Dialog Para Relijius – 03

Oktober 17, 2011 pukul 8:41 am | Ditulis dalam Pemikiran | 5 Komentar
Tag: ,

lanjutan dari:

Dialog Para Relijius 01
Dialog Para Relijius 02

Dialog sesi ketiga:

Pokok Bahasan Pandangan Sahabat AYUB Pandangan AYUB
TUHAN BILDAD: TUHAN adalah MAHA dan IA tidak membatasi anugerahNYA, IA memiliki kekuasaan yang MAHA Ayub percaya dan meyakini, tetapi disamping TUHAN YANG MAHA dan penuh anugerah yang melimpah, setiap manusia juga menerima “bisikan-bisikan TUHAN” yang kita dengar karena ada Roh ALLAH dicurahkan kepada setiap umatNYA, karena IA perduli meski manusia tidak ada apa-apanya dihadapanNYA
Kesimpulan 3 sahabat Ayub meyakini Ayub telah melakukan suatu kesalahan besar sehingga TUHAN menghukumnya, karena kita akan selalu sukses dan bahagia jika kita setia Ayub mengatakan rahasia ada pada ALLAH, bahkan ada orang jahat malah kaya dan sukes, dan justru ada orang benar malah menderita.

Sampai disini 3 sahabat tidak berhasil mengungkit kejahatan yang telah dilakukan Ayub sehingga TUHAN adil menghukum dia sebegitu hehat.
Dan memang tidak ada suatu kejahatan yang dilakukan Ayub sehingga ia layak mendapat derita itu, dan justru 3 sahabatnya mendesak supaya Ayub jujur dan terbuka, malah membuat Ayub semakin marah kepada mereka.

Seorang muda datang menghamipiri 4 relijius di atas, jadi sekarang menjadi diskusi 5 para relijius.
Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah, dan ia juga marah terhadap ketiga orang sahabat itu, karena mereka mempersalahkan Ayub, meskipun tidak dapat memberikan sanggahan.
(Ayub 32:2-3)

Dalam pengertiannya Elihu memarahi Ayub karena terlalu berani mengadukan perkaranya di hadapan TUHAN. Dan malah Ayub menyalahkan TUHAN akibat penderitaannya. Ayub menyalahkan TUHAN karena didorong oleh ucapan-ucapan sahabatnya yang tadinya ingin menghibur ternyata malah menghakimi Ayub, Ayub menjadi sangat kesal, dan karena Ayub yakin tidak melakukan suatu kesalahan maka ia menjadi berang dan berani mengatakan tidak salah di hadapan TUHAN. Dan ia sedang menunggu TUHAN hadir dan menjawab perkaranya.

Meski Elihu berbicara panjang lebar, beliau hanya menasehati dan malah memarahi seorang yang sedang berkabung, ia mengeluarkan semua pengetahuannya tentan ALLAH. Dan justru itu tidak menjawab kegelisahan AYUB. Elihu mungkin bisa membantu AYUB dalam berdoa meminta jawaban TUHAN bukan malah mengulahi dan sebagainya. Atau bisa juga kita mengualiahi tetapi sekaligus kita membawa di dalam doa, sepertinya Elihu tidak demikian.

Dan IMAN AYUB terjawab, bahwa TUHAN perduli dan sayang dan mengasihi manusia,… maka TUHAN hadir di hadapan AYUB. Dan dalam penjelasan TUHAN, dikatakan bahwa pendapat dan pandangan tentang TUHAN dari 3 sahabatnya adalah keliru dan salah. Sehingga diperlukan penebusan salah. Ayub disuruh mengurbankan tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan demi teman-temannya itu.

YESUS berani mengatakan kita sahabatNYA, karena IA telah mengorbankan DIRINYA bagi penebusan kita atas pandangan dan jalan hidup kita yang salah dihadapanNYA.
Dan tanpa itu kita akan binasa.

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] ke Dialog Para Relijius- 03 LD_AddCustomAttr("AdOpt", "1"); LD_AddCustomAttr("Origin", "other"); […]

  2. Kami ingin bertanya; Apabila Kabar Baik ini (Renungan/Tafsiran dll.), kami teruskan/berbagi dengan teman-teman se iman dalam Yesus Kristus, syarat-syarat apa saja yang harus kami penuhi ? Mohon penjelasan Bapak. Terima Kasih, Tuhan Yesus memberkati.

    • @saudara Piet

      organisasi bisa memberi syarat, tergantung ke organisasi mana saudara berafiliasi;

      gereja bisa memberi syarat, tergantung ke gereja mana saudara berafiliasi;

      tetapi di atas segalanya, seperti Rasul Yohanes berkata, ROH KEBENARAN-lah yang bisa membedakan segala sesuatu,
      jadi syarat apapun yang diberikan “pemimpin”, karena pemimpin juga dipilih ALLAH, maka mari berlandaskan syarat utama berikut:

      Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
      (1Yohanes 4:1)

      Syarat hanya satu, yaitu kita percaya di dalam ALLAH.

      Jika maksud saudara ingin menyalurkan beberapa buku, saya kira toko buku bisa dimanfaatkan, gereja-gereja bisa juga, baru-baru ini GRII contohnya memberi undangan KKR ke setiap gereja.

      Segalanya bisa menjadi mudah karena gereja/orang-orang percaya yang menyebarkan Berita Gembira itu percaya dii dalam TUHAN YESUS KRISTUS

      salam dan diberkati juga kiranya kita semua

  3. […] Ketika theologia kita diuji Maret 16, 2012 pukul 8:44 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar Kaitkata: pemahaman, Rasul, theologi, ujian Mengenai dialog Ayub ada 3 kali dibahas di blog ini; Dialog-para Relijius 01 Dialog para Relijius 02 Dialog para Relijius 03 […]

  4. […] Theologi Ayub dengan sahabatnya sudah kita rangkum dalam artikel: Dialog-para Relijius 01 Dialog para Relijius 02 Dialog para Relijius 03 […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: