Surat kepada Perantau

September 27, 2011 pukul 8:59 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.
(1Pe 1:1-2, LAI Terjemahan Baru)

Kita coba telusuri dari beberapa terjemahan;

SALUTATION
Petros, an apostle of Yah Shua Messiah:
To the pilgrim diaspora throughout Pontus,
Galatia, Cappadocia, Asia and Biyournia,
Select
according to the prognosis of Elohim the Father,
in holiness of Spirit,
to obedience
and sprinkling of the blood of Yah Shua Messiah:
Charism to you and shalom be multiplied.
(1Pe 1:1-2) ECB

From Peter, an apostle of Jesus Christ. To God’s people who are scattered like foreigners in Pontus, Galatia, Cappadocia, Asia, and Bithynia. God the Father decided to choose you as his people, and his Spirit has made you holy. You have obeyed Jesus Christ and are sprinkled with his blood. I pray that God will be kind to you and will keep on giving you peace!
(1Pe 1:1-2) CEV

Peter, an apostle of Jesus Christ, to the strangers scattered throughout Pontus, Galatia, Cappadocia, Asia, and Bithynia, Elect according to the foreknowledge of God the Father, through sanctification of the Spirit, unto obedience and sprinkling of the blood of Jesus Christ: Grace unto you, and peace, be multiplied.
(1Pe 1:1-2) KJV

Dipilih sesuai rencana ALLAH, dikuduskan oleh ROH supaya taat kepada YESUS Kristus dan menerima percikan darahNYA, itulah perantau yang digambarkan di ayat di atas.

Sekilas kita dapat mengartikan bahwa perantau yang dimaksud adalah orang Yahudi yang hidup di luar YERUSALEM. Yahudi dianggap sebagai orang pilihan, hidup di YERUSALEM, dan karena terjangan-terjangan beberapa merantau ke luar Yerusalem, sampai ke ujung-ujung dunia.

Makna sebenarnya bukan di sana. Dapat ditegaskan pada kalimat di atas. Bahwa TUHAN, Bapa kita memilih orang-orang yang di luar Yahudi, diawali dari beberapa orang Yunani, Romawi dan seterusnya. Dan mereka semua telah menerima baptisan Roh Kudus, dan hidup seperti Kristus yang menderita.
Bapa Yang di Sorga mencurahkan ROHNYA sehingga setiap orang yang dipilihNYA itu, orang yang dikuduskan oleh ROH, orang yang taat kepada KRISTUS adalah warga-warga sorgawi. Mereka menyebut YESUS sebagai Raja, Tuan.

Kata YESUS pada sidang di depan Pilatus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini..” (baca Yohanes 18:36). Dan kepada pengajar-pengajar Kitab Suci YESUS mengatakan:

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
(Yohanes 8:23)

Jadi karena YESUS adalah berasal dari KerajaanNYA di Sorga, maka DIA yang memilih, DIA yang menguduskan, dan ketaatan kita kepada DIA mengindikasikan bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang kita kejar, karena kita adalah perantau di dunia ini. Kita merantau untuk sebentar saja, nanti akan pulang kepada realita iman yang sesungguhnya.
Meski kita perantau kita tidak bisa mendustai keadaan kita yang akan nyata kelak, kita adalah orang pilihan, orang yang dikuduskan dan orang yang taat kepada DIA.

Meski secara rohaniah kita adalah warga sorgawi tetapi tidak dapat dipungkiri kita masih ada pada realita tubuh dan daging, realita jiwa, karena kita masih di dunia. Kesadaran mutlak sebagai warga sorgawi itulah yang menyulut segala perjuangan iman kita, yang bahkan rela mati martir menyatakan kebenaran, yang menghantar Rasul-Rasul menulis, mengingatkan, dan menopang kita. Kita dipilih bukan pada realita tubuh kita yang sudah benar, justru dalam penuh dosalah kita dipilih, dalam keadaan terpisahlah kita dipilih, danketika kita menyatakan iman itu ROH KUDUS dicurahkan, menguduskan kita. “Roh adalah penurut tetapi daging lemah”, surat Paulus dalam nasehat. Itu menggambarkan bagaimana rohaniah kita akan sering mengalami ujian-ujian dari keadaan realita tubuh kita. Karena realita tubuh itu menginginkan sesuatu yang berbeda dari keinginan rohaniah, tubuh ada di dunia, rohaniah kita sudah sorgawi maka akan selalu ada pertentangan, sehinga pengenalan-pengenalan akan pertentangan itu akan memberi peluang kepada kita untuk memakukan hasrat duniawi itu kepada salib kita, sebab Kristus mengajak kita memikul salib yang sama, yaitu salib yang mematikan tubuh dan segala keinginannya. Pilihan yang tepat itu melahirkan ketaatan.Ketaatan semacam inilah yang dapat menampilkan kasih agape, kasih ALLAH, sama seperti Kristus, taat sampai di salib bahkan mati, yang kemudian oleh salib itu justru kita dapat melihat KASIH TERBESAR ALLAH kepada kita. Ketika IA dihujam kata-kata yang tidak pantas, dipukuli dan dimahkotai duri tajam, IA malah berucap: “Ampuni mereka sebab mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat”. Itulah realita TUHAN di bumi dandi sorga pada kurun waktu anugerah ini, melangkah seperti Raja Yahudi bermahkotakan duri ini. Itulah Raja kita.
Tanpa ketaatan sulit keluar kasih. Jika kita taat, maka seperti Kristus dimuliakan sebagai penguasa sorga dan dunia, maka kita kelak akan dimuliakan oleh keseriusan kita mengikut Kristus. Kemuliaan karena ketaatan warga-warga sorgawi adalah pada masa Penghakiman Kelak, yang setia, yang taat akan turut menghakimi orang-orang.
Rasul-rasul dan orang-orang yang taat kepada Kristus akan diberi kuasa menghakimi, beberapa orang yang dihakimi itu mungkin para rasul palsu, nabi palsu, dan gereja-gereja palsu.

Orang pilihan adalah perantau-perantau rohaniah di dunia ini, dan akan kembali kepada Tanah Perjanjian, dimana KRISTUS memerintah sebagai RAJA.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: