ayat yang memang belum terdapat asas Tritunggal. Saya mempunyai pertanyaan menarik untuk saudara, seperti yang kita tau bahwa Yesus lahir sekitar 2000 tahun yang lalu. Bagaimana dengan nasib orang-orang sebelum Yesus dilahirkan? Bukankah mereka tidak mengenal Yesus? Jadi dengan cara apa mereka bisa selamat? Sedangkan peristiwa penyaliban dan penebusan dosa saja baru ada ketika Yesus hidup. Hal ini diperkuat dengan fakta dari semua literatur Perjanjian Lama tidak ada satupun ayat yang menjelaskan tentang Yesus adalah TUHAN, Roh Kudus adalah TUHAN, saya minta saudara sudi memberi penjelasan kepada saya?
    Saya kutip lagi ayat diatas:
    Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggilku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu ALLAH. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya
    = > Yesus mengatakan HANYA ALLAH lah yang baik, jika YESUS menolak dikatakan baik, maka apakah itu berarti TUHAN tidak baik? Atau Yesus sedang bercanda, atau bagaimana, bukankah YESUS itu TUHAN/ALLAH menurut saudara?
    Yoh 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang ESA, dan Yesus Kristus yang telah engkau SURUHKAN itu”
    = > bagaimana dengan posisi ayat ini? ALLAH itu ESA, YESUS SURUHAN ALLAH, bagaimana saudara Pharhobass? Apakah sudah tidak berlaku atau batal? Misal ada orang yang mendengar kata-kata yesus ini, terus ia berkesimpulan, TUHAN itu ESA dan YESUS hanya SURUHAN TUHAN, apakah dia akan saudara benci seperti saudara membenci kesimpulan saya?
    “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: ‘Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan KITA ialah Tuhan yang ESA’.
    = > saudara masih ingat pengandaian yang saya berikan kepada saudara? masih ingat pengandaian si Israil bernama Alex? Bagaimana nasib dia wahai saudaraku Pharhobass? Bukankah yang mengatakan Yesus itu TUHAN adalah Paulus jauh setelah Yesus tidak lagi ada di bumi? Jadi jika Alex masih memegang teguh kata-kata Yesus bahwa TUHAN KITA (YESUS dan Alex) adalah ESA, apakah saudara akan menyalahkan si Alex? Dimana faktanya Alex yang memberi tahu YESUS sendiri, sedangkan saudara yang memberitahu adalah Paulus?
    = >Saudara menulis:
    Pertanyaan apakah Paulus mengakui bahwa ALLAH ESA?
    Jelas, sudah saya posting beberapa kutipan ayat, saya tambahkan lagi dimana ROH KUDUS di dalam hikmat Paulus menulis surat kepada Timotius:
    1Timotius_1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
    TUHAN (YHWH) Yang ESA adalah BAPA, Firman (ANAK) dan ROH KUDUS.
    = > Begini saja, kalau memang TUHAN Esa menurut jabaran saudara, Esa dalam hal apa? Tunggal dalam hal apa? Satu dalam hal apa?

    • @habib

      1. a. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
      (Yohanes 1:1)
      , salah satu pondasi ajaran Tritunggal tercetus dari ayat ini. Ayat ini ditulis Rasul Yohanes, berada di salah satu kitab Injil, jadi analisa saudara selanjutnya tidak akan saya bahas karena di sini saja sudah salah.
      1.b. TUHAN adalah BAPA, Firman dan Roh Kudus yang ESA.
      Jadi semua PL yang dapat saudara baca adalah perihal TUHAN (BAPA/Firman/Roh Kudus) yang ESA ini, YESUS adalah panggilan atau sebutan atau nama dari Firman yang menjadi manusia. Karena Firman menjadi manusia 2000 tahun yang lalu jadi jelas tidak akan ditemukan di 4000 tahun yang lalu…Firman/Kalimat/Nafas/Ide/Logos ALLAH menjadi manusia itulah YESUS. Lihat Yohanes 1:1 di atas, karena ALLAH adalah ESA dan tidak ada yang bercampur baur dengan-NYA maka Firman Yang keluar dari DIRINYA adalah ALLAH itu juga, IDE/LOGOS yang keluar dari diriNYA adalah ALLAH itu juga..

      1.c. BAgaimana IDE/LOGOS/Nafas dari ALLAH yang adalah ALLAH dapat kita mengerti? bukankah hanya ALLAH yang mengerti diriNYA sendiri? YANG MAHA dimengerti YANG MAHA juga, karena tidak ada yang MAHA selain ALLAH, maka hanya ALLAH yang mengerti DIRINYA sendiri,.. bagaimana caranya kita mengerti? yaitu ALLAH dalam ROH KUDUS memampukan kita mengerti, memberi kita kekuatan,.. memberi kita kesanggupan.
      Dikatakan Israel memberontak kepada TUHAN, saudara mungkin mudah mengetahuinya, dan oleh YESAYA dikatakan:
      Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.
      (Yesaya 63:10)

      disini IA adalah ROH KUDUS adalah TUHAN
      2. Saudara harus membedakan TUHAN, Tuhan, tuan.. kalau tidak bisa membedakan saudara akan terus salah dalam menilai Paulus

      3. TUHAN ESA, sudah saya jelaskan panjang lebar…silahkan dicek lagi saja

      • => saudara menulis
        .
        .
        “1. a. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
        (Yohanes 1:1)”
        ———————————–
        => Ayat ini tidak bisa dijadikan Hujjah Ke-Tri Tunggalan TUHAN
        .
        a)Pertama => Ayat tersebut ada bukan keluar dari mulut Yesus sendiri
        b)Kedua => TUHAN itu tidak bermula dan tidak berakhir saudaraku. Jika TUHAN bermula dari sesuatu maka sesuatu itu pasti bukan TUHAN, kita artikan ayat tersebut,
        .
        “Pada Awalnya dia adalah firman”, siapa yang menciptakan firman?
        menurut saudara dari ayat tersebut apakah itu berarti TUHAN itu dulunya adalah Firman?
        .
        “Firman itu bersama-sama dengan Allah”
        Apapun dan siapapun juga yang datang “bersama-sama dengan” berarti dia terpisah tidak menjadi satu. karena kata “dengan” berarti merujuk pada dua hal yang berbeda, itu lah kenapa digunakan kata “dengan”.
        .
        “Firman itu adalah Allah
        Sejak kapan si Firman menjadi Allah? bukankah dulu dia Firman?
        .
        c)Ketiga => Menjadikan sesuatu TUHAN atau sejajar dengan TUHAN adalah sesuatu yang besar dan bukanlah hal yang main-main. Jika memang Yesus itu bagian dari TUHAN atau TUHAN, maka haruslah termuat konsisten dan Jelas dan Tegas dalam Alkitab. Kita tidak bisa mengartikan satu dua ayat, kemudian langsung kita ambil kesimpulan bahwa Yesus adalah Tuhan.Sebenarnya untuk memudahkan bahasan ini, kita langsung bertanya kepada Yesus sendiri, Apakah Yesus pernah mengatakan Dia adalah TUHAN?
        .
        .
        Saudara masih belum menjawab pertanyaan saya, baik akan saya cuplik lagi pertanyaan saya
        .
        .
        Saya mempunyai pertanyaan menarik untuk saudara, seperti yang kita tau bahwa Yesus lahir sekitar 2000 tahun yang lalu. Bagaimana dengan nasib orang-orang sebelum Yesus dilahirkan? Bukankah mereka tidak mengenal Yesus? Jadi dengan cara apa mereka bisa selamat? Sedangkan peristiwa penyaliban dan penebusan dosa saja baru ada ketika Yesus hidup. Hal ini diperkuat dengan fakta dari semua literatur Perjanjian Lama tidak ada satupun ayat yang menjelaskan tentang Yesus adalah TUHAN, Roh Kudus adalah TUHAN, saya minta saudara sudi memberi penjelasan kepada saya?
        Saya kutip lagi ayat diatas:
        Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggilku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu ALLAH. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya
        .
        = > Yesus mengatakan HANYA ALLAH lah yang baik, jika YESUS menolak dikatakan baik, maka apakah itu berarti TUHAN tidak baik? Atau Yesus sedang bercanda, atau bagaimana, bukankah YESUS itu TUHAN/ALLAH menurut saudara?
        .
        .
        Yoh 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang ESA, dan Yesus Kristus yang telah engkau SURUHKAN itu”
        .
        = > bagaimana dengan posisi ayat ini? ALLAH itu ESA, YESUS SURUHAN ALLAH, bagaimana saudara Pharhobass? Apakah sudah tidak berlaku atau batal? Misal ada orang yang mendengar kata-kata yesus ini, terus ia berkesimpulan, TUHAN itu ESA dan YESUS hanya SURUHAN TUHAN, apakah dia akan saudara benci seperti saudara membenci kesimpulan saya?
        .
        .
        “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: ‘Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan KITA ialah Tuhan yang ESA’.
        .
        .
        = > saudara masih ingat pengandaian yang saya berikan kepada saudara? masih ingat pengandaian si Israil bernama Alex? Bagaimana nasib dia wahai saudaraku Pharhobass? Bukankah yang mengatakan Yesus itu TUHAN adalah Paulus jauh setelah Yesus tidak lagi ada di bumi? Jadi jika Alex masih memegang teguh kata-kata Yesus bahwa TUHAN KITA (YESUS dan Alex) adalah ESA, apakah saudara akan menyalahkan si Alex? Dimana faktanya Alex yang memberi tahu YESUS sendiri, sedangkan saudara yang memberitahu adalah Paulus?
        .
        = >Saudara menulis:
        Pertanyaan apakah Paulus mengakui bahwa ALLAH ESA?
        Jelas, sudah saya posting beberapa kutipan ayat, saya tambahkan lagi dimana ROH KUDUS di dalam hikmat Paulus menulis surat kepada Timotius:
        1Timotius_1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
        TUHAN (YHWH) Yang ESA adalah BAPA, Firman (ANAK) dan ROH KUDUS.
        .
        .
        = > Begini saja, kalau memang TUHAN Esa menurut jabaran saudara, Esa dalam hal apa? Tunggal dalam hal apa? Satu dalam hal apa?

      • @habib

        .
        “1. a. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
        (Yohanes 1:1)”
        ———————————–
        => Ayat ini tidak bisa dijadikan Hujjah Ke-Tri Tunggalan TUHAN
        .
        a)Pertama => Ayat tersebut ada bukan keluar dari mulut Yesus sendiri

        Kalimat ini keluar dari ROH KUDUS kepada hikmad Rasul Yohanes.

        b)Kedua => TUHAN itu tidak bermula dan tidak berakhir saudaraku. Jika TUHAN bermula dari sesuatu maka sesuatu itu pasti bukan TUHAN, kita artikan ayat tersebut,
        .
        “Pada Awalnya dia adalah firman”, siapa yang menciptakan firman?
        menurut saudara dari ayat tersebut apakah itu berarti TUHAN itu dulunya adalah Firman?
        .
        “Firman itu bersama-sama dengan Allah”
        Apapun dan siapapun juga yang datang “bersama-sama dengan” berarti dia terpisah tidak menjadi satu. karena kata “dengan” berarti merujuk pada dua hal yang berbeda, itu lah kenapa digunakan kata “dengan”.
        .
        “Firman itu adalah Allah
        Sejak kapan si Firman menjadi Allah? bukankah dulu dia Firman?
        .

        kalimat itu sudah jelas bahwa Firman itu kekal, tidak diciptakan, tetapi ada bersama ALLAH.
        Contohnya:
        Habib begitu lahir akan menangis, menangis itu adalah suara.
        Nah habib dan suara mu itu ada secara bersamaan ketika saudara lahir pertama kali di dunia.
        jadi habib dengan suara habib itu adalah ada atau hadir secara bersamaan. Potensi bersuara itu sendiri ada pada diri habib yang masih bayi.
        Firman adalah LOGOS adalah kehendak, ide ALLAH, jadi IDE ALLAH itu ada bersama-sama dengan keadaan ALLAH itu sendiri.

        c)Ketiga => Menjadikan sesuatu TUHAN atau sejajar dengan TUHAN adalah sesuatu yang besar dan bukanlah hal yang main-main. Jika memang Yesus itu bagian dari TUHAN atau TUHAN, maka haruslah termuat konsisten dan Jelas dan Tegas dalam Alkitab. Kita tidak bisa mengartikan satu dua ayat, kemudian langsung kita ambil kesimpulan bahwa Yesus adalah Tuhan.Sebenarnya untuk memudahkan bahasan ini, kita langsung bertanya kepada Yesus sendiri, Apakah Yesus pernah mengatakan Dia adalah TUHAN?

        Pertanyaan saudara sudah berusia kira2 2000 tahun;

        Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
        (Yohanes 10:24-25)


        jadi ketidakpercayaan saudaralah sumber utama kegalauan dan kekeliruan saudara….

        .
        Saudara masih belum menjawab pertanyaan saya, baik akan saya cuplik lagi pertanyaan saya
        .
        .
        Saya mempunyai pertanyaan menarik untuk saudara, seperti yang kita tau bahwa Yesus lahir sekitar 2000 tahun yang lalu. Bagaimana dengan nasib orang-orang sebelum Yesus dilahirkan? Bukankah mereka tidak mengenal Yesus? Jadi dengan cara apa mereka bisa selamat? Sedangkan peristiwa penyaliban dan penebusan dosa saja baru ada ketika Yesus hidup. Hal ini diperkuat dengan fakta dari semua literatur Perjanjian Lama tidak ada satupun ayat yang menjelaskan tentang Yesus adalah TUHAN, Roh Kudus adalah TUHAN, saya minta saudara sudi memberi penjelasan kepada saya?

        Sudah saya jawab, pusatnya adalah KRISTUS…
        setelah SALIB orang diselamatkan oleh iman dalam peristiwa salib;
        sebelum SALIB orang diselamatkan oleh iman dalam peristiwa salib yang akan datang;

        Saya kutip lagi ayat diatas:
        Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggilku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu ALLAH. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya
        .
        = > Yesus mengatakan HANYA ALLAH lah yang baik, jika YESUS menolak dikatakan baik, maka apakah itu berarti TUHAN tidak baik? Atau Yesus sedang bercanda, atau bagaimana, bukankah YESUS itu TUHAN/ALLAH menurut saudara?
        .
        .

        Saudara menambah2kan makna, YESUS tidak menolak disebut baik;
        JIKA si Yahudi itu tahu YESUS baik dan hanya ALLAH yang BAIK, maka YESUS itu manusia yang bagaimana dong?
        itulah logikanya.
        ALLAH adalah satu-satunya Yang Baik;
        maka YESUS yang adalah Firman ALLAH yang menjadi manusia, pastilah baik.
        Nah sekarang ditanya apakah beliau itu mengatakan YESUS baik karena sudah mengenal Mesias atau belum;
        ternyata belum.

        Yoh 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang ESA, dan Yesus Kristus yang telah engkau SURUHKAN itu”
        .
        = > bagaimana dengan posisi ayat ini? ALLAH itu ESA, YESUS SURUHAN ALLAH, bagaimana saudara Pharhobass? Apakah sudah tidak berlaku atau batal? Misal ada orang yang mendengar kata-kata yesus ini, terus ia berkesimpulan, TUHAN itu ESA dan YESUS hanya SURUHAN TUHAN, apakah dia akan saudara benci seperti saudara membenci kesimpulan saya?

        TUHAN YANG ESA adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus yang ESA.
        Firman diutus menjadi manusia.
        Dan karena Firman adalah ESA dan adalah ALLAH, maka mengenal ALLAH itu harus diikuti dengan mengenal Yesus Kristus.
        Karena Firman adalah Allah Yang ESA, maka Firman yang menjadi manusia itu pastilah harus dipercayai juga, dan itulah hidup yang kekal itu, sehingga nyambung dengan:
        Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
        (Yohanes 3:16)

        jadi kalau mau kekal, percayalah kepada TUHAN YANG ESA, yaitu Bapa, Firman, Roh Kudus.
        Firman adalah Anak ALLAH yang pernah menjadi manusia.

        .
        .
        “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: ‘Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan KITA ialah Tuhan yang ESA’.
        .
        .
        = > saudara masih ingat pengandaian yang saya berikan kepada saudara? masih ingat pengandaian si Israil bernama Alex? Bagaimana nasib dia wahai saudaraku Pharhobass? Bukankah yang mengatakan Yesus itu TUHAN adalah Paulus jauh setelah Yesus tidak lagi ada di bumi? Jadi jika Alex masih memegang teguh kata-kata Yesus bahwa TUHAN KITA (YESUS dan Alex) adalah ESA, apakah saudara akan menyalahkan si Alex? Dimana faktanya Alex yang memberi tahu YESUS sendiri, sedangkan saudara yang memberitahu adalah Paulus?
        .

        TUHAN YANG ESA adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus yang ESA.
        Firman diutus menjadi manusia.
        Dan karena Firman adalah ESA dan adalah ALLAH, maka mengenal ALLAH itu harus diikuti dengan mengenal Yesus Kristus.
        Karena Firman adalah Allah Yang ESA, maka Firman yang menjadi manusia itu pastilah harus dipercayai juga, dan itulah hidup yang kekal itu, sehingga nyambung dengan:
        Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
        (Yohanes 3:16)

        jadi kalau mau kekal, percayalah kepada TUHAN YANG ESA, yaitu Bapa, Firman, Roh Kudus.
        Firman adalah Anak ALLAH yang pernah menjadi manusia.

        = >Saudara menulis:
        Pertanyaan apakah Paulus mengakui bahwa ALLAH ESA?
        Jelas, sudah saya posting beberapa kutipan ayat, saya tambahkan lagi dimana ROH KUDUS di dalam hikmat Paulus menulis surat kepada Timotius:
        1Timotius_1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
        TUHAN (YHWH) Yang ESA adalah BAPA, Firman (ANAK) dan ROH KUDUS.
        .
        .
        = > Begini saja, kalau memang TUHAN Esa menurut jabaran saudara, Esa dalam hal apa? Tunggal dalam hal apa? Satu dalam hal apa?

        pertanyaan konyol

        salam

  6. 2. “Duduk di sebelah kanan” itu adalah bukan kata mentahan, itu kata2 pembanding.
    Sama dengan makna semangat ’45 bukanlah kata mentahan tetapi bisa sebagai pembanding.
    di nomor 1 di atas saya tuliskan:
    TUHAN (YHWH) Yang ESA adalah BAPA, Firman (ANAK) dan ROH KUDUS.
    BAPA adalah ALLAH
    Firman adalah ALLAH
    Roh KUDUS adalah ALLAH
    tetapi tidak ada 3 ALLAH melainkan ESA
    BAPA tidak menjadi manusia,
    Firman pernah menjadi manusia, dinamai YESUS
    ROH KUDUS tidak pernah menjadi manusia.
    = > Ketika Tuhan dalam hal ini Firman/Yesus menjadi manusia di bumi, dimanakah posisi Bapa? Dan apa yang Bapa lakukan?
    Nah jika Firman pernah menjadi manusia, dan mati, lalu bangkit, lalu naik ke sorga, maka kalimat/kata yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana Anak Manusia yang dihina melalui salib itu mendapat kemuliaan di Sorga adalah “duduk di sebelah kanan”
    DI Palestina kuno, seseorang yang duduk di sebelah kanan pembesar maka itu disejajarkan dengan si pembesar itu sendiri.
    Nah dalam cara pandang inilah ketika Stefanus mengatakan bahwa YESUS duduk di sebelah kanan ALLAH, itu menyatakan bahwa YESUS adalah sejajar/sehakekat dengan ALLAH, dan itulah yang membuat Saulus (Paulus sebelum bertobat) membunuh dia,… jadi jika saudara menolak kesaksian Stefanus, maka saudara sama seperti Saulus kala itu.
    = > Saya benar-benar mengerti dengan apa yang saudara sampaikan, sangat jelas sebenarnya dari penjelasan saudara, secara tidak langsung sebenarnya saudara sepakat dengan jawaban saya. bahwa duduk disebelah kanan itu diartikan sebagai PENSEJAJARAN dengan TUHAN, maka itu juga berarti TUHAN dan YESUS tidak lah satu, karena mereka SEJAJAR, kata-kata SEJAJAR hanya bisa di jelaskan jika ada 2 (atau lebih) zat yang bisa dibandingkan, itulah kenapa ihwal DUDUK DI SEBELAH KANAN ini sekarang menjadi jelas, TUHAN dan YESUS tidaklah bersatu, karena menurut term Palestina kuno dan di setujui oleh saudara, seseorang yang duduk di sebelah kanan pembesar maka itu diSEJAJARKAN dengan si pembesar itu sendiri. Alhasil Jika Yesus duduk di sebelah kanan TUHAN maka Yesus diSEJAJARKAN dengan TUHAN itu sendiri. Baik, satu benang kusut tentang KETUHANAN Yesus telah sedikit terurai, saudara telah gamblang menjelaskan kepada saya mengenai hal ini. Bahwa Yesus di SEJAJARKAN TUHAN berarti TUHAN bukan YESUS dan YESUS bukan TUHAN. Walaupun masih terasa aneh, tapi setidaknya telah ada kemajuan dalam diskusi kita ini. Begitu kan saudara? semoga dalam diskusi-diskusi yang lain ada kemajuan.

    • @habib

      TUHAN adalah Bapa/Firman/Roh Kudus yang ESA…

      Firman pernah menjadi manusia, manusia yang dihina sehina-hinanya, dipermalukan oleh orang-orang Yahudi…
      Nah ketika dalam keadaan manusia selesai, tugas selesai, maka manusia itu bangkit dari kematian, dan naik ke sorga…

      Naik ke sorga karena TUHAN adalah Bapa/Firman/Roh Kudus Yang ESA…
      jadi Firman yang sejajar dengan TUHAN yang adalah TUHAN yang suatu saat pernah menjadi manusia,
      yang pernah menjadi manusia itu kembali kehakekatNYA, hakekatNYA adalah Firman, dan karena Firman adalah TUHAN maka tidak ada terkurang atau kurang lengkap dari Firman itu meski IA pernah menjadi manusia dan malah mati.. jadi Firman yang dahulu sebelum manusia tetap sama dengan Firman yang telah melewati kemanusiaan itu, SEJAJAR, duduk di sebelah kanan… itu artinya…

      Karena fakta inilah maka INJIL dituliskan dan dikabarkan….

      Salam.

      • Mari kita urai keruwetan ini dengan pertanyaan Injil itu apa? apakah injil itu merujuk pada arti katanya yang berarti Kabar Baik atau kitab yang berisi kisah perjalanan Yesus?

      • @habib
        Injil itu adalah Kabar Baik, yaitu perihal penggenapan Janji TUHAN bahwa dunia akan diselamatkan, dan manusia akan dilayakkan masuk ke Kerajaan ALLAH, dan akan ada penghakiman kepada mereka yang tidak ke Kerajaan ALLAH.

        Nah peristiwa atau fakta terjadinya janji itulah yang kemudian dituliskan, yang kemudian disebut kitab Injil.

        salam

  7. = >Saudara menulis
    3. Sekali lagi saya ulang ulasan saya dari nomor 1 di atas:
    TUHAN (YHWH) Yang ESA adalah BAPA, Firman (ANAK) dan ROH KUDUS.
    BAPA adalah ALLAH
    Firman adalah ALLAH
    Roh KUDUS adalah ALLAH
    tetapi tidak ada 3 ALLAH melainkan ESA
    BAPA tidak menjadi manusia,
    Firman pernah menjadi manusia, dinamai YESUS
    ROH KUDUS tidak pernah menjadi manusia.
    Jadi siapa yang membawa YESUS ke gurun?
    yaitu ROH KUDUS…
    Kenapa YESUS bisa dicobai?
    karena ROH mengijinkannya, dan karena YESUS adalah Firman ALLAH yang adalah ALLAH yang sedang dalam keadaan manusia.
    = > Pertanyaan besarnya, kenapa ROH mengijinkan YESUS dicobai? Saudara bilang mereka sehakekat? Kenapa saling mencobai? Apa produk yang akan dihasilkan dari saling mencobai ini? Siapa yang paling kuat? TUHAN dalam keadaan ROH atau TUHAN dalam keadaan YESUS? Apa mereka tidak saling berkoordinasi? Apa TUHAN dalam keadaan ROH tidak percaya dengan kemampuan TUHAN dalam keadaan YESUS hingga harus dicobai? Bukankah mereka ESA, bukankah mereka SATU menurut saudara? Mari kita sedikit berandai-andai, jika misal YESUS dalam keadaan pertanyaan terakhir ternyata menyembah IBLIS, apa yang terjadi? Ya mau bagaimana, ROH sendiri yang mengijinkan YESUS dicobai, yang namanya dicobai segala kemungkinan kan bisa saja terjadi,iya kan? Terus bagaimana, apa yang terjadi jika TUHAN menyembah IBLIS??
    = >Jawaban saudara juga berlawanan dengan ayat berikut
    Yakobus 1:13
    Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
    = > kenyataannya ternyata TUHAN ALLAH dalam keadaan ROH mengijinkan TUHAN ALLAH dalam keadaan YESUS dicobai oleh IBLIS sang raja KEJAHATAN, bagaimana saudara menjelaskan ini?
    = > saudara menulis
    “Bagaimana ALLAH bisa menjadi manusia?
    atau bagaimana Yang ESA adalah 3 Pribadi?
    jawabannya, saya tidak tahu, karena seperti mukjijat itu tidak dapat dijelaskan, meski itu nyata. Contohnya: YESUS mengubah air menjadi anggur, bagaimana itu bisa dijelaskan secara logika dan ilmu pengetahuan? jelas tidak bisa, dan tidak masuk akal, tetapi itu nyata.
    Bagaimana Maria yang perawan bisa hamil dan melahirkan YESUS? saya tidak tahu, tetapi itu nyata dan terjadi. Jadi akal ada batas, pengetahuan ada batas, cuman jangan sampai yang terbatas itu menjadi salah arah karena ketidakmampuan dan karena penolakan.”
    = > Alhamdulillah saudara mengakui dengan sangat sadar ketidak tahuan saudara, itu artinya saudara mengalami kesulitan dalam menjelaskan ayat ini jika saudra mendasarkan hanya kepada DOGMA. Sebenarnya akan sangat mudah di jelaskan jika kita terlebih dahulu memisahkan antara ALLAH, YESUS dan ROH menjadi 3 hal yang berbeda.
    ALLAH–> TUHAN, sang MAHA PENCIPTA, sang MAHA KUASA, sang MAHA SEGALA, TUHANnya YESUS dan ROH
    YESUS–> NABI, MANUSIA yang MULIA, SURUHAN TUHAN, PENYAMPAI RISALAH KEPADA UMATNYA
    ROH–> MALAIKAT, PERANTARA PERKATAAN/ RISALAH TUHAN KEPADA NABI
    Maka dengan komposisi diatas akan sangat mudah di jelaskan. ROH membawa YESUS dicobai IBLIS, tidak aneh. Karena ROH adalah PERANTARA ALLAH kepada NABI, sudah tentu pasti mendapat ijin dari TUHAN sang MAHA KUASA. Sedangkan kenapa YESUS dicobai, jelas karena bagaimanapun YESUS adalah juga manusia, jadi wajar jika di cobai. Dan IBLIS yang memang dari awal bertindak sebagai Penggoda wajar juga untuk mencobai MANUSIA. Tapi jika kita menempatkan “KETIGA” komposisi ini menjadi TUHAN yang ESA, maka saudara akan kesulitan, dalam hal ini merujuk pada pertanyaan saya diatas, kenapa? Karena “MEREKA” berbeda secara hakekat dan Kepribadiannya, dan saya mencoba meyakinkan kepada saudara bahwa ini tidak ada sangkut paut dengan MUKJIZAT, karena ini sesuatu hal yang memang TIDAK MASUK AKAL jadi tidak bisa dijelaskan, walaupun akal manusia terbatas, tapi setidaknya dengan pendekatan itulah kita bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah. Dan seperti contoh yang saudara berikan, misal Air menjadi anggur bagaimana bisa dijelaskan? Sangat mudah dijelaskan, itulah yang namanya MUKJIZAT, tidak ada yang aneh, TUHAN berKUASA memberikan KELEBIHAN berupa MUKJIZAT kepada NABI, tidak ada yang aneh, sangat bisa di nalar. dan bagaimana seorang perawan bisa melahirkan YESUS? Hal ini juga sangat bisa dijelaskan, seperti halnya TUHAN menciptakan ADAM dan HAWA tanpa seorang AYAH dan IBU, begitu pun juga dengan KUASANYA, TUHAN mampu menciptakan seorang YESUS hanya dengan seorang IBU. Tapi pada kasus ayat diatas, dimana TUHAN menjadi 3 kepribadian yang sangat berbeda tapi ESA, dan saling mengijinkan untuk mencobai satu diantara yang lain, maka ini adalah hal yang MUSKIL, dan tidak MASUK AKAL. TIDAK MUNGKIN dalam HAL TEKNISnya (bagaimana TUHAN bisa mengijinkan IBLIS untuk menguji diriTUHAN sendiri? Apa lagi yang mau dibuktikan?), TIDAK MUNGKIN dalam hal TUJUANnya (apa tujuannya? Apa hasil yang didapatkan? Bukankah ROH adalah juga TUHAN sendiri seperti halnya yang diUJI? yaitu TUHAN dalam hal ini adalah Yesus?). saudara bisa menangkap pesan saya? Saya yakin belum, tapi saya juga yakin saudara sudah mulai memikirkannya. O iya, APAKAH NABI SAMA DENGAN TUHAN? Silahkan saudara Jawab.

    • @habib

      1. sekali lagi karena Firman telah menjadi manusia, sebagai manusia YESUS memiliki kehendak. Dan kehendak itu harus diuji. Jadi tidak ujuk2 menjadi Mesias, proses sebagai manusia IA lewati juga.
      2. Benar, Yakobus 1:13 mengatakan Allah tidak dapat dicobai.
      Ada seorang petapa, ia dicobai oleh banyak hal, tetapi ada cobaan paling berat yaitu wanita, dan itu mengalahkan dia, artinya ia dapat dicobai. Cobaan itu mengalahkan petapa itu. Bandingkan dengan YESUS, IA tidak dapat dicobai, karena IA mengalahkan pencobaan itu.
      Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
      (Yakobus 1:13)

      -jika kita lihat YESUS, maka iblislah yang mencobai, sama seperti kita dicobai oleh Iblis
      -Allah tidak dapat dicobai, artinya Iblis yang memang pencoba tidak sanggup mengalahkan Allah, buktinya YESUS memang menang melawan pencobaan Iblis.
      -Pencobaan datang dari Iblis yang memanfaatkan keinginan2 tubuh kita, kehendak kita.

      3. Saya sulit membuktikan/memikirkan/menganalisa Maria mengandung dan melahirkan meski ia perawan, memang saudara bisa menjelaskannya? bukankah itu juga tertulis di Al Quran? itulah makna sulit yang saya ucapkan. Tidak usah bertele2 ke hal lainnya.

      • => saudara menulis
        .
        1. sekali lagi karena Firman telah menjadi manusia, sebagai manusia YESUS memiliki kehendak. Dan kehendak itu harus diuji. Jadi tidak ujuk2 menjadi Mesias, proses sebagai manusia IA lewati juga.
        ————————–
        => nah maka daripada itu, dimana letak ke Esa annya? dalam satu jawaban saudara bilang Allah dan yesus Esa? skrng saudara bilang sebagai manusia yesus mempunyai kehendak, bukankah kehendak yesus adalah juga kehendak Allah jika seandainya mereka Esa?
        .
        = >saudara menulis
        .
        2. Benar, Yakobus 1:13 mengatakan Allah tidak dapat dicobai.
        ——————————————————————-
        = > bukankah yesus adalah Allah, jika saudara membenarkan Allah tidak dapat dicobai berarti, Allah disitu juga berlaku bagi yesus juga bukan? saudara menerapkan standar ganda dalam menyikapi ini. Jika ada pertanyaan seperti ini, kenapa saudara menyembah yesus? jelas dong!karena yesus itu adalah TUHAN adalah Allah, tapi jika kemudian ada ayat mengatakan bahwa Allah tidak dapat dicobai sedangkan yesus bisa dicobai, saudara bilang yesus terpisah dari Allah, karena yesus seperti halnya manusia biasa yang bisa dicobai iblis. bukankah dalam perihal ayat yesus dicobai iblis, posisi yesus tetap Allah, Allah yang sama dalam ayat Yakobus? kapan yesus harus kita anggap menjadi Tuhan dan kapan yesus harus dipisahkan dari pribadi Tuhan? saudara tidak KONSISTEN.
        .
        = >Alur pemikiran saudara
        Yesus adalah Allah
        a. Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat
        b. Yesus dicobai oleh iblis
        masihkah kita menyebut Allah dan yesus itu sama? di satu waktu TUHAN mengatakan tidak dapat dicobai dan mencobai, tapi di satu waktu ternyata TUHAN di cobai iblis dengan se izin diri-Nya sendiri. saya benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran saudara.
        .
        = >lanjutan
        Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
        (Yakobus 1:13)
        -jika kita lihat YESUS, maka iblislah yang mencobai, sama seperti kita dicobai oleh Iblis
        -Allah tidak dapat dicobai, artinya Iblis yang memang pencoba tidak sanggup mengalahkan Allah, buktinya YESUS memang menang melawan pencobaan Iblis.
        -Pencobaan datang dari Iblis yang memanfaatkan keinginan2 tubuh kita, kehendak kita.
        ———————————————————–
        = > bukan siapa yang akhirnya menjadi kalah atau menang. kalau ada anak TK ditanyai, siapakah yang menang antara TUHAN dan iblis jika berantem, maka saya yakin anak TK itu akan menjawab TUHAN! saya pun akan menjawab TUHAN, saudara pun saya yakin akan menjawab TUHAN pasti menang!benar adanya TUHAN pastilah akan menanga!!Tetapi ujian keloyalan macam apakah itu jika Yesus adalah Allah? Dapatkah Allah memberontak melawan diri-Nya sendiri? Tidak, tetapi malaikat-malaikat dan manusia dapat memberontak melawan Allah dan telah berbuat demikian. Cobaan atas Yesus hanya masuk akal jika ia, bukan Allah, melainkan suatu pribadi yang terpisah yang mempunyai kehendak bebasnya sendiri, pribadi yang bisa saja tidak loyal jika ia memutuskan demikian, seperti halnya malaikat atau manusia.
        .
        Sebaliknya, kita tidak dapat membayangkan bahwa Allah dapat berdosa dan tidak loyal kepada diri-Nya sendiri. “PekerjaanNya sempurna… Allah yang setia,… adil dan benar Dia.” (Ulangan 32:4) Jadi jika Yesus adalah Allah, ia tidak mungkin dicobai.-Yakobus 1:13. Kehendak yesus adalah juga kehendak TUHAN, jika yesus adalah TUHAN. jadi tidak ada alasan TUHAN mengijinkan iblis untuk mencobai dirinya sendiri, karena pasti TUHAN yang menang, saya ingatkan lagi, menurut saudara bapa,yesus dan roh kudus adalah ESA. jika roh mengijinkan iblis untuk mencobai yesus, itu berarti roh juga mengijinkan iblis menguji dirinya sendiri.
        .
        mari kita sedikit bermain drama
        tiba-tiba saya datang ke rumah saudara, dengan mencontoh yang iblis lakukan kepada yesus, saya pun ingin melakukan hal yang sama, anggap saja saya iblis. kemudian saya bilang kepada saudara
        ” Hei saudara pharhobass, jika saudara menuruti saya, saya akan memberikan rumah beserta isinya ini kepada saudara.”
        apa yang kira-kira saudara katakan kepada saya??
        a. saudara akan menuruti saya, karena saya janjikan rumah saudara sendiri (tentu konsekwesinya, orang se kecamatan akan menertawakan saudara jika mengambil jawaban ini)
        b. dengan terpingkal-pingkal saudara menolak, karena rumah itu memang punya saudara sendiri, tanpa mengikuti permintaan saya pun, rumah memang milik saudara sendiri.
        => dari drama kita diatas itu, saya hanya membayangkan ke peristiwa yesus dan iblis, bagaimana mungkin iblis menawarkan apa yang memang menjadi milik TUHAN kepada TUHAN. apakah ketika TUHAN menjadi manusia, memory keTUHANannya terhapus, sehingga memungkinkan untuk lupa atas ciptaannya sendiri?atau ada kemungkinan tergoda?
        .
        => saudara menulis
        .
        3. Saya sulit membuktikan/memikirkan/menganalisa Maria mengandung dan melahirkan meski ia perawan, memang saudara bisa menjelaskannya? bukankah itu juga tertulis di Al Quran? itulah makna sulit yang saya ucapkan. Tidak usah bertele2 ke hal lainnya.
        .
        .
        = > sudah saya jawab panjang lebar saudaraku, itulah yang namanya mukjizat, jika mukjizat bisa dijelaskan maka itu bukan mukjizat. sama dengan Allah menciptakan adam dan hawa tanpa seorang ayah dan ibu, dengan cara seperti itulah Allah menciptakan yesus hanya dengan seorang ibu. Allah menciptakan Matahari dengan sangat mudahnya kenapa hanya menciptakan manusia begitu susah?!jawabannya mudah, mukjizat itu pemberian TUHAN yang MAHA KUASA, dan MAHA SEGALA. Tetapi ada yang tidak bisa Tuhan lakukan, yang Tuhan tidak bisa lakukan adalah membuat Tuhan baru atau menjadikan seseorang menjadi TUHAN, karena itu menyalahi hakekat keTUHANan Tuhan. apalagi yang paling fatal, meminta iblis untuk menguji dirinya sendiri atas ijinnya sendiri. apalagi yang akan dibuktikan oleh TUHAN dengan coba mencoba ini? tidak saudaraku,seperti yang yesus katakan, ‘Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan KITA ialah Tuhan yang ESA’, itulah Konsepsi keTuhanan yang benar, Tuhan Kita itu Esa saudaraku. Tuhannya Yesus itu Esa, itu berarti yesus tidak mengaku sebagai Tuhan, saya mengajak saudara berpikir lagi.
        .
        ini adalah pertanyaan yang belum saudara jawab
        APAKAH NABI SAMA DENGAN TUHAN?

      • @habib
        Saya ulang berkali2:

        ALLAH adalah Bapa, Firman, Roh Kudus yang ESA
        Firman pernah menjadi manusia, dinamai YESUS.

        saudara terpaku kepada Firman yang pernah menjadi manusia ini.
        Saya terpaku kepada Firman yang pernah menjadi manusia, tetapi sekarang tidak manusia lagi.

        jadi jelas ada perbedaan mendasar di antara kita.

        Karena saudara menggunakan Alkitab maka jelas di Alkitab ditemukan banyak catatan yang mengatakan YESUS telah bangkit, naik ke sorga dan DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH…
        tetapi jangan artikan narasi ini dari sudut pandang iman saudara yang mungkin sudah keliru.

        salam

  8. 4. Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
    bacalah semua pasal 3 itu saudara akan mengerti, saya tambahkan:
    = > mungkin saudara sudah mulai tidak fokus, baik saya ulangi pertanyaan saya
    Loh, mana kata-kata yang menunjukkan kalau TUHAN menjadi manusia saudara Pharhobass? Ayat itu dengan sangat jelas dan lugas mengatakan bahwa TUHAN MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL. Yang namanya mengaruniakan tentunya bukan TUHAN sendiri dong? Bagaimana saudara ini. Mengaruniakan berasal dari asal kata KARUNIA yang mempunyai definisi PEMBERIAN ATAU ANUGERAH DARI YG LEBIH TINGGI KEDUDUKANNYA KEPADA YG LEBIH RENDAH, jadi saudara tidak menjawab pertanyaan saya. Saya ambil contoh, Jika saudara DI KARUNIAI seorang anak oleh TUHAN, apakah itu berarti TUHAN sama dengan ANAK saudara? anda akan menjawab tidak, tapi KHUSUS ayat diatas saudara katakan kata “Mengkaruniakan” adalah TUHAN menjadi MANUSIA, atau menjadikan dirinya menjadi MANUSIA atau sama dengan MANUSIA, ini tidak adil, tidaklah fair, mari saya mengajak saudara untuk KONSISTEN. Saya cuplik lagi pertanyaan yang belum sempat saudara jawab.
    Sekarang jawab pertanyaan saya, apakah Anak TUHAN sama dengan TUHAN? Apakah ANAK SAUDARA sama dengan SAUDARA sebagai BAPAKnya?
    = >Saudara menulis
    Siapa Anak TUNGGAL ALLAH? pasti saudara bisa tahu, yaitu YESUS.
    = > Memang benar anak TUNGGAL ALLAH dalam ayat itu adalah YESUS, tapi bagaimana dengan anak ALLAH dalam ayat yang lain? Saya akan tulis lagi pertanyaan saya
    • Daud Anak Allah yang sulung (“Mazmur” pasal 89 ayat 27)
    “Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.”
    • Yakub (Israil) adalah Anak Allah yang Sulung (“Keluaran” pasal 4 ayat 22 dan 23)
    “Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;”
    • Afraim adalah Anak Allah yang Sulung (“Yeremia” pasal 31 ayat 9).
    “Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.”

    • Anak Allah adalah orang yang mendamaikan orang
    ”Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut Anak-Anak Allah.”
    = > jelaskan bedanya dengan arti anak ALLAH/anak TUHAN antara Yesus dan anak ALLAH yang terdapat dalam ayat-ayat diatas?
    = > saudara menulis
    dan saya berikan satu ayat lagi:
    Matius_20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
    Anak Manusia = YESUS…
    = > jika anak manusia = Yesus, maka Yesus seperti ULAT dan jika TUHAN saja seperti ULAT di mata TUHAN yang lain, bagaimana harus dijelaskan saudaraku? begitu kan saudara? maaf saya tidak bermaksud menghina, saya hanya mengutip ayat dalam bible saudara, sekali lagi saya minta maaf. LIHAT AYUB 25:6. Mari bersikap KONSISTEN dan ksatria saudara. ayat-ayat itu tidak saya buat sendiri lo, tidak juga terdapat dalam Alqur’an yang saudara benci itu. tapi ada di Al kitab saudara sendiri. Silahkan dibaca dengan baik.

    • @habib

      Ayat itu menjelaskan Allah mengaruniakan AnakNYA yang Tunggal…
      Allah adalah Bapa/Firman/Roh Kudus..
      Allah mengaruniakan Firman, Anak Tunggal, menjadi manusia…
      Bapa tidak menjadi manusia,
      Roh Kudus tidak menjadi manusia,
      dalam keadaanNYA sebagai manusia memang IA lebih rendah dari Bapa/Roh Kudus bahkan seketika itu lebih rendah dari malaikat, namanya juga manusia.

      Manusia yang bagaimana itu pertanyaannya dan itu point utama dari perlu membaca INJIL dengan benar…

      saya juga anak Allah, tetapi bukan Anak Tunggal Allah, Daud, ISrael, Adam juga anak Allah, tetapi bukan Anak TUnggal Allah, kenapa?
      karena TUHAN/ALLAH esa yaitu Bapa/Firman/Roh Kudus…
      Yang esa dengan Bapa/Roh Kudus itu bukan Adam, bukan Daud, bukan saya dan bukan yang lain melainkan Firman
      Daud tidak berasal dari Firman
      Adam tidak dari Firman
      Saya tidak dari Firman
      Tetapi YESUS dari Firman.

      Hanya YESUS satu-satunya yang berasal dari Firman, itulah Anak Tunggal Allah.

      contohnya begini:
      Anah Abraham itu ada Ismael, ada Isak ada yang lain2 karena istrinya ada 3 (Sara, Hagar, Ketura)
      tetapi Ishak disebut anak tunggal, anak satu2nya, kenapa?
      karena Perjanjian ALLAH kepada Abraham hanya kepada Ishak..

      kita semua adalah anak Allah karena kita berasal dariNYA, tetapi tidak semua kita percaya kepadaNYA, dan tidak semua kita benar-benar anak ALLAH, karena tidak semua kita benar-benar bertindak sesuai keinginan ROH
      salam

      • => Ada 2 hal yang perlu digarisbawahi berkaitan dengan frasa “Firman itu telah menjadi manusia” dalam ayat itu yaitu:

        (a) ia bukanlah dikatakan oleh Tuhan, dan

        (b) ia juga bukanlah dikatakan oleh Yesus,

        tetapi merupakan redaksi/pendapat pribadi dengan gaya literer dari pengarangnya. Benar tidaknya kita akan lihat di kesimpulan akhir diskusi kita. tapi yang jelas definis “karunia” adalah PEMBERIAN ATAU ANUGERAH DARI YG LEBIH TINGGI KEDUDUKANNYA KEPADA YG LEBIH RENDAH. saudara silahkan jabarkan sendiri..

      • @habib

        Saudara dengan bangganya mengutip2 ucapan YESUS di Alkitab yang mengatakan IA adalah Utusan.
        Dan dengan bangganya mengatakan “Firman Allah menjadi manusia” bukan dikatakan oleh Tuhan.

        Alkitab itu dicatat oleh orang-orang yang diilhamkan oleh TUHAN secara sadar. Jadi ucapan-ucapan YESUS dalam Alkitab itu juga adalah tulisan dari orang-orang yang diilhamkan oleh TUHAN, jadi kalau saudara mengutip ucapan2 YESUS dan mempercayainya itu harus sama dengan kepercayaan kepada kata-kata lainnya yang tidak diucapkan oleh YESUS, tetapi dituliskan di Alkitab.
        Contoh:
        a. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
        (Yohanes 1:1)
        b. Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
        (Yohanes 14:6)

        dua ayat ini dituliskan oleh orang yang sama yaitu Rasul Yohanes, yang a bukan ucapan YESUS sementara yang b adalah ucapan YESUS, tetapi dua2nya adalah ilham ROH KUDUS.
        jadi pengarang ALKITAB adalah ROH KUDUS, yang diilhamkan kepada orang-orang secara sadar. Alkitab tidak diturunkan dari langit, diwahyukan dari langit dan sebagainya.

        YESUS pernah sebagai manusia,..dan Roh Kudus berkata:
        Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
        (Ibrani 2:9)

        jadi tidak ada yang aneh dan yang baru dari pemikiran saudara.
        yang menjadi aneh adalah kenapa saudara selalu mempertahankan bahwa YESUS yang pernah menjadi manusia itu selamanya, sampai sekarang tetaplah manusia,…

        salam

  9. = > saudara menulis
    5. Yudas dipilih untuk menjadi murid YESUS, murid tentu mewartakan kasih anugerah TUHAN. Tetapi meski Yudas dipilih beliau tidaklah berperilaku sebagai murid sesungguhnya, ia seorang koruptor, pencuri, munafik.
    = > Apapun alasan saudara, semuanya sudahlah Jelas, permasalahan kita tentang ini saya anggap sudah clear. Kesimpulannya, Penyaliban Yesus dan Penebusan Dosa umat manusia tidak akan pernah ada tanpa adanya orang munafik,pencuri dan Koruptor seperti YUDAS. Jika masalah Yudas adalah dia seorang Koruptor, Pencuri dan Munafik, tapi setidak-tidaknya dia telah mengikuti Yesus selama 3 tahun lamanya. Dan ingat saudara, pada akhirnya dia juga telah menyesali perbuatannya. Itu berarti Yudas adalah Pahlawan saudara, dia telah dipilih TUHAN saudara untuk menjadi “aktor” utama dalam sebuah drama Penebusan Dosa bagi 1,2 milyar orang kristen seperti saudara, dan mungkin puluhan bahkan ratusan milyar orang kristen semenjak matinya Yesus di tiang salib. Coba bandingkan dengan orang-orang kristen (maaf saya tidak bermaksud mendeskritkan agama saudara, karena di islam juga banyak oknum seperti halnya yudas, sya hanya mengambil contoh saja) yang juga seorang Koruptor, pencuri dan juga munafik, tapi dia dengan sangat mudahnya, dengan hanya mempercayai Yesus mati ditiang salib, dia akan masuk surga, kekal didalamnya. Tentunya rasa KEADILAN TUHAN patut saya pertanyakan dalam masalah ini. YUDAS manusia yang hina (menurut saudara) yang telah menyelamatkan ratusan milyar umat manusia (yang mungkin didalamnya banyak orang yang lebih hina dari Yudas, mungkin ada Pembunuh, Pemerkosa, Pengkhianat, Perampok dll, tentunya bukan saudara diantara orang hina itu lo  ). Kalau menurut saya, sehina apapun yang namanya YUDAS, sebejat apapun yang namanya YUDAS, dia ratusan kali lebih baik, dari pada orang-orang kristen yang sekarang melakukan hal serupa seperti dia, tapi masih menghina YUDAS, masih menyebutnya PENGKHIANAT. Inti Kesimpulannya, tanpa YUDAS dosa saudara tidak akan tertebus!
    = > lanjutan tulisan saudara
    Sama seperti saudara dihapan Kristus, saudara sudah diselamatkan di salib 2000 tahun lalu, tetapi perbuatan saudara tidak mencerminkan seorang yang sudah selamat bukan? malah tidak mempercayaiNya.
    = > menyamakan saya dengan YUDAS adalah sebuah penghinaan, tapi tidak masalah. bagi saya YUDAS lebih baik daripada saudara. peran YUDAS sudah sangat Jelas dalam kehidupan saudara, hari ini saudara merasa terselamatkan karena jasa orang hina yang TUHAN telah pilih ini saudara. Bagaimana dengan saudara?! saudara hanya bisa menghina dan mencaci dia, dan bagaimana juga dengan orang kristen yang masih menjadi Pencuri, Koruptor dan Munafik? Seharusnya orang kristen yang demikian lebih hina dan lebih bejat dari pada Yudas bukan?
    = > lanjutan tulisan saudara
    Jd apa mau dikatakan?
    = > dari pertanyaan ini sbenarnya sudah jelas, bahwa saudara sepakat dengan saya, saudara tidak mempunyai jawaban lain. Jadi benar TUHAN saudara lah yang memilihkan pilihan Yudas, ini semua adalah efek ketentuan harus jadi nya drama penyaliban dan penebusan dosa manusia (lihat penjelasan saya diatas, tentang masalah ini) oleh TUHAN saudara.
    => lanjutannya
    Hukuman kepada orang yang tidak percaya sudah tersedia, dan kemuliaan kepada orang yang diselamatkan juga sudah teresedia sejak dahulu kala, jadi kalau seseorang menjadi di dalam keadaan terhukum kelak, ya jangan salahkan TUHAN, karena saudara sendiri yang memilih untuk tidak menerima keselamatan yang telah disediakan TUHAN.
    Dalam warna yang berbeda, kebodohan Yudas menjadi kebaikan bagi kita, karena TUHAN dapat merekakan kejahatan menjadi kebaikan umatNYA.
    Firaun jahat, tetapi kejatan beliau telah menjadi bukti bahwa TUHAN adalah satu-satunya ALLAH bukan allah-allah Firaun.
    = > tidak saudaraku, saudara tidak bisa membandingkan kejadian YUDAS dengan Fir’aun, TUHAN masih bisa menunjukkan bukti bahwa TUHAN adalah satu-satunya ALLAH melalui kejadian-kejadian yang lain. Tapi dalam drama Penyaliban, TUHAN tidak bisa memlih orang lain selain YUDAS untuk menjadi salah satu oknum dalam penyaliban itu atau memilih waktu yang lain selain ketika YESUS hidup, begitu kan saudara? Penyaliban hanya bisa dilakukan ketika itu saja, hanya ketika Yesus hidup di bumi bersama YUDAS. Jadi tidak bisa saudara bandingkan. Katakanlah TUHAN gagal membuktikan DIRINYA adalah satu-satu-NYA TUHAN melalui Fir’aun maka saya haqul Yakin TUHAN akan membuktikannya dalam kejadian dan peristiwa yang lain. Tapi jika penyaliban dan penebusan dosa yang di andili oleh YUDAS tidak terjadi ketika itu, hari itu, bisakah TUHAN saudara melakukan penebusan dosa dengan cara yang lain? Dengan Oknum2 yang lain, misal YESUS sebagai sang penebus dosa diganti, YUDAS sebagai pengkhianat juga diganti, Imam-imam Yahudi dan tua-tua sebagai provokator dengan ide briliannya tentang hukuman penyaliban diganti, para prajurit Romawi sebagai sang penyalib juga di ganti, bisa saudara??
    = >lanjutannya

    Kemampuan TUHAN mengatasi kehendak manusia yang bebas itu memampukan kita berkata bahwa TUHAN memang MAHA TAHU dan MAHA KUASA. Tidak ada allah lain seperti ALLAH.
    = > benarkah seperti itu? benarkah TUHAN saudara memang MAHA TAU? Saya cuplik ayatnya, silahkan saudara pahami dan artikan sendiri
    Matius 5
    30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
    31 Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
    = > YESUS adalah TUHAN bagi saudara Pharhobass. Tapi tidak Tahu siapa yang menjamah Juba-Nya? Saya membuktikan saja, tidak bermaksud menghina.
    Markus 13:31-32
    “Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu ada diketahui oleh seorang jua pun, baik segala Malaikat yang disurgapun tidak, anak itupun tidak, hanyalah Bapa saja.”
    = > Anak=Yesus, Yesus adalah TUHAN menurut saudara Pharhobass, Ternyata dia tidak Tahu kapan kiamat terjadi. Saya jadi kurang mengerti kalau begini.
    Kejadian 3:8-9
    8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
    9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
    = > TUHAN tidak tahu ADAM bersembunyi dimana?

    • @habib

      1. Pelajarilah terus.. Yudas, Firaun itu sama tipikalnya…
      jika saudara merasa beruntung karena disamakan dengan Yudas, maka perhatikan perumpamaan berikut ini:
      di kelas ada 4 orang anak, 1 nilainya bagus, 2 sedang dan 1 lagi buruk.
      Tetapi yang bernilai buruk berkata: bersyukurlah kalian menjadi nilai bagus dan sedang, karena kalau saya yang buruk ini tidak ada maka kalian juga tidak ada…
      itu sepertinya amburadul kawan..

      2. TUHAN Maha Tahu, kutipan ayat saudara itu sekali lagi perhatikan nilai konteksnya.

      salam

      • =>saudara menulis
        .
        1. Pelajarilah terus.. Yudas, Firaun itu sama tipikalnya…
        ———————————————————
        = > mereka memang setipikal tapi berbeda peran dan peristiwa. katakanlah seandainya jika Tuhan gagal ketika menunjukkan ke Esa annya kepada peristiwa Fir’aun maka masih banyak peristiwa lainnya yang memungkinkan Tuhan menunjukkan itu. sekarang saudara jawab. Apakah mungkin dosa saudara tertebus tanpa ada peritiwa penyaliban? silahkan saudara jawab, Apakah mungkin Penyaliban terjadi jika bukan YUDAS yang menyerahkan yesus untuk disalibkan?? silahkan saudara jawab. Apakah mungkin dosa saudara tertebus jika bukan yesus yang disalibkan? apakah mungkin drama penyaliban terjadi jika tidak ketika yesus dan YUDAS hidup bersama? mungkinkah saudara???
        .
        => saudara menulis lagi
        .
        jika saudara merasa beruntung karena disamakan dengan Yudas, maka perhatikan perumpamaan berikut ini:
        di kelas ada 4 orang anak, 1 nilainya bagus, 2 sedang dan 1 lagi buruk.
        Tetapi yang bernilai buruk berkata: bersyukurlah kalian menjadi nilai bagus dan sedang, karena kalau saya yang buruk ini tidak ada maka kalian juga tidak ada…
        itu sepertinya amburadul kawan..
        ——————————————————
        => hehe, saya semakin lucu melihat saudara, tapi it’s ok. saudara perhatikan saja pertanyaan saya diatas itu, tidak usah saudara jawab disini, cukup saudara tanyakan ke hati saudara dan jawab sendiri. siapa yang amburadul,hehe
        .
        => saudara menulis
        .
        2. TUHAN Maha Tahu, kutipan ayat saudara itu sekali lagi perhatikan nilai konteksnya.
        ————————————————————
        => inilah standart ganda yang saudara gunakan. ketika dalam ayat terdapat ketidak tahuan Tuhan saudara berbicara konteks. apakah saudara menyembah Tuhan juga berdasarkan konteks?? jika iya, saya sepakat untuk melihat konteks dan harusnya saudara tidak menganggap Yesus sebagai Tuhan dong, lah yesus sendiri kan dalam konteks manusia, begitu kan seharusnya? kalau tidak, kenapa saya harus memperhatikan konteks? bukankah yesus adalah Allah?Tuhan yang saudara sembah? jadi kesepakatan konteks kita adalah konteks Tuhan. kalau tuhan Maha Tahu, bagaimanapun kondisinya Tuhan harus tetap Maha Tahu itu konteksnya. mari KONSISTEN dan bersikap ksatria saudaraku.

      • @habib

        1. Dikatakan Islam adalah penyempurna dari agama2 sebelumnya, pertanyaannya jika Yahudi/Kristen tidak ada apakah Islam akan ada?
        Maksud saya begini, akan mudah bagi kita untuk tersesat kalau kita menganalisa secara salah terhadap apa2 yang sudah terjadi.
        YESUS disalibkan, dikhianati oleh Yudas.
        Analisanya saya ulang lagi, YESUS tetap akan mati disalibkan, karena dikhianati, tetapi tidak dipastikan oleh Yudas. Ketika hari penyaliban itu nyata, barukah ketahuan siapa orang yang dipakai Iblis yang akan mengkhianati Yesus, meski pengkhianatan adalah sebuah kekejian, tetapi kita menyembah TUHAN YANG bisa merekakan kekejian menjadi kebaikan kita semua. jadi kekejian pengkhianatan Yudas direkakan menjadi kebaikan kita semua, tetapi bukan pada pengkhianatan itu letak pondasi utamanya, melainkan kemahaan TUHAN rela dan mau menjadi Penebus manusia, kalau TUHAN tidak Penebus maka IA tidak akan mau menjadi manusia, kalau IA tidak mau/bisa menjadi manusia, maka IA tidak akan menyuruh nabi-nabi bernubuat tentang kedatangan MESIAS yang akan menderita dan mati.
        Berangkat dari sini maka karena TUHAN memberi nabi-nabi nubuat kedatangan MESIAS, yaitu YESUS, maka ada kisah yang mengikuti. kisah-kisah inilah yang disalah mengerti manusia, termasuk saudara, termasuk allah saudara.

        2. habib yang terkasih yang masih bingung sampai hari ini,… dikatakan FIRMAN ALLAH yang adalah ALLAH pernah menjadi manusia, namaNYA YESUS.
        Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
        (Ibrani 2:9)

        jadi saudara dapat menemui banyak bukti bahwa YESUS adalah pernah menjadi manusia, karena memang sudah dikatakan Firman ALLAH menjadi manusia.
        Hakekat manusia melekat kepadaNYA,.. cuman manusia yang bagaimana?, yaitu manusia yang tidak terpisah dengan ALLAH, yang tidak berdosa.
        Dalam keadaan manusia IA mati, tetapi dalam ROH, IA bangkit dan naik ke sorga bahkan DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH,
        jadi pandanglah YESUS YANG DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH ini, bukan yang di dalam keadaan manusia itu, karena yang di dalam keadaan manusia itu sudah pernah mati.

        contoh sederhana dalam alur Firman menjadi manusia dan mati dan bangkit dan naik ke sorga begini:
        Seorang raja yang biasa duduk di tahta menyamar menjadi rakyat biasa, yang miskin, meski ia menyamar jadi rakyat, tetap saja ia adalah raja,
        nah setelah selesai penyamaran itu ia tampil sebagai raja lagi, duduk di singgasana.
        nah saudara jangan terpaku di keadaan dia waktu menyamar yang miskin itu, tetapi pandanglah ketika ia kembali duduk di tahta kerajaannya.

        Salam

  10. = > selanjutnya saudara menulis
    6 dan 7. Sudah saya katakan kepada saudara; Apakah saudara bisa mati? kalau masih bisa berarti saudara adalah keturunan Adam, kalau begitu saudara sama seperti Adam yaitu kerkutuk untuk mati.
    Adam/manusia itu adalah tubuh, roh dan jiwa, nah ketika ia terkutuk maka tubuh, jiwa, dan rohnya juga terkutuk, tubuhnya masih bisa hidup, tetapi didalam roh beliau sudah mati, di hadapan TUHAN manusia sudah mati, karena di dalam roh sudah tidak ada lagi hubungannya,. contohnya ketika TUHAN bertanya kepada ADAM kenapa beliau melawan perintah TUHAN, beliau malah melempar tanggung jawab kepada Hawa, dan Hawa lempar tanggung jawab kepada ular… jadi kutuk itu sudah menjalar. Anak Adam, lebih parah lagi dari ADAM, Kain malah membunuh adiknya, berdusta kepada TUHAN, mengatur-ngatur TUHAN, dan sebagainya..
    Alkitab Perjanjian Lama itu menceritakan bagaimana kutuk mati itu telah begitu merasuk manusia, dan bagaimana hukuman kepada kutuk itu, tetapi meski terkutuk, TUHAN berjanji melepaskan manusia dari kutuk itu, itulah kehadiran YESUS di bumi ini.
    Jadi kalau saudara mengingat2 pernah melakukan kesalahan/pelanggaran maka itu membuktikan bahwa saudara adalah bagian dari ADAM, dan karena itu saudara adalah bagian dari kutuk kematian itu.
    Ketika Adam berdosa ia menanggung sendiri akibatnya, yaitu beliau menjadi didalam keadaan susah mencari nafkah;
    Hawa juga menanggung sendiri akibat dosanya, yaitu susah melahirkan (kalau saudara memiliki istri, dan beliau susah melahirkan, maka istri saudara adalah bagian dari kutuk hawa).
    Kain juga menangung dosa pelanggaran membunuh adiknya, ia terbuang dari keluarganya
    Yudas juga menanggung sendiri pelanggarannya, ia tidak percaya TUHAN maha pengampun maka ia bunuh diri.
    Pemorkosa juga akan menanggung sendiri dosanya..meski ia seorang Pendeta.
    Jika demikian dimana letak pengorbanan YESUS di salib? yaitu mendamaikan manusia dengan ALLAH, meski manusia itu telah didamaikan tetapi masih ada bagian tubuh lahiriah yang masih bisa mati, yang masih memiliki keinginan sendiri seperti memerkosa, melawan TUHAN, berdalih, membunuh, menghujat d.l.l.
    Nah keinginan inilah yang harus disalibkan juga, supaya mati, sehingga keinginannya hanyalah sesuai dengan keinginan Kristus.
    Kalau keinginan ini kita salibkan maka kita akan bangkit kelak sama seperti Kristus telah bangkit dari kematian. YESUS menjadi kutuk di dalam tubuh, tetapi bangkit dan naik ke sorga, sama seperti Kristus maka kita juga akan mematikan keinginan tubuh kita, dan kelak akan dibangkitkan dalam kemuliaan.
    Jadi kalau ada pelanggaran dan sadar, baiklah ia bertobat, kalau ada penolak Injil ada baiknya ia menerima Injil, karena Injil itu akan memampukan ia mematikan keinginan dagingnya.
    = > Baik jadi kesimpulannya adalah semua ANAK KETURUNAN ADAM berdosa atau terkutuk dosa ADAM dan hanya bisa ditebus oleh YESUS dalam penyaliban. Apakah benar seperti itu? Mari kita bahas. Saya merasa ada beberapa KEJANGGALAN dalam peristiwa PENEBUSAN DOSA dalam PENYALIBAN ini, akan saya uraikan sebagai berikut:
    = > APAKAH SEMUA ORANG SEBELUM YESUS BERDOSA? KITA LIHAT AYATNYA
    1. “Sebab aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya” (Matius 13:17).
    2. “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Matius 5:45).
    3. “Seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus” (Lukas 1:70).
    4. “Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar” (Lukas 13:28).
    5. “Kita tahu bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya” (Surat Yohanes Yang Pertama 5:18).
    6. “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga ………. Sebab demikian juga yang teraniaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Matius 5:10-12).
    = >Dari Perjanjian Baru secara jelas dapat kita ketahui bahwa hamba-hamba Tuhan itu terbagi ke dalam dua macam yang jahat dan ada yang baik. Orang yang mengatakan semua manusia itu berdosa, berarti dia mendustakan keterangan-keterangan Perjanjian Baru yang jelas tersebut.
    Pertama:
    Ayat-ayat di atas secara gamblang mengungkapkan bahwa para nabi itu suci, tak berdosa. Mereka telah diciptakan oleh Allah dan adalah penghuni KerajaanNya. Syaitan tidak pernah menyentuh mereka. Mereka dianiaya demi mempertahankan ketakwaan mereka. Adalah jelas, orang yang mencapai martabat rohani seperti itu tidak mungkin berbuat dosa. Syaitan juga tak pernah mampu mengungguli mereka. Bagaimanapun juga, orang yang suka bertengkar sekalipun, dengan adanya keterangan ayat-ayat ini, akan mengakui bahwa di kalangan Bani Adam (manusia keturunan Adam) terdapat orang-orang yang berdosa dan jahat dan ada pula orang-orang yang saleh. Tidak seluruhnya jahat dan berbuat dosa. Sekalinya kita menerima kebenaran ini, maka akidah Kristen menjadi batal dan bangunan anggun Penebusan Dosa menjadi berantakan.
    Kedua:
    Allah Swt. menjadikan dan mengutuskan para nabi sebagai teladan dan panutan yang terbaik. Mereka datang memberi pelajaran kepada manusia lewat imbauan. Dikatakan;….Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabarMu terhadap mereka. Dengan RohMu Engkau memperingatkan mereka” (Nehemia 9:30).
    Sekarang, sekiranya nabi sendiri terlibat dalam perbuatan jahat, bagaimana mungkin mereka dapat menjadi teladan dan contoh untuk orang-orang lain dan menjadi pengawas mereka? Jelas, apabila para nabi dikatakan berdosa, hal demikian berarti nubuwatan-nubuwatan mereka dusta; dan ini jelas tidak benar dan akidah bahwa semua nabi berdosa juga batal (gugur).
    Ketiga:
    Kitab Suci Bibel menjadi saksi bahwa banyak sekali orang saleh dan suci telah berlalu. Mereka sepanjang hidupnya tunduk kepada Allah dan taat kepada perintah-perintah-Nya. Mereka tidak pernah membangkang. Saya akan menyebutkan beberapa di antara orang-orang suci itu:
    1. Yohanes (Yahya) Pembaptis dikatakan oleh Bibel sebagai orang suci dan berakhlak yang tak bernoda. Coba baca ayat-ayat berikut:
    a. “Sebelum ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya” (Lukas 1:15).
    b. “Tangan Tuhan menyertai dia” (Lukas 1:66).
    c. “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel” (Lukas 1: 80).
    d. “Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melingunginya” (Markus 6:20).
    e. “Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis’” (Markus1:4).
    f. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripadanya’” ( Matius 11:11)
    g. “Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: ‘Ia kerasukan setan’. Kemudian anak mereka berkata: ‘Manusia datang. Ia makan dan minum, dan mereka berkata: ‘Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum. Sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya’” (Matius 11: 18).
    h. “Pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakaria, di padang gurun” (Lukas 3:2).
    Dari ayat-ayat ini terbukti bahwa Yohanes (Yahya) adalah seorang suci dan bersih dari dosa. Ia seorang yang menerima wahyu Tuhan. Tangan Tuhan di atas tangannya dan dia sejak di dalam rahim ibunya sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Lagi pula dia pembaptis orang-orang yang berdosa untuk bertobat dan untuk menyelamatkan manusia yang penuh dosa. Dia terbesar dari antara orang-orang yang dilahirkan dari rahim perempuan. Mungkinkah insan seperti ini orang berdosa? Saya berpendapat tak akan ada orang Kristen yang berakal akan menetapkan Yohanes atau Yahya orang berdosa, terutama setelah terbukti bahwa Isa Almasih dibaptis secara khusus oleh Yohanes sendiri. Saya menyampaikan tantangan kepada semua orang Kristen untuk membuktikan berdasarkan Bibel bahwa Yohanes itu berdosa.
    2. Habel anak Adam. Habel juga seorang suci dan benar dalam tiap perbuatannya. Tidak pernah melakukan perbuatan dosa. Dalam Perjanjian Baru dikatakan:
    a. “Supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakaria anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah” (Matius 23:55).
    b. “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik itu dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati” (Ibrani 11:4).
    c. “Bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya dia membunuh? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar” (Yohanes 3:12).
    3. Daniel a.s.: Menurut Bibel Nabi Daniel juga tidak berdosa. Malahan, sebaliknya dari itu, kebersihannya dari dosa didiukung oleh adanya kesaksian-kesaksian. Di dalam Bibel dikatakan tentang Daniel:
    a. “Pada akhirnya Daniel datang menghadapku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa yang kudus” (Daniel 4:8).
    b. “Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya” (Daniel 6:4).
    4. Raja Nebukadnezar: “Berkatalah ia kepada Daniel: ‘Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kau sembah dengan tekun, telah sanggupkan ia melepaskan engkau dari singa-singa itu’? Lalu kata Daniel kepada raja: ‘Ya Raja, kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikatnya untuk mengatupkan mulut-mulut singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapanNya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan” (Daniel 6:21-23).
    5. Tentang Yusyah: Di dalam Perjanjian Lama dikatakan: “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri” (II Raja-raja 22:2).
    6. Zakharia dan isterinya: Tentang keduanya dalam Injil ditulis: “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak tercacat” (Lukas 1:6).
    = >Dan masih banyak lagi contoh-contohnya. Itu berarti tulisan saudara “. Sudah saya katakan kepada saudara; Apakah saudara bisa mati? kalau masih bisa berarti saudara adalah keturunan Adam, kalau begitu saudara sama seperti Adam yaitu kerkutuk untuk mati”memang benar mereka bisa mati, tapi mati bukanlah sebuah kutukan, melainkan kepastian bagi yang hidup. Saudara bisa lihat, ternyata tanpa mereka percaya kepada penebusan dosa yang YESUS lakukan pun mereka tetap orang yang benar, tanpa didamaikan oleh YESUS pun mereka telah berDAMAI, dan BENAR di HADAPAN ALLAH. Jadi bagaimana saudara Pharhobass? Apa yang membuat YESUS menebus dosa manusia jika ada manusia-manusia sebelum YESUS sudah bisa berdamai dan benar di hadapan ALLAH tanpa harus mempercayai penebusan dosa dari YESUS?
    = > JIKA SEMUA ORANG BERDOSA DAN HANYA BISA DI TEBUS OLEH PENYALIBAN YESUS. MAKA ITU BERARTI SEHARUSNYA TIDAK ADA ORANG MASUK SURGA SEBELUM YESUS DI SALIB? BUKAN BEGITU?
    Tentu saja ini adalah pernyataan ngawur dan tidak berdasar, buktinya mari kita lihat ayat berikut:
    “Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar” (Lukas 13:28).
    = >Ternyata Abraham dan Ishak dan Yakub pun sudah ada dalam kerajaan ALLAH, jadi kenapa kemudian TUHAN menjadi manusia menebus manusia dengan cara disalib, jika dulu DIA sudah pernah mempunyai cara untuk memasukkan manusia kedalam KERAJAANnya? Jelaskan saudaraku, tolong jelaskan.
    = > APAKAH DOSA BISA DIWARISKAN?
    Saudara menjawab BISA! Orang yang bisa mati itu berarti telah terkutuk ADAM, semua keturunan ADAM telah mewarisi DOSA ADAM, untuk itulah kita diselamatkan YESUS di tiang salib, maka dengan percaya bahwa dosa kita ditebus ditiang salib maka kita telah terselamatkan!! Kekal dan masuk dalam kerajaan ALLAH,pokoknya masuk surga. Yang tidak percaya akan masuk Neraka!!
    = > maka begitulah kira-kira saudara menjawab, tentu dengan redaksi yang berbeda yang lebih menyentuh perasaan. Maka untuk itu saya pertanyakan lagi tentang istilah tebus menebus ini dengan menyajikan ayat-ayat berikut:
    “Jangan ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri” (Ulangan 24:16).
    = > Bukankah sudah jelas pesan yang terkandung dari ayat itu? SETIAP ORANG HARUS DIHUKUM KARENA DOSANYA SENDIRI. Bukan karena dosa orang lain. Jadi Kepercayaan YESUS MENEBUS DOSA MANUSIA menjadi percuma, jika orang di hukum atas DOSANYA sendiri, begitu kan saudara? kalau misal manusia itu berdosa karena warisan dosa ADAM dan orang seperti saya tidak percaya YESUS telah menebus dosa saya akan tetap mati dengan membawa dosa ADAM tersebut, masuk neraka. maka ayatnya akan seperti ini “SETIAP ORANG HARUS DIHUKUM MATI KARENA DOSANYA ADAM”. Berani saudara ganti ayat tersebut?
    Lagi,
    “Tetapi anak-anak mereka tidak dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat, yakni kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: ‘ Janganlah ayah mati karena anaknya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri.” (II Tawarikh 25:4)
    = > Bukankah sudah sangat begitu jelas saudara ayat tersebut berbicara, SETIAP ORANG HARUS MATI KARENA DOSANYA sendiri bukan? Jadi MATI bukan karena kutuk DOSA ADAM melainkan karena DOSA manusia itu sendiri. Ini ayat bukan saya yang buat lo, juga tidak terdapat di Alqur’an, tapi dari injil saudara sendiri. Jadi untuk tujuan apa lagi saudara percaya YESUS menebus DOSA jika orang DIHUKUM KARENA DOSA nya sendiri? Apakah saya salah jika saya tidak percaya YESUS telah tersalib untuk menebus dosa saya? Seharusnya ayatnya menjadi seperti ini “JANGANLAH AYAH MATI KARENA ANAKNYA, MELAINKAN SETIAP ORANG HARUS MATI KARENA DOSANYA ADAM”, begitu saudara?
    Lagi,
    “Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap orang yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu” (Yeremia 31:29,30)
    = > Bukankah sudah sangat jelas saudaraku, SETIAP ORANG AKAN MATI KARENA KESALAHANNYA SENDIRI, apa lagi yang harus kita perdebatkan?
    Lagi,
    Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.( Keluaran 32:33)
    = > Bukankah sudah jelas saudara ku? Jika YESUS menebus dosa manusia, kenapa pula TUHAN mengatakan bahwa HANYA SIAPA SAJA YANG BERDOSA yang dhukum? Harusnya ayat tersebut tidak boleh ada, guna meluruskan DOSA WARIS ini. Bagaimana saudaraku?
    Lagi,
    “Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.” (Yehezkiel 18:4).
    = > Saudara bisa baca FIRMAN TUHAN itu, coba lihat. HANYA YANG BERDOSA ITU YANG HARUS MATI. Apalagi saudaraku?
    Lagi,
    “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)
    = >Yesus saja dengan tegas dan memberikan jaminan bahwa anak2 tersebut adalah empunya Kerajaan ALLAH tanpa melihat bagaimana orang tuanya, tanpa melihat DOSA ADAM.
    Mat 6:14 Kalau kalian mengampuni orang yang bersalah kepadamu, Bapamu di surga pun akan mengampuni kesalahanmu.
    = > Kesalahan diampuni berdasarkan tindakan indivivu-individu tersebut yang mau atau tidak untuk mengampuni orang yang bersalah kepadanya.
    = > KONKLUSI
    *DOSA WARIS menurut:
    – TUHAN/ALLAH = DOSA tidak dapat diwariskan, setiap orang menanggung DOSAnya sendiri (Ulangan 24:16, II Tawarikh 25:4, Yeremia 31:29:30, Keluaran 32:33,Yehezkiel 18:4).
    – YESUS = DOSA tidak dapat diwariskan, ampunan dan kepastian seseorang masuk surga tidak di karenakan oleh orang lain, melainkan tindakan dirinya sendiri (markus 10:14, matius 6:14)
    – PAULUS = DOSA diwariskan dari ADAM, setiap orang terkutuk karena ADAM, pelanggaran Adam di taman Eden mewariskan dosa pada manusia, yang disebut dosa waris. Dosa ini, hanya bisa ditebus oleh darah Yesus di tiang salib (Roma 5:12-15, 3:23-25, Galatia 1:3-4, I Timotius 2:5-6, Ibrani 9:28).
    – SAUDARA PHARHOBASS = IDEM dengan PAULUS, DOSA WARIS adalah harga mati!orang yang percaya Yesus menebus dosa di tiang salib akan masuk surga!!
    = > Saya cukup salut dengan keberanian Saudara, semoga TUHAN saudara mengampuni saudara.

    • @habib

      1. Saudara bukanlah Abraham, bukanlah Ishak, bukanlah Yakub, bukanlah Elia dan bukanlah Henokh..
      jadi kalau saudara bukan dari orang di atas maka saudara butuh YESUS, karna hanya itu jalan, tidak ada yang lain…

      Orang-orang di atas masuk ke sorga, sebagai letak pondasi, dasar bahwa manusia dapat dikaruniai sorga.
      YESUS kita percayai bangkit dari kematian, karena terbukti banyak orang yang mati dibangkitkan, tidak asal2an TUHAN itu.
      YESUS naik ke sorga, kita percaya juga demikian, karena banyak bukti bahwa meski manusia banyak orang masuk ke sorga, Elia, Henok dan lain-lain,… tidak asal-asalan…

      jadi kita berbicara bukti… tidak asal-asalan..

      2. YESUS disebut PENUBUS, mungkin saudara kurang mengerti apa arti Penebus, bisa dijelaskan?
      Dan mengapa disebut Penebus dari Dosa, mungkin saudara baca arguement saya mengenai dosa

      salam

      • =>saudara menulis
        .
        1. Saudara bukanlah Abraham, bukanlah Ishak, bukanlah Yakub, bukanlah Elia dan bukanlah Henokh..
        .
        =>sepertinya saudara lupa akan pertanyaan dan pembahasan kita. saya ingatkan lagi, pertanyaan saya kurang lebih seperti ini. Apakah semua keturunan Adam itu berdosa? maka jawaban saudara kurang lebihnya seperti ini
        .
        Alkitab Perjanjian Lama itu menceritakan bagaimana kutuk mati itu telah begitu merasuk manusia, dan bagaimana hukuman kepada kutuk itu, tetapi meski terkutuk, TUHAN berjanji melepaskan manusia dari kutuk itu, itulah kehadiran YESUS di bumi ini.
        .
        =>dari jawaban saudara kesimpulannya adalah iya. maka dari itu Tuhan turun ke bumi untuk menjadi manusia guna menyelamatkan manusia, dengan menjadi kutuk itu sendiri, begitu kan? maka dari itu lah semua orang harus percaya yesus itu tuhan yang menjadi manusia untuk mati di salib guna menebus dosa manusia akibat dosa waris adam. jadi sebelum yesus turun ke dunia, manusia berdosa dong? saudara jawab iya. nah tapi ternyata ada keturunan Adam yang bisa ke kerajaan Allah jauh sebelum yesus datang, ini bagaimana? katanya semua anak keturunan adam berdosa? hanya bisa ditebus oleh yesus? bukankah Abraham anak keturunan Adam?jadi kesimpulannya masi berlaku apa tidak Dosa asal atau Dosa waris ini?jika masi, kenapa Tuhan memasukkan manusia ke kerajaan Tuhan jauh sebelum si penebus itu datang? kalau tidak lagi berlaku, jadi kenapa saya dan orang2 non kristen harus percaya yesus sebagai tuhan yang mati disalib untuk menebus dosa? saya ulangi lagi ada apa tidak dosa asal itu? jika ada kenapa banyak ayat2 diatas yang mengatakan bahwa dosa tidak dapat di wariskan??
        .
        =>saudara menulis
        .
        jadi kalau saudara bukan dari orang di atas maka saudara butuh YESUS, karna hanya itu jalan, tidak ada yang lain…
        .
        =>bukan itu permasalhannya, saudara kan ngotot kalau setiap manusia itu berdosa karena dosa adam, itulah kenapa saudara meminta saya untuk percaya yesus sebagai penebus dosa. lah kenyataannya, Tuhan dulu sudah punya cara untuk menebus dosa manusia, faktanya Abraham dkk sudah di surga sekarang, jadi tanpa Tuhan capek-capek menderita pun, dulu Tuhan sudah mempunyai cara untuk pengampunan dosa, jadi untuk apa lagi tuhan sebagai yesus melakukan pengorbanan sebagai penebus dosa?
        = > dan menurut saudara apakah mereka saja manusia (Abraham,Elia dkk) yang dosanya diampuni oleh tuhan? fakta yang cukup mencengangkan ternyata banyak manusia-manusia yang jauh sebelum yesus datang telah diampuni oleh tuhan!! berikut saya tunjukkan bagaimana cara tuhan mengampuni hambanya..
        .
        Im 4:20 Caranya seperti pada persembahan sapi jantan untuk kurban pengampunan dosa. Begitulah cara Imam Agung mempersembahkan kurban untuk dosa-dosa umat, maka dosa-dosa itu akan diampuni TUHAN.
        Im 4:21 Kemudian sapi jantan itu harus dibawa ke luar, dan dibakar di luar perkemahan, seperti pada persembahan sapi jantan untuk kurban pengampunan dosa Imam Agung itu sendiri. Begitulah cara mempersembahkan kurban pengampunan dosa umat.
        .
        =>sudah sangat jelas tidak perlu lagi saya jelaskan, jadi untuk apa lagi tuhan harus menjadi manusia dan mati ditiang salib untuk menyelamatkan manusia?bukankah dulu tuhan sudah punya cara yang lain?
        .
        lagi
        .
        Kel 29:14 Daging, kulit dan usus sapi jantan itu harus dibakar di luar perkemahan. Itulah PERSEMBAHAN untuk pengampunan dosa para imam.
        .
        = > nah ini lagi, para imam saja sudah bisa diampuni kok, jadi untuk apa lagi tuhan harus menjadi manusia dan mati ditiang salib untuk menyelamatkan manusia?bukankah dulu tuhan sudah punya cara yang lain? yang lebih elegan dan manusiawi?
        .
        Im 12:6 Sesudah masa penyuciannya selesai, baik karena telah melahirkan anak laki-laki atau anak perempuan, wanita itu harus membawa persembahan kepada imam di depan pintu Kemah TUHAN. Persembahan itu berupa seekor anak domba yang berumur satu tahun untuk kurban bakaran, dan seekor burung merpati muda atau tekukur muda untuk kurban pengampunan dosa.
        .
        =>tampaknya saudara harus berpikir ulang,atau setidaknya harus berkelit dan mencari alasan yang masuk akal, kenapa dan apa urgensi tuhan harus menjadi manusia untuk menebus dosa manusia. jika dulu saja tuhan sudah mempunyai cara untuk mengampuni dosa manusia? dan saya tidak tau dosa asal masi berlaku apa tidak.
        .
        =>saya tunjukkan lagi ayat yang lebih mengejutkan
        .
        1Sam 15:22 Tetapi Samuel berkata, “Manakah yang lebih disukai TUHAN, ketaatan atau kurban persembahan? Taat kepada TUHAN lebih baik daripada mempersembahkan kurban. Patuh lebih baik daripada lemak domba.
        .
        =>bukankah sudah jelas tuhan itu lebih suka ketaatan dari pada kurban persembahan? nah ini malah tuhan mengorbankan diri dengan menjadi korban penebusan dosa. bukankah hanya dengan TAAT dan PATUH saja tuhan lebih suka daripada kurban persembahan? apa ketika tuhan menjadi yesus, memori ketuhanannya hilang? lupa pernah mengatakan seperti itu?
        .
        ams 21:3 Perbuatan yang adil dan benar lebih menyenangkan TUHAN daripada segala kurban.
        .
        =>saudara bisa lihat, ayat itu sudah sangat jelas mengatakan bahwa tuhan lebih senang dengan perbuatan adil dan benar daripada segala kurban. jadi kenapa tuhan harus menjadi manusia untuk mengorbankan diri?
        .
        kej 8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
        .
        =>saudara jelaskan sendiri ayat tersebut, saya pikir sudah sangat jelas. jadi dari mana ide kutuk mengutuk dosa adam ini?dan bagaimana pula dosa asal itu harus menjalar ke anak keturunan adam? sedangkan dengan mencium persembahan yang harum saja, tuhan tidak lagi mengutuk bumi karena manusia?
        .
        =>Konklusi tentang dosa waris
        – TUHAN/ALLAH = DOSA tidak dapat diwariskan, setiap orang menanggung DOSAnya sendiri (Ulangan 24:16, II Tawarikh 25:4, Yeremia 31:29:30, Keluaran 32:33,Yehezkiel 18:4).
        – YESUS = DOSA tidak dapat diwariskan, ampunan dan kepastian seseorang masuk surga tidak di karenakan oleh orang lain, melainkan tindakan dirinya sendiri (markus 10:14, matius 6:14)
        – PAULUS = DOSA diwariskan dari ADAM, setiap orang terkutuk karena ADAM, pelanggaran Adam di taman Eden mewariskan dosa pada manusia, yang disebut dosa waris. Dosa ini, hanya bisa ditebus oleh darah Yesus di tiang salib (Roma 5:12-15, 3:23-25, Galatia 1:3-4, I Timotius 2:5-6, Ibrani 9:28).
        – SAUDARA PHARHOBASS = IDEM dengan PAULUS, DOSA WARIS adalah harga mati!orang yang percaya Yesus menebus dosa di tiang salib akan masuk surga!!
        .
        =>Konklusi untuk yesus sebagai penebus dosa anak keturunan adam
        -Tuhan/Allah: tidak,masih banyak cara untuk mengampuni dosa manusia, dan tuhan lebih suka ketaatan dan kepatuhan, tuhan juga lbih suka perbuatan adil dari pada segala kurban (Im 4:20,Kel 29:14,1samuel 15:22,ams 21:3,kej 8:21)
        -Yesus:tidak pernah mengatakan kedatangannya untuk menebus dosa manusia ditiang salib
        -Paulus:Yesus Kristus sudah melakukan apa yang dikehendaki Allah dan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban. Dengan persembahan itu, yang dilakukan-Nya hanya sekali saja untuk selama-lamanya, kita semua dibersihkan dari dosa.(ibr 10:10)
        -Saudara Pharhobass:idem dengan paulus, yesus datang untuk menebus dosa manusia
        .
        =>saya semakin salut dengan keberanian saudara,yah semoga Paulus dapat menyelamatkan saudara
        .
        =>saudara menulis
        .
        Orang-orang di atas masuk ke sorga, sebagai letak pondasi, dasar bahwa manusia dapat dikaruniai sorga.
        .
        => saya semakin sedih melihat kondisi saudara, saudara tidak perlu membuktikan saya salah dan saudara benar atau alkitab saudara selalu benar, jika saudara konsisten dengan kata-kata saudara bahwa setiap anak keturunan adam itu berdosa dan hanya yesus yang bisa menebusnya maka seharusnya saudara harus dengan segala cara menggunakan alasan itu, seharusnya tidak ada anak keturunan adam yang masuk surga sebelum yesus turun ke dunia, bukankah mereka semua berdosa? tpi kenyataannya sudah ada manusia yang masuk surga. dan kenyataannya lagi bukan hanya Abraham dkk saja yang telah diampuni dosa2nya, imam2 agung beserta umatnya dan masih banyak orang2 terdahulu yang terampuni dosanya karena menuruti cara yang diberikan Tuhan dalam pengampunan dosa.kalaupun statement terakhir saudara ini kita pakai, mana Dalil yang mengatakan seperti itu? Saya masih yakin sekali saudara akan mengelak dengan seribu alasan, saya persilahkan, Tuhan pun akan mempersilahkan itu ,tapi kebenaran sudah didepan mata saudara, terima atau tidak itu urusan saudara
        wassallam.

      • @habib

        Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
        (Kejadian 3:23-24)

        TUHAN mengusir Adam dan Hawa dari Eden, otomatis anak-anaknya juga akan terusir, nah Kain adalah anak Adam/Hawa, ia membunuh adiknya Habel, itu adalah contoh konkrit dari nature keterusiran manusia dari Eden.
        Dan Eden dijaga oleh TUHAN, mengartikan tidak akan ada manusia yang sanggup masuk ke Eden lagi, kecuali TUHAN menghendakinya.

        Beberapa orang dikehendaki TUHAN masuk ke sorga macam Henok, Elia jauh sebelum YESUS datang, sebagai bukti bahwa memang peristiwa manusia ke sorga itu nyata dan bukan isapan jempol dan bukan cerita belaka, bukan janji kosong.
        Janji yang sudah dibuktikan oleh beberapa orang itu dipegang terus oleh orang Yahudi sampai jaman YESUS, contohnya ketika Lazarus mati, saudarinya berkata:
        Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”
        (Yohanes 11:24)

        nah bangkit pada akhir jaman itu pasti ada, bagaimana caranya, yaitu YESUS harus bangkit dari kematian dulu sebagai contoh, sebagai bukti bahwa kebangkitan itu ada, dan naik ke sorga itu juga nyata.

        Jadi kalau ditanya, koq yakin seh Kristen itu ke sorga?
        ya yakin karena bukti2nya banyak,… sekarang saya tanya, yakin ngga saudara Muhammad itu akan ke sorga? mana buktinya? saya kira tidak ada, karena beliau sudah mati dan kuburannya masih ada sampai sekarang.

        jadi terusirnya manusia dari EDEN digambarkan oleh Rasul Paulus dalam Ilham Roh Kudus, sebagai pondasi bahwa manusia itu secara nature sudah rusak, jauh dari TUHAN, terpisah, cenderung untuk berdosa, cenderung untuk melawan…
        Dalam nature yang sudah rusak itu, maka jelas ada perbuatan-perbuatan yang mengikutinya, nah perbuatan-perbuatan itu jelas harus dipertanggungjawabkan secara pribadi-pribadi kepada TUHAN.
        itulah yang dituliskan oleh Yeremia, Imamat dll, termasuk oleh Rasul Paulus:
        Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
        (Galatia 6:5)

        dan juga
        Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
        (Galatia 6:7)

        Jadi Rasul Paulus menjelaskan, singkatnya begini;
        a.Keterpisahan manusia dari TUHAN itu berakibat massal, dan akibat massal itu hanya dapat diselesaikan oleh TUHAN. Keterpisahan itu disebut juga dosa.
        b. Manusia yang melanggar peraturan ALLAH juga disebut dosa, orang cenderung melanggar peraturan ALLAH karena ia sudah terpisah dari ALLAH, dan masing-masing perbuatan itu diperhadapkan dengan TUHAN secara sendiri-sendiri.

        jadi saudara telah salah memandang Rasul PAULUS.

        salam

  11. = > saudara menulis
    8. Justru karena manusia itu tidak luput dari salahlah maka YESUS sewaktu didalam keadaan manusia mewanti-wanti pengikutNYA:
    (Yohanes 14:15-17) “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
    Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
    yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
    = > Apakah YANG MEMINTA sama dengan YANG di MINTA? Saudara bilang BAPA dan YESUS ESA? Sehakekat dengan TUHAN? Untuk apa saling meminta? Apakah yang MENGUTUS sama dengan yang di UTUS?
    = > Lanjutannya
    dan lagi:
    (Yohanes 15:26-27) Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”
    Jd terima dulu ROH KEBENARAN itu? apakah saudara sudah menerimaNYA? saya yakin belum.
    ROH KEBENARAn ini dibutuhkan untuk mengerti ALKITAB, tanpa DIA sudah pasti hanya kekeliruan.
    Jadi saya yang ada potensi keliru, jika ROH KEBENARAN bekerja, maka masih lebih mending dari orang yang memiliki potensi kesalahan/keliru yang sama tetapi tidak menerima ROH KEBENARAN.
    = > Saya menunggu ROH KEBENARAN berlaku kepada saudara dalam menjawab pertanyaan yang saya sampaikan, semoga jawaban saudara benar dan masuk akal.
    = > Lanjutannya:
    nubuat di Yesaya:
    dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
    Saudara tidak harus selalu mengarikan sebutan “Bapa” dengan Pribadi Bapa pada ALLAH Tritunggal.
    YESUS memanggil ALLAH sebagai Bapa tidak melulu harus diartikan Pribadi Bapa, tetapi bisa diarikan berasal dari… jadi YESUS berasal dari ALLAH
    YESUS disebut Anak tidak harus diarikan YESUS anak bilogis ALLAH, karena kita mengimani bahwa Maria mengandung tanpa hubungan biologis. Jadi kata ini dapat diartikan juga berasal dari ALLAH. Contoh saya anak Indonesia, sejak kapan Indonesia beranak? tidak pernah, tetapi saya anak Indonesia mengindikasikan saya berasal dari Indonesia.
    = > Bukankah semua yang ada di dunia dan seluruh jagad raya berasal dari ALLAH, dari TUHAN? Kalau kekhususan hanya kepada YESUS, saya bertanya kepada saudara, saudara berasal dari siapa? tenang saja saudara, saya tidak akan mengartikan bahwa Yesus itu adalah anak biologis ALLAH. Kalau Yesus dan Bapa sama, kenapa di bible, tetap tertulis Yesus? Kenapa tidak diganti saja dengan nama Bapa? Mari kita tes dengan ayat berikut
    Yoh 17:3 Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal BAPA, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh BAPA.
    = > seharusnya jika YESUS sama dengan BAPA seharusnya kita bisa ganti ayat tersebut menjadi
    Yoh 17:3 Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal BAPA, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal BAPA yang diutus oleh BAPA.
    = > sama kah definisinya? Kan mereka sama, atau kalau YESUS sama dengan BAPA kita bisa ganti menjadi
    Yoh 17:3 Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal YESUS, satu-satunya ALLAH yang benar, dan mengenal YESUS yang diutus oleh YESUS.
    = > samakah definisinya dengan ayat diatas? Kan mereka sama, ESA.
    = > agar lebih puas dan mengena maksud yang mau saya berikan kita ambil lagi satu ayat
    Yoh 14:24 Orang yang tidak mengasihi Aku, tidak menuruti ajaran-Ku. Ajaran yang kalian dengar itu, bukan dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
    = > maka jika YESUS dan BAPA adalah sama bisa kita ganti menjadi
    Yoh 14:24 Orang yang tidak mengasihi BAPA, tidak menuruti ajaran-BAPA. Ajaran yang kalian dengar itu, bukan dari BAPA, melainkan dari Bapa yang mengutus BAPA.
    = > sama kah definisinya? Sekarang kita ganti menjadi Yesus
    Yoh 14:24 Orang yang tidak mengasihi Aku, tidak menuruti ajaran-Ku. Ajaran yang kalian dengar itu, bukan dari Aku, melainkan dari AKU yang mengutus Aku.
    *AKU=YESUS
    = > bagaimana sama?
    = > Itu berarti YESUS tetaplah YESUS dan BAPA tetap lah BAPA tidak bisa kita sama kan, karena yang MENGUTUS bukan YANG DIUTUS dan yang MENGUTUS tidaklah sama dengan UTUSAN, maka nubuat tentang BAPA yang kekal, menjadi tidak tergenapi oleh YESUS, karena YESUS bukan BAPA apalagi kekal. Jika saudara merasa YESUS adalah BAPA maka saudara telah membohongi diri saudara sendiri, telah membohongi saya dan orang lain.

    YESUS adalah sumber atau asal dari keselamatan manusia, dalam hal ini IA adalah Bapa kita, dan karena IA adalah Firman ALLAH yang adalah ALLAH, maka ketika keselamatan itu telah dikerjakan maka IA akan kekal… jadi panggillah YESUS sebagai BAPA jika saudara percaya kepada nubuatan itu, jika percaya bahwa IA telah menebus saudara. Semisalpun saudara tidak percaya, IA tetaplah BAPA bagi mereka yang percaya.
    Tugas Firman ALLAH menjadi manusia adalah untuk menebus manusia, jadi meski IA pernah menjadi manusia, IA berkuasa membuat pekerjaan keselamatan itu berhasil, karena berhasillah IA sekarang ada di Sorga, duduk di sebelah kanan ALLAH, sejajar dengan ALLAH, dan karena sejajar maka IA Maha KUASA..
    = > Sudah saya jelaskan panjang lebar diatas, jika saudara bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya diatas, maka jelas bahwa nubuatan itu tidaklah tergenapi oleh Yesus. YESUS ke dunia untuk memberikan ajaran-ajaran tentang HUKUM ALLAH/TUHAN, bukan menebus dalam keHarfia an, yaitu tubuhnya di jadikan Tebusan dosa manusia yang lain. Jika memang seperti itu, saya merasa YESUS tidak perlu butuh 33 tahun untuk hidup di bumi, tidak perlu Lahir dari PERAWAN maria, YESUS/ TUHAN menurut saudara bisa datang 1 hari ke dunia, lalu bilang ke orang-orang untuk menyalibnya sebagai PENEBUS DOSA. Maka penyaliban pun terjadi dan dosa semua orang tertebus. Tidak perlu menghabiskan waktu selama 3 tahun untuk mengajar, tidak perlu berceramah. Toh inti sari dari turunnya YESUS untuk PENEBUSAN DOSA ditiang salib to? Hukum-hukum ALLAH seperti sunat,mengkuduskan hari sabat, tidak berzinah, dilarang makan babi, potong tangan, cungkil mata dll tidak saudara lakukan kan? Jadi menurut saya,sia-sia semua yang YESUS lakukan selama 33 tahun berada di bumi, saudara sudah meringkasnya dengan cukup hanya PERCAYA, maka apapun yang kita mau lakukan, apapun yang kita mau perbuat, toh ujung-ujungnya YESUS juga yang mendamaikan dengan TUHAN, toh ujung-ujungnya saudara juga masuk SURGA karena telah PERCAYA, masalah selesai, bagitu kan? 66 kitab PB tidak perlu juga ada, cukup setengah lembar kertas saja, disitu dituliskan, JIKA INGIN MASUK SURGA MAKA PERCAYA LAH JIKA YESUS MATI DISALIB UNTUK MENEBUS DOSA MANUSIA, MAKA KAMU AKAN MASUK SURGA. Sudah itu saja kan inti dari semua ini? Jadi kenapa semua menjadi bertele-tele jika hanya itu intinya?
    = > lanjutannya
    IA juga adalah Raja atau Pangeran Kedamaian/Perdamaian,
    Ketika Yahudi mau menganggak DIA sebagai Pemimpin/Raja Yahudi untuk melawan Romawi, YESUS menolak, IA memilih menggunakan Pedang ROH ketimbang pedang besi, ketika KRISTEN disebarkan ke seluruh penjuru dunia oleh 12 Rasul dan murid-murid awal, maka mereka menyebarkan dengan pena dan pengajaran tidak pedang dan kekerasan…bahkan rela mati (Petrus digantung mati, Paulus dirajam, Yakobus dipotong, dan lain2)
    = > tapi sayangnya kemudian menjadi jauh panggang daripada api, atau jauh dari kenyataanya, coba liat apa yang terjadi dengan Paus ALEXANDER VI yang telah mengobarkan peperangan diseluruh penjuru dunia dengan expansinya bangsa-bangsa eropa. Walaupun orang ini adalah oknum, tapi jelas dia adalah orang yang tau agama, orang yang tau Al-kitab. Bahkan sampai hari ini pun kritenisasi tidak pernah berhenti, dengan berbagai macam cara. Kalau saudara mengira saya hanya asal menuduh, saya bisa memberi buktinya.
    = > Tulisan saudara yg terakhir
    Ketika iman dan Alkitab dipertanyakan saya tidak berkata2 kasar dan kotor, karena ada Damai di hati saya, ada Kristus Raja Kedamaian yang ada dan berkuasa di hati saya…
    = > Justru tidak ada alasan saudara untuk berkata-kata kasar dan kotor, saya tidak menggunakan Veda sebagai Rujukan, atau Alqur’an, atau juga Tripitaka, tapi saya menggunakan ayat-ayat yang ada dalam bible saudara, saya tidak memfitnah, saya juga tidak menggunakan kata-kata kotor. Lagian hal itu juga tidak bisa dijadikan pembenaran, Orang Budha merasa damai karena Budha di hatinya. Orang Hindu juga merasa damai karena ada Khrisna dihatinya, bahkan orang atheis pun merasa damai karena tidak ada Tuhan di hatinya, jadi saudaraku, kecenderungan orang merasa damai karena dia merasa menjadi orang yang baik seperti apa yang ia percayai. Bukan karena hal yang dia percayai itu raja damai atau apapun.
    wassalam

    • @habib

      Rumusan awal adalah mengerti Tritunggal, kalau ini salah maka seterusnya akan terus salah.

      Tritunggal adalah ajaran yang mengatakan bahwa ALLAH itu ESA,
      ALLAH YANG ESA adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus..
      1 Hakekat tetapi 3 Pribadi yang berbeda.
      Bapa tidak sama dengan Firman dan tidak sama dengan Roh KUdus
      dan seterusnya dan sebaliknya
      tetapi tidak ada 3 Allah melainkan ALLAH YANG ESA/Satu/Tunggal.

      Jadi Bapa tidak dapat digantikan dengan Anak dan tidak dapat digantikan dengan Roh Kudus.
      dan sebaliknya dan seterusnya.

      pertanyaan kepada saudara:
      allah saudara maha penyayang tidak?
      allah saudara kekal apa tidak?
      coba buktikan?

      saya tunggu jawabannya, kalau saudara bisa menjawabnya maka saudara akan mengerti pondasi Tritunggal

      salam

      • = >saudara menulis
        .
        .
        Rumusan awal adalah mengerti Tritunggal, kalau ini salah maka seterusnya akan terus salah.
        .
        = > Rumusan awal adalah, saudara harus membaca alkitab dari awal (belakang) ke depan, buka dari depan ke belakang. asas Tritunggal itu konsisten dan tegas ada pada pernyataan Paulus, yesus tidak pernah mengatakan bahwa dia adalah bagian dari ketritunggalan itu saudaraku, PL juga tidak pernah mengatakan itu. sebenarnya saya tidak perlu menjelaskan ini, tapi karena saudara tampaknya masi belum sadar, baik akan saya bahas sedikit. Yesus hidup selama 33 tahun, dan menghilang dari dunia sekitar pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, atau sekitar tahun 30 M. Asumsi ini didasarkan pada kurun waktu Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M. sedangkan kitab sinopsis pertama yaitu Markus itu ditulis pada tahun sekitar 65-85 M (( A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sundberg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov I (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon Dufour X (1983) ). Itu berarti sekitar 40 tahun setelah yesus mati. Artinya apa saudaraku, itu artinya seluruh ayat-ayat yang sekrang kita baca ini dulu tidak semua dapat dilihat secara utuh oleh orang2 yang yesus ajar ketika itu, karena belum utuh. hal ini juga berarti setiap orang mendapat pengajaran berbeda-berbeda menurut intensitas pertemuan yesus dengan orang itu (kecuali murid yang mengikuti yesus), saya ambil misal cerita yesus ke yerusalem pada markus 11 dan 12
        .
        .
        28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
        29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
        30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
        .
        = > itu berarti orang-orang disekitar situ yang mendengar kata-kata yesus akan berkesimpulan Tuhan itu Esa, dan yesus bukannlah salah satu dari Tuhan itu, nah bisa saja setelah itu orang2 itu tidak lagi bertemu yesus, karena mobilitas pengajaran yesus ke kota-kota di israel yang ckup tinggi. bukan salah mereka jika menganggap demikian, karena selain yesus sendiri juga secara tegas mengatakan bahwa Tuhan yesus dan orang2 disitu adalah Allah yang Esa, yesus juga tidak mengatakan bahwa dia adalah Tuhan. terus siapa saudara dengan entengnya bilang kepada orang-orang yg jelas2 mendengar yesus ketka itu dengan kata-kata bahwa Rumusan awal adalah mengerti Tritunggal, lah mereka kan bukan saudara yang pandai mentafsir atau yang tau ayat yohanes 1:1 atau paulus dengan ayat2nya, yang mereka tau adalah perkataan yesus ketika itu, saat itu juga, mreka hanya mendengar, mereka belum pernah bertemu paulus, mereka tidak mengerti apa itu tritunggal, yang mereka tau bahwa tuhan itu esa seperti yang yesus katakan, terus apakah mereka saudara salahkan? atau saudara mau menyalahkan Markus, knapa 40 tahun setelah yesus pergi bru selesai menulis injil? atau saudara sekalian saja menyalahkan yesus kenapa tidak bilang dengan tegas dan lugas kalau dirinya adalah TUHAN ketika di yerusalem itu. terus jika mereka tidak mempercayai yesus sebagai tuhan akan juga saudra salahkan?? atau tidak terselamatkan kah mereka? saya memberi permisalan lagi
        .
        yoh 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
        .
        => karena perihal firman menjadi manusia pada yohanes 1:1, dituliskan jauh setelah yesus tidak lagi ada di dunia, dan yesus sekalipun tidak pernah mengajarkan demikian, maka jika kemudian ada yang mendengar do’a yesus itu, terus menyimpulkan bahwa Allah adalah Tuhannya yesus dan yesus adalah utusan Allah, apakah saudara juga salahkan?? sekali lagi selain injil yohanes ditulis jauh setelah yesus diangkat, yesus sendiri juga secara tegas mengatakan bahwa dia adalah utusan. Jadi kesimpulannya, asas keTritunggalan itu tidak ada ketika yesus hidup, tidak ada juga sebelum yesus hidup. Jika memang tritunggal itu sangat penting, sangat tidak mungkin yesus tidak mengatakannya secara tegas! dan Rumusan tritunggal menurut saudara itu menjadi salah jika saudara paksakan ke PL dan 4 injil kanonik, karena tritunggal baru secara tegas terdapat dalam ayat-ayat paulus. semoga saudara mengerti, menurut
        .
        Tritunggal adalah ajaran yang mengatakan bahwa ALLAH itu ESA,
        ALLAH YANG ESA adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus..
        1 Hakekat tetapi 3 Pribadi yang berbeda.
        Bapa tidak sama dengan Firman dan tidak sama dengan Roh KUdus
        dan seterusnya dan sebaliknya
        .
        => memangnya Hakekat bapa apa?hakekat Yesus itu apa dan apa hakekat Roh Kudus? apakah mereka se hakekat??saya yang menjawab atau saudara yang menjawab?
        .
        Jadi Bapa tidak dapat digantikan dengan Anak dan tidak dapat digantikan dengan Roh Kudus.
        dan sebaliknya dan seterusnya.
        .
        = > upps, saya cukup terkejut dengan jawaban saudara, bukan saya lo ya yang bilang,saudara sendiri yang bilang demikian. jadi jelas nubuat Bapa yang kekal tidak tergenapi oleh yesus, karena yesus bukan Bapa, karena yesus tidak bisa menggantikan Bapa, yesus dan Bapa adalah hal yang tidak sama. satu lagi kemajuan untuk saudara. jadi kenapa Mereka tidak bisa saling menggantikan? bukannya Bapa adlah Allah, yesus adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah? bukannya saudara menyembah Bapa,Yesus dan Roh Kudus sebagai 1 Tuhan? 1 Allah?
        .
        pertanyaan kepada saudara:
        allah saudara maha penyayang tidak?
        allah saudara kekal apa tidak?
        coba buktikan?
        saya tunggu jawabannya, kalau saudara bisa menjawabnya maka saudara akan mengerti pondasi Tritunggal
        .
        = >tampaknya saya melihat ada kefrustasian didalam statement saudara yang terakhir ini, saya perjelas pertanyaan saudara, saudara meminta bukti apa dari pertanyaan saudara ini? saudara jawab dulu dan akan saya jelaskan.
        wassalam

      • @habib

        Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
        (Yohanes 14:25-26)

        perhatikan penggenapannya:
        Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
        (Kisah Para Rasul 2:1-4)

        Nah karena Roh Kudus telah turun, maka semua apa yang diucapkan YESUS diilhamkan oleh ROH KEBENARAN, untk dicatat sebagai bukti bahwa perkerjaan YESUS telah selesai di Salib.

        Itulah kenapa INJIL ditulis sektiar 40 tahun setelah peristiwa kebangkitan. Dan itulah bukti bahwa allah saudara keliru yang mengatakan Injil ditanamkan di dada YESUS. YESUS tidak membawa satupun kitab.

        inilah pondasi kesalahan pertama, yang akan membuat kesalahan berikutnya.

        salam

  12. @OM Parhobass

    Bukankah berdasarkan etimologi ESA ini merujuk pada jumlah SATU wujud/PRIBADI (OKNUM/SOSOK) yg tiada duanya? Kalau sesuatu eksis lebih dari SATU meski dlm wujud (pribadi) berbeda, apalagi pribadi-pribadi tsb eksis pd waktu yg bersamaan dan saling berinteraksi pula, maka berdasarkan kaidah bahasa makna istilah ESA tidak lagi berlaku baginya.

    Mudah dipahami bhw TUHAN yg MAHA KUASA mampu berbuat apapun apabila DIA menghendakinya. Namun jika itu yg terjadi, seharusnya dalam setiap perwujudan yg berbeda DIA nyatakan secara tegas bhw x, y, z dst adalah A (TUHAN).

    Selain itu secara logika, jika x atau y itu hanyalah wujud temporer dari A (Tuhan) dlm rangka menggenapi janji A, maka Tuhan sesembahan yg sesungguhnya yg harus diagungkan, yg harus selalu dipuja adalah A, bukan x, y maupun z.

    salam

    • @fanya

      KBBI:
      esa num tunggal; satu;
      — hilang, dua terbilang, pb berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai; berbilang dr — , mengaji dr alif, pb melakukan sesuatu hendaknya dr permulaan;
      ber·e·sa-e·sa·an v 1 cak berada seorang diri saja; 2 merasa lengang;
      meng·e·sa·kan v menjadikan (menganggap) satu: ~ Tuhan (mengakui bahwa Tuhan hanya satu);
      ke·e·sa·an n sifat yg satu: ~ Tuhan

      sering disandingkan dengan

      tung·gal 1 num satu-satunya: camat adalah penguasa — di wilayahnya; agen –; anak –; 2 a bukan jamak (bukan majemuk); mufrad: kalimat –; 3 a utuh; bulat-bulat: ia selalu beramal dng — hati; 4 v yg menjadi satu (tt kata majemuk): — rasa; 5 n sebelah: berdiri berkaki — , berdiri dng kaki sebelah;

      Di sini disebutkan ESA bisa sebagai numerik dan bisa sebagai sifat
      Saudara mengatakan ESA sebagai numerik, dan itu sangat berbahaya, artinya tuhan saudara adalah sebesar satu (karena numerik)
      Sementara ESA dalam ALKITAB berasal dari ECHAD (ibrani), sama dengan KBBI di atas merupakan kata sifat. Jadi sifatnya itu ESA, sifatnya itu SATU, bukan sebesar ESA atau sebesar satu.
      Makanya kata atau penjelasan yang tepat digunakan ESA=TIDAK ADA YANG SAMA SEPERTI …dan saya kira Islam juga berkata demikian, cuman sayangnya sering disalah mengerti ESA sebagai BESARAN, terutama kalau sudah bersinggungan dengan iman Kristiani dalam hal menolak YESUS.
      Dikaitkan dengan kata “tunggal”, maka satu-satunya tuan dari segala tuan adalah TUHAN (YHWH), sehingga kata yang saya gunakan adalah TUNGGAL = TIDAK ADA YANG LAIN SEPERTI…

      Jadi Tritunggal itu adalah ALLAH dengan 3 Pribadi tetapi 3 Pribadi itu sifatNYA ESA, TUNGGAL, SATU…
      berbeda dengan Triteis…tetapi sering orang memandang Triteis = Tritunggal, entah kenapa..

      Kita perlu was-was untuk mengukur TUHAN, karena kita sudah mengakui DIA MAHA KUASA, dan kita tidak maha kuasa. Kalau kita mengukur pasti ada batas, ada kaidah yang membatasi kita, dan janga gunakan keterbasan kita itu untuk mengukur TUHAN.
      Apa yang tidak mungkin bagi TUHAN, mungkin bagi TUHAN (mungkin kata ini familiar bagi saudara).
      Contohnya gini:
      logika manusia: manusia lahir hanya dari hubungan suami istri dan seterusnya (sperma bla bla di kandungan istri bla bla bla)…

      logika TUHAN: manusia bisa lahir tanpa hubungan suami-istri (contohnya ISA/YESUS)..
      Jadi kalau kita paksa logika kita, maka kita tidak akan bisa menerima hal2 yang berbau ilahi, sekarang pilih mau menerima hal2 yang ilahi atau monoton logika?
      Artinya batasan logika itu ada, karena kita tidak maha kuasa.
      Meski ada kaidah-kaidah yang sudah kemukakan di wahyu maka itu adalah sifat TUHAN yang tidak mungkin IA labrak, contohnya sifat ESA tadi.
      Penolakan saudara2 kepada YESUS adalah dasar dari tidak mengertinya itu semua, sehingga berusaha mencari pembenaran, meski kadang2 menggunakan ALKITAB sebagai dasar argument.

      salam

      • @Om Parhobass

        ke·e·sa·an n sifat yg satu:
        Di sini disebutkan ESA bisa sebagai numerik dan bisa sebagai sifat

        ====
        KBBI: esa num tunggal; satu;
        :
        Jelas makna/HAKEKAT ESA adalah SATU; TUNGGAL —> tak ada lainnya.
        Setahu fanya, yg membuat kata Ke-ESA-an menjadi kata SIFAT, bukan kata ESA yg merupakan representasi NUMERIK, melainkan awalan KE dan akhir AN yang me-rekonstruksi kata ESA [num] menjadi kata KEESAAN yg artinya bersifat SATU, meski tidak semua kombinasi awalan KE dan akhiran AN menjadikan sebuah kata menjadi kata sifat.
        Peran awalan KE + akhiran AN sbg pengubah kata numerik menjadi kata benda yg memiliki makna SIFAT tampak dalam kata SATU [num] yg artinya bilangan 1.
        =====> ke·sa·tu·an [n] 1 perihal satu; 2 keesaan; sifat tunggal: dll

        Beberapa contoh KE-AN dlm KBBI yg mengkonstruksi makna sifat:
        Ada = kt kerja —> ke·a·da·an n 1 sifat; perihal (suatu benda)
        Bulat = ajektif –>ke·bu·lat·an n keadaan (sifat, bentuk) yg bulat; kepaduan;
        :
        Jelas bukan kata ESA yg bermakna SIFAT, melainkan awalan KE dan akhiran AN dalam kata KEesaAN tsb karena kata ESA tetap merujuk numerik yg artinya SATU/TUNGGAL.

        salam

      • @fanya

        Benar bubuhan ke-an menjadikan kata ESA menjadi kata sifat.
        makanya saya sebut bisa sebagai numerik dan bisa sebagai sifat
        tidak saya katakan sebagai kata numerik dan kata sifat.

        ke-an pada kata ke-esa-an, membuat arti bersifat esa, bersifat satu.

        Masalahnya adalah TUHAN itu tidak bisa kita gunakan dalam arti numerik, berbahaya.
        ESA tanpa bubuhan sebagai kata sifat dan kata numerik hanya ditemukan di kata ECHAD pada bahasa Ibrani, tidak di bahasa lain. Meski pada prakteknya ada.

        Contohnya begini:
        Satu/Esa uang logam. ini numerik.
        Tetapi meski Satu/Esa uang logam, ada sifatnya yaitu muka bernomor dan muka berlambang, tanpa muka yang bernomor atau muka berlambang tidak bisa disebut Satu/Esa uang logam, bicara utuh, bicara lengkap dengan muka gambar dan muka gambar baru disebut SATU/ESA uang logam…

        Nah kamus besar bahasa indonesia ada keterbatasan dalam hal defenisi, meski dalam praktek dapat kita temui dengan mudah, hebatnya keadaan utuh makna ini ditemukan di kamus Ibrani, yang kemudian disaring ke Alkitab berbahasa Indonesia.

        Jadi berangkat dari sini saya sebut ESA/TUNGGAL/SATU jika berbicara Yang ILAHI atau TUHAN, tidak dapat kita gunakan NUMERIK, kenapa?
        begini:
        Yang MAHA ADIL hanya satu (numerik)
        YANG MAHA KASIH hanya ada satu (numerik)
        YANG MAHA PENYAYANG hanya satu (numerik)
        dst…
        akhirnya apa?
        maka jika itu numerik maka dapat dijumlahkan.. sehingga
        akan banyak YANG MAHA…

        apakah itu benar?, TIDAK karena kita sudah tahu bahwa TUHAN ADALAH ESA, ADALAH SATU..

        lalu bagaimana dong?
        nah gunakanlah prinsif SATU/ESA dalam praktek uang logam di atas, yang tidak ada makna pengertiannya di kamus besar bahasa indonesia, yaitu

        Yang MAHA ADIL hanya satu (sifat)
        YANG MAHA KASIH hanya ada satu (sifat)
        YANG MAHA PENYAYANG hanya satu (sifat)
        dst…
        akhirnya apa?
        maka jika itu sifat maka tidak dapat jumlahkan karena bukan angka, bukan numerik. sehingga
        akan hanya SATU/ESA sifatNYA MAHA…TIDAK ADA yang lain, tidak ADA YANG SAMA… YANG ADIL tidak dapat dikatakan MAHA ADIL jika TIDAK MAHA KUASA d.l.l dan seterusnya dan sebaliknya..

        Jadi kalau saudara memakai numerik kepada TUHAN, maka wajar saudara susah mengerti TRITUNGGAL dan wajar menolak YESUS…

        salam

      • @Om Parhobass

        akhirnya apa?
        maka jika itu sifat maka tidak dapat jumlahkan karena bukan angka, bukan numerik. sehingga
        akan hanya SATU/ESA sifatNYA MAHA…TIDAK ADA yang lain, tidak ADA YANG SAMA… YANG ADIL tidak dapat dikatakan MAHA ADIL jika TIDAK MAHA KUASA d.l.l dan seterusnya dan sebaliknya..
        Jadi kalau saudara memakai numerik kepada TUHAN, maka wajar saudara susah mengerti TRITUNGGAL dan wajar menolak YESUS…
        Yang ada dalam bahasa Indonesia adalah: Tuhan Yang Maha ESA

        :
        :
        Maaf Om, menurut kaidah bahasa Indonesia kata “Maha-” adalah bentuk terikat yg berarti: 1. = sangat; amat; teramat: dan 2. = besar; menyangkut makna dan bentuk kata yg mengikutinya.
        :
        Ketika kata MAHA yg disandingkan dengan ajektif/kata SIFAT (mis. besar-kecil-adil-kuasa dll) maka artinya adalah tak ada sesuatupun yg MEMILIKI SIFAT yg MELEBIHI SIFAT tsb.
        Namun ketika kata MAHA disandingkan dengan kata numerik, maka artinya tidak ada EKSISTENSI lain DILUAR yang SATU tsb.
        :
        :
        Aspek NUMERIK suatu entitas sama sekali bukan penentu dan tak ada sangkut pautnya dengan eksistensi [kuantitas] SIFAT. Oleh sebab itu betapa naifnya jika kata MAHA ESA (aspek numerik/eksistensi) dimaknai sebagai meniadakan eksistensi SIFAT atau SIFAT-SIFAT.
        :
        Om pasti tahu bahwa MATAHARI pd sistim tata-surya kita hanya ada SATU.
        Bagi seluruh penghuni sistem tata-surya kita, MATAHARI jelas adalah MAHAESA.
        Pertanyaannya, apakah ketika Matahari MAHA ESA, dia lantas kehilangan SIFAT-nya? TIDAK!! Bumi dan seisinya termasuk seluruh umat manusia (terlebih bagi manusia yg hingga saat ini masih terus menyembah Matahari dan menyebutnya MAHA ESA), matahari sangat memiliki MAHA SIFAT, a.l. Maha-besar, Maha-panas, Maha-memberi; Maha-menerangi dll).

        Maka dari itu, pernyataan/konklusi Om bahwa …..sehingga akan hanya SATU/ESA sifatNYA MAHA…TIDAK ADA yang lain, tidak ADA YANG SAMA… YANG ADIL tidak dapat dikatakan MAHA ADIL jika TIDAK MAHA KUASA d.l.l dan seterusnya dan sebaliknya.. benar-benar sebuah pernyataan/konklusi yg……….(maaf) tidak relevan dan sama sekali tidak masuk akal!!
        :
        Sebagai contoh lainnya, fanya sangat meyakini bahwa sosok fanya atau sosok Om Parhobas di jagat raya ini,PASTI diciptakan HANYA SATU ORANG saja. Kalaupun ada orang lain di dunia ini yg benar-benar mirip, pasti dia bukan Om, melainkan hanya mirip. Dia pasti bukan Parhobass yg ini, yg terlahir dari orang tua, di tempat dan waktu yg betul-betul sama…. Maka dari itu “Parhobass” pasti hanya SATU!
        Nah dikaitkan dengan aspek numerik Om Parhobass selaku SOSOK yg Maha SATU, apakah dgn begitu Om Parhobass jadi tidak memiliki SIFAT apapun? Punya bukan? bahkan pasti banyak sifat yg dimiliki Om.
        :
        Demikian dasar keberatan fanya atas argumen Om bahwa label MAHA ESA akan menghilangkan label Maha-maha lainnya.
        :
        Salam

      • @fanya

        Dalam persepektif manusia coba saudara lihat kenyataan berikut ini:

        Maha Penyayang <— Sangat menyayangi <— numerik 1
        Maha Adil<— Sangat adil<— numerik 1

        Jika sudah numerik berarti dua identitas dan dua entitas yang terpisah.

        Jika dikatakan numerik maka pasti bisa dipakai operasi matematika.
        Karena numerik satu maka Maha Adil (1) bisa dijumlahkan dengan Maha Penyayang (1), jumlahnya 2.
        Jika kita pakai numerik, maka murni tidak ada pertemuan antara Yang Maha Penyayang dengan Yang Maha Adil, karena berbeda entitas.

        Tetapi jika kita gunakan sifat sesuai ECHAD Ibrani, meski diterjemahkan Satu/Tunggal/Esa, persis seperti sebuah koin logam. Meski satu (numerik), tetapi ada sifat yang dibawanya, yaitu, ada wajah gambar dan ada wajah lambang. Yang Maha Adil memiliki sifat Maha Penyayang juga. Yang Maha Adil tidak bisa disebut Maha Adil kalau IA TIDAK MAHA Penyayang, kira2 begitu sederhananya.

        Parhobas/Fanya/Matahari tidak bisa disebut Maha ESA karena sifat Maha yang lainnya tidak melekat.
        Tetapi karena saudara menganggap ESA sebagai satu (numerik), maka tepat Parhobas/Fanya/Matahari menjadi mahaesa,…dan disinilah bahayanya, akan ada milyaran bahkan triliyunan yang maha esa, semetara TUHAN adalah MAHAESA, dan TIDAK ADA YANG LAIN SELAIN DIA, lha koq bisa ada fanya dan matahasi serta triliyunan yang lainnya yang juga mahaesa?
        Bagaimana kita membedakan fanya/parhobas/matahari? yaitu melalui sifat yang melekat padanya, meski hanya satu/esa/tunggal, persis seperti pengertian ECHAD pada bahasa Ibrani, yang mana tidak terdefenisi pada KBBI meski prakteknya bisa ditemukan dengan mudah. Sifat itu melekat pada kita, dan semua sifat itu bisa membedakan kita, juga sekaligus dapat dibandingkan dengan sifat Yang Maha tadi, artinya begini, kita bisa adil, kita bisa menyayangi, tetapi sifat adil dan menyayangi itu tidaklah ada apa2nya jika dibanding dengan Yang Maha ADIL dan Yang Maha Penyayang tadi. Bahkan kita tidak bisa sekaligus adil dan sekaligus penyayang…

        jadi ketika TUHAN berkata AKU MAHA ESA,.. maka jangan menilai itu sebagai satuan numerik, bahaya, artinya lagi sebenarnya saudara tidak mempercayai TUHAN sama sekali…tetapi pandanglah itu sebagai sifatNYA, karakterNYA… KARAKTER/SIFAT YANG TIDAK ADA BANDING dan TIDAK ADA YANG SAMA seperti DIA, itulah YANG disingkat menjadi tidak ada ilah/tuan/allah selain TUHAN (YHWH)…
        sekali lagi kalau kita katakan sebagai numerik, maka klaim allah saudara yang mengaku maha esa dan kalim “tidak ada tuhan selain allah” menjadi tidak ada arti, buktinya seperti kata saudara ternyata matahari bisa juga mahaesa…

        salam

      • @Om Parhobass
        “sekali lagi kalau kita katakan sebagai numerik, maka klaim allah saudara yang mengaku maha esa dan kalim “tidak ada tuhan selain allah” menjadi tidak ada arti, buktinya seperti kata saudara ternyata matahari bisa juga mahaesa…”
        :
        :
        =====
        Om, jangan samakan Tuhan dgn Matahari & fanya dong (meskipun hingga sekarang msh banyak manusia modern dan terpelajar di timur maupun barat yg tetap menuhankan Matahari).
        :
        TUHAN jelas BERBEDA dgn Matahari, fanya, Parhobass dll, meski kesemuanya memiliki kemiripan dalam SIFAT.
        :
        Tuhan = PENCIPTA = Khalik.
        Matahari, fanya, Parhobass dll adalah Ciptaan = Mahluk.
        :
        Semua yg berwujud (berdimensi) PASTI MEMILIKI SIFAT LEBIH DARI SATU meski dari aspek wujud secara numerik dia adalah satu-satunya (Esa). TUHAN yg MAHA ESA [numerik] pasti mampu menciptakan MAHLUK2 yg tunggal/esa yg memiliki multi sifat bukan?
        :
        TUHAN yg MAHA ESA [numerik] jelas dan harus memiliki banyak sifat MAHA a.l. MAHA KUASA [sifat]; MAHA ADIL [sifat]; MAHA PENYAYANG [sifat] dst..dst. TUHAN yg MAHA ESA [numerik] MUSTAHIL jadi DUA [numerik; TIGA [numerik] dan numerik-numerik lainnya karena sebuah numerik menjadi BATASAN thd numerik lainnya.
        :
        Dari analogi COIN yg Om sampaikan jelas terlihat bhw SATU (sebuah) coin/mata uang MUSTAHIL masing-masing sisinya DIPISAH dan berdiri sendiri-sendiri tetap dalam kapasitasnya sebagai COIN. Setiap sisi coin harus MENYATU dalam SATU COIN. Jika dipaksa dipisahkan antara muka bernomor dan muka bergambar, maka keduanya sekedar menjadi DUA KEPING GAMBAR yg BUKAN MATA UANG dan tidak berlaku!!! patutkah pecahan coin tadi disebut COIN? Berlakukah pecahan tsb sebagai mata uang??? TIDAK bukan?
        :
        Jikalau sebuah keping Coin mata uang saja hanya VALID ketika EKSISTENSI/WUJUDnya menyatu, tak berpisahan,………… APALAGI TUHAN…….???? Mustahil TUHAN TERPISAH DALAM BEBERAPA WUJUD!
        :
        Dalam kaitan ini, sebutan Maha ESA adalah ungkapan yg menegaskan bahwa dia BENAR-BENAR (mustahil) dipisah dalam aspek EKSISTENSINYA!
        :
        Mengenai SATU WUJUD dengan banyak SIFAT, Tuhan pasti bisa dan hampir dapat dipastikan telah menciptakan SATU fanya/Parhobass
        di jagat raya ini, yang ternyata (fanya maupun Parhobass) TIDAK ESA dlm SIFAT, karena terbukti MEMILIKI BANYAK SIFAT!
        :
        salam

      • @fanya

        Justru karena kita imanilah bahwa TUHAN itu tidak dapat dipisahkan sifat-sifatNYA, maka kita tidak harus memaksakan kata ESA/SATU/TUNGGAL yang melekat pada TUHAN sebagai numerik, meski KBBI mengkategorikan kata ini sebagai kata numerik. Tetapi dalam prakteknya kata itu bisa tidak numerik, buktinya banyak.

        Dan karena TUHAN berbeda dengan matahari dan parhobass dan fanyalah maka matahari, parhobass, fanya tidak bisa disebut mahaesa, justru saudara mengatakan matahari bisa disebut mahaesa….

        perhatikan pondasi pemikiran saudara berikut:
        Matahari bisa disebut mahaesa, dilihat dari numerik, menjadi sama dengan 1
        Fanya bisa disebut mahaesa, dilihat dari numerik, menjadi sama dengan 1

        akibatnya logis dan konsekuensinya adalah..
        Yang Maha Adil adalah Maha Esa, maka sama dengan 1 numerik
        Yang Maha Penyayang adalah Maha Esa, maka sama dengan 1 numerik

        Yang Maha Adil menjadi berbeda dengan Penyayang, karena masing-masing memiliki entitas berbeda sebanyak 1…

        dan bahanya yang lain adalah jika dipaksa numerik, maka operasi matematika bisa berlaku kepada TUHAN? … OMG…

        Fanya persepsi saudara terhadap TUHAN YANG MAHA ESA sudah sangat susah dirobah, sepertinya, sedemikian makanya susah saudara menerima KRISTUS…

        salam

  13. @Om Parhobass
    Yang Maha Adil menjadi berbeda dengan Penyayang, karena masing-masing memiliki entitas berbeda sebanyak 1…
    dan bahanya yang lain adalah jika dipaksa numerik, maka operasi matematika bisa berlaku kepada TUHAN? … OMG…

    :
    :
    =======
    Maaf Om Par, mhn dibedakan (karena memang beda) antara ENTITAS dengan SIFAT.
    ENTITAS menurut KBBI: en·ti·tas /éntitas/ n satuan yg berwujud; wujud (Tuhan, Matahari, Manusia, Api, Gas, Dzat dll).
    :
    SIFAT menurut KBBI: <si·fat n 1 rupa dan keadaan yg tampak pd suatu benda; tanda lahiriah: 2 peri keadaan yg menurut kodratnya ada pd sesuatu (benda, orang, dsb): salah satu — anjing adalah setia kpd tuannya; 3 ciri khas yg ada pd sesuatu (untuk membedakan dr yg lain) 4 dasar watak (dibawa sejak lahir); tabiat: ia tidak mempunyai — kesatria;
    :
    ENTITAS yg SATU/ESA bisa memiliki MULTI SIFAT.
    :
    Perhatikan contoh no. 2 dari KBBI diatas yg berbunyi :
    salah satu — anjing adalah setia kpd tuannya
    :
    Anjing adalah SEBUAH/SATU ENTITAS. 1 Anjing [numeric] terbukti memiliki lebih dari SATU SIFAT yg salah satu diantaranya adalah SETIA [sifat] kepada tuannya.
    Sifat lain yg dimiliki ENTITAS ANJING selain setia adalah: Cerdas; Tajam penciuman; Pendengarannya sensitif; Buas dll……
    :
    Demikian pula Matahari.
    Bagi Bumi dan seluruh penghuni Solar System, Matahari jelas adalah sebuah ENTITAS TUNGGAL yang ESA. Tak ada Matahari lain yg berkuasa thdp Solar System ini. Namun demikian, meski Matahari ini Tunggal (ESA) dalam aspek numeric, dia TERBUKTI memiliki BANYAK SIFAT, a.l. Teramat Panas; Berukuran Paling Besar; Sangat Berpengaruh terhadap Kehidupan; Memiliki Daya Tarik yg sangat kuat dll……….
    :
    Mengapa bisa begitu? karena MAHA ESA SELAKU PREDIKAT dari TUHAN adalah merujuk dan mematok pada JUMLAH [numerik] ENTITAS TUHAN, BUKAN merujuk pada SIFAT; —–> artinya hanya ada SATU ENTITAS (TUHAN)!

    “MAHA ESA” dalam kapasitas sbg SIFAT TUHAN, berjalan seiring dengan SIFAT-SIFAT TUHAN LAINNYA, sehingga numerik TUHAN yg ESA/SATU, memiliki MULTI SIFAT MAHA.
    :
    Konklusi Om yg mengatakan bahwa:
    Yang Maha Adil adalah Maha Esa, maka sama dengan 1 numerik
    Yang Maha Penyayang adalah Maha Esa, maka sama dengan 1 numerik” ….

    :
    Benar-benar menafikan fakta yang ada bahwa SATU NUMERIK [ENTITAS] hakekatnya memiliki MULTI SIFAT!

    Salam

    • @fanya

      koq lama2 argument saudara menguatkan argument saya yah….

      intinya begini;
      kalau saudara mengimani “Allah adalah ESA” ,maka kata “Esa” itu jangan mutlak saudara anggap sebagai numerik, karena ada sifat yang melekat, KBBI tidak menjelaskannya meski prakteknya sudah saya sebutkan banyak.

      Yang Maha ADIL adalah pasti MAHA ESA, karena saudara mengatakan ESA adalah numerik maka besarannya adalah 1
      Yang Maha Penyayang adalah pasti MAHA ESA, maka saudara mengaakan ESA adalah numerik maka besarannya adalah 1..
      dan seterusnya…

      apakah terus semua yang 1 ini dapat dijumlahkan? tidak karena itu adalah sifat/karakter…
      kan MAHA ESA adalah SATU, koq ngga bisa dijumlahkan? karena JELAS BUKAN NUMERIK seperti anggapan saudara, melainkan SIFAT yang melekat kepada ke-SATU-an itu.

      kalau ESA itu diartikan mutlak numerik maka semua Yang Maha itu dapat djumlahkan….

      Anjing memiliki sifat unik sehingga kita ketahui itu adalah anjing benaran, tetapi meski demikian Anjing tidak pernah disebut Maha Esa.
      Anda saja yang ngawur mengatakan matahari, parhobass, fanya bisa disebut Maha Esa.

      salam

      • @Om Parhobass

        Yang Maha ADIL adalah pasti MAHA ESA, karena saudara mengatakan ESA adalah numerik maka besarannya adalah 1
        Yang Maha Penyayang adalah pasti MAHA ESA, maka saudara mengaakan ESA adalah numerik maka besarannya adalah 1..

        :
        :
        ===> Dari statement diatas yang mengaitkan ADIL dan PENYAYANG (sifat) dengan ESA (numeric/entitas) tampak sekali bahwa Om RANCU atau mungkin malah sengaja MERANCUKAN bahwa SIFAT = ENTITAS.

        :
        Berangkat dari pemikiran tsb Om mengatakan Maha ADIL adalah sebuah ENTITAS; Maha PENYAYANG = sebuah ENTITAS; Maha KUASA = sebuah ENTITAS …..dst sehingga untuk 3 SIFAT tsb MESTINYA ada TIGA ENTITAS YG BERBEDA.
        :
        Baiklah jika Om masih bingung mengenai perbedaan ENTITAS dengan SIFAT fanya ganti analogi istitah ESA (ENTITAS) dengan sosok Parhobass.
        :
        1. Parhobass adalah SATU-SATUNYA (entitas) pengelola Blog Hakadosh.
        2. Parhobass adalah sosok yg CERDAS (sifat) bukan Maha Cerdas.
        3. Parhobass adalah sosok yg PENYAYANG (sifat) bukan Maha Penyayang
        4. Parhobass adalah sosok yg BERPENGETAHUAN (bukan Maha Tahu)
        5. Parhobass adalah…… dst dst (memiliki sifat-sifat lainnya).
        :
        Dari fakta diatas, meski Parhobass punya BANYAK SIFAT yg sekaligus merujuk sebagai IDENTITAS dirinya, tetapi wujud (ENTITAS) Parhobass selaku pengelola blog Hakadosh di jagat maya ini HANYA SATU bukan???
        :
        Untuk tampil sebagai sosok cerdas, tidak muncul sosok Parhobass dengan ukuran kepala luar biasa, tetap sebagaimana umumnya.
        Untuk tampil sbg sosok penyayang, tak perlu sosok Parhobass dgn raut muka yg keibuan…… dst.
        :
        Sosok/wujud/entitas Parhobass pasti tetap (konsisten) hanya satu (numerik) meski sifat/karakter Parhobass macam-macam atau inkonsisten.
        :
        Jadi ESA/SATU merujuk pada eksistensi entitas/wujud sedangkan ADIL, KUASA, PENYAYANG dll merujuk pd SIFAT2/karakter yg bisa dimiliki wujud yg satu tsb.

        Salam

      • @fanya

        saya faham betul diskusi ini…
        saya berangkat dari ESA yang diartikan saudara sebagai SATU numerik.. jka numerik maka ESA harus dan mutlak selalu akan sama dengan SATU…tetapi, konon Sila pertama tidak pernah disebut Ketuhanan yang maha satu, tetapi enaknya, entah bagaimana,selalu disebut Ketuhanan yang maha esa. karna kalau berangkat dari KBBI seharusnya itu sama saja bukan?

        Dari diskusi ini kita sekarang sudah tahu bahwa meski KBBI menjelaskan ESA sebagai numerik, maka TUHAN dalam hal ESA tidak dapat disematkan murni numerik, seperti penjelasan yang sudah saya sebutkan, dan juga sudah saudara ulang di atas sebagai penguatan argument saya.

        Kenapa tidak bisa numerik mutlak? karena ada sifat yang melekat pada ke-numerik-an dari kata ESA, yang sekali lagi tidak disebutkan oleh KBBI.

        Kenapa tidak bisa numerik mutlak?, sudah saya jelaskan melalui pendekatan KOIN bermuka dua, yang mana dua-duanya dari wajah itu harus ada dan satu supaya lengkap disebut satu koin.

        Kenapa tidak bisa numerik mutlak?, karena ada keterikatan, yang mana YANG MAHA ADIL adalah sama dengan YANG MAHA PENYAYANG, dan YANG MAHA lainnya… YANG MAHA itu adalah SATU, ESA… tidak terpisahkan…

        Apa bahayanya kalau disematkan numerik murni?
        bahayanya adalah bahwa MAHA-MAHA di atas juga harus disematkan sebagai entitas-entitas yang tidak terikat pada ke-ESA-an,melainkan entitas murni terpisah… seperti kata2 saudara muslim, “tidak ada yang bercampur baur dan tidak diperanakkan atau tidak memperanakkan…” (kata2 saya yang sederhanan saja sebagai pengingat), jadi Yang Maha Adil tidak bercampur baur, tidak diperanakkan dan sebagainya,… tetapi mendengar penjelasan ini kita harus teringat kepada kesamaan dari Yang tidak bercampur-campur ini dengan Yang Maha Penyayang yang juga tidak bercampur-campur, tidak diperanakkan dan sebagainya…
        karena itulah kita tidak dapat menggunakan ESA/SATU menjadi numerik murni…
        numerik murni itu menjadikan yang tidak bercampur-campur itu terpisah, karena menjadi terpisah, dan digunakan dalam numerik mutlak, maka semua YANG MAHA menjadi dapat dijumlahkan….maka berangkat dari 99 asma allah saudara, menjadi dapat diartikan sebagai 99 allah-allah…jelas itu akan menyangkal iman ketahudihan saudara.. dan jelas bertentangan dengan ESA/SATU dari TUHAN SEMESTA ALAM….

        ada 8 hukum cara interpretasi, carilah itu, sehingga dapat membantu saudara bagaimana bahasa2 dari timur tengah sana harus diinterpretasikan dengan benar meski ketika penerjemahan kata terjemahan menggunakan kata yang kemungkinan butuh penjelasan lebih lanjut.
        Contoh kalimat:

        Dia makan nasi goreng.
        secara penerjemahan kalimat ini benar dan tepat.
        tetapi secara interpretasi bisa membawa kepada kesesatan.. yaitu di KBBI kata ini hanya diterjemahkan sebagai:
        dia [pron] persona tunggal yg dibicarakan, di luar pembicara dan kawan bicara; ia
        tidak menjelaskan bahwa kata “dia” bisa dia perempuan dan bisa dia laki-laki…

        pikirkanlan itu dalam mempelajari kata ESA/SATU..yang mana akan sama seperti penjelasan saya

        salam

  14. => saudara menulis
    .
    Dalam persepektif manusia coba saudara lihat kenyataan berikut ini:

    Maha Penyayang <— Sangat menyayangi <— numerik 1
    Maha Adil<— Sangat adil saya sedikit menambahkan mungkin kurang lebihnya sama dengan mbak fanya. saudara harus ingat bahwa Tuhan itu Maha segala, jika kemudian saudara menganggap
    Maha Penyayang <— Sangat menyayangi <— numerik 1
    Maha Adil<— Sangat adilPrespektif ini yang salah, yang saudara tuliskan itu Sifat bukan Entitas. jadi tidak bisa dijadikan numerik. Maha penyayang tidak bisa dikatakan milik 1 Tuhan dan Maha adil untuk 1 Tuhan yang lainnya, tapi justru dengan ke MAHA an Tuhan itulah semua itu masuk menjadi keEsaan dalam diri Tuhan. semua itu tidak berpengaruh terhadap Entitas, karena Entitas tetap Esa. hanya memiliki sifat yang banyak.
    .
    =>jika saudara mengatakan Tuhan itu Maha Penyayang maka Dia juga bisa menjadi Maha Adil apa bukti keEsaanya? sampai kapanpun dan dalam kondisi bagaimanapun, sifat ini tidak boleh hilang dari Tuhan, itulah kenapa Entitas tetap 1 hanya sifat keMAHA annya yang banyak.
    .
    tapi dalam kasus Bapa/Yesus/Roh Kudus, mereka bukan lagi Sifat, tapi juga Entitas. kenapa Entitas? karena mereka mempunyai 3 pribadi yang berbeda dan 3 sifat yang saling bertolak belakang. bahkan saudara mengatakan bahwa mereka tidak bisa saling menggantikan dan tidak bisa di persamakan. Bapa tidak bisa digantikan oleh anak, roh juga tidak bisa digantikan oleh Bapa begitu terus. berarti ini Entitas dan bisa dijumlahkan secara numerik
    .
    Sifat
    Bapa–>Maha Kuasa, Kekal, Maha Pencipta, Maha Pemberi dan Maha Pengabul Do’a, Maha Besar, Pengutus, Maha Tau
    .
    Yesus–>Tidak Berkuasa atas dirinya, Fana, Tidak bisa menciptakan, Berdo’a kepada Bapa, Menganggap Bapa lebih besar dari dirinya, Utusan Bapa, Tidak tahu kiamat dan musim buah ara, objek Pengujian.
    .
    Roh kudus–> Menuruti perintah Bapa. mempunyai kuasa memberikan ijin mencobai
    .
    => maka ini adalah Entitas, sifat berbeda, pribadi berbeda. tidak bisa saling menggantikan dan tidak bisa dipersamakan. maka Esa dalam hal apa? satu dalam hal apa?

    • @habib

      Perhatikan pondasinya saudara Habib…
      TUHAN adalah MAHA ESA,… nah dalam perspektif fanya MAHA ESA adalah 1 (satu) numerik, entitasnya satu
      oleh karena itu;
      YANG MAHA ADIL adalah Yang MAHA ESA karena itu = 1
      YANG MAHA KASIH adalah Yang MAHA ESA karena itu = 1..
      dst
      maka YANG MAHA ESA adalah penjumlahan dari semua Yang MAHA itu…
      jelas itu salah, masak YANG MAHA dijumlah-jumlahkan…itu salah karena fanya dan saudara menganggap MAHA ESA itu berbicara tentang numerik.

      Kenapa disebut TUHAN MAHA ESA? karena meski IA MAHA ADIL, IA JUGA MAHA KASIH dst, jadi YANG MAHA itu saling terikat, Satu. Kata Satu ini dalam bahasa Indonesia memang murni numerik, tetapi dalam prakteknya banyak hal yang membuktikan itu tidak murni numerik, itulah diskusi saya dengan saudara fanya.

      Tritunggal itu Satu Entitas, yaitu ROH, jadi ALLAH itu adalah ROH…

      Bapa adalah ROH
      Firman adalah ROH
      Roh Kudus adalah ROH…

      Meski ALLAH adalah ROH, tetapi IA juga MAHA KUASA, IA bisa menjadi manusia, namanya juga serba bisa, maha kuasa….itulah Firman menjadi manusia, yaitu YESUS namaNYA. Tidak ada salahnya bisa menjadi manusia, selama dalam keadaan manusianya dia dapat mempertahankan karakternya dan tidak mengikutui karakter manusia itu sendiri. Karakter ALLAH adalah menyelamatkan, sedemikian YESUS juga menyelematkan, meski pernah menjadi manusia.

      Tidak ada pertentangan dari Bapa, Firman dan Roh Kudus, karena entitasNYA SATU,
      meski Firman pernah menjadi manusia, tetapi IA tidak pernah berntentangan dengan BAPA/Roh Kudus, karena IA melakukan apa yang Bapa lakukan, IA adalah Satu dengan Bapa.

      Kenapa saudara terpatri kepada YESUS yang pernah menjadi manusia dan bukan kepada YESUS yang telah DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH?
      karena saudara tidak mempercayai ALLAH, jadi kesalahan pertama ini membawa saudara kepada kesalahan2 berikutnya.

      salam

      • Saudaraku parhobass …

        Allah TUHAN yang ESA …
        Kalau disebutkan sebagai persoalan NUMERIK … Satu …
        Ya memang begitulah adanya …
        Tapi kalau sifat-sifat Allah dijumlahkan ?
        Ya TIDAK SATU ?
        Namanya saja penjumlahan … Yang artinya MENAMBAH …

        BEDA kalau sifat-sifat itu di MERGE … Maka ALLAH itu ESA ADANYA …

        Setiap penjumlahan akan menambah …
        Penambahan itu tentunya ada syaratnya …
        Yaitu … Adanya KESAMAAN OBYEKnya …
        Kalau OBYEKnya TIDAK SAMA maka TIDAK BISA MENAMBAH …
        Ambil contoh …
        1 ekor ayam ditambah 1 ekor kambing ya tetap 1 ekor ayam dan 1 ekor kambing
        BEDA kalau …
        1 ekor ayam ditambah 1 ekor ayam maka ada 2 ekor ayam
        Jadi …
        Kalau 1 ekor ayam ditambah 1 ekor kambing …
        Ada 2 ekor binatang (umum dan tidak spesifik)… BENAR tapi MEMBINGUNGKAN …
        Ada 2 ekor vertebrata (Sudah spesifik tapi tetap saja membingungkan) …

        Maka PENJELASAN soal ESANYA TUHAN …
        Dapat dikaitkan dengan TIDAK MASUKNYA dalam HIMPUNAN apapun …
        Apapun yang SELAIN TUHAN …
        PASTI pengertiannya masuk dalam suatu HIMPUNAN …
        Sebutir pasir … merupakan anggota himpunan dari pasir
        Matahari … merupakan angggota himpunan dari bintang …
        Nyi Roro Kidul … merupakan anggota himpunan dari JIN
        Malaikat Izrail, Jibril dsb … merupakan anggotan himpunan dari MALAIKAT
        Apapun juga …
        PASTI menjadi anggota himpunan …
        HANYA TUHAN lah yang TIDAK MENJADI ANGGOTA HIMPUNAN …

        Kalau ada yang menyatakan A adalah TUHAN ?
        Sedangkan A itu masih anggota himpunan dari sesuatu ? Maka A itu BUKAN TUHAN
        Yesus yang dianggap sebagai TUHAN ?
        Sedangkan YESUS itu sendiri adalah MANUSIA …
        Maka YESUS itu BUKAN TUHAN
        Karena YESUS itu masih termasuk MANUSIA …

        Kalau yang TIDAK MENJADI ANGGOTA HIMPUNAN itu …
        Yang berarti TUHAN …
        Menyatakan dirinya ALLAH ?
        Kenapa KITA TIDAK PERCAYA ?

        TERUS …
        ALLAH yang TUHAN itu MENUNJUK UTUSANNYA …
        Untuk memberikan PENJELASAN persoalan-persoalan …
        Yang MANUSIA TIDAK TAHU kalau TIDAK DIBERITAHU ?
        Padahal itu TERAMAT SANGAT PENTING bagi MANUSIA itu sendiri …

        Soal kemanakah TUJUAN MANUSIA itu ?
        Soal siapakah TUHAN yang BENAR itu ?
        Soal KEBANGKITAN …
        Soal AKHIRAT …
        Dan banyak SOAL yang lain …
        DEMI kepentingan manusia itu sendiri …

        Ini dapat dicontohkan dengan ORANG TUA yang MENYURUH ANAKNYA BELAJAR …
        BELAJAR itu untuk ORANG TUANYA ? Atau ANAKNYA ?
        Kalau suatu PILIHAN BEBAS itu diberikan ke ANAK …
        Apalagi ANAK yang MASIH KECIL …
        PILIH yang MANA … TERSERAH …
        Mau BELAJAR atau MAIN GAME ONLINE ?
        Maka MUTLAK yang MENANG adalah PILIHAN untuk MAIN GAME ONLINE …
        Kalau TERUS-TERUSAN MAIN GAME ONLINE tanpa MAU BELAJAR ?
        HASILNYA PREDICTABLE bukan ?

        ALLAH yang menunjuk UTUSAN itu …
        TERNYATA …
        Dari PENGALAMAN …
        Para UTUSAN ini memiliki kriteria PARIPURNA atau TOP MARKOTOP untuk menjadi UTUSAN ALLAH …
        Sehingga siapapun dia SAAT menentang para UTUSAN ini …
        PENENTANGANNYA itu TERASA SUMIR alias SANGAT LEMAH …

        Tapi TERNYATA …
        Sebagian PENGIKUT yang juga berarti PENGAGUM ini …
        Melakukan OVER ACTING …
        Dengan menjadikan UTUSAN ALLAH yang PARIPURNA atau TOP MARKOTOP ini … Adalah ALLAH SENDIRI ?

        Inilah yang terjadi pada YESUS …
        Hal ini didasarkan pada …
        PERTAMA, KONSEP TRINITAS sebagai ke ESAAN TIDAK TERBUKTI saat di SURGA ..
        YESUS duduk di sebelah KANAN ALLAH …
        Dapat diartikan YESUS BUKAN ALLAH
        a. Ada YESUS … Ada ALLAH (2 ENTITAS yang BERBEDA)
        b. ROH KUDUSNYA TIDAK MUNCUL … Kalau TRINITAS … Harusnya ROH KUDUS itu MUNCUL juga karena TEATERnya adalah di SURGA … Tapi TERNYATA TIDAK MUNCUL …

        KEDUA, adanya PENGIKUT SAKSI YEHOVA (SY). KITAB yang dipakai adalah ALKITAB juga tapi saat menjelaskan masalah YESUS, mereka PERCAYA 100% bahwa YESUS itu hanya UTUSAN ALLAH. BUKANNYA ALLAH itu SENDIRI.

        KEPERCAYAAN SAKSI YEHOVA ini PERSIS SAMA dengan KEPERCAYAAN ISLAM yaitu bahwasanya ISA itu hanyalah seorang NABI (UTUSAN) ALLAH … Tapi MAYORITAS KRISTEN justru PERCAYA bahwa YESUS itu ya ALLAH itu SENDIRI ? Tapi SAAT DIKEJAR sejumlah PERTANYAAN … berkaitan dengan SIFAT Ke TUHANAN yang ABSOLUT …
        Jawabannya … dilarikan ke sisi kemanusiaan YESUS yang RELATIF …
        Tapi saat diinformasikan sisi kemanusiaan YESUS …
        Para PENGIKUTNYA TIDAK MAU MENERIMA juga … Karena dipercayai bahwa YESUS memiliki sisi ILAHIAH ?

        Bukankah hal ini SAMA dengan ORANG TUA yang MENYURUH ANAKNYA BELAJAR ?
        Bagaimana MAU BELAJAR ? Kalau hati dan pikirannya MENDAMBAKAN … Main Game Online ?

        Siapa sich yang PERCAYA akan ALLAH SWT yang AHAD atau ESA ?
        Siapa sich yang PERCAYA bahwa setelah KEHIDUPAN DUNIA ini ada KEHIDUPAN AKHIRAT ?
        Siapa sich yang PERCAYA ada KIAMAT ? Ada MAHSYAR (Tempat PENGUMPULAN MANUSIA ? Ada MIZAN (TIMBANGAN) ? Ada SIRAJ (Jalan) menuju ke SURGA ? Dsb ?

        Mayoritas akan MENJAWAB …
        Nanti ya NANTI … Bagaimana NANTI saja ?
        Ah itu DONGENG ?
        itu akan saya lakukan kalau sudah TUA saja ?
        Mana MUNGKIN … seseorang sudah jadi TANAH akan dibangkitkan ? Sebelum ke soal KEBANGKITAN ? Dibangkitkan dulu NENEK MOYANG dahulu sebagai BUKTI memang nantinya akan ada KEBANGKITAN setelah KEMATIAN ?
        Dan banyak sekali berondongan pertanyaan yang diarahkan ke yang PERCAYA akan ALLAH & AKHIRAT ?

        Bukankah seperti itu kenyataannnya ?

      • Saudara Hari,
        Bicara Tuhan Maha Esa sepertinya memang tidak ada gunanya bagi kita, sebab memang Alkitab sebagai pegangan Kristen jelas dan tegas menjelaskan mengenai ke-Esa-an TUHAN, yang tidak dapat ditawar-tawar.

        Perbedaan TUHAN yang kami imani dengan allah yang saudara imanilah yang memisahkan kita. Tuhan kami Alkitab katakan selalu berinteraksi langsung dengan manusia, Ia sering turun sendiri ke bumi untuk menemui manusia, demi menyampaikan rancangan dan kehendak Dia, sangat berbeda dengan allah saudara. Nah berangkat dari sinilah maka timbul pertanyaan, jika Tuhan turun tangan langsung melawat manusia, apa misi terbaik, apa tujuan tertinggi, apa cara yang benar dan sebagainya, nah oleh karena itulah ada istilah nubuatan, ada Kitab Suci, ada nabi, ada Rasul.

        Kehendak yang disampaikan adalah lebih baik disampaikan oleh si Punya kehendak, bukan dengan perantara sekalipun malaikat. Dalam hal inilah TUHAN yang adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus, mengutus Firman menjadi manusia, dinamai Yesus. Meski pernah menjadi manusia, tetapi Ia bukan manusia biasa, ada yang berbeda dengan Yesus, Dia adalah Kristus, Mesias, Al Masih.
        Sedemikian Yesus tidak terpatri menjadi manusia selamanya, sebab sekali lagi Dia adalah Kristus, bahkan Dia adalah Firman, artinya keadaan manusia harus Ia jalani untuk sementara, nah saudara jangan menjadi tersalib kekal di dalam keadaan manusiaNya itu, tetapi pandanglah Yesus dengan benar, pandang dari pra eksistensi menjadi manusia, dan pandang Dia dari kebangkitanNya.
        Kebangkitan dan kenaikan ke sorga semakin menjelaskan bahwa Ia adalah Firman yang turun dari sorga. Nah jika saudara memandang dengan benar sedemikian itu niscaya saudara dan teman saudara saksi Jehova it akan bertelut lutut di bahwah kuasa Kristus.

        Selama saudara tidak berani melihat dengan benar, selamanya saudara akan menghina Tuhan Semesta Alam, hati-hatilah, pikirkan dengan matang-matang.

        Tuhan Yesus mengasihi kita semua

  15. @Om Parhobass

    Dalam hal inilah TUHAN yang adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus, mengutus Firman menjadi manusia, dinamai Yesus. ……. Dia adalah Firman, artinya keadaan manusia harus Ia jalani untuk sementara,
    :
    :
    ===
    Dari statemen Om diatas, jelas sekali bahwa:
    1. TUHAN terdiri dari 3 Oknum, tidak ESA.
    2. Dari ke 3 Oknum tsb yg kuasa dan mampu memerintahkan bahkan mengharuskan (memaksa) Firman turun ke bumi dalam wujud manusia, adalah Bapa.
    :
    Yg fanya herankan, kenapa Yesus yg selalu disebut dan dipuja? kenapa bukan Bapa (Allah) yg dipuja? bukankah Firman turun ke bumi menjadi manusia karena perintah Allah? Bukankah semua itu bukti cinta kasih Bapa?
    :
    Sebagai analogi, Papa fanya pernah mengutus kuasa hukumnya guna membantu fanya menyelesaikan masalah hukum yg fanya hadapi di luar negeri. Meski yg bekerja dan langsung membantu fanya adalah sang pengacara, tapi yang fanya puja dan pujikan ya…… Papa fanya!

    Salam

  16. Dalam hal inilah TUHAN yang adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus, mengutus Firman menjadi manusia, dinamai Yesus. ……. Dia adalah Firman, artinya keadaan manusia harus Ia jalani untuk sementara,
    :
    :
    ===
    Dari statemen Om diatas, jelas sekali bahwa:
    1. TUHAN terdiri dari 3 Oknum, tidak ESA.
    2. Dari ke 3 Oknum tsb yg berkuasa dan mampu memerintahkan dan “memaksa” (mengharuskan) Firman turun ke bumi dan menjelma menjadi manusia yg teraniaya adalah Bapak (Allah) demdemi kecintaan Bapak kepada Manusia.

    Yang jadi pertanyaan, Mengapa justru yg di puji-puja adalah Yesus, bukan Allah (Bapak) yg terbukti paling kuasa diantara ke-3 Oknum tsb?
    :
    Sebagai analogi, Papa fanya pernah mengutus staf hukumnya (kuasa hukumnya) untuk membantu fanya menyelesaikan masalah hukum yg fanya hadapi di luar negeri. Meski yg datang dan bekerja adalah kuasa hukumnya, tapi yg fanya puja dan dan puji ya……. tetap saja Papa fanya!! Karena jelas, tanpa beliau, mustahil kuasa hukum tsb datang membantu fanya, sementara kuasa hukumnya hakekatnya hanyalah “pembantu” yg diberi kuasa bertindak atas nama Papa fanya.

    Salam

  17. Saudaraku Parhobass …
    Alkitab yang anda pegang …
    Juga dipakai sebagai PEGANGAN oleh SAKSI YEHOVA …
    Yang MEYAKINI bahwa YESUS itu BUKAN TUHAN melainkan UTUSAN TUHAN …
    TUHAN itu ya ALLAH …
    TIDAK ADA KONSEP TRINITAS dalam SAKSI YEHOVA …

    Saya TIDAK menggunakan parameter ISLAM sebagai ukuran … ?
    Melainkan parameter KRISTEN sendiri …
    Yang dipakai oleh SAKSI YEHOVA …

    Saat anda menyatakan ESA …
    Pengertian saya … ESA adalah BUKAN ANGGOTA HIMPUNAN …
    Apapun yang masih menjadi bagian dari suatu HIMPUNAN …
    Namanya BUKAN ESA …

    Apabila hal ini diterapkan ke YESUS yang diyakini sebagai FIRMAN ALLAH …
    Maka para NABI juga mendapatkan FIRMAN ALLAH ini …
    Karena namanya FIRMAN ALLAH …
    Tetap saja menjadi anggota himpunan dari FIRMAN ALLAH …
    Artinya BUKAN ALLAH itu sendiri bukan ?

    Kalau yang BUKAN ALLAH dijadikan ALLAH ?
    Siapakah yang MEMAKSAKAN KEHENDAK ?
    ALLAH atau manusia itu sendiri ?

    Sebenarnya yang TIDAK BERANI melihat dengan BENAR itu siapa ?
    Saya ataukah anda ?

    Bisakah anda melihat bahwa TUHAN SEMESTA ALAM yaitu ALLAH yang ESA …
    Menunjuk UTUSANNYA yang TERAKHIR yaitu MUHAMMAD SAW …
    Sebagai Nabi dan sekaligus RASUL ALLAH ?
    Untuk apa ?
    Tugasnya itu adalah untuk MENGINGATKAN akan SIKSAAN yang HEBAT dan sekaligus memberikan BERITA GEMBIRA akan SURGA bagi yang ber IMAN kepada ALLAH yang ESA tanpa tapi-tapian, juga mempercayai adanya AKHIRAT dan ber AMAL KEBAJIKAN sebagai satu kesatuan paket …
    TIDAK HANYA PERCAYA kepada ALLAH yang ESA saja … Lainnya TIDAK
    TIDAK HANYA ber AMAL KEBAJIKAN saja … Lainnya TIDAK

    BUKTI ke NABI an MUHAMMAD SAW begitu sangat jelasnya … Yaitu Al QUR’AN …
    Dimana Al QUR’AN ini adalah satu-satunya KITAB …
    Sekali lagi … SATU-SATUNYA KITAB yang …

    Pertama, TIDAK PERNAH BERUBAH dimanapun dan kapanpun. TIDAK PERCAYA ?
    Ambil Al QUR’AN yang ada di Inggris, Indonesia, India, Italia dsb … Cross per hurufnya ? Semuanya SAMA PERSIS …

    Kedua, adalah sebuah kitab yang dihafal oleh RIBUAN ORANG sampai ke titik komanya bukan hanya oleh orang-orang Arab saja melainkan Non Arab pun juga banyak …

    Ketiga, satu-satunya KITAB yang isinya TIDAK LINEAR. Terlihat seperti ACAK … Tapi saat keacakan itu DICERMATI, maka ada KETERATURAN, ada KESINAMBUNGAN, ada KORELASI termasuk adanya pola-pola tertentu yang TERSEMBUNYI yang saling MELENGKAPI … Subhanallah …

    Itulah sebagian MUKJIZAT Al QUR’AN … Dan masih banyak yang lain

    Yang biasa dan sangat wajar adalah … Kalau suatu KITAB itu CIPTAAN MANUSIA, maka ISINYA TERATUR alias LINEAR … Dari A ke B terus ke C kemudian ke D … Demikian seterusnya …

    Karena kalau MANUSIA membuat suatu KITAB yang bahasannya ACAK tapi yang nantinya …
    Akan ada keteraturan …
    Ada kesinambungan …
    Ada korelasi …
    Ada pola-pola tersembunyi yang saling melengkapi …
    Maka MANUSIA itu akan KELIMPUNGAN dan KEBINGUNGAN sendiri …
    Karena TERJEBAK dengan ke KOMPLEKSAN, KERUMITAN dan KECANGGIHAN parameter yang ada …

    Atas FAKTA Al QUR’AN seperti ini …
    Sebenarnya SIAPA yang TIDAK BERANI MELIHAT KEBENARAN dengan BENAR ?

    • @hari

      1. Saksi Yehova itu bukan Kristen,. sekali lagi saudara keliru.
      orang yang mengaku Kristen belum tentu Kristen,…

      Kristen adalah mereka yang mengikuti Kristus, yang memahami arti TUHAN YANG ESA…
      Jadi kalau Kristen mengikuti Kristus, dan TUHAN adalah ESA, maka Kristus adalah TUHAN…
      … jadi Saksi Yahova bukan Kristen karena mereka tidak mengikuti Kristus.

      Saksi Yehova melandaskan theologinya kepada Alkitab yang mereka terjemahkan sendiri, cari saja di internet.

      2. Saudara bisa saja mengimani allah saudara melalui al quran atau nabi saudara, itu hak saudara, tetapi karena landasan saudara untuk menyangkal iman saya adalah “matematika”, maka saudara harus menjelaskan iman saudara itu dengan tepat, akurat,.. kalau tidak saudara hanya ngalor ngidul, ngigau, sama seperti ulah saudara ngingau masalah dua titik, ngingau masalah titik pusat, dan ngigau masalah ruang/dimensi….

      kuat dugaan saya, kesalahan saudara dalam memandang YESUS/Kriten/Alkitab telah membuat saudara semakin jauh dari kebenaran.

      3. Untuk menjelaskan Kitab Suci orang biasanya membuat analogi-analogi, yang biasanya disesuaikan dengan konteks diskusi, dan juga disesuaikan dengan kemampuan pendengar. Yang menjadi salah adalah saudara tiba-tiba menggunakan analogi-analogi itu secara keliru.
      Bapa, Firman dan Roh Kudus bukanlah anggota-anggota himpunan dari Allah, jika disebutkan demikian itu adalah pandangan Triteis, sementara Alkitab mengajarkan Tritunggal.

      Apa yang dapat dilihat dan apa yang dapat dipikirkan, adalah TUHAN melakukan penyataan 3 Tri secara bersamaan, Bapa dalam sumber segala sesuatu, Firman dalam Penyelamat, Roh Kudus dalam Pembenaran, dls..

      Apa yang dapat dikatakan dan apa yang dapat disaksikan, adalah TUHAN sama, tidak ada yang lain selain DIA, Satu, Esa..Tunggal..

      Digabung menjadi Tri-Tunggal

      Salam

  18. @ Hari

    Pertama, TIDAK PERNAH BERUBAH dimanapun dan kapanpun. TIDAK PERCAYA ?
    Ambil Al QUR’AN yang ada di Inggris, Indonesia, India, Italia dsb … Cross per hurufnya ? Semuanya SAMA PERSIS …

    Jawab: Saya yakin anda tidak memiliki masing-masing Al Quran yg diterbitkan dari semua negara yg anda sebutkan di atas.

    Kedua, adalah sebuah kitab yang dihafal oleh RIBUAN ORANG sampai ke titik komanya bukan hanya oleh orang-orang Arab saja melainkan Non Arab pun juga banyak …

    Jawab: Apakah anda sendiri hafal Al Quran? Saya ragukan. Tapi saya yakin anda tidak paham ayat Al Quran tanpa melihat tafsirannya.

    Ketiga, satu-satunya KITAB yang isinya TIDAK LINEAR. Terlihat seperti ACAK … Tapi saat keacakan itu DICERMATI, maka ada KETERATURAN, ada KESINAMBUNGAN, ada KORELASI termasuk adanya pola-pola tertentu yang TERSEMBUNYI yang saling MELENGKAPI … Subhanallah …

    Jawab: Saya yakin anda belum pernah membaca sejarah Al Quran hingga terbentuk dan tersusun dalam satu jilid buku seperti sekarang ini

    Oh ya, menilik dari kutipan ayat alkitab yg digunakan, jelas Parhobbas menggunakan alkitab yang berbeda dengan alkitab yang digunakan kaum Saksi Yehova.

  19. Parhobass

    Kalau saya ditanya, apakah saya hafal Al QUR’AN ? Kalau SELURUHNYA … TIDAK, tapi kalau SEBAGIAN … YA.

    Apakah ada yang hafal Al QUR’AN ? Banyak. Di ISLAM disebut HAFIDZ Al QUR’AN.
    Mulai dari Surat 1 … Surat Al Fatihah sampai dengan Surat 114 … Surat An Naas …Banyak yang HAFAL.

    Saudara Parhobass …
    Kalau saya ditanya soal SEJARAH PENGUMPULAN Al QUR’AN menjadi satu kitab seperti sekarang ini ? Apanya yang INGIN anda TANYAKAN ? Ide ini MUNCUL pada jaman Khalifah Abu Bakar atas usulan Umar bin Khattab yang melihat banyaknya kaum muslimin yang HAFIDZ Qur’an GUGUR. Kalau Al QUR’AN itu TIDAK CEPAT-CEPAT dibukukan dalam satu kitab maka akan BERMASALAH di kemudian hari. TERNYATA USULAN ini diterima, dengan mengumpulkan BERKAS-BERKAS TULISAN pada saat Nabi MUHAMMAD SAW mendapat wahyu dan minta dituliskan WAHYU tsb, baik yang ada di pelepah kurma, kulit binatang dsb.

    Tulisan tulisan tsb, siapa saja yang MENGAJUKAN akan di SUMPAH atas NAMA ALLAH, bahwasanya kalau tulisan itu BUKAN TULISAN atas PERINTAH NABI, maka LAKNAT ALLAH akan MENIMPA DIRINYA, karena BISA saja TULISAN tsb adalah salinan dari yang ASLI yaitu yang ditulisnya langsung diperintah oleh Nabi MUHAMMAD SAW.

    TULISAN tsb akan di CROSS dengan HAFALAN para SAHABAT yang JUMLAHNYA masih BANYAK (RIBUAN). Kalau OK, maka berkas tsb akan diterima untuk nantinya digandakan.

    Di jaman Khalifah Abu Bakar belum sempat menggandakan kumpulan berkas-berkas tsb menjadi satu kitab. Demikian juga di jaman Khalifah Umar bin Khattab, belum juga bisa menjadikan satu kitab. Baru di jaman Khalifah Utsman bin Affan lah, KITAB tsb menjadi satu kitab dengan mengambil kitab yang sebelumnya sudah ada yaitu yang telah dikumpulkan di jaman khalifah Abu Bakar yang dipegang oleh Hafsah (Istri Nabi Muhammad SAW yang juga adalah anak Umar bin Khattab).

    Padahal bibit perseteruan antara pengikut Utsman bin Affan dengan pengikut Ali bin Abi Thalib mulai nampak, tapi soal Al QUR’AN … SEMUANYA … TANPA TERKECUALI bahwa Al QUR’AN yang digandakan di jaman khalifah Utsman bin Affan itu diterima TANPA RESERVED. Yang ASLI … Yang dipegang oleh HAFSAH yang dijadikan ACUAN … DIBAKAR … DIMUSNAHKAN.

    Terus ANDA ingin MEMPERSOALKAN bahwa berkas yang di bawa Hafsah itu disinyalir MENGANDUNG PEMBENARAN TRINITAS KRISTEN ? Kan sudah diterangkan di depan tentang PROSES PENGUMPULAN Al QUR’AN.
    – PENGAMBILAN SUMPAH tentang ke ASLI an BERKAS dan bukan SALINAN dari BERKAS ASLI,
    – Kemudian di cross check dengan HAFALAN PARA SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW …

    Di salah satu AYAT Al QUR’AN masih TERBUKA TANTANGAN bagi siapa saja yang masih RAGU-RAGU tentang KEBENARAN dan KEHEBATAN Al QUR’AN … ? Sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Al Baqarah (Surat 2) ayat 23 – 24, yaitu :

    ﴾ Al Baqarah:23 ﴿
    Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَادْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ اللَّـهِ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ ﴿البقرة:٢٣﴾

    ﴾ Al Baqarah:24 ﴿
    Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ وَلَن تَفْعَلُوا۟ فَاتَّقُوا۟ النَّارَ الَّتِى وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِينَ ﴿البقرة:٢٤

    Ayat yang MEMBUKA TANTANGAN … Kepada SIAPA SAJA, baik MANUSIA atau NON MANUSIA (JIN) untuk MMEBUAT LAKSANA Al QUR’AN … Dan JAWABANNYA itu yang TEGAS dan TIDAK AMBIGU dengan menyatakan

    Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya) …

    Suatu JAWABAN YANG LUAR BIASA …
    Kalau BUKAN dari yang MAHA ? Pasti JAWABANNYA akan KEDER …

    Jadi soal ISLAM … Apanya yang DITANYAKAN ?

    • @hari

      itu hak saudara menjelaskan dan beriman ke AQ,
      tetapi kalau saudara gunakan AQ untuk menelaah Alkitab, itu yang salah
      karena Alkitab dan AQ sangat berbeda dibanyak hal,
      ada jurang pemisah yang sangat dalam dan tidak dapat disambung..

      salam

      • Ada jurang pemisah yang sangat dalam dan tidak dapat disambung … ? KENAPA ?

        Padahal anda dan saya … SAMA SAMA MANUSIA …
        Anda PUNYA TUHAN … Sayapun PUNYA TUHAN …
        TUHAN anda dan TUHAN saya kenapa BERBEDA dan berseberangan ?
        Padahal KITA SAMA SAMA MANUSIA …
        Saat SAKIT dan pergi ke DOKTER …
        Bahasa yang dipakai DOKTER itu juga SAMA …
        Tapi KENAPA saat ber TUHAN … BISA BEDA ? TABRAKAN lagi ?
        Apakah ini TIDAK ANEH ?

        MANUSIA nya SAMA …
        TUHANNYA BEDA BEDA ?
        Masa sich SEMUA TUHAN yang BEDA BEDA itu SAMA ?
        Kalau SAMA kenapa BEDA ?
        Kalau BEDA kenapa disebut SAMA ?

        PASTIlah ada yang BENAR diantara yang BEDA BEDA itu ?
        Yang juga PASTI adalah TIDAK SEMUA yang BEDA BEDA itu BENAR SEMUA ?

        Janganlah di RANCUKAN antara KEYAKINAN dengan KEBENARAN …
        KEYAKINAN bisa saja SALAH … BISA juga BENAR …
        Tapi kalau KEBENARAN …
        DIYAKINI atau TIDAK DIYAKINI … TETAP saja BENAR
        Namanya saja KEBENARAN

        Kalau KEYAKINAN digabungkan dengan KEBENARAN
        Maka semuanya jadi SIMPEL, JELAS dan LUGAS …

      • @Hari
        Satuhal mas Heri, kita harus yakin bahwa ajaran agama yang disebut agama pewahyuan bukanlah dipandang dari manusia, tetapi dari Atas menuju kebawah, bukan dari bawah ke Atas, sehingga jangan memandang TUHAN yang sama dari pandangan manusia…

        Kita dapat mengesampingkan perbedaan pandangan yang diakibatkan oleh hasil pemikiran manusia, karena setiap manusia selalu berbeda dalam memandang sesuatu, tetapi kita langsung ke ‘core’ dari agama kita, yang disebut sebagai agama pewahyuan.

        Disebut agama pewahyuan karena sumber kebenaran yang dapat diterima dan harus dijalankan adalah dari pewahyuan itu.

        Nah pewahyuan yang dapat kita telaah sampai sekarang adalah Kitab Suci.

        Kitab Suci agama saya dengan Kitab Suci agama saudara sudah berbeda, konsekuensinya adalah pewahyuannya juga berbeda, konsekuensinya lagi adalah TUHAN Alkitab berbeda dengan ‘tuhan’ Al Quran.

        dari segi pandangan universal bisa saja hal-hal mengenai kehidupan ditemukan ada kesamaan, misalnya jangan membunuh dan sebagainya,.. tetapi itu tidak menjadikan kesamaan secara menyeluruh.

  20. Hari:
    Janganlah di RANCUKAN antara KEYAKINAN dengan KEBENARAN …
    KEYAKINAN bisa saja SALAH … BISA juga BENAR …
    Tapi kalau KEBENARAN …
    DIYAKINI atau TIDAK DIYAKINI … TETAP saja BENAR
    Namanya saja KEBENARAN

    Jawab:
    Saya mengutip sebagian komentar anda, karena saya ingin mengomentarinya.

    Muslim yakin bahwa Muhammad adalah pembawa kebenaran (Al Quran 35:24). Dan kebenaran yang dia akui dibawanya adalah Al Quran (Al Quran 69:51)

    Umat Yesus Kristus yakin bahwa Dia bukan hanya pembawa kebenaran, tapi Dia sendirilah ‘Sang Kebenaran’ itu, karena Dia pernah berkata:

    “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. (Yoh 14:6)

    Karena ajaran dalam Al Quran tidak identik dengan ajaran Yesus Kristus, malahan keduanya memiliki banyak pertentangan bahkan pertentangan yang sangat esensial/hakiki; oleh karenanya salah satu pasti bukan kebenaran.

    Dalam Al Quran dikatakan:

    2: 106. Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

    16: 101. Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja.” Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

    22: 52. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

    Dalam Alkitab dikatakan bahwa Yesus Kristus adalah Firman Allah yang menjadi manusia (Yoh 1:14). Dia pernah menegaskan:

    Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11)

    Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah. (Mazmur 89:34)

    Kebenaran itu hidup dan kekal.

    • Parhobass …

      Saya HANYA melihat suatu FAKTA bahwa namanya MANUSIA …
      Secara GENETIKA memiliki KESAMAAN
      GENETIKA MANUSIA INI BERLAINAN dengan GENETIKA non manusia (hewan, binatang dsb.) …
      GENETIKA manusia SAMA …
      TUHANNYA BEDA BEDA …
      Sudah BEDA … KONTRADIKSI lagi …

      Menurut LOGIKAnya ARISTOTELES …
      Yang ber BEDA BEDA itu …
      Salah satunya ada yang BENAR
      Atau SEMUANYA SALAH … Yang BENAR di luar yang SALAH itu dan adanya HANYA SATU saja …
      Yang jelas dan PASTI … TIDAK BISA SEMUAnya BENAR …

      Dalam hal AGAMA …
      Berbicara masalah AGAMA … PASTI HARUS BICARA SOAL TUHAN …
      Bagaimana PROFILE TUHAN yang dijelaskan dalam AGAMA tsb ?
      Tentunya PENJELASAN AKURAT dan OTENTIK adalah suatu PENJELASAN berdasarkan KITAB SUCInya …

      Dari semua KITAB SUCI yang ada …
      1. HANYA Al QUR’AN … Yang Dipelihara TUHAN …
      Kalau TIDAK BISA DIUBAH oleh SIAPAPUN, KAPANPUN dan DIMANAPUN …
      (Pembuktiannya dengan meng CROSS secara sampling berdasarkan WAKTU dan GEOGRAFIS)

      2. Juga PEMBACAANnya yang dalam bahasa Arabnya …
      Suatu PEMBACAAN dengan cara melihat buku Al QUR’AN …
      Selalu dengan MENGELUARKAN SUARA …
      TIDAK PERNAH ADA SATUPUN yang MEMBACANYA dengan membaca dalam hati …
      Selalu saja dengan MENYUARAKANnya …

      3. Satu-satunya KITAB yang masih MEMBUKA TANTANGAN bagi siapapun yang TIDAK PERCAYA bahwa Al QUR’AN itu dari TUHAN SEMESTA ALAM … ?
      Agar yang TIDAK PERCAYA itu MEMBUAT TANDINGAN seperti Al QUR’AN dala sebuah KITAB atau HANYA MEMBUAT TANDINGAN SATU SURAT saja …
      Terserah yang mana yang mau dipilih ?
      Satu kitab secara keseuruhan ?
      Atau hanya satu surat saja ? Terserah mau surat yang mana ?
      Baik hanya oleh MANUSIA atau hanya oleh JIN atau GABUNGAN MANUSIA dan JIN … ?
      Silahkan lakukan ?

      Tapi LANGSUNG di jawab …
      Bahwa apa yang diupayakan untuk MENANDINGI Al QUR’AN itu …
      PASTI TIDAK AKAN BISA …

      PERNYATAAN yang PEDE TANPA BA BI BU ini
      Kalau BUKAN dari TUHAN SEMESTA ALAM ?
      PASTI KEDER melakukan hal itu …

      Bahwa TUHAN yang dijelaskan Al QUR’AN itu menyatakan …
      DIRINYA itu SATU/ ESA / AHAD … SATU ya SATU … LOGIS … KONSISTEN
      Sekaligus MENYATAKAN KESALAHAN atas PANDANGAN PANDANGAN tentang DIRINYA …
      Bahwa DIRINYA MEMILIKI ANAK …
      Bahwa DIRINYA TIDAK MUTLAK SATU (TIDAK SATU ABSOLUT) …

      Dan DIA BISA MENJELASKAN hal yang begitu RUMIT and COMPLICATED …
      Dengan LUGAS, BENAR, SEDERHANA sekaligus PUITIS …
      Melalui UTUSANNYA … MUHAMMAD SAW …

      Dengan MEMBANDINGKAN KITAB SUCI yang seperti ini saja …
      Suatu OBYEKTIFITAS … TERKUAK dengan GAMBLANG … ?
      Bukannya berdasarkan suatu KEYAKINAN yang DOGMATIS …
      HANYA DEMI MENGIMANI … suatu PERNYATAAN PERNYATAAN …
      MENGORBANKAN KEBENARAN UNIVERSAL …

      Itulah yang MEMBEDAKAN ber IMAN kepada KEBENARAN …
      Sama ber IMAN secara DOGMATIS …

      • Sorry …
        Bukan untuk Parhobass melainkan untuk ropan

      • Parhobass …

        Saya HANYA melihat suatu FAKTA bahwa namanya MANUSIA …
        Secara GENETIKA memiliki KESAMAAN
        GENETIKA MANUSIA INI BERLAINAN dengan GENETIKA non manusia (hewan, binatang dsb.) …
        GENETIKA manusia SAMA …
        TUHANNYA BEDA BEDA …
        Sudah BEDA … KONTRADIKSI lagi …

        basis molekular dari genetika adalah DNA, DNA dari setiap garis keturunan bisa berbeda,..
        jadi sekali lagi saudara salah dalam membuat basis argument

        Menurut LOGIKAnya ARISTOTELES …
        Yang ber BEDA BEDA itu …
        Salah satunya ada yang BENAR
        Atau SEMUANYA SALAH … Yang BENAR di luar yang SALAH itu dan adanya HANYA SATU saja …
        Yang jelas dan PASTI … TIDAK BISA SEMUAnya BENAR …

        konsekuensi dasar logika inilah maka kita dapat menerapkan suatu kondisi, bahwa allah saudara tidak sama dengan ALLAH Alkitab.
        Dan allah saudara tidak mungkin benar menurut Alkitab..

        Dalam hal AGAMA …
        Berbicara masalah AGAMA … PASTI HARUS BICARA SOAL TUHAN …
        Bagaimana PROFILE TUHAN yang dijelaskan dalam AGAMA tsb ?
        Tentunya PENJELASAN AKURAT dan OTENTIK adalah suatu PENJELASAN berdasarkan KITAB SUCInya …

        tepat..
        sehingga TUHAN yang dibicarakan ALKITAB sangat bertolak belakang dengan allah yang dibicarakan Al Quran..

        Dari semua KITAB SUCI yang ada …
        1. HANYA Al QUR’AN … Yang Dipelihara TUHAN …

        buktinya mana…
        Peristiwa adanya yang dimakan kambing menjadi suatu point kepada Anda…

        Kalau TIDAK BISA DIUBAH oleh SIAPAPUN, KAPANPUN dan DIMANAPUN …
        (Pembuktiannya dengan meng CROSS secara sampling berdasarkan WAKTU dan GEOGRAFIS)

        Sebelum saudara mentah2 menerima doktrin ini, coba saudara bandingkan 2 manuscript tua Al Quran, yaitu Manuscript Totkapi, Samargand dan Sana’a..

        2. Juga PEMBACAANnya yang dalam bahasa Arabnya …
        Suatu PEMBACAAN dengan cara melihat buku Al QUR’AN …
        Selalu dengan MENGELUARKAN SUARA …
        TIDAK PERNAH ADA SATUPUN yang MEMBACANYA dengan membaca dalam hati …
        Selalu saja dengan MENYUARAKANnya …

        klaim ini tidak relefan…

        3. Satu-satunya KITAB yang masih MEMBUKA TANTANGAN bagi siapapun yang TIDAK PERCAYA bahwa Al QUR’AN itu dari TUHAN SEMESTA ALAM … ?

        saya kira ini klaim kosong, buktinya begitu ada orang yang mengkritik Al Quran selalu diperhadapkan dengan kemarahan sebagian umat Islam

        Agar yang TIDAK PERCAYA itu MEMBUAT TANDINGAN seperti Al QUR’AN dala sebuah KITAB atau HANYA MEMBUAT TANDINGAN SATU SURAT saja …
        Terserah yang mana yang mau dipilih ?
        Satu kitab secara keseuruhan ?
        Atau hanya satu surat saja ? Terserah mau surat yang mana ?
        Baik hanya oleh MANUSIA atau hanya oleh JIN atau GABUNGAN MANUSIA dan JIN … ?
        Silahkan lakukan ?

        Tapi LANGSUNG di jawab …
        Bahwa apa yang diupayakan untuk MENANDINGI Al QUR’AN itu …
        PASTI TIDAK AKAN BISA …

        PERNYATAAN yang PEDE TANPA BA BI BU ini
        Kalau BUKAN dari TUHAN SEMESTA ALAM ?
        PASTI KEDER melakukan hal itu …

        saya buat tandingannya satu kalimat…

        “ALLAH adalah maha pengasih dan maha penyayang, dan penyelemat, maka berbaktilah kepadaNYA”..

        sekarang saya tanya,

        kalimat ini bertentangan ngga dengan keimanan saudara jika merujuk ke Al Quran?
        kalau tidak bertentangan berarti sealur,
        kalau sealur berarti saya telah membuat satu kalimat berbahasa Indonesia yang bisa menandingin Al Quran…
        gimana menurut saudara?

        Bahwa TUHAN yang dijelaskan Al QUR’AN itu menyatakan …
        DIRINYA itu SATU/ ESA / AHAD … SATU ya SATU … LOGIS … KONSISTEN
        Sekaligus MENYATAKAN KESALAHAN atas PANDANGAN PANDANGAN tentang DIRINYA …
        Bahwa DIRINYA MEMILIKI ANAK …
        Bahwa DIRINYA TIDAK MUTLAK SATU (TIDAK SATU ABSOLUT) …

        Dan DIA BISA MENJELASKAN hal yang begitu RUMIT and COMPLICATED …
        Dengan LUGAS, BENAR, SEDERHANA sekaligus PUITIS …
        Melalui UTUSANNYA … MUHAMMAD SAW …

        menburut saudara Al Quran itu mengajarkan tuhan yang Theis apa Deis?

        Dengan MEMBANDINGKAN KITAB SUCI yang seperti ini saja …
        Suatu OBYEKTIFITAS … TERKUAK dengan GAMBLANG … ?
        Bukannya berdasarkan suatu KEYAKINAN yang DOGMATIS …
        HANYA DEMI MENGIMANI … suatu PERNYATAAN PERNYATAAN …
        MENGORBANKAN KEBENARAN UNIVERSAL …

        di Al Quran dikatakan tentang suatu suku/bangsa/kaum Samiri
        coba saudara jelaskan siapakah mereka ini?

        Itulah yang MEMBEDAKAN ber IMAN kepada KEBENARAN …
        Sama ber IMAN secara DOGMATIS …

        apa yang saudara klaim di atas sudah berupa dogma,
        kenapa saudara menjilat ludah sendiri dengan mengatakan siman dogmatis tidak berupa kebenaran?

  21. Saudaraku ropan …

    DIYAKINI bahwa YESUS itu FIRMAN ALLAH …
    Karena FIRMAN ALLAH maka berarti ALLAH sendiri …

    Terus siapa yang MENYATAKAN bahwa …

    “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. (Yoh 14:6)

    =======

    Bapa dan YESUS itu MENYATU atau TERPISAH ?
    Dari PENYEBUTAN ini ada PEMBEDAAN …
    Yang SATU LEBIH TINGGI dari yang lain …
    TENTUNYA Bapa lah yang lebih TINGGI …

    Karena YESUS itu FIRMAN ALLAH … Maka YESUS itu ya ALLAH itu sendiri … ?
    Kenapa YESUS menyebut Bapa kalau Bapa itu adalah DIRINYA SENDIRI ?

    Bisa dijelaskan ?

  22. Saudaraku Parhobass …

    Dalam pernyataan saya yang pertama, adanya kesamaan genetika pada spesies yang di sebut manusia. Kalau genetika manusia ini dibandingkan dengan genetika non manusia (tumbuhan, binatang dan yang lain) akan BERBEDA. Jadi di sini saya TIDAK MERUJUK ke spesies (individu) manusianya.

    Kalau merujuknya ke spesies (individunya). Jelas saja BERBEDA. Jangankan DNA, sidik jari saja TIDAK ADA yang SAMA, apalagi DNA nya. Betul bukan ? Cobalah dicermati …

    Penyusun rantai HELIX sesama manusia itu SAMA dan ini BERBEDA dengan yang dimiliki tumbuhan atau binatang.

    Atas KESAMAAN KESAMAAN seperti ini, KITA ber TUHANNYA ke TUHAN yang BEDA-BEDA ? Masa dari sesuatu yang SAMA (manusia) ? PENCIPTA sesuatu (manusia) yang SAMA itu BEDA-BEDA ? Sedangkan hidupnya sesuatu (manusia) itu dalam SATU HABITAT yang SAMA yaitu BUMI ? Apakah hal ini TIDAK ANEH ?

    MANUSIAnya SAMA …
    PENCIPTA MANUSIANYA BEDA-BEDA ?
    Sudah BEDA … TABRAKAN lagi ?
    Padahal HIDUPNYA MANUSIA itu di HABITAT yang SAMA yaitu BUMI …

    Maka atas hal itu diajukanlah LOGIKA ARISTOTELES …

    Dan anda mengatakan bahwa …

    konsekuensi dasar logika inilah maka kita dapat menerapkan suatu kondisi, bahwa allah saudara tidak sama dengan ALLAH Alkitab.
    Dan allah saudara tidak mungkin benar menurut Alkitab..

    Dalam hal AGAMA …
    Berbicara masalah AGAMA … PASTI HARUS BICARA SOAL TUHAN …
    Bagaimana PROFILE TUHAN yang dijelaskan dalam AGAMA tsb ?
    Tentunya PENJELASAN AKURAT dan OTENTIK adalah suatu PENJELASAN berdasarkan KITAB SUCInya …

    tepat..
    sehingga TUHAN yang dibicarakan ALKITAB sangat bertolak belakang dengan allah yang dibicarakan Al Quran..
    ========================================

    Berdasasarkan argumen anda bahwa ALLAH AlKITAB BERBEDA dengan ALLAH Al QUR’AN …

    Masing-masing ALLAH dalam masing-masing AlKITAB ini menjelaskan SIAPA DIRINYA bukan ?

    AlKITAB mengatakan bahwa saat YESUS masih kecil disebut ANAK ALLAH …
    Tapi saat YESUS DEWASA …
    karena YESUS itu FIRMAN ALLAH …
    Maka Dia itu ya ALLAH sendiri …

    SAAT masih kecil disebut ANAK ALLAH …
    SAAT DEWASA di sebut ALLAH itu sendiri ?

    SEDANGKAN Al QUR’AN menjelaskan bahwa …
    ALLAH itu adalah SATU SATUNYA TUHAN … TIDAK ADA yang LAIN …
    DIA lah PENCIPTA ALAM SEMESTA ini …
    PENCIPTA yang GHAIB maupun yang NYATA …
    Karena itu ber TAKWALAH kepada NYA …
    Dengan MENYEMBAHNYA …
    Agar SELAMAT DUNIA & AKHERAT …

    ALLAH dalam Al QUR’AN itu MENGINGATKAN …
    Kepada orang-orang yang MEYAKINI bahwa YESUS itu adalah ANAK ALLAH atau ALLAH itu sendiri … Bahwa itu SALAH …
    Karena hal itu merupakan PENDUSTAAN kepada ALLAH …

    Sedangkan ALLAH dalam AlKITAB …
    Tidak PERNAH MENYEBUTKAN secara JELAS dan GAMBLANG …
    Bahwa ALLAH yang dijelaskan dalam Al QUR’AN itu SALAH … ?

    Bagaimana MAU MENJELASKAN kalau existensinya SEBELUM Al QUR’AN ?
    Artinya …
    Ada FAKTA yang BEGITU JELAS, GAMBLANG dan TERANGNYA …
    Yaitu adanya ISLAM, Al QUR’AN …
    AlKITAB TIDAK PERNAH MENYEBUTNYA secara LETTERLIJK ? Sesuai bahasa yang ada ?
    Padahal ISLAM dan Al QUR’AN itu sesuatu yang NYATA ?
    Dimanakah LETAK FORECASTING nya ?
    Dimanakah LETAK PENGGENAPANNYA ?
    Kalau mem FORECAST adanya ISLAM dan adanya Al QUR’AN TIDAK PERNAH DISEBUT secara letterlijk ? Yaitu suatu PENYEBUTAN secara to the POINT bukannya penyebutan yang MULTI TAFSIR ?

    Sebaliknya Al QUR’AN menyebut KESALAHAN AlKITAB BERKAITAN dengan PENYEBUTAN …
    ALLAH itu MEMPUNYAI ANAK …
    YESUS itu ya ALLAH itu sendiri ?
    Agar yang menyebut hal itu SADAR bahwa penyebutannya itu akan MENGARAHKAN ke SIKSA NERAKA yang LUUUUUUAAAAARRRRRR BBBBBBIIIIIIAAAAASSSSAAAAAA DAHSYAT ….

    Soal tanggapan saudara untuk menandingi Al QUR’AN …
    Karena Al QUR’AN itu ber bahasa ARAB ?
    Maka LAKUKANlah PENANDINGAN itu dalam bahasa ARAB ?
    Silahkan saja … MONGGO …. Please ….
    Saya TUNGGU ya ? Sampai dapat.

    Jadi PENANTANGAN saudara yang menggunakan bahasa Indonesia itu,
    Belum bisa DIKOMENTARI karena TIDAK dalam BAHASA ARAB … ?

    Ajaran ISLAM soal KETUHANAN itu SIMPEL saja …
    Yaitu ALLAH itu TUHAN …
    SATU SATUNYA TUHAN … TIDAK ADA yang LAIN …
    TUHAN yang MENCIPTAKAN LANGIT dan BUMI dengan segala isinya …
    Berangkat dari pengertian ini, termasuk Deisme atau Theisme ?
    JELAS … MONO THEISME bukan ?
    Suatu MONO THEISME yang ABSOLUT …
    ==============================

    Anda mau menanyakan soal SAMIRI ?
    Bukankah SAMIRI itu adalah orang yang ikut dalam EXODUS Nabi MUSA ke Palestina ?
    Setelah ditinggal sama Nabi Musa ke bukit Thursina …
    SAMIRI ini membuat REKAYASA soal ke TUHANAN …
    Dengan membuat patung sapi yang seolah olah bisa bicara untuk di sembah …

    Ternyata Samiri ini memiliki pengikut ? Dan pengikut Samiri ini di sebut Kaum Samiri …

    Lho ? Soal museum Topkapi di Turki yang mengoleksi sejumlah peninggalan para Nabi yang bukan hanya Nabi Muhammad saja, tapi juga peninggalan Nabi-Nabi lainnya, seperti tongkat Nabi Musa, pedang Nabi Daud yang begitu besarnya ? Dsb. Hal ini saya lihat di buku tentang koleksi Museum Topkapi.

    Aapakah ada yang SALAH atas ke tiga Mushaf Al QUR’AN ? Tidak ada bukan ?

    ==========================

    Sebelum saya MEYAKINI SESUATU, apapun itu, selalu saja saya ingin bertindak OBYEKTIF …

    Allah itu SATU … DIA lah TUHAN SEMESTA ALAM …
    Dengan segala penjelasannya

    Simpel, LUGAS, BENAR …

    Sedangkan SAAT ANDA ditanya tentang persoalan evolusionisme tentang TUHAN ini, anda MELEMPARKAN pertanyaan tsb ke TUHAN ANDA yang TRINITAS dengan mengatakan bahwa Penjelasannya itu RUMIT makanya yang AWAM tidak akan mampun menjelaskannya.

    ISLAM menjelaskan sesuatu yang RUMIT menjadi sederhana, jelas, LUGAS dan BENAR …

    Ini juga yang MEMBEDAKAN bukan ?

    AlKITAB anda MENJELASKAN sesuatu yang SEDERHANA menjadi RUNIT ? Sedangkan Al QUR’AN menjelaskan sesuatu yang RUMIT menjadi SIMPEL, JELAS, LUGAS dan BENAR …

    Dengan pen dogma an yang anda sebut, apakah bukannya TERBALIK ?
    Anda MEMBENARKAN sesuatu yang RANCU berupa …
    Saat YESUS KECIL … DISEBUT sebagai ANAK ALLAH
    Saat YESUS dewasa, di sebut sebagai ALLAH itu sendiri ?

    • Saudaraku Parhobass …

      Dalam pernyataan saya yang pertama, adanya kesamaan genetika pada spesies yang di sebut manusia. Kalau genetika manusia ini dibandingkan dengan genetika non manusia (tumbuhan, binatang dan yang lain) akan BERBEDA. Jadi di sini saya TIDAK MERUJUK ke spesies (individu) manusianya.

      Kalau merujuknya ke spesies (individunya). Jelas saja BERBEDA. Jangankan DNA, sidik jari saja TIDAK ADA yang SAMA, apalagi DNA nya. Betul bukan ? Cobalah dicermati …

      Penyusun rantai HELIX sesama manusia itu SAMA dan ini BERBEDA dengan yang dimiliki tumbuhan atau binatang.

      Genetika manusia dan genetika hewan kemiripannya bisa mencapai 99.5 persen.
      Nah kalau saudara mutlak objective, ada peluang supaya saudara mengikuti pendangan dunia yang mengatakan bahwa manusia berasal dari hewan (simpanse).

      Jadi pondasi argument saudara masih salah,…

      Atas KESAMAAN KESAMAAN seperti ini, KITA ber TUHANNYA ke TUHAN yang BEDA-BEDA ? Masa dari sesuatu yang SAMA (manusia) ? PENCIPTA sesuatu (manusia) yang SAMA itu BEDA-BEDA ? Sedangkan hidupnya sesuatu (manusia) itu dalam SATU HABITAT yang SAMA yaitu BUMI ? Apakah hal ini TIDAK ANEH ?

      MANUSIAnya SAMA …
      PENCIPTA MANUSIANYA BEDA-BEDA ?
      Sudah BEDA … TABRAKAN lagi ?
      Padahal HIDUPNYA MANUSIA itu di HABITAT yang SAMA yaitu BUMI …

      Maka atas hal itu diajukanlah LOGIKA ARISTOTELES …

      Dan anda mengatakan bahwa …

      konsekuensi dasar logika inilah maka kita dapat menerapkan suatu kondisi, bahwa allah saudara tidak sama dengan ALLAH Alkitab.
      Dan allah saudara tidak mungkin benar menurut Alkitab..

      Dalam hal AGAMA …
      Berbicara masalah AGAMA … PASTI HARUS BICARA SOAL TUHAN …
      Bagaimana PROFILE TUHAN yang dijelaskan dalam AGAMA tsb ?
      Tentunya PENJELASAN AKURAT dan OTENTIK adalah suatu PENJELASAN berdasarkan KITAB SUCInya …

      tepat..
      sehingga TUHAN yang dibicarakan ALKITAB sangat bertolak belakang dengan allah yang dibicarakan Al Quran..
      ========================================

      Saudara berangkat dari bawah ke Atas, dalam hal ini bisa kita masukkan filsafat (contohnya pandangan Aristoteles).
      Memandang yang di Atas, tepat yang digunakan sebagai acuan kuat adalah Kitab Suci,..
      Nah dari analisa/tafsir Kitab Suci ini kita dapat melihat bahwa masing-masing Kitab Suci menjelaskan tentang TUHAN/tuhan yang berbeda.
      Jelas TUHAN Alkitab berbeda dengan tuhan Al Quran.
      Meskipun TUHAN dan tuhan saudara sama-sama mengklaim beberapa hal yang sama, contohnya tentang ke-ESA-an dan ke-MAHA-an.

      Berdasasarkan argumen anda bahwa ALLAH AlKITAB BERBEDA dengan ALLAH Al QUR’AN …

      Masing-masing ALLAH dalam masing-masing AlKITAB ini menjelaskan SIAPA DIRINYA bukan ?

      AlKITAB mengatakan bahwa saat YESUS masih kecil disebut ANAK ALLAH …
      Tapi saat YESUS DEWASA …
      karena YESUS itu FIRMAN ALLAH …
      Maka Dia itu ya ALLAH sendiri …

      SAAT masih kecil disebut ANAK ALLAH …
      SAAT DEWASA di sebut ALLAH itu sendiri ?

      Saudara keliru besar, tidak pernah ALKITAB mengatakan/mengajarkan hal demikian itu.
      Kekeliruan saudara dalam mengintrepertasikan ALKITAB telah membuat saudara semakin jauh dari TUHAN.

      SEDANGKAN Al QUR’AN menjelaskan bahwa …
      ALLAH itu adalah SATU SATUNYA TUHAN … TIDAK ADA yang LAIN …
      DIA lah PENCIPTA ALAM SEMESTA ini …
      PENCIPTA yang GHAIB maupun yang NYATA …
      Karena itu ber TAKWALAH kepada NYA …
      Dengan MENYEMBAHNYA …
      Agar SELAMAT DUNIA & AKHERAT …

      setiap Kitab Suci mengklaim hal yang sama… jadi pondasi seperti ini bukanlah hal yang mendasar…

      ALLAH dalam Al QUR’AN itu MENGINGATKAN …
      Kepada orang-orang yang MEYAKINI bahwa YESUS itu adalah ANAK ALLAH atau ALLAH itu sendiri … Bahwa itu SALAH …
      Karena hal itu merupakan PENDUSTAAN kepada ALLAH …

      Saudara tahu apa itu arti Anak ALLAH?

      Sedangkan ALLAH dalam AlKITAB …
      Tidak PERNAH MENYEBUTKAN secara JELAS dan GAMBLANG …
      Bahwa ALLAH yang dijelaskan dalam Al QUR’AN itu SALAH … ?

      mudah saja menyebutnya,
      ALLAH di ALKITAB berkata “NamaKU adalah ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK, ALLAH YAKUB”.
      Nah pernah ngga allah di Al Quran berkata demikian?
      kalau tidak berarti allah di Al Quran tidak sama dengan ALLAH di ALKITAB.

      Bagaimana MAU MENJELASKAN kalau existensinya SEBELUM Al QUR’AN ?
      Artinya …
      Ada FAKTA yang BEGITU JELAS, GAMBLANG dan TERANGNYA …
      Yaitu adanya ISLAM, Al QUR’AN …
      AlKITAB TIDAK PERNAH MENYEBUTNYA secara LETTERLIJK ? Sesuai bahasa yang ada ?
      Padahal ISLAM dan Al QUR’AN itu sesuatu yang NYATA ?
      Dimanakah LETAK FORECASTING nya ?
      Dimanakah LETAK PENGGENAPANNYA ?
      Kalau mem FORECAST adanya ISLAM dan adanya Al QUR’AN TIDAK PERNAH DISEBUT secara letterlijk ? Yaitu suatu PENYEBUTAN secara to the POINT bukannya penyebutan yang MULTI TAFSIR ?

      Sebaliknya Al QUR’AN menyebut KESALAHAN AlKITAB BERKAITAN dengan PENYEBUTAN …
      ALLAH itu MEMPUNYAI ANAK …
      YESUS itu ya ALLAH itu sendiri ?
      Agar yang menyebut hal itu SADAR bahwa penyebutannya itu akan MENGARAHKAN ke SIKSA NERAKA yang LUUUUUUAAAAARRRRRR BBBBBBIIIIIIAAAAASSSSAAAAAA DAHSYAT ….

      Alkitab tidak pernah berkata ALLAH mempunyai anak, ngawur saudara itu.
      Saudara mengerti tidak apa arti kata Anak ALLAH?

      Soal tanggapan saudara untuk menandingi Al QUR’AN …
      Karena Al QUR’AN itu ber bahasa ARAB ?
      Maka LAKUKANlah PENANDINGAN itu dalam bahasa ARAB ?
      Silahkan saja … MONGGO …. Please ….
      Saya TUNGGU ya ? Sampai dapat.

      Jadi PENANTANGAN saudara yang menggunakan bahasa Indonesia itu,
      Belum bisa DIKOMENTARI karena TIDAK dalam BAHASA ARAB … ?

      Jadi tantangan itu harus ditulis dalam bahasa Arab?
      saudara select kalimat saya lalu paste di googletranslate itu sudah menjadi tulisan Arab.
      Jadi secara konsep saudara harus menyanggah tantangan kalimat saya..

      Ajaran ISLAM soal KETUHANAN itu SIMPEL saja …
      Yaitu ALLAH itu TUHAN …
      SATU SATUNYA TUHAN … TIDAK ADA yang LAIN …
      TUHAN yang MENCIPTAKAN LANGIT dan BUMI dengan segala isinya …

      Mengenai konsep seperti ini 6000 tahun lalu pun itu sudah dikumandangkan oleh sebuah Kitab yang disebut ALKITAB.
      Tidak ada yang baru dalam hal itu.

      Berangkat dari pengertian ini, termasuk Deisme atau Theisme ?
      JELAS … MONO THEISME bukan ?
      Suatu MONO THEISME yang ABSOLUT …

      saya sedang tidak membandingkan antara Monotheisme, Panthaisme atau Polytheismen dan sebagainya
      yang saya tanya Theisme atau Deisme?
      paham tidak pertanyaan saya?

      Anda mau menanyakan soal SAMIRI ?
      Bukankah SAMIRI itu adalah orang yang ikut dalam EXODUS Nabi MUSA ke Palestina ?
      Setelah ditinggal sama Nabi Musa ke bukit Thursina …
      SAMIRI ini membuat REKAYASA soal ke TUHANAN …
      Dengan membuat patung sapi yang seolah olah bisa bicara untuk di sembah …

      Ternyata Samiri ini memiliki pengikut ? Dan pengikut Samiri ini di sebut Kaum Samiri …

      Nah disinilah letak masalah yang sangat besar.
      Samari itu sendiri baru dikenal/ada sekitar abad 7 SM, bagaimana mungkin ada di sekitar abad 14SM…
      artinya allah saudara ada kelirunnya…
      dan allah yang keliru pasti bukan ALLAH…

      Lho ? Soal museum Topkapi di Turki yang mengoleksi sejumlah peninggalan para Nabi yang bukan hanya Nabi Muhammad saja, tapi juga peninggalan Nabi-Nabi lainnya, seperti tongkat Nabi Musa, pedang Nabi Daud yang begitu besarnya ? Dsb. Hal ini saya lihat di buku tentang koleksi Museum Topkapi.

      Aapakah ada yang SALAH atas ke tiga Mushaf Al QUR’AN ? Tidak ada bukan ?

      saya sedang tidak mengatakan masalah museum..
      Pelajari saja 3 manuscript itu,…
      ada perbedaan.

      Sebelum saya MEYAKINI SESUATU, apapun itu, selalu saja saya ingin bertindak OBYEKTIF …

      ALKITAB dan sejarah dunia mencatat YESUS disalib,
      AQ mengatakan tidak disalib
      sekarang mau percaya objective atau gimana?

      Allah itu SATU … DIA lah TUHAN SEMESTA ALAM …
      Dengan segala penjelasannya

      Simpel, LUGAS, BENAR …

      klaim semata..

      Sedangkan SAAT ANDA ditanya tentang persoalan evolusionisme tentang TUHAN ini, anda MELEMPARKAN pertanyaan tsb ke TUHAN ANDA yang TRINITAS dengan mengatakan bahwa Penjelasannya itu RUMIT makanya yang AWAM tidak akan mampun menjelaskannya.

      ISLAM menjelaskan sesuatu yang RUMIT menjadi sederhana, jelas, LUGAS dan BENAR …

      Ini juga yang MEMBEDAKAN bukan ?

      AlKITAB anda MENJELASKAN sesuatu yang SEDERHANA menjadi RUNIT ? Sedangkan Al QUR’AN menjelaskan sesuatu yang RUMIT menjadi SIMPEL, JELAS, LUGAS dan BENAR …

      bukan disitu letak perbedaannya.
      Sudah saya sebutkan letak perbedaannya adalah bahwa TUHAN ALKITAB tidak sama dengan tuhan Al Quran.

      Dengan pen dogma an yang anda sebut, apakah bukannya TERBALIK ?
      Anda MEMBENARKAN sesuatu yang RANCU berupa …
      Saat YESUS KECIL … DISEBUT sebagai ANAK ALLAH
      Saat YESUS dewasa, di sebut sebagai ALLAH itu sendiri ?

      Entah darimana saudara bisa-bisanya menagtakan YESUS ketika kecil disebut Anak ALLAH..dan waktu dewasa ALLAH..
      ngawur…
      Islam itu sendiri penuh dengan dogma2 yang tidak bisa dilawan/kritik, dimana jika dikritik maka beberapa dari saudara akan mengeluarkan ancaman2…

      • Siapakah yang menyebut ALLAH BAPA ? YESUS yang kemudian diikuti para pengikutnya ? Ataukah hanya PENGIKUT YESUS saja ? TANPA pernah YESUS menyebut ALLAH BAPA ?

        YESUS lah yang menyebut ALLAH BAPA ?
        PENYEBUTAN ini menandakan PENYATUAN atau KETERPISAHAN ?
        Kalau disebut MENYATU ? Kenapa penyebutan tersebut menandakan adanya KETERPISAHAN ?
        Ada ALLAH BAPA dan ada YESUS …

        Dalam perjalanan waktu …
        Diartikan bahwa YESUS itu FIRMAN yang HIDUP …
        Karena FIRMAN yang HIDUP maka Dia itu ya ALLAH itu SENDIRI ?

        Di AWAL … YESUS menyebut ALLAH BAPA …
        Di AKHIR … YESUS itu FIRMAN yang HIDUP yang artinya ALLAH ?

        Pengertian ini KONSISTEN ?
        Ataukah RUMIT ? Sekaligus KONTRADIKTIF ?

        Inilah yang saya artikan …
        Saat masih kecil YESUS diartikan sebagai ANAK ALLAH …
        Tapi saat DEWASA menjadi ALLAH sendiri ?

        Hal ini KONSISTEN ?
        Ataukah RUMIT sekaligus KONTRADIKTIF ?

        Kalau sesuatu yang RUMIT menjadi SEDERHANA tanpa KEHILANGAN ESENSINYA … ? Akan MUDAH DICERNA siapapun …

      • @hari

        1. dimana dikatakan YESUS ketika waktu anak2 disebut Anak ALLAH
        dan dimana dikatakan ketika ketika dewasa jadi ALLAH sendiri…

        2. Mengerti tidak arti Anak Allah?

        dua ini saudara jawab dan luruskan pengertiannya, dengan demikian semoga saudara bisa meluruskan pemahaman saudadar yang keliru tentang YESUS…

        salam

  23. Inilah salah satu kesaksian Allah tentang Anak:

    “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. (Ibrani 1:8)

    Pengikut Yesus Kristus tidak pernah menjadikanNya sebagai Allah. Dia memang Allah.

  24. Hari:
    HANYA Al QUR’AN … Yang Dipelihara TUHAN …
    Kalau TIDAK BISA DIUBAH oleh SIAPAPUN, KAPANPUN dan DIMANAPUN …
    (Pembuktiannya dengan meng CROSS secara sampling berdasarkan WAKTU dan GEOGRAFIS)

    Jawab:
    Bagaimana dengan ayat Alquran yang saya sebut di atas (QS 2:106; 16:101; 22:52)
    Bukankah alquran anda sendiri mengakui bahwa:
    1. ada ayat-ayat yang harus diganti oleh Allah dengan yang lebih baik?
    2. ada ayat yang disampaikan oleh jin? Masakan Allah menantang manusia untuk menandingi firmanNya padahal nabi anda sendiri tidak bisa membedakan apakah suatu ayat itu diturunkan/disampaikan melalui malaikat jibril ataukah jin?

    Klaim anda di atas sayangnya tidak alquran-iah. Klaim secara science juga tidak bisa anda jelaskan.

    • ropan …

      Yang anda maksudkan itu persoalan nasakh dan mansukh yang artinya … Ada ayat-ayat yang diganti ALLAH dengan yang lebih baik …

      Persoalannya SEDERHANA saja …
      Ayat ayat surat yang nasakh dan mansukh itu semuanya masuk dalam satu bendel Al QUR’AN itu …
      Bukannya TERCECER lalu TIDAK DITULISKAN … ?

      BENDELAN satu Al QUR’AN itu sebelum dibukukan ?
      Sudah TERHAFALKAN sama begitu BANYAKNYA SAHABAT Nabi MUHAMMAD SAW …
      Saat mau dikumpulkan untuk dituliskan ulang …
      DATA TULISAN PERTAMA KALI saat wahyu TURUN dikumpulkan …
      Dan para PENYUPLAI data TULISAN WAHYU ILAHI ini DISUMPAH dahulu yang apabila TIDAK BENAR maka LAKNAT ALLAH akan MENIMPA dirinya …

      Saling CROSS …
      Antara data TERTULIS atas script script AWAL WAHYU …
      Dengan HAFALAN para SAHABAT Nabi MUHAMMAD SAW …
      Maka pengumpulan yang dilakukan sejak jaman Khalifah Abu Bakar …
      Ke Masa Umar dan di EKSEKUSI di jaman Khalifah Utsman bin Affan …

      Manuskrip UTSMAN ini masih ada di MUSEUM TOPKAPI di TURKI …
      Isinya TIDAK BERBEDA dengan MANUSKRIP yang dicetak di jaman sekarang

      Jadi Al QUR’AN tertulis yang di awali di jaman khalifah Utsman bin Affan
      Kalau di cross dengan Al Quran jaman sekarang dimanapun, AKAN TETAP SAMA.
      Dan begitu itu sampai hari KIAMAT …

  25. Hari:

    Yang anda maksudkan itu persoalan nasakh dan mansukh yang artinya … Ada ayat-ayat yang diganti ALLAH dengan yang lebih baik …

    Jawab:
    Yapp..anda sekarang sudah mengakui bahwa ada ayat-ayat yang di nasakh-kan dan di mansukh-kan, setidaknya seperti keyakinan anda: sebelum jaman khalifah Abu Bakar. Berarti pada saat nabi anda hidup, anda mengakui sekaligus mengamini bahwa Allah memang merevisi firmannya.

    Saya menolak pandangan bahwa Allah pernah merevisi firmanNya karena ada tertulis:

    Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11)

    Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah. (Mazmur 89:34)

  26. Shallom ,

    Bisa gak sy bertanya ? soal nya ada yg sy gak fhm . Apakah paulus yg membuat Agama Kristen ? atau Yesus? mohom dbls ya .

    trimas .

    • Sebelum Paulus menjadi orang percaya bahwa YESUS adalah Kristus, sudah ada orang yang lebih dulu percaya,
      orang yang lebih dulu percaya itu malah diburu dan ditangkap dan dibunuh oleh Paulus masa itu.
      Sampai TUHAN YESUS menangkap beliau barulah ia sadar bahwa TUHAN yang beliau sembah di dalam ke-Yahudi-annya adalah TUHAN yang
      sama yang disembah oleh mereka yang menerima dan percaya kepada YESUS sebagai Kristus.
      Sehingga oleh penugasan oleh YESUS-lah beliau dengan berani mengabarkan tentang berita Kristus dari Yerusalem sampai ke Roma.
      Gerakan gaya hidup yang bertolak belakang dengan budaya Romawi yang telah tertanam di wilayah pekabaran itulah yang kemudian mengejek dan mengatai
      mereka sebagai orang-orang yang mengikuti cara hidup Kristus, yaitu berani mati demi sesuatu yang dianggap benar, disebutlah pengikut Kristus atau singkatnya Kristen.

      Salam

      • Yesus menggenapi taurat, sedangkan Paulus membatalkan hukum taurat. itu utusan macam apa ?

      • selamat belajar….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: