Ujian datang, karena kita berkemah, studi kasus Rahab

November 4, 2011 pukul 12:32 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: , , , , ,

Kemah kita adalah tubuh kita ini. Dan karena kita masih memiliki tubuh sepanjang hidup ini, maka ujian itu akan datang terus dan silih berganti.
Kesehatan adalah ujian, ketika beberapa virus atau bakteri datang “bertamu” kepadanya.
Ucapan adalah ujian, ketika sesuatu yang indah mungkin lebih enak diucapkan ketika seharusnya nasehat yang membuat sakit perut lebih diperlukan.

Tok tok tok…
Pintu keras diketok, dan mungkin sedikit ada bantingan dari tentara Yeriko yang sedang mencari dua orang mata-mata. Mata-mata Israel sedang ingin melihat Yerikho yang terkurung oleh tembok yang tinggi dan tertutup rapat.

Rahab: “Apa yang kalian inginkan?”
Tentara: “Dua orang mata-mata Israel, mereka memasuki daerah sini, kami yakin mereka ada di rumahmu, dan kamu mengetahuinya, hayo kasih tau dimana mereka”.

Mungkin tentara itu sedikit memaksa dengan beberapa “akting” ancaman.
Dan kita tahu, Rahab berbohong kepada tentara-tentara itu bukan?, wanita yang tidak berdaya itu, yang dikenang dalam imannya, sekarang harus berbohong, akibat keadaan yang memaksa.

Jika mengingat TUHAN yang sedang “bekerja” bersama ISRAEL maka tidak ada alasan untuk dapat melakukan hentakan-hentakan sedikit jika toh kedua pengintai itu tertangkap, tetapi “kemah” Rahab lebih tidak tahan terhadap angin yang mendera, ia memilih rubuh ketimbang menguatkan tali-tali pengikatnya, dan ia mengeluarkan perbendaharaannya yang masih perlu belajar lebih percaya. Ia berbohong untuk alasan ingin menyelamatkan dua mata-mata Israel. Berbohong lebih ampuhkah dibanding buah iman yang melihat KUASA TUHAN?

Berbohong macam ini justru lebih berbahaya dan lebih menghujat TUHAN, karena sekaligus berbohong, juga telah menghina TUHAN tidak sanggup menolong sekaligus, serta sekaligus yang satu lagi yaitu menghina TUHAN tidak melihat dan bekerja.
Parah bukan?
Jadi tidak ada gunanya berbohong demi alasan apapun itu.

Meski hal-hal semacam itu terjadi dan terkadang diijinkan terjadi bukan berarti hal itu dibenarkan.
Kita diijinkan mengucapkan kata-kata kotor dan bertindak kotor bukan berarti karena diijinkan maka itu bisa diterima dan bisa dikatakan benar. Kristen terkadang melakukan pembunuhan dan pembantaian atau malah menyetujui perang, bukan berarti Kristen mengajarkan begitu,… ada ujian yang menghampiri…

Diijinkan itu sebagai pertanda bahwa kita masih hidup dalam kemah, dan kemah akan selalu dapat menerima terjangan-terjangan angin, dan sebisa mungkin oleh terjangan-terjangan itu kita dapat semakin belajar mengikat tali temali yang kuat sehingga kita dapat menahan dan menolak terjangan angin itu.

Kata diijinkan tidak sama dengan diperbolehkan. Diijinkan maksudnya adalah kita dibebaskan memilih dan terkadang pilihan kita itu salah. Kemah yang indah cenderung terlihat dari bagaimana merespon terhadap pilihan yang salah. Tidak jarang orang seperti DAUD dengan respon pertobatan, mungkin kebanyaka seperti Saul yang malah semakin “brutal”, atau mungkin “theologi Yudas Iskariot”, yang konon karena mengasihani dirinya ia melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan, atau mungkin seperti Petrus, yang menangis kerasa, meraung karena penolakan, tetapi menjadi keras seperti batu karang oleh tangisnya itu…
Banyak contoh, banyak lakon, .. kita melakoni seperti apa? Rahap?

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. oke juga

    • @van halen

      terimakasih atas kehadiran saudara..

      salam

  2. rasannya penafsiran mengenai teks Rahab tidak begitu deh pak… maaf numpang lewat aja

    • Saudara Cahyo;

      Silahkan saling berbagi,…

      monggo di-share

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: