Dialog Para Relijius – 02

Oktober 17, 2011 pukul 8:40 am | Ditulis dalam Pemikiran | 4 Komentar
Tag: ,

Lanjutan dari Dialog Para Relijius- 01

Karena Ayub tidak mau dan tidak bisa mengatakan rahasia kebobrokan dan kesalahan yang ada padanya maka perbincangan berlanjut dan semakim hangat:

Pokok Bahasan Pandangan Sahabat AYUB Pandangan AYUB
Manusia dihadapan ALLAH ELIFAS: ALLAH itu MAHA dan manusia tidak, sehingga manusia tidak akan mungkin layak meminta TUHAN menjawab pertanyaan kita, adalah suatu kesombongan dan kekurangajaran jika kita terlalu berani berdoa kepada TUHAN secara langsung dan terlalu berani meminta TUHAN langsung menjawab kegundahan hati kita. Dan tidak mungkin TUHAN akan menjawab karena kita berdosa. Ayub masih dituduh ada kesalahan Sekali lagi Ayub mengatakan TUHAN terkadang mengijinkan penderitaan karena IA berotoritas penuh atas segala sesuatu, dan karena IA berotoritas penuh, maka kita layak mengampiri tahtaNYA. Dan bahkan di Sorga ada SAKSI untuk memutuskan perkara antara ALLAH dan manusia dan antara manusia dengan manusia. Baik kita dalam keadaan benarpun TUHAN masih bisa menurunkan penderitaan, tetapi bukan sebagai hukuman.
Reaksi/Aksi pada realita kehidupan BILDAD: Akibat kefasikanlah maka Ayub akan padam. Dan karena Ayub sekarang dalam penderitaan besar maka tentu Ayub adalah orang fasik. Itu logis. Terbukti dari realita Ayub yang ingin berperkara langsung dengan TUHAN, dan tentu itu suatu kesesatan. Ayub mengatakan jika TINDAKAN TUHAN didasarkan pada perbuatan manusia maka TUHAN menjadi tidak adil karena ada orang benar yang menderita, contohnya Ayub sendiri. Jika TUHAN seperti itu dikatakan ADIL maka tentu semua yang percaya kepadaNYA haruslah menjadi KAYA RAYA dan tidak akan pernah menangis, nyatanya justru orang yang percaya yang banyak menderita dan menangis
Pengajaran dan perbuatan ZOFAR: Ucapan manusia bisa terdengar manis, tetapi hatinya bisa jadi jahat. Ayub memang seorang pengajar tentang TUHAN, tetapi kenyataannya Ayub dihukum oleh TUHAN, dan karena Ayub dihukum TUHAN maka dapat ditarik kesimpulan hatinya Ayub pasti sangat jahat dan licik. Kita beribadah kepada TUHAN bukan untuk mendapat untung atau untuk menghindari hukuman. Kita beribadah kepadaNYA karena IA berotoritas penuh atas segala sesuatu, termasuk berotoritas kepada orang benar, termasuk berotoritas mengijinkan penderitaan. Itulah pengajaran yang sekaligus dilakukan setiap hari, dan karena itulah Ayub ingin membeberkan perkaranya dihadapan TUHAN

Lanjutan ke Dialog Para Relijius- 03

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] ke Dialog Para Relijius – 02 Like this:LikeBe the first to like this […]

  2. […] Dialog Para Relijius 01 Dialog Para Relijius 02 […]

  3. […] theologi, ujian Mengenai dialog Ayub ada 3 kali dibahas di blog ini; Dialog-para Relijius 01 Dialog para Relijius 02 Dialog para Relijius […]

  4. […] Ayub dengan sahabatnya sudah kita rangkum dalam artikel: Dialog-para Relijius 01 Dialog para Relijius 02 Dialog para Relijius […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: