Dipilih, Dikuduskan, Dimuliakan

September 22, 2011 pukul 7:46 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , ,

Kita tidak usah susah-susah mencari model setiap orang yang mengaku percaya. Modelnya ada pada thema seluruh/sepanjang Alkitab kita.

Modelnya adalah TUHAN YESUS itu sendiri.
YESUS dipilih menjadi MESIAS/KRISTUS.
YESUS dikuduskan untuk tebusan kita. Dan oleh kekudusan itu
YESUS dipermuliakan, dimuliakan, duduk di sebelah kanan BAPA.

Kita yang percaya harus dan seharusnya berada pada posisi model ini.
Kita dipilih menjadi pengikuti Kristus.
Kita dikuduskan, sebagai contoh sekaligus sebagai bukti bahwa kita percaya
Kita dimuliakan, dibangkitkan (yang sudah mengalami kematian) dari mati dan atau diangkat kepada Kerajaan Sorga kelak.

Dalam pemilihan ada anugerah ROH KUDUS, ROH ALLAH bagi setiap orang yang percaya. Di dalam roh kita telah dipersatukan dengan ALLAH, kita berkomunikasi dengan ALLAH di dalam ROH dan Kebenaran.

Dalam kehendak, pikiran dan kemampuan, dalam jiwa kita juga meletakkan segala dasar pengetahuan kita kepada takut akan ALLLAH. Tidak ada hikmat yang melebihi dasar yang sudah diletakkan oleh ALLAH, hikmat manusia, hikmad dunia memiliki agendanya sendiri, memiliki tujuannya sendiri, dan jika kita percaya bahwa ROH ALLAH adalah KEKAL dan telah diberikan kepada kita, maka kita tahu ujung dari segalanya kelak, bahwa kita juga akan berada pada kekekalan di tanganNYA yang perkasa, dan hikmad kita harus terus tertuju kepada DIA.

Dalam perlakukan sehari-hari, terhadap tindak tanduk, kita juga harus diselamatkan setiap hari, yang disebut sebagai pengudusan, pemurnian, ditangkap perilaku Kristus.

Dari tiga kondisi di atas maka terlihatlah roh, jiwa dan tubuh kita beroleh dan telah diselamatkan. Jalan Keselematan itu sendiri telah ada, sudah ada, akan ada, dan selalu ada, sehingga kita tinggal menceburkan diri di dalamnya. Kita tidak mencari-cari, tetapi kita berani apa tidak memasuki gerbangNYA YANG KUDUS.

Ketika ROH ALLAH dicurahkan maka roh kita diikat dan keinginan tubuh kita disalibkan. TUHAN tidak mematikan potensi memilih, karena potensi memilih akan memberi kenikmatan, kepuasan rohaniah terdalam pada kita, sehingga kita dapat merasakan akibat dari realita terdalam kehidupan. Dalam keadaan seperti inilah kita selalu diberi pilihan-pilihan yang tepat oleh TUHAN, tertanam di dalam loh hati kita masing-masing.
Pilihan-pilihan yang tepat di dalam kehidupan kita, di dalam realita sosial akan otomatis, memiliki konsekuensi, yaitu memancarkan buah-buah ROH, yang antara lain adalah kasih, suka cita, damai sejahtera, penguasaan diri, kelemahlembutan dan sebagainya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: