Sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati

September 13, 2011 pukul 7:47 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Pepatah ini dalam arti positif menjelaskan tentang kerja keras, tentang hasil melimpah yang didapat, dan sebagainya.

Dalam hal ini kita akan sedikit menampilkan gaya Rasul Yohanes menulis Kitab Injil Yohanes, dalam perkara masa-masa penyaliban, khususnya pada saat YESUS telah wafat di salib.

Keadaannya adalah sebagai berikut:
Hari itu adalah hari jumat, artinya jika sore telah datang, maka Sabbat telah di depan mata, siap dibuka.
Sabbat kali ini adalah sekaligus sebagai hari raya. Dan karena YESUS dan tahanan yang lain masih tergantung di salib, maka diperintahkanlah supaya eksekutor Romawi memastikan tahanan-tahanan itu telah tewas, supaya dapat diturunkan lalu dibuang/dikuburkan di luar kota Yerusalem.

Waktu itu ada tiga tahanan yang disalibkan, 2 orang dipatahkan kakinya, dibunuh secara cepat. Ketika YESUS mau dipatahkan kakiNYA, mereka melihat bahwa IA telah mati. Dan untuk memastikan segalanya telah berjalan sesuau rencana, seorang prajurit itu menusuk lambung YESUS dengan tombak. Lalu darah dan airpun keluar. IA benar-benar telah mati.

Itulah satu dayungan yang saya sebut. Yaitu dayungan kepastian kematian YESUS di salib.
Yang kita peroleh informasi dari kesaksian Yohanes adalah bahwa kakiNYA tidak dipatahkan, dan malah di tikam. Dan dari satu dayungan peristiwa ini, 2 atau 3 nubuatan ternyata sedang digenapi sekaligus.

(Yohanes 19:36-37) Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.”
Dan ada pula nas yang mengatakan: “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”

Kita dibawa kepada masa 1000-an tahun yang lalu dari jaman Gereja mula-mula itu, yaitu ke jaman Pemazmur, Raja Daud.

(Mazmur 34:20) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.

Bukan tanpa alasan tidak ada tulangNYA yang dipatahkan, itu merujuk kepada makna yang dalam dari arti Salib itu sendiri.
Kalau kita merunut ke 1400 tahun sebelum salib maka kita akan teringat akan malam yang kritis, disebut malam jaga-jaga bagi TUHAN, menunggu TUHAN bekerja dan menunjukkan kedasyatan yang tidak akan pernah dialami oleh siapaun di muka bumi ini selain oleh Musa dan umat Israel. Sehinga malam itu juga disebut sebagai malam berjaga-jaga bagi seluruh umat Israel turun temurun.

Pada saat itu seluruh umat ALLAH yang akan keluar dari Mesir diperintahkan untuk melakukan ritual penyapuan darah kepada tiang-tiang rumah Israel. Itulah Paskah. Hari raya Paskah, dan untuk merayakan inilah kenapa mayat YESUS harus sudah dibereskan dari salib untuk dikubur di luar kota sesuai hukum Romawi, supaya perayaan umat Yahudi benar-benar suci dan bersih.
Dalam perayaan Paskah ada korban, dan sang korban tidak boleh patah tulangnya,

(Keluaran 12:46) Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikitpun dari daging itu keluar rumah; satu tulangpun tidak boleh kamu patahkan.

Jika mundur sekitar 500 tahun dari jaman penyaliban itu,

(Zakharia 12:10) “Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Yohanes, melalui ketajaman dan kedalaman rohaninya, telah dipakai oleh Roh Kudus untuk menjelaskan segala sesuatu tentang “satu dayung” ini. Dengan melaluinya sekaligus kita dapati begitu banyak makna.
Makna utama adalah bahwa memang YESUS telah benar-benar mati disalib, dan akibat dari kematian ini adalah sebuah bukti bahwa memang YESUS telah menjadi korban paskah yang tulangNYA tidak patah satupun, IA adalah kurban yang sempurna, sebagai kurban Paskah pelepasan umat dari perbudakan dosa menuju Sorga tempat perhentian sesungguhnya. IA mencurahkan darahNYA, IA adalah YANG Sulung, agar setiap umat tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal, TUHAN dan semua umat yang percaya harus berjaga-jaga, sadar betul akan posisinya, dalam memaknai arti umat ALLAH yang akan ditebus.
Dan meski IA sudah mati, tetapi IA ditikam. Ditikan supaya kita melihat DIA. Karena MESIAS harus ditikam untuk dapat dilihat ke-MESIAS-anNYA. Itulah keinginan BAPA agar orang dapat dengan tepat dan jelas mengidentifikasi MESIAS yang dijanjikan. Identifikasinya salah satu adalah IA harus ditikam, dan setelah ditikam IA akan dilihat semua orang.
Pengurbanan Paskah Agung ini membuat kita berjaga-jaga turun temurun, karena melalui peristiwa ini kita melihat karya Kristus yang dasyat sepanjang sejarah keimanan kita, hanya kepada kita perkara ini didayungkan. Dayungan kematian itu menggenapkan apa yang disebut di masa lalu, sekaligus meraih apa yang ada di masa depannya.

Kurban Paskah menjadi Paskah kebangkitan YESUS KRISTUS.
Jika Kurban Paskah tidak sempurna, maka kita tidak akan pernah mendapat informasi bahwa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan.
Tetapi Kurban Paskah itu sempurna, kurban harus benar-benar mati, cuman tulangnya tidak boleh patah satupun. Dan kita tahu Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, kita tidak akan pernah menerima kabar bahwa ada sejenis bangsa lain yang mirip Israel, yang kita tahu mereka keluar dan mengarungi gurun menuju Kanaan, mereka mengarungi gurun tandus karena kurban Paskah sempurna.
YESUS tidak dipatahkan kakiNYA karena IA adalah kurban Paskah yang sejati, yang ulung, yang sungguh, karena jelas dunia telah semakin banyak dibawa kepada Kanaan yang sejati, kita semua mengarungi dunia yang tandus akan Roh dan Kebenaran.
Ironinya adalah ketika umat Yahudi pada waktu itu bersiap-siap merayakan Paskah berusia 1400-an tahun, mereka tidak sadar bahwa mereka sedang akan memulai Paskah yang sesungguhnya. Kurban Paskah ada didepan mata mereka, dan Paskah Kebangkitan menjadi batu sandungan kepada mereka yang tidak percaya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: