Bahasa Orang Galilea kala itu aneh?

September 9, 2011 pukul 3:54 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 Komentar
Tag: , , , , , , , , ,

(Kisah Para Rasul 2:8-11) Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

Oleh kuasa Roh Kudus bahasa orang Galilea, yang kemungkinan besar pada waktu itu menggunakan bahasa Ibrani dialek Aram, atau bisa jadi bahasa Aram sama sekali, maka orang-orang Yahudi yang mendengar bahasa itu dapat mengerti di dalam bahasa mereka masing-masing.

saya akan menomori asal daerah yang disebut dikutipan di atas, lalu perhatikan daerahnya dicocokkan dengan peta :

Di situ juga dikatakan yang mendengar adalah juga orang Yahudi maupun pengangut agama Yahudi.
Maka dipastikan mereka mengerti ucapan Petrus dalam bahasa Ibrani untuk orang Yahudi. Penganut agama Yahudi sendiri, jika dirunut sampai jaman Ezra maka bisa jadi mereka penganut agama Yahudi ini juga menggunakan bahasa ibu yang berbeda dengan bahasa keagamaan (Ibrani), menurut penuturan Kitab Ezra diantara mereka ini adalah datang dari Ethiopia, Kanaan lainnya, Syria laiinya, d.l.l

Mereka yang datang pada saat mendengar kotbah Petrus dalam berbagai bahasa yang didengarkan itu dipastikan akan kembali ke daerah masing-masing, karena mereka sedang ziarah ke Yerusalem pada waktu itu.
Sehingga kemungkinan besar tersiarlah kabar tentang TUHAN YESUS KRISTUS sampai daerah yang luas itu.

Bahasa orang Galilea (murid-murid YESUS rata-rata dari Galilea) ternyata tidak aneh, sebab pendengar mengerti. Cuman bahasa yang diucapkan, kemungkinan bahasa Aram, tetapi dapat dimengerti oleh telinga-telinga dari daerah yang disebut di atas.

Kemungkinan mereka membawa Kabar Baik ke daerah masing-masing, dengan andalan dari mulut-kemulut, karena memang belum ada satupun ajaran Kristus yang tertulis (Perjanjian Baru). Sehingga kemungkinan besar ada berita Injil akan terkontaminasi di telinga-telinga orang yang kemudian mendengar setelah puluhan tahun kemudian, terlebih telah ada banyak guru-guru palsu waktu itu.
Maka digerakkan TUHAN-lah hati para rasul untuk menulis surat-surat penggembalaan, supaya sebisa mungkin tidak membuat orang tersesat oleh berita-berita lain.

Bahasa orang Galilea itu telah sampai kepada kita… HORRREEEE… telinga kita telah mendengarnya dalam bahasa Indonesia,… ajaran lidah Galilea itu pertama telah dituliskan didalam bahasa Yunani, setelah kemudiannya diterjemahkan kepada bahasa lidah kita, bahasa Indonesia, bahasa Batak, bahasa-bahasa lain… sehingga kita mudah memahaminya,….tidak terbawa gosip-gosip, berita-berita burung….mantap…

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Memang benar, Terpujilah Tuhan kita !
    Tetapi masih ada yang membawa kabar ke umat gereja kita, bahwa gereja kita tidak punya Roh Kudus….kemudian harus dibaptis kembali….kemudian dengan beribadah di gereja mereka.
    Bukankah, geraja itu sama, beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, sebagai Juru Selamat dan Penebus dosa-dosa kita ?
    Bukankah menginjil Berita Damai Sejahtera Allah itu di utamakan kepada mereka
    yang belum mengenal Allah Yesus Kristus ?

  2. Bahasa orang Galilea itu telah sampai kepada kita… HORRREEEE… telinga kita telah mendengarnya dalam bahasa Indonesia,… ajaran lidah Galilea itu pertama telah dituliskan didalam bahasa Yunani, setelah kemudiannya diterjemahkan kepada bahasa lidah kita, bahasa Indonesia, bahasa Batak, bahasa-bahasa lain… sehingga kita mudah memahaminya,….tidak terbawa gosip-gosip, berita-berita burung….mantap…
    .
    .
    Terpujilah Allah kita yg Maha Kuasa..
    Karena kasih setiaNYA yg menjaga firman dan buah pikiran hamba-hambaNYA hingga dapat kita baca dan dengarkan sampai kpd bahasa kita masing-masing. Shalom haleluya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: