Saksi kita siapa yah?

Januari 14, 2012 pukul 8:26 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Kisah Para Rasul 4:13-14
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang yang cacat sejak lahirnya, usianya kira-kira 40 tahun.
Karena kejadiannya dekat Bait Suci di Yerusalem, maka perhatian orang terutama imam-imam dan penatua-penatua Yahudi tertuju kepada perkara “janggal” ini.

Sekian dari penuatua itu adalah dari golongan Saduki, golongan yang tidak mempercayai akan roh-roh, tentang kebangkitan orang mati, dan segala yang berbau dengan itu.

Mereka geram kepada Petrus dan Yohanes, karena beberapa orang telah menjadi percaya kepada pekabaran Injil. Pekabaran tentang kekuatan YESUS Kristus, Juruselamat. Petrus malah membuat mereka tercengang ketika mengutarakan Kitab Suci, mahir sekali, menghubungkan Kitab Suci Yahudi (Perjanjian Lama), dengan penggenapannya, penggenapan atas YESUS.Dan ia melanjutkan: “Tidak ada nama selain YESUS di bawah kolong langit ini yang dapat menyelamatkan”. Tidak ada kekuatan selalin kekuatan YESUS, tidak ada kekuatan selain kekuatan ALLAH.

Penatua itu pertama menghakimi Yohanes dan Petrus melalui jalur yang umum, yaitu pengetahuan literatur. Jelas dua rasul ini tidak lolos, sebab tak satupun sekolah keimaman yang mereka ikuti, atau tak satu sekolah pendalaman Kitab Suci manapunpun yang mereka ikuti,sekolah keagamaanpun formalpun tidak, tetapi setelah mereka pelajari, hanya karena mereka mengikuti YESUS-lah maka mereka dapat mengetahui dan dapat berkata-kata dengan berani mengenai Kitab Suci, bahkan tidak hanya berkata-kata, tetapi melakukannya dengan penuh kuasa, kita dapat melihat Kitab Kisah Para Rasul perihal mukjijat-mukjijat yang menyertai rasul-rasul Kristus tersebut.
Dan satu hal yang membuat mereka terdiam adalah ketika “saksi” Yohanes dan Petrus berdiri di samping mereka, dia adalah buah dari karya kuasa Nama Kristus, kesembuhan seorang cacat tadi. Orang yang disembuhkan adalah personifikasi, tetapi saksi utamanya adalah kekuatan Kristus yang tersalur dari memanggil Nama YESUS untuk menyembuhkan person tadi.

Pendakwa kita adalah roh-roh jahat, iblis, si raja dusta. Terkadang ia mendakwa kita jauh di dalam batin kita, memberikan peluang-peluang pemikiran, penghakiman-penghakiman atas segala yang kita lakukan. Dapatkah kita melewati dakwaan itu? Jika saksi hasil perbuatan, buah-buah kekuatan Roh TUHAN berdiri di samping kita, maka pendakwa itu akan diam sama sekali, mereka tidak berani melanjutkan langkah yang lebih dari terdiam saja, atau ia akan mencari celah lain, tetapi jika dia mendapati kehampaan, kesemrawutan atau kekacauan, maka mereka akan semakin menjadi-jadi.

Jadi buah-buah rohaniah adalah saksi-saksi kita dihadapan pendakwa, kita adalah personifikasinya. Ketika si cacat yang telah sembuh itu berdiri di sebelah Yohanes dan Petrus dalam “dakwaan” penatua yang merasa dan mungkin malah benar mengetahui segala sesuatu hukum agama, mereka bungkam.
Jadi siapa saksi kita kelak, dulu, dan sekarang?
Ketika saksi kita terlihat nyata, antara lain berupa kelalaian, maka bukan menjadi sebuah keheranan bahwa banyak penatua-penatua gereja, bahkan hamba-hamba TUHAN, menjadi batu sandungan kepada pekabaran Injil.
“Gereja telah menjadi ladang bisnis, saya tidak percaya TUHAN”, itulah salah satu keluh kesah seorang teman.
Batu sandungan karena saksi Gereja adalah perbuatan keserakahan, roh tamak.
Saksi kita adalah Kristus, karena kita melakukan apa yang YESUS perbuat,semoga kita dikuatkan untuk semakin mengenal DIA (mengenal dalam term Alkitab adalah semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat dan semakin dekat, memikirkan tentang TUHAN selalu, dan memikirkan tentang TUHAN berarti menyadari bahwa malaikat-malaikat bagaikan awan berada di sekeliling kita melihat semua perbuatan kita).

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: