YESUS tidak mengatakan, tetapi Pilatus mengerti

September 16, 2011 pukul 8:39 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Mari kita perhatikan kilas balik berikut.

Pada suatu saat sekitar tahun 30M di sekitar Palestina, di Yudea, terjadilah persidangan rakyat perihal seorang yang dituduh melawan agama maupun kaisar, bahkan dituduh juga sebagai raja.

Dari latar belakang Romawi, seorang Raja atau Seorang Kaisar dipandang sebagai titisan TUHAN, “Anak ALLAH”.
Dari latar belakang Yahudi, seorang Raja dinantikan dipandang sebagai Janji Mesias, Anak Daud. Dapatlah kita tahu bagaimana agak takutnya Pilatus ketika agamawan Yahudi menuduh YESUS dengan sebutan: “Hukum DIA seberat-beratnya karena IA telah mengaku sebagai ANAK ALLAH”. (artinya IA telah mengaku sebagai ALLAH).

Kita langsung meloncat persidangan di hadapan Pilatus, wali negeri, perpanjangan tangan Romawi atas wilayah jajahan Yudea, daerah yang dulu dikuasai oleh Raja Daud.

Kisah selanjutnya ini dapat dibaca pada Yohanes 18:37-40.

Pilatus kembali ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?”

Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?”

Kata Pilatus: “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?”

Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”

Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?”

Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Dari secuplik dialog di atas tak satupun dan tidak sepatah katapun YESUS mengatakan bahwa IA adalah RAJA.
“AKU ADALAH RAJA, MAKA SEMBAHLAH AKU”. Hmmmmm sayang sekali memang tidak ada.
Injil Matius sendiri yang dikategorikan sebagai Injil Kerajaan tidak membuat kata spesifik begitu. Injil Matius diarahkan kepada bentuk Kerajaan Sorga, dan bagaimana menjadi warga sorgawi.
Sehingga jika dibaca dan dimengerti sedemikian kita dapat mengerti kalimat ini.

Matius 16:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

Anak Manusia yang sekarang berkata-kata adalah YESUS, dan kelak IA akan datang dalam kemulian Raja dalam KerajaanNYA, Kerajaan Sorga.
Kata spesifik memang tidak ada, meski demikian konskuensi logis dari perbuatan, dan kata-kata dapat kita temukan sebegitu banyak.
Konsekuensi logis dapat kita maknai sebagai identik dengan maksud spesifik yang diinginkan karena ada sebuah seruan: “Dari buahnyalah pohon dapat dikenal”.

Sedemikian, melihat percakapan antara YESUS dengan Pilatus di atas, tidak ada satupun keluar kata dari mulut YESUS yang mengatakan: “AKU adalah RAJA”, tetapi Pilatus dalam konsekuensi logis perbincangan dan tuduhan-tuduhan persidangan kepadanya dapat menarik kesimpulan dalam tonasi bertanya “Jadi Engkau adalah raja?” , dan tonasi pertanyaan itu menjadi pernyataan kala YESUS disalibkan, di atas salib itu dituliskan dalam 3 bahasa yang berbunyi “YESUS orang Nazaret Raja YAHUDI”.

Ketidaksanggupan melihat makna “RAJA” dari semua perbuatan YESUS akan melahirkan ejekan. Dan ejekan tidak melulu pada masa sekarang, ejekan sudah dimulai dari dahulu kala, ketika YESUS disalibkan, ketika RAJA YAHUDI itu digantung untuk mati.

Matius 27:39-40 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, (40) mereka berkata: “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!”

Pilatus yang bukan orag Yahudi bisa melihat konsekuensi logis hanya dari sekedar ucapan dan tuduhan-tuduhan persidangan, bayangkan dari mereka yang menhujat itu, yang bahkan kemungkinan besar telah mengikuti sekian banyak tanda mujizat yang dilakukan YESUS sepanjang sejarah pelayananNYA di Yudea dan sekitarnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: