Perang, dalam iman, pertama selalu dengan tentara LEMAH

Desember 18, 2011 pukul 7:24 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

(Yosua 2:1) Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.” Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

“Hai sekalian Israel”, teriak seorang panglima perang Israel.
“Sebentar lagi kita akan berperang”, dilanjutkan lagi, “Tegarkan hatimu, angkat senjata”

“Kita berjumlah banyak, tidak akan ada yang berani dengan kita”.
Masih dengan garang dikatakan: “ALLAH bersama kita, siapa berani melawan”.
“ALLAH MAHA BESAR”, dengan lantang kembali diteriakkan, “Yerikho akan kita bumi hanguskan”.

Itu mungkin sedikit bayangan bagi sesuatu yang melambangkan kegagahan, keangkuhan iman, kesombongan rohaniah.

Kita tahu rekaan saya di atas, dialog atau pidato seperti itu tidak pernah ada, karena dialog seperti itu adalah salah satu contoh dari dialog seorang panglima relijius, tetapi sombong secara rohaniah, ia tidak mengenal ALLAH sama sekali.

Dari kutipan di atas kita ketahui, justru ketika Yerikho akan dibumihanguskan oleh TUHAN, semuanya diawali dengan seorang yang tidak dianggap sama sekali oleh siapa-siapa, ia orang yang dianggap rendah, ia seorang yang diasingkan meski dicari-cari oleh sebagian orang, ia yang dalam kesunyian hidup “mempelajari” kekuasaan TUHAN Israel. Ia adalah seorang pelacur, Rahab.

Perang melawan musuh, musuh yang kuat seperti Yerikho yang berkubu dan menjulang tinggi, selalu diawali dengan iman, dan hal-hal yang lemah selalu digunakan TUHAN untuk membuktikan bahwa jika IA menyertai (IMMANUEL), maka si lemah menjadi kuat, karena TUHAN ADALAH MAHA BESAR, MAHA KUAT.

Kita ingat MESIAS? IA adalah Raja segala raja, tetapi IA memilih dilahirkan di kandang domba.
Secara manusia IA adalah keturunan raja-raja, dari garis Raja Daud,… tetapi setelah pembuangan ke Babel, mereka lebih dari hanya orang Israel umumnya… Yusuf, hanya seorang pengrajin.
Mesias lahir di kota kecil, terasing… tetapi IA mengerjakan pekerjaan luar biasa, karena IA mengalahkan segala bentuk “keangkuhan”, IA menyelamatkan umatNYA dari DOSA, karenanya IA dipanggil YESUS

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: