Boleh ngga seh?

Desember 20, 2011 pukul 7:25 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , , , ,

(Matius 22:17-22) Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”

Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”

Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.

Kita tahu siapa lawan dialogh YESUS di sini, yaitu orang-orang Farisi dan suruhannya yaitu orang Herodian.

Dari dialog di atas kita dapati bahwa YESUS mengetahui kejahatan penanya. Secara kasat mata memang beberapa orang bisa saja heran, “Apa salahnya bertanya? emang ngga boleh?”.
Memang tidak salah bertanya. Sebab YESUS adalah seorang Guru, tentu IA dengan senang hati jika ditanya.
Tetapi kita akan mengetahui kejahatan mereka ini.

Pertanyaannya berkesan sederhana: “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
Mari kita selidiki kisah ini.
Latar belakang sebelum dialog ini Injil Matius mengatakan bahwa beberapa Farisi, kemungkinan kepala-kepala pengajar/ahli atau guru, menyuruh murid-muridnya bersama-sama orang Herodian untuk bertanya kepada YESUS.
Sekilas tidak terasa aneh. Perhatikanlah kisahnya. Farisi ini adalah kelompok Yahudi dengan tradisi yang ketat, mereka menganggap diri mereka terpisah/khusus/mulia daripada Yahudi yang lain. Sesama Yahudi saja mereka merasa lebih tinggi statusnya. Lebih bersih. Sekarang mereka malah menyuruh murid-muridnya bersatu dengan kaum Herodian hanya demi “menguji” YESUS. Herodian? Ya kaum Herodian adalah kaum-kaum terpelajar. Mereka orang terpelajar, tetapi dari golongan “gentile”. Sebutan non-Yahudi. Non Yahudi identik dengan kafir, tidak percaya TUHAN, tidak mengikuti ketatnya peraturan agama, tidak mengikuti syahadat, dan sebagainya…. Najis, Kotor, Hina… Farisi mengatai mereka begitu.
Jadi sekarang kita sedikit mengetahui betapa jahatnya mereka ini.
“Munafik’, itulah kata YESUS kepada mereka ini.
Kadang dalam demonstari anti pemerintahan bisa, dan bahkan sering terjadi seperti ini. Ketika dijalanan mereka seperti satu suara, satu tujuan, satu arah,… dan kebanyakan sebenarnya isinya orang munafik. Jk apa yang didapatkan sudah digenggam, barulah ketahuan isi kepala masing-masing, jutaan arah akan terkuak, masing-masing ide akan dipertahankan.

“Boleh ngga seh bayar pajak?”

Kata YESUS: “Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.”
Anda tahu? Mereka mengeluarkan koin bergambar Kaisar.
Sebelumnya kita reka dulu maksud pertanyaan ini.
Pada masa itu Romawi memang sedang menjajah Israel. Bagi Yahudi melawan penjajah adalah salah satu tugas Mesias. Jadi Mesias harus “membenci” semua yang berbau Romawi. Jadi jika YESUS berkata: “Kamu boleh membayar pajak”, maka dapatlah dikatakan YESUS justru menyokong penjajah. Itulah tujuan Farisi.
Sebaliknya jika YESUS berkata: “Tidak boleh membayar pajak”, maka Herodian akan mencap YESUS sebagai penggerak makar, anti pemerintahan.
Itulah keadaannya. Ketika YESUS berkata tunjukkan mata uang itu… kita ketahui mereka memberi 1 dinar, mata uang dengan gambar Kaisar.
Ada yang berbau munafik?….. ada, yaitu:
Farisi-Farisi ini kemungkinan besar sudah akrab dengan DINAR, mata uang bergambar Kaisar.
Kaisar mencap dirinya anak allah, artinya sama dengan allah. Kaisar seorang “gentile”, orang kafir, orang najis, tetapi kenapa Farisi yang mencap demikian justru malah memiliki KOIN berbau ROMAWI? Menuntut YESUS “anti Romawi” tahunya mereka sendiri “menyokong” Romawi.

“Demi Indonesia yang damai, gantung dan bakar koruptor”, teriak Demonstran.
“WHAAAAAT”.
Ada yang salah bukan?, masak menginginkan kedamaian dengan cara “gantung”, “bunuh”, “bakar”…? Mengerikan, munafik.

Berikan kepada Kaisar apa yang wajib diberikan kepada Kaisar,
berikan kepada ALLAH apa yang wajib diberikan kepada ALLAH.

Koin itu bergambar Kaisar, jadi berikan saja itu kepada Kaisar.
Kita ada dari image (gambar) KRISTUS, jadi berikanlah itu kepada ALLAH, karena itulah yang benar.

Jadi boleh ngga seh membayar pajak?
Jika image (gambar) Kristus ada pada dirimu? maka bayarlah pajaknya, maka pembangunan akan lancar, kasih, suka cita, lemah lembut, damai sejahtera adalah sebagian “fasilitas” yang nampak dari hasil membayar pajak.
Pajak rohaniah, bayarlah.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Tx buat pencerahannya. Ijin share ya?

    • silahkan Yesus memberkati senantiasa, amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: