HUKUM TERUTAMA, kenapa?

Oktober 14, 2011 pukul 8:08 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 1 Komentar
Tag: ,

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
Jawab Yesus kepadanya:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
(Matius 22:36-40)

Jika para nabi, Taurat dan semua kitab bergantung kepada hukum utama dan yang terutama ini, maka itu menceritakan sesuatu yang kekal. Karena semua Kitab Suci menceritakan sesuatu yang kekal, dan Yang Kekal hanya SATU, yaitu ALLAH YANG MAHA KUASA.
Kitab Suci juga tidak serta merta melupakan bahwa ada manusia di dalam object kasih itu. Dan karena manusia adalah pelaku juga, maka semua manusia diajak untuk menerima ROH KUDUS, ROH ALLAH, supaya menjadi di dalam kasih. Dan setiap orang yang menerima ROH KUDUS akan disanggupkan dalam perilakunya untuk melakukan kasih, dan dalam kesanggupan itulah kita akan semakin mengenal KRISTUS yang penuh kasih karunia, dan penuh kebenaran.

ALLAH hadiratNYA di KERAJAANNYA, dan kita yang meski menerima ROH KEBENARAN, tidak dipungkiri masihlah di dunia. Kita mengamini Maranatha, yaitu ketika TUHAN datang mengadili, akhir jaman, maka dunia itu akan binasa juga. Dan karena dunia akan binasa maka apa yang kita bawa dalam kekekalan kita bersama hadiratNYA?
Yaitu kasih.

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
(Galatia 5:22-26)

Kalau kita lihat semua point-point di atas, maka itulah paling tidak semua yang dihasilkan oleh keadaan rohaniah kita, dan itulah yang menjadikan kita telah dilayakkan sebagai warga KERAJAAN KEKAL-NYA.

Dunia akan binasa, bahkan tubuh kita kelak akan mati juga, sekali lagi ada sesuatu yang musti kekal dari tubuh dan dunia akan binasa itu.
Dan untuk itulah kita diberikan “makanan rohani” oleh penulis-penulis Kitab Suci. Di dunia ada iman, di dunia ada pengharapan, tetapi ketika dunia itu akan binasa, ketika tubuh ini akan mati juga, maka ada yang terakhir yang kekal bersama kita, yaitu KASIH.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
(1 Yohanes 4:8)

Dan Rasul Paulus dalam terang ROH KUDUS sangat benar menuliskan hal berikut:

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
(1 Korintus 13:13)

Iman bisa diterjemahkan sebagai agama dalam berbagai konteks. Pengharapan sudah kita bahas di artikel Pengharapan
Jadi agama dan pengharapan akan dengan sendirinya tidak diperlukan, tidak menjadi didalamkeadaan kekal, karena iman dan pengharapan hanya kita miliki di dalam kemah tubuh kita ini, kasih itu kekal bersama kita, karena di dalam HADIRATNYA ada KASIH, dan bahkan ALLAH adalah kasih. Dan kita yang dihargai sedemikian berharga, tentu selalu di dalam kasih, karena yang terutama yang diberitakan dan yang diucapkan dan yang kita lakukan adalah kasih.

Sudah dikatakan di atas, bahwa ALLAH adalah KASIH dan buah Roh atau hasil dari hal-hal yang rohaniah adalah salah satunya kasih, maka pondasi utamanya bukan lagi berdasar apa yang dapat kita lihat dari pelaku-pelakunya, artinya bagi kita yang sudah menerima kasih karunia, jangan sampai kelakuan seseorang yang beriman lainnya menjadi batusandungan bagi kita. Kita berdosa agar setiap hati dapat lembut dan lembut dan lembut.

Salam Kasih.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. HUKUM TERUTAMA yang disampaikan Yesus secara ringkas dan jelas, dan yang terpenting, disertai contoh perbuatan KASIH terbesar, yaitu memberikan nyawa bagi keselamatan umat-Nya, membuat kita yakin bahwa benarlah ALLAH kita adalah kasih, dan hendaknya kita pun demikian.
    Salam amang😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: