Adam dimana kamu?

September 12, 2011 pukul 8:37 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Ketika manusia pertama jatuh kedalam kubangan dosa, maka mereka menjadi takut akan hadirat TUHAN. Mereka takut karena memang mereka telah sadar dalam hal melawan perintah TUHAN. Apa yang dilihat mata memant tidak selalu menjadi jaminan akan kuatnya roh iman kita, melainkan apa dan bagaimana kita menjangkau Firman ALLAH.
Kita dapat menerima pelajaran akan hal ini ketika murid-murid YESUS pertama kali mendengar peristiwa kebangkitan TUHAN YESUS. Berapa kali mereka melihat dan menjadi saksi kebangkitan, tetapi apa yang membuat mereka bergelora adalah ketika YESUS selama kebangkitanNYA, sebelum kenaikan ke sorga adalah ketika DIA mengajarkan tentang Kitab Suci kepada mereka. Kita tahu oleh dorongan itulah mereka semakin mengerti, dan semakin paham akan panggilan mereka kepada YESUS, mereka memanggilNYA, ‘tuan’, dan setelah pengajaran selama sekitar 40 hari itu, mereka tau makna ‘tuan’ itu. Dia adalah TUHAN.

Kembali ke EDEN, ketika manusia pertama berdosa. Kala itu TUHAN turun ke bumi, dan manusia bersembunyi, karena takut, merasa bersalah dan layak menerima hukuman.
Ketika TUHAN memanggil untuk pertobatan, malah sebaliknya yang terjadi, dosa melahirkan dosa. Pertama sudah melawan, sekarang lahirlah dosa baru, saling menuduh dan melempar tanggung jawab. Berkembangnya dosa itu dijabarkan dalam narasi dan sangat sarat makna. Bukannya bertobat dan minta ampun, malah dosa baru telah lahir, “Perempuan yang engkau beri ini, dialah yang ba bi be bo..”, dalih Adam.
“Anugerah kesembuhan yang telah Engkau berikan itu menjadikan aku tidak bisa mengemis lagi”,… kira-kira begitulah makna ucapan Adam di atas jika diparalelkan dengan banyaknya pengemis disembuhkan YESUS dari penyakitnya disekitar Galilea maupun daerah lainnya. Mempersalahkan si anu, dan membenarkan diri, meski kenyataannya kita adalah tersangka utama, sering kita tergoda melakukannya.

“Adam dimana kamu?”,…kata yang menjadi bercabang tentunya. Dalam kaitan dengan indera manusia bisa diartikan tentang “ketidaksanggupan” sehingga bertanya “dimana”, untuk mendapat jawaban.
Tetapi dalam kaitan Hadirat TUHAN, kita sudah dapat mengerti bahwa kata itu sebagai narasi sarat makna, yang menuntut keseriusan TUHAN akan dosa. Tidak main-main. TUHAN melalui Kitab Suci sedang menjelaskan akibat dari pelanggaran perintahNYA. Kita sebut di atas sebagai “dosa melahirkan dosa”.
Kata “Adam dimana kamu?”, telah menjadi salah satu senjata bagi seorang yang relijius di sekitar abad pertama, pada awal kekristenan tentunya. Marcion namanya.

Selain kata di atas ada beberapa point lain yang dikumandangkan Marcion, antara lain:
1. Hukum Mata ganti mata, gigi ganti gigi
2. Amarah dan dendam
3. Pelayanan anak-anak

Dari pandangan-pandangan inilah Marcion berkata bahwa YESUS, Yeshua adalah superior dibandingkan dengan Elohim (sebutan Allah oleh Yahudi). YESUS adalah ELOHIM sejati, kira-kira begitulah maknanya.
Jika Elohim (Tuhan Yahudi) tidak sanggup melihat Adam dan berteriak “Adam dimana kamu”, maka YESUS lebih tahu, bahkan isi hati orang DIA tahu. Mungkin begitulah pandangannya kita perkirakan.

Berita kuasa KRISTUS kala abad pertama kekristenan tentu dapat menjelaskan bagaimana kecintaan Marcion akan YESUS, meski bapa-bapa gereja pada masa itu segera mengerti kekeliruan cinta kasihnya itu. Marcion terpengaruh oleh ajaran Gnostic masa itu, yang mana satu pandangan yang begitu keras ditentang oleh Rasul Yohanes. Entah mungkin mempunyai kaitan, tetapi yang pasti Marcion menolak seluruh tulisan berbau Yohanes.
Dengan memperkirakan usia Marcion, lahir sekitar tahun 85 M, dan beliau telah mengumpulkan catatan-catatan kekristenan awal, maka kita dapat sebuah point, bahwa pada masa itu telah tersebar luaslah ajaran-ajaran Firman TUHAN dalam bentuk tertulis. Marcion si relijius yang keliru saja sudah punya “Perjanjian Baru”, apalagi yang benar saya, ya toh.

Dalam pandangan Marcion hanya Rasul Pauluslah orang yang paling mengerti TUHAN YESUS. Sehingga dalam kanon “Kitab Suci”-nya ia hanya menerima tulisan-tulisan berbau Paulus, yaitu:
Injil Lukas, Galatia, I dan II Korintus, Roma, I dan II Thessalonika, Efesus (yang disebutnya sebagai Laodikea), Kolose, Filemon, dan Filippi.
Tetapi meski nama Kitab-Kitab di atas sepertinya mirip dengan beberapa Kitab yang kita punya sekarang, tetapi telah ada perbedaan secara isi, dimana jika ada sesuatu yang berbau Perjanjian Lama, maka Marcion hapus sama sekali. Ia memang sangat anti Yahudi, dan sangat anti Perjanjian Lama, dan sangat berseberangan dengan Elohim.
Jika Kekristenan sekarang dituduh sebagai buah karya Rasul Paulus, maka dapat dipastikan seluruh kekristenan akan sangat mengagumi Marcion. Nyatanya tidaklah seperti itu.

Marcion mengklaim sebagai orang yang paling mengerti Paulus, tetapi bapa-bapa gereja awal memandang secara paradoks, dengan mengatakan bahwa Marcion adalah orang yang paling tidak mengerti Rasul Paulus.

Salah satu pandangan Marcion mengenai TUHAN YESUS adalah ketidakpengakuan dia akan kematian YESUS di salib. Menurut dia, YESUS tidak mati di salib, dan sangat tidak mungkin. Itu dapat ditarik dari terpengaruhnya dia akan makna dualisme. Yang baik dan yang jahat. Roh adalah pengejawantahan dari segala kebaikan, dan tubuh adalah jahat. Dan karena YESUS baik, maka tentu IA bukanlah “berdaging”, kita dapat melihat pertentangan yang tajam dengan Injil Yohanes, yang mengatakan “Firman ALLAH telah menjadi manusia”, dan bukan hanya itu, beliau sekaligus akan kontras berseberangan dengan maksud Paulus yang tertulils dalam Surat Paulus kepada Jemaat Filipi.

(Filipi 2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Jelas Paulus sedang membicarakan YESUS, yang menjadi manusia, mati di kayu salib.

Kekeliruan seperti itu kerap terjadi, sehingga jika kekeliruan berbuahkan kekeliruan maka saratlah beban kita dengan dosa yang besar, dan bisa jadi sampai menghina TUHAN Yang di Sorga, seperti Marcion telah menghina ELOHIM. Kecintaannya kepada YESUS berbarengan dengan kebenciannya kepada Yahudi dan ELOHIM.
Rasul Paulus sendiri kita ketahui berlatar belakang Yahudi, seorang Farisi dahulunya, lahir dari suku Benyamin, dari sini kita bisa melihat keanehan pada Marcion. Seaneh dia mengartikan Kitab Suci Perjanjian Lama, seaneh dia mengartikan kata “Adam dimana kamu”.

Baik Paulus dan Yohanes dan rasul-rasul lainnya percaya dan sebagai saksi, bahwa YESUS adalah FIRMAN ELOHIM yang datang, diutus oleh ELOHIM untuk menjangkau KasihNYA yang kekal untuk hidup kita yang kekal, yang bahkan oleh KasihNYA IA menjadi manusia, bahkan mati disalib, bangkit dari antara orang mati, naik ke sorga dan duduk Setara dalam Keesaan ALLAH, KEMAHAESAAN YANG UNIK dan TAK terjangkau nalar, setakterjangkau nalar kita dikala YESUS mengubah air menjadi anggur.

Kekeliruan memandang Kristen juga bisa dirunut kepada jenis-jenis penyimpangan yang sudah berakar pada kekristenan awal. Marcion salah satunya.
Dan kekeliruan yang baik adalah jika kita mengaku bersalah dan tidak malah melahirkan kekeliruan yang baru lagi, jangan melimpahkan kekeliruan kepada mereka yang lain yang juga nyata sudah keliru. Adam menimpahkan salahnya kepada Hawa, dan seterusnya dan seterusnya.

Jika itu terjadi dahulu kala, akan terus terjadi, maka hal yang sama terjadi juga sekarang ini sebab tuduhan-tuduhan itu terjadi hanya karena memandang bahwa TUHAN YANG MAHA TAHU malah bertanya “Adam dimana engkau”.
Jika engkau, Marcion, mengaku mencintai YESUS, maka tentu engkau paham seruan itu, karena kekeliruan kerap terjadi, maka panggilan pertobatan akan terus berkumandang, dalam duani roh kita, TUHAN akant terus memangil dan mengetok sambil berkata: “ADAM dimanakah engkau”.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: