Siapa yang harus saya kasihi?

Januari 7, 2012 pukul 8:19 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Di dalam Kitab Injil ada tertulis perihal seorang yang bertanya kepada YESUS mengenai hidup yang sejati dan kekal.
Jawabannya jelas sudah tertuang di Kitab Suci, yaitu kasihilah Tuhan Allah dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segala kekuatanmu, dan dengan seluruh akalmu, dan kasihilah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri.

Dalam bahasa Yunaninya kata sesama ini dapat diterjemahkan sebagai tetangga kita atau orang yang dekat dengan kita, baik sebagai rumah/keuarga, wilayah, negara atau kelompok.
Sebagai pribadi contohnya maka orang yang dekat dengan kita termasuk objek dari kasih kita,
Sebagai wilayah contohnya maka orang Jakarta wajib mengasihi orang Bekasi,
Sebagai golongan maka Gereja HKBP wajib mengasihi Gereja HKI,
dan seterusnya…

Tetapi tidaklah menjadi seserdahana itu jika berbicara tetang Yahudi.
Di dalam Kitab Imamat memang tertulis hal berikut:
Imamat 19:18
Jangan membalas dendam dan jangan membenci orang lain, tetapi cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Akulah TUHAN.

Tetapi jika kita telusuri dalam kitab Yosua, berapa kali TUHAN memerintahkan kepada bangsa Israel untuk membumihanguskan orang Kanaan, secara natural dapat diartikan musuh harus dibantai sampai keakar-akarnya, sama sekali, tanpa sisa.
Sehingga Yesus menyingkat perihal itu sebagai berikut:
Matius 5:43
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

Oleh karena itulah seorang Yahudi yang bertanya kepada YESUS berkata: “Siapakah sesamaku?”.
Bisa diartikan, “Siapakah orang dekatku?”,…”Siapa yang layak saya kasihi?”
Jika sesama Yahudi adalah sesamanya, maka orang Edom harus dibenci, itu musuh.
Jikga penganut agama Yahudi adalah sesama, maka penganut pagan (orang Kanaan) harus dibenci, mereka adalah musuh.

Jika sesama Kristen maka harus dikasihi, di luar itu musuh,.. apa itu kata YESUS?
Mata ganti mata? balas dendam?, apa itu kata YESUS?

Yesus tidak berhenti samapi di situ, IA mengatakan..”Tetapi Aku mengatakan….”, dan seterusnya.

Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
Bagaimana YESUS bisa mengucapkan kata-kata pengampunan ini, kepada mereka yang menyalibkan DIA?
IA adalah Anak ALLAH bukankah layak bagi DIA memanggil bala tentara malaikat sorgawi untuk membumihanguskan musuh-musuhNYA? atau bukankah layak bagi DIA untuk melepaskan diri dari derita salib itu?
Semua rencana di atas layak dan patut, tetapi sayangnya itu adalah pemikiran kita, dan itu berasal dari si Jahat. Iblis. Sebab bukan apa yang dipikirkan ALLAH yang kita pikirkan. Pikiran Bapa adalah bahwa melalui cawan derita Kristus maka semua orang akan diselamatkan.
Ketika masa Yosua memang orang Kanaan direncanakan TUHAN untuk dihapuskan sama sekali karena dosa mereka sudah sangat berat, sehingga si Iblis sudah menjadi tuhan mereka, dan Iblis adalah musuh utama.
Kitab Suci berkata: “Bukan darah daging musuh kita, melainkan roh-roh jahat”.
Jadi sesama kita adalah semua manusia tak terkecuali, termasuk mereka orang dekat yang menyakiti kita, termasuk mereka yang mempunyai rencana jahat kepada kita. Kenapa bisa begitu? karena ALLAH adalah Kasih, Allah adalah sumber kasih, dan Sumber itu telah berdiam di dalam kita.
Mata air tidak mebualkan air karena ia ingin mengairi sungai-sungai, melainkan karena ia adalah mata air, sumber air, jadi ia harus mengeluarkan air itu tidak perduli sungai memintanya atau tidak.
Sinar lilin akan selalu menyala dan menyinari tidak perduli ia habis atau meleleh.
Karena Sumber ada di dalam kita, maka tidak perduli musuh atau kawan, semua adalah objek kasih kita.

Semua manusia adalah objet dari tebusan darah Kristus, tidak terkecuali, tetapi meski darah tebusan itu mengalir terus dan cukup bagi setiap orang di setiap jaman sampai Maranatha, dalam hikmatNYA ada yang seperti orang Kanaan, yang direncanakan dari awal untuk mati kekal.

RencanaNYA-lah yang terjadi, Amin.
Bagi kita, waktunyalah mengasihi bukan karena seseorang layak dikasihi, tetapi karena di dalam kita telah bertahta DIA yang adalah sumber kasih, Amin.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: