Tembok pemisah

September 26, 2011 pukul 7:54 am | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

TUHAN setelah beribu tahun memilih hanya sebagian orang tertentu untuk menyatakan kasihNYA di bumi ini.
Contohnya, pada suatu masa di waktu lampau, IA hanya memilih Abraham, Ishak dan Yakub. Yakub disebut Israel.
Dan Israel IA sebut anakNYA, ciptaanNYA sendiri, bahkan NamaNYA disebut ALLAH ADALAH ALLAH ISRAEL. Dari makna Nama ini ada sebuah makna yang dapat kita tarik, bahwa hanya Bangsa Israel yang mengenal TUHAN, terlebih hanya kepada mereka diberikan Hukum Cinta Kasih, Hukum Taurat. Bangsa lain berdiri pada objek penghukuman, bangsa lain memainkan peran bagaimana hukum keadilan dan kekudusan TUHAN nyata. Pada masa Keluaran kita melihat, bangsa-bangsa begitu banyak musnah di hadapan TUHAN YANG KUDUS itu.
Mereka dimusnahkan yang bahkan melampaui rasa kemanusiaan kita dimasa-masa sekarang. Dosa bangsa lain memang sudah sangat memuakkan, bayangkan patung mereka buat dengan indahnya, lalu ia menyembahnya. Setan-setan mereka puaskan dengan membakar bayi mereka sendiri. Kuil-kuil mereka dipenuhi kenajisan, kekotoran roh yang memuakkan. Yang ada dipikiran kita memang tentang sisi kemanusiaannya, tetapi kalau kita melihat kekedalam hati kita, kita akan mengerti, yang bahkan di dalam roh bisa saja kita salah satu pelaku utamanya.
Sebagai contoh sederhana saja, jika apa yang kita miliki sendiri, di rumah kita ada orang-orang yang sembarangan, bahkan merusak beberapa perabotan atau malah berniat merampasnya dari kita, maka kita akan mengerti bahwa kita akan menuju pengadilan, membuktikan hak kepemilikan. Sedemikian bumi dan segala isinya adalah MILIKNYA, IA Penciptanya, maka jika ada dari ciptaan itu ingin menguasai milikNYA dengan cara-cara kotor, maka IA Yang adalah Hakim akan bertindak.

Bangsa lain telah dipisahkan dengan tembok yang sangat tinggi. Dipisahkan karena IA telah memilih umatNYA sendiri, ISRAEL.
Pondasi inilah yang bisa dilihat dan dipegang dalam hal yang kita sebut sebagai bisa jadi menjadi di dalam keadaan “kesombongan rohani”. Beberapa dari Israel telah berperilaku seperti orang Israel yang tidak sesungguhnya, bertindak seperti Yahudi yang tidak sesungguhnya, melakukan sunat lahiriah dan bukan yang rohaniah. Yang tidak melakukan dan memikirkan hal-hal yang rohaniah malah yang duniawai, peraturan-peraturan, hukum-hukum lahiriah dilakukan untuk memisahkan secara paksa antara dia yang mengikuti peraturan dan dia yang dari awal terpisah di luar tembok. Manusia membangun tembok-tembok pemisah, yang terkadang itu lebih kejam dari apa yang dapat kita pikirkan.

TUHAN menciptakan manusia, dan memberikan manusia itu janji beranak cucu. Sehingga setiap manusia adalah objek dari KASIH TUHAN, tanpa kecuali. Kristus juga mati bukan hanya untuk manusia tertentu, melainkan bagi setiap orang, seluruh dunia, masih tanpa kecuali. Suatu saat IA memilih Israel sebagai jalan dan perantara turunnya Kristus, dan ketika Kristus datang IA pertama membuka tirai, tembok pemisah antarta pilihan yang pertama dan manusia yang dianggap berdiri diluarnya. Bahwa IA seperti sediakala mencipta dan memberkati tanpa pandang bulu, maka IA juga mengasihi dan menyelamatkan tanpa pandang bulu, semua kita telah diselamatkan oleh KRISTUS di salibNYA. Tembok pemisah terhadap bangsa pilihan itu dirubuhkan, dibuka oleh kasih Kristus. Kita adalah bangsa yang IA pilih, kita semua, kita dibawa menuju TerangNYA Yang Ajaib.

Kita dari bangsa yang dianggap kafir dan tidak bersunat ini, sekarang telah bisa dan berani menghadap tahtaNYA bukan karena apa yang telah kita lakukan, bahkan justru pada saat masih ‘kafir’ itulah kita dibawa kepadaNYA, IA curahkan darahNYA untuk kita, bukan kita yang mencurahkan darah untuk layak kepada DIA, bukan. IA sendirilah yang membuka pintu itu, mencangkokkan kita pada bangsa Pilihan TUHAN. Bukan untuk DIA batu besar di kuburan YESUS digulingkan supaya DIA bisa melewatinya, bukan, melainkan batu besar itu dibukakan supaya orang, murid-muridNYA, Maria-Maria, bisa masuk ke dalam kuburan itu agar mereka percaya bahwa YESUS telah bangkit. Artinya DIA melakukan segala sesuatu menurut hikmat Kristus demi kita yang tidak berdaya.

TUHAN telah menghancurkan, membuka lebar-lebar pintu, lalu apakah kita percaya karya KRISTUS, apakah kita percaya pekerjaan TUHAN, atau malah kita orang yang terlalu percaya diri? Mungkin tembok itu tidak terlihat sekarang, barulah kemudian nyata.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: