WAKTU DIA bukan waktu kita

November 30, 2011 pukul 5:23 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , , ,

(2Petrus 3:15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Menurut beberapa ahli surat dari Paulus telah lebih dahulu digunakan sebagai “panduan” murid-murid yang telah percaya YESUS sebagai MESIAS, Anak ALLAH. Dari kutipan ayat di atas dapat kita aminkan analisa itu. Kira-kira dapat kita kutip satu ayat yang berhubungan erat dengan ayat di atas,

yaitu:

(Roma 2:4) Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

Kedua orang di atas adalah dari latar belakang Yahudi. Malah dari agama Yahudi. Sehingga tema-tema yang mereka ucapkan dari kendari ROH KUDUS, tentu tidak akan lepas kendali dari firman ALLAH yang telah diwahyukan, diajarkan dan dijadikan pondasi keimanan, tentu satu ayat dari Kitab Suci Yahudi (Kristen umumnya memanggilnya Perjanjian Lama), adalah sbb:


(Yesaya 30:18) Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Jika kita coba tarik salah satu kalimat dari 3 kutipan itu kira-kira menjadi seperti berikut:
“Kesabaran Tuhan sebagai kesempatan beroleh selamat, karena pertobatan selalu dinantikan”

Masih ada orang yang belum mendengar Berita Gembira. Itu harus diraih. Bukan berarti hanya mendengar, tetapi beberapa dari orang yang telah diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, sekian orang dari mereka ketika “hanya” mendengar Berita Gembira ia akan ditambahkan kepada orang yang percaya, karena ROH ALLAH bekerja dengan segala rahasia yang hanya DIA ketahui. INJIL adalah Berita Gembira.

Dikatakan TUHAN adalah Allah yang adil, artinya bagi mereka yang telah “mendengar” sepintas lalu, dan tidak respon sama sekali, menolak dengan menganggap remeh Berita Gembira, maka….. TUHAN katakan IA masih mengulur waktu makin panjang sampai seseorang berani mengatakan “ENGKAU ADALAH TUHAN”. Tetapi jika “lidah” itu tidak ada maka kelak jangan salahkan TUHAN menghakimi, IA ADIL.

Atau beberapa dari kita telah mendengar dan menerima bahkan mempercayai Berita Gembira, tetapi ada dosa-dosa yang masih sulit kita kalahkan…. TUHAN katakan…
waktunya masih akan diperpanjang supaya KASIH-NYA nyata. IA bijaksana. Menunggu….demi kebaikan kita.

Dalam suatu keadaan, mungkin kita kesal dengan seseorang karena perbuatannya yang salah kepada kita. Lalu kita sangat mungkin akan mengatakan di dalam hati: “Awas nanti yah, tunggu saja, kebenaran pasti akan terkuak, dan engkau pasti akan menderita akibat kesalahanmu”.
Itu dapat kita sebut amarah yang tidak kudus, akan melahirkan dosa, sebab tidak ada kasih dan tidak ada keadilan dan tidak ada kebijaksanaan di sana. Ia sebenarnya membenci si pembuat salah itu.
Lain halnya dengan TUHAN, IA mengatakan “Meski engkau salah, saya akan tunggu kapan bertobatmu, jika engkau bertobat engkau akan berbahagia, karena AKU akan menyertaimu”. Itu adalah penantian penuh kasih yang adil dan bijaksana.

IA tidak melakukan penghakiman oleh dorongan amarah yang tidak kudus, melainkan karena kita tahu IA ADALAH PENCIPTA.
IA adalah AWAL DAN AKHIR, IA sudah membuat awal dri dunia, dan tentu dunia akan berakhir juga. Karena akan berakhir maka betapa bahagianya kita jika kita bergabung dalam jemaah sorgawi yang kekal, dan karena keadaan itu begitu indahnya, begitu megahnya, sampai-sampai dalam bahasa simbol di Kitab Wahyu oleh Rasul Yohanes, sorga digambarkan penuh permata-permata indah, berwarna-warni, dan
untuk itulah kita ditunggu sebegitu sabarnya.
Dapat dibayangkan betapa kontrasnya TUHAN kita? Tentu. Jika orang berdoa supaya kita kelak dikutuk di neraka karena dosa kita, maka TUHAN, melalui tangan Paulus, Petrus, Yesaya, mengatakan dosa keterpisahan dengan TUHAN memang akan membawa orang kepada maut, dan karena pasti menuju maut, maka kita harus mengasihi mereka. Kita harus menuntun seekor domba yang tanpa sadar ia ketahui menuju jurang terjal bukan?
Oh… itulah yang ada dihatiNYA, IA melihat langkah kita semua.

TUHAN memberi waktu yang panjang sampai IA datang di Betlehem, supaya ISRAEL tahu bahwa masa lalu mereka berada dan akan selalu bergantung kepada DIA, ALLAH Yang perkasa. YESUS lahir dalam keadaan kelemahan, dan dalam tangis dan penderitaan, sepenuhnya IA bergantung kepada BAPA, sehingga kita yang percaya dan telah ingin
seperti Kristus, maka kita takluk sepenuhnya kepada BAPA. Adam diajarkan untuk tunduk kepada BAPA, tetapi ia lebih memilih sebaliknya, Adam memberikan contoh “pengagungan” diri sendiri. dalam waktuNya Adam kedua, Anak Manusia datang, memberikan contoh “kerendahan” hati yang Maha Agung, untuk kesalamatan kita semua.

IA memberi waktu, lalu gimana kita dengan waktuNYA itu?

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Terima kasih, renungan ini memperjelas renungan yl. “ITU HAKKU!!!”. Yang lain, Bagaimana dengan mereka yang berada di bawah Hukum Taurat atau masa Perjanjian Lama, juga sudah termasuk Rencana Penyelamatan/Berita Gembira ? GBU

    • Justru rencana itu diungkapkan kepada mereka (dalam hal ini khususnya Israel)…
      dan oleh merekalah kita dapat “dicangkokkan” kepada kasih kemuliaan TUHAN ALAM SEMESTA…

      Jadi masa PL disiapkan untuk kedatangan KRISTUS yang menderita dan setelah KRISTUS dilimpahkan kepada kita oleh masa PL itu, maka kita sama2 menantikan kedataangan KRISTUS keduakalinya dalam KEMULIAANNYA…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: