Kenapa Alkitab Harus menjadi SALAH

Oktober 12, 2011 pukul 9:40 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Dalam sebuah adegan film, pemerannya anak-anak, mungkin kita akan mendengar tengkar pendapat ini ketika tiba-tiba kala bermain di rumah keramik kesayangan sang ibu terjatuh dan berantakan di lantai, mereka memikirkan hukuman yang menanti, dan seseorang harus bertangung jawab untuk itu, siapa yang melakukan harus ditemukan untuk dihadapkan pada “pengadilan”.
Maka teriakan-teriakan inipun akan terjadi:

“You did it”

“No, You did”,

“Yes, you did”.

“No, i said, you did it”.

Seorang harus menjadi salah supaya seorang yang lain menjadi benar. Padahal belum tentu demikian, bisa jadi dua-duanya salah, atau bisa jadi seorang hanya menyimpan kesalahan di balik teriakannya yang kencang dan keras.

Dalam hal ini maka ALKITAB sebagai satu dari sekian yang dinamakan Kitab Suci, juga sedang diperhadapkan pada hal permainan kehidupan. Jika yang satu selaras dengan ALKITAB dan siap menerima, maka bisa jadi tidak akan ada teriakan: “You did”, tetapi karena segudang perbedaan, segudang arah beralawanan, maka teriakan-teriakan untuk menyalahkan ALKITAB-pun dikumandangkan.

Berikut beberapa orang/kelompok yang berteriak, ALKITAB pasti yang salah, supaya si empunya teriak benar.

1. Kristen Fundamentalis.

Bicara ALKITAB, maka kita bicara sejarah text suci, dan bicara sejarah text suci kita bicara bagaimana manusia menyalurkan, membuat kembali, menulis kembali. Dalam hal transfer inilah kemungkinan ada kemungkinan kesalahan. Contohnya 3 tulisan di salib menceritakan tentang YESUS NAZARET, RAJA YAHUDI. Kita cenderung lebih umum dengan kata INRI,.. padahal dalam singkatan bahasa Indonesia sebenarnya adalah YNRY, bahkan karena tulisan itu dituliskan dalam Latin, Yunani dan Ibrani, maka tentu akan ada perbedaan. Dan penekanan juga sangat kentara bagi penulis, sehingga sepenggal kata bisa saja diambil untuk maksud yang tepat dari tema yang sedang ia inginkan diketahui orang, atau pembaca. INRI dalam Latin semetara Yunaninya menjadi INBI, karena Rex (Latin) = βασιλευς (Basileus, Yunani) = Raja.
Apakah kita harus mempertahankan INRI? atau kita harus menyatakan INBI yang benar lalu “berperang” mempertahankan INRI?, TIDAK, dua-duanya benar, semuanya berguna buat kita yang memang berbeda-beda.

Ketika saya memasuki sebuah toko Kristen, dipajang sebuah Alkitab, terjemahan di luar LAI, dia malah agak ketakutan, kenapa? karena ada gaya fundamentalis secara umum yang menolak terjemahan di luar LAI. Jadi ada anggapan terjemahan di luar LAI pasti salah, korup, tidak benar, tidak dibimbing TUHAN.

Padahal semakin banyak terjemahan semakin kita diperkaya akan maksud TUHAN yang benar, karena kita tidak bisa memungkiri keterbatasan kita. Keterbatasan murid-murid Paulus, Petrus, Yohanes, d.l.l, bisa saja nyata ketika guru-guru rohani ini menyuruh tulisan pertama yang mereka buat juga dibacakan dan dituliskan kepada jemaat-jemaat yang pada kurun sekitar 50 tahun sudah mencakup puluhan bahasa. Bahkan menurut beberapa orang tahun 500 Masehi, Surat-Surat Suci, yang kita sebut Kitab Suci, sudah diterjemahkan kepada hampir 500 bahasa.

2. Film/Buku/Novel Fiksi
Fiktif, tetapi dipoles dengan penjumlahan beberapa realiat, sehingga terlihat sangat masuk akal dan manusiawi. Film Da vinci Code kita bisa masukkan dalam ranah ini. Beberapa film horor yang menampilkan tokoh-tokoh agama, yang mana tokoh-tokoh itu mengutip dan memraktekkan hal yang salah dari Kitab Suci, maka orang bisa menjadi percaya akan fiktif, imaginasi yang nakal menjadi seolah fakta. Butuh kecerdasan membedakan, tetapi kecerdasan juga yang mengolah cerita fiktif menjadi seperti fakta, dan orang cerdas juga yang menerima itu sebagai fakta.

3. Kaum yang disebut TERPELAJAR/Scholar
Ada juga keinginan dari beberapa orang untuk terlihat melangit dan menjulang tinggi, ingin terkenal. Maka salah satu cara bisa jadi adalah mengucapkan hal-hal yang tidak sepatutnya.
Mengejar popularitas bisa jadi adalah godaan terbesar dari setiap orang dimasa multimedia cepat sekarang ini. Mungkin tidak akan asing jika menulis tentang theologia-theologia ortodox, orang akan tertarik dengan judul buku: “YESUS akan mebuat saudara kaya”,… atau ada juga kemungkinan: “Misi rahasia YESUS ke TIBET”,… atau: “INJIL asli telah ditemukan”, dan ada juga: “Inilah INJIL yang paling benar.

4. Ilmuwan dan Archeologi
Tidak menutup kemungkinan bahwa memang banyak situs telah ditemukan yang sejalan dengan ALKITAB, tetapi ada juga yang masih tanda tanya. Yang menjadi kesulitan adalah sesuatu yang belum berujung di tangan beberapa orang sudah menjadi seolah kesimpulan. Dahulu orang menghina Kitab YESAYA, dikatakan kitab YESAYA bagian tertentu pasti ditulis sekitar abad pertama sebelum masehi. Bagaimana tidak nubuat YESAYA mengenai pendudukan Romawi di pulau tertentu, dimana pulai itu dipenuhi tembok-tembok, persis terjadi. Tetapi setelah diskusi panjang, ditemukan Gulungan Laut Mati, ditemukan gulungan Yesaya paling banyak dan bahkan secara etimologi tulisan itu bisa ditelusuri sampai abad 3 sebelum masehi.
Banyak tanda tanya membuat “penggalian” masih berlanjut, dan karena itulah situs-situs masih sibuk diburu dan digali, karena masih banyak tanda tanya.
Bahkan tanda tanya besar telah menjadi kesimpulan ketika “MAKAM YESUS” ditemukan. Setelah diselidiki oleh ahli arkheologi dari http://sourceflix.com, ternyata ada ruang besar yang masih harus diperdebatkan. Bahkan perdebatan seharusnya tidak musti lahir.

5. Agama lain.
Perbedaan doktrin bisa melahirkan tuduhan-tuduhan. Dan Alkitab harus salah supaya doktrin si anu benar dan tidak terbantahkan

Karena kita percaya bahwa tangan-tangan kudus dipakai oleh TUHAN untuk menuliskan Alkitab, dan orang-orang kudus lain mengabarkan, menulis ulang, menerjemahkan ulang, demi Berita Gembira yang sampai ke tangan orang yang mudah membaca dan mengertinya, maka ada sejarah yang lahir. Dan karena sejarah itulah kita perlu mengenal KRITIK TEXT. ALKITAB dengan senang hati menerimanya. Dan kita tidak perlu risau akan hal itu. Karena mempelajari masa lalu ALKITAB sekaligus juga mempelajari masa lampau, kehidupan bapa-bapa iman, kondisi dan latar belakang mereka, semua itu bisa memperkaya kita, bukan untuk membuat kita mundur dari YANG KUDUS. Justru karena ALKITAB itu dekat dan melekat dengan manusia, maka layak diuji, dan kita tidak perlu ketakutan, ALKITAB tidak turun dari langit, dan semua tulisan yang masih mengaku berada di dunia ini dan untuk manusia juga demikian, tidak turun dari langit.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: