Sekali lagi, bukan yang gampang terlihat lho!!!

Januari 6, 2012 pukul 2:06 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”
(Lukas 9:49-50)

Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
(Markus 9:38-39)

Dapat kita telusuri beberapa point berikut:
1. Nama YESUS
2. Pengikut Yesus
3. Bukan pengikut kumpulan

“Nama” dalam term Alkitab tidak melulu selalu diartikan sebagai sebutan atau panggilan atau gelar dan sebagainya, tetapi untuk beberapa kali Alkitab sering menyebutkan “Nama” sebagai apa yang dikerjakannya.
Contohnya Yakub adalah sebutan atau panggilan kepada anak Ishak, tetapi Nama TUHAN disebut YESUS bukan melulu karena IA dipanggil atua disebut YESUS melainkan karena apa yang IA kerjakan.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.
(Matius 1:21)

Jika kita perhatikan Nama dan apa yang dikerjakan adalah erat, tidak terlepas.
YESHUA atau YEHOSUA adalah sebutan dalam bahwa Ibrani atau Aramaic, dapat diartikan secara sederhana menjadi:
1. Yehova menyelamatkan, atau
2. Dia akan menyelamatkan.

Karena sedemikian Agunglah Nama itu sehingga ada kuasa didalam pekerjaan Nama itu.
Dan kita dapat melihat contohnya seperti di kutipan awal, yaitu ada seorang yang mengusir setan dengan menggunakan Nama YESUS.

Nama itu penuh kuasa bagi mereka yang mempercayaiNya.
Nah bicara percaya di dalam YESUS menjadi akan diterangkan kemudian di ayat kutipan yang sama itu.
Yohanes dan 11 rasul lain memang tampak nyata adalah disebut pengikut YESUS sejak awal, lebih dari 12 itu memang masih ada pengikutNYA. Tetapi dapat dipastikan 12 orang murid pertama pastilah terkenal dan tampak dengan gampang, mudah dikenali, karena selalu bersama-sama dengan YESUS, bahkan pernah di utus beberapa kali untuk mengabarkan Injil, disertai kuasa dan anugerah yang melimpah. Tetapi meskipun demikian kita ketahui justru salah satu dari mereka inilah yang mengkhianati YESUS.
“Dia yang duduk semeja dengan Aku, dialah yang akan menyerahkan Aku”, kata YESUS, sewaktu murid-murid bertanya siapa dia yang akan mengkhianatiNYA. Duduk semeja menjelaskan tentang keakraban, kedekatan. Yudas memang dekat dan akrab dengan YESUS, ia adalah salah satu dari 12 murid awal, ia adalah bendahara kelompok pengikut YESUS…
Tetapi dapat kita ketahui kemudian bahwa Yudas Iskariot adalah seorang yang dikenal sebagai pengkhianat, koruptor.
Meski ia tampak sebagai seorang dari 12 rasul, tetapi hatinya jauh dari jabatan rasul, ia jauh dari pengutusnya YESUS.
Kontras dengan itu, Yohanes menemukan seorang yang mengusir setan dengan Nama YESUS, meski ia bukan salah satu dari pengikut kelompok 12 atau pengikut yang tampak mudah di depan mata.

Ini dapat menjelaskan kepada kita bahwa:
1a. Bukan agama Kristen yang membawa kita kepada kebenaran, tetapi
1b. Kristuslah yang membawa kita kepada kebenaran

2a. Bukan karena kita Kristen maka kita mengenal Kristus, tetapi
2b. Karena kita mengenal dan mengikut Kristuslah maka kita disebut Kristen
(jika kita baca perihal Kristen di Anthiokia, di Kitab Kisah Para Rasul, maka kita akan setuju dengan point ini)

3a. Bukan karena kita percaya agama maka kita percaya TUHAN, tetapi
3b. karena Kita percaya TUHAN maka kita mau beribadah, yang mana tata ibadah diatur oleh agama/gereja

TUHAN tidak terlihat, maka kita juga harus seperti itu di dalam konteks nurani yang tunduk dan beribadah kepadaNYA, prosesi bisa dilakukan, tampak dengan jelas, tetapi kebiasaan dan istiadat berbibadah bukanlah acuan kita berada di dalam TUHAN.
Tubuh bisa melakukan semua aturan agama, mudah dilihat dan gampang menerima pujian taat dari sesama, tetapi TUHAN melampaui semua yang terlihat oleh mata manusia.
Legalisasi bisa terlahir dari kebiasaan/agama. Apa kurangnya Farisi dalam praktek semua tata ibadah dan tuntutan agama? mereka sempurna bukan?, tetapi itu hanya raga, hanya tubuh, hanya agama, hanya tata cara, rohnya banyak yang sudah mati.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: