Maria menangis karena Lazarus telah mati

September 15, 2011 pukul 8:06 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Kita tidak asing dengan peristiwa bangkitnya Lazarus dari kematian tentunya. Sebelum kebangkitan itu saudaranya Maria menangis, bisa saja dia meraung. Ia menangis karena alasan, karena ia mengasihi Lazarus saudaranya, dan ia yang dikasihinya telah mati.

Karena keadaan tertentu, maka Maria menangis. Kondisi atau keadaan atau kemampuan untuk menangis ada pada diri Maria, meski kondisi, keadaan atau kemampuan menangis itu tidak melulu atau tidak harus dikerjakan setiap saat. Yang pasti kita tahu Maria bisa dan mampu menangis, jadi kita tidak perlu menguji kemampuan Maria untuk menangis, kemampuan itu ada padanya, dan akan keluar dengan sendirinya jika ada alasan untuk itu. Dan ketika kondisi itu sudah genap, maka menangis, meraung adalah tumpahan yang logis.


Yohanes 8:42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Jika kita mengaku mengenal ALLAH, dan malah berani memanggilNYA sebagai BAPA (dalam Perjanjian Lama, orang Yahudi memanggil TUHAN sebagai ‘bapa’ dalam arti bahwa mereka berasal dari ALLAH), maka tentu ada sesuatu di dalam kita yang sudah dalam kondisi siap menyembah ALLAH.

IA ADALAH…..ESA, KUAT, PERKASA, KASIH, ADIL, KUDUS, SUCI, d.l.l… IA ADALAH JURUSELAMAT dalam bahasa Indonesia akan menyebut YAHWEH ADALAH JURUSELAMAT, diucapkan sebagai YEHOSHUA oleh orang Ibrani atau YESHUA untuk orang Ibrani dengan bahasa Aram. TUHAN adalah Penyelamat bisa kita baca di Kitab Nabi Yesaya, Mazmur, Hakim-Hakim d.l.l, dan pekerjaan penyelamatan itu terus terukir dalam seluruh Perjanjian Lama. Potensi Penyelamatan itu ada pada ALLAH, IA meyelamatkan. Meski Namanya YESHUA, PENYELAMAT, JURU SELAMAT, tetapi dalam kenyataan historis umum tidak melulu IA harus didalam keadaan menyelamatkan, ADA WAKTU untuk menunjukkan secara global, meski IA terus menjadi PENYELAMAT bagi jiwa-jiwa yang masih terus meraung untuk diselamatkan. Contohnya tidak melulu orang Israel harus menjadi budak di Mesir lalu melulu harus keluar dari sana untuk sesuatu yang kita sebut EXODUS. Ada sesuatu yang harus disimbolkan dari itu semua sehingga berlaku untuk setiap pribadi sampai sekarang tentunya.

Sedemikian YESUS bertanya kepada orang yang tidak percaya pada masa silam dalam titik historis, maka juga pertanyaan yang sama pada pribadi-pribadi sampai akhir jaman, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku..”.

Kita bisa mencintai pekerjaan kita, karena ada hal lain yang menyebabkannya, contohnya gaji yang besar.
Kita bekerja keras, karena alasan bos kita galak dan beringas.
Intinya kita menjadi sesuatu tertentu karena ada sesuatu yang lain yang mengakibatkannya.

Dalam hal ini YESUS tidak sedang dalam menjelaskan sedemikian, melainkan..
sebab Aku keluar dan datang dari Allah.”

Jadi jika kita mengasihi ALLAH, dan karena kasih itu kita memanggilNYA BAPA, maka itu haruslah sama dan bukan alasan lain harus juga mengasihi YESUS, karena YESUS keluar dan datang dari ALLAH.

Untuk mempermudah pemahaman kata-kata ini kita dapat mengibaratkan sebuah wadah berisi air yang bocor. Jika dari bocoran itu keluar air, maka kita tidak bisa mengatakan air yang keluar dari bocoran itu bukan air, atau air yang berbeda dari air yang masih ada di wadah. Air yang di dalam wadah tetaplah sama dengan air yang keluar dari bocorannya, karena air yang keluar dari bocoran itu keluar dan datang dari air yang di dalam wadah. Diingatkan, ini hanya untuk mempermudah pemahaman kita.
Kalau kita minum air dalam wadah dan menjadi lega dari dahaga, maka otomatis kita juga akan menjad lega dari dahaga jika minum dari air bocoran tadi, karena tetap sama, sama-sama air.

Dalam pondasi yang kuat Yohanes menulis, sebab BAPA dan ANAK adalah SATU.
Jikalau ALLAH yang disebut BAPA dikasihi, otomatis YESUS juga dikasihi, dan memanggilNYA BAPA, karena ESA, SATU (baca Yesaya 9:6). Dan jika BAPA kamu panggil PENYELAMAT, YESHUA, maka kenapa kamu tidak mengenal YESUS (YESHUA) yang sekarang berdiri di depanmu?, yang mengetok pintu hatimu?. YESUS datang untuk menyelamatkan karena IA ADALAH YESHUA. Sekali lagi YESHUA adalah ucapan orang Ibrani untuk mengatakan YAHWEH MENYELAMATKAN, atau YAHWEH ADALAH PENYELAMAT.

ADA sesuatu di dalam diri ALLAH sehingga DIA menyebut DIRINYA dan kita sanggup menamaiNYA YESHUA, TUHAN PENYELAMAT, dan tidak melulu harus kita uji bahwa IA adalah PENYELAMAT, ada kondisi historis yang telah terjadi secara simbol, menjadi simbol bahwa kita secara pribadi dapat dijangkau oleh pengalaman historis itu. Kita diselamatkan juga oleh apa yang telah pernah terjadi sekali seumur jagad raya. Dan karena keadaan sekali saja itulah ada waktunya maka ALLAH, dalam contoh di atas membuat bocoran wadah, sehingga ada setetes dariNYA yang turun dari Sorga, dan menjadi manusia, dinamai YESUS.
Dan IA melakukanNYA karena…

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

KASIH ADA kekal bersama ALLAH, dikatakan ALLAH adalah KASIH, YOCHANA (dalam lidah Ibrani), atau YOHANES (dalam lidah Yunani), dan karena itulah jika kita mengatakan mengasihi ALLAH maka otomatis KASIH itu memancar dari kita, karena DIA, jadi dengan demikian kita juga mengasihi selalu, mengasihi sesama, mengasihi siapa saja.

Maria menangis, ia menangis karena pada dirinya bisa menangis, dan menangislah dia karena keadaan sedih hati. Sedemkian ALLAH adalah KASIH, dan karena KASIH-NYA IA menyematkan kita dari hukuman mati kekal akibat keterpisahan kita dari kemampuan kita berbuat KASIH.

Budak Israel keluar dari Mesir, menuju Tanah Perjanjian, menjadi simbol dalam konteks bahwa kita semuanya, umat manusia, dikeluarkan dari perbudakan dosa, menuju Kerajaan Sorga Kekal. Akan terjadi terus dan terus.
Dikeluarkan karena kita semua adalah milikNYA, dan karena kita adalah milikNYA maka kita dikasihiNYA. DIA mengasihi karena IA ADALAH KASIH.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: