Prasasti Nazareth

September 12, 2011 pukul 1:59 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Prasasti Nazareth, dinamakan begitu disesuaikan dengan tempat penemuannya.

nazareth inscription

nazareth inscription


sumber gambar: http://www.biblearchaeology.org

informasi lebih dalam bisa dilihat di:
1. Source Wikipedia

2.a source www.biblearchaeology.org bagian I
2.bsource www.biblearchaeology.org bagian II

Dan tentu kita dapat mencarinya di link-link yang lain.
Sampai sekarang memang banyak debat perihal tablet ini, baik dari segi tahunnya dan juga segi muatannya jika dihubungkan dengan pandangan Yahudi kepada ajaran kebangkitan YESUS Kristus dari kematian. Tulisan tablet itu sendiri adalah menggunakan Yunani Koine (Yunani umum), persis sama dengan jenis tulisan yang digunakan untuk menulis Kitab Perjanjian Baru. Dari sini kita dapat menduga bahwa memang tablet ini paling tidak dibuat sekitar ajaran Kristen awal dikumandangkan oleh para Rasul. Tulisan atau bahasa Yunani Koine ada perbedaan dengan bahasa Yunani sekarang. Yunani Koine sendiri digunakan sebagai bahasa resmi disemua wilayah kekuasaan Romawi di tentangan laut tengah sebelah timur, bahasa ini dipakai pada kisaran tahun 300 SM – 300 M. (untuk informasi bisa dilihat di link berikut: http://en.wikipedia.org/wiki/Koine_Greek)

Tablet itu sendiri berisi Dekrit Kaisar Romawi tentang makam-makam, atau pekuburan dari kaum Yahudi di seluruh wilayah kekuasaan Romawi. Jadi dimanapun Yahudi berada, selama masih di bawah kekuasaan Romawi, maka Dekrit ini berlaku. Inti dari Dekrit ini adalah seseorang akan ditimpakan sebuah hukuman jika diketahui mencuri, merusak atau memindahkan mayat dari suatu kuburan.

Tablet ini tidak menuliskan siapa Kaisar yang dimaksud, beberapa ahli menduga kalau bukan Kaisar Augustus maka bisa jadi Kaisar setelahnya, yaitu Kaisar Klaudius.
Kita juga tidak dapat memastikannya. Yang pasti dua-duanya memiliki efek nilai sejarah kepada ajaran kekristenan awal. Efek yang dimaksudkan bukan untuk mengoreksi atau menambahkan nilai tertentu, melainkan melalui tablet ini kita bisa menarik sebuah nilai sejarah, bahwa pada masa penyaliban YESUS, adalah menjadi masa-masa yang sangat sulit.

Matius 27:63-66 dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. (64) Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.” (65) Kata Pilatus kepada mereka: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.” (66) Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

Jika Tablet itu dikeluarkan oleh Kaisar Augustus, yang memerintah sekitar tahun 14-37 Masehi maka bisa jadi pemimpin Yahudilah yang berusaha menelorkan ide dekrit itu. Dengan upaya agar murid-murid YESUS dapat dikenakan hukuman, karena mencuri mayat YESUS. Semisal demikian maka dipastikan bahwa murid-murid tidak akan berani mencuri mayat YESUS, sebab mereka sebelumnya sudah kocar-kacir karena melihat kenyataan Guru mereka telah dihukum oleh Romawi.

Semisalpun Tablet itu dikeluarkan Kaisar Klaudius, yang memerintah sekitar tahun 41-54 Masehi, maka kita dapat mengerti bagaimana legalisasi negara untuk melawan ajaran Kekristenan. Ajaran Kristen telah menyebar di wilayah Romawi, sebagai bagian dari daerah jajahan maka tentu Yahudi-yahudi yang telah menjadi Kristen ini perlu dihambat, karena bukan hanya berita itu yang menakutkan, sekaligus juga tanda-tanda yang menyertainya. Kitab Kisah Para Rasul mencatat bagaimana keonaran sering tercipta akan sesama Yahudi saling bersitegang karena ada yang percaya dan ada juga yang tidak percaya kepada YESUS. Dan keonaran justru telah terjadi di hampir seluruh kota besar dari jajahan Romawi. Dari Anthiokia, sampai Asia, Filipi, Tesalonika, dan seterusnya…

Dua kemungkinan ini bisa saja terjadi. Yang pasti tablet itu bernilai sejarah, dan sekaligus bisa mereka-reka keadaan sekitar Israel pada masa kekristenan awal.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya kagum dgn semangat lae ..
    Saya senang dan tetap menjaga blog kita ini
    Salam kasih ma laeku

    • salam dan terimakasih juga lae…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: