Anthiokia

September 9, 2011 pukul 8:06 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

(Kisah Para Rasul 11:26) Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

sumber gambar:
module peta, e-sword.

Supaya jangan sampai keliru, bahwa pada masa itu ada dua kota Anthiokia yang dikenal. Satu di pusat Turki, satu lagi di selatan Turki.

Melihat peta yang dimuat di wikipedia, maka Anthiokia yang sedang kita bicarakan adalah di sini:

Paulus memberitakan Injil sampai ke Anthiokia di pusat Turki itu, tetapi sebelum Paulus menjadi orang percaya, di Anthiokia orang yang percaya YESUS sudah sangat banyak.
Pada masa itu Anthiokia yang pusat Turki disebut dengan menggunakan daerah utamanya, Pisidia, jadi kota itu disebut Antiokia di Pisidia untuk membedakannya dengan Antiokhia yang diselatan, kota ini sering juga disebut Antiokhia di Siria.

(Kisah Para Rasul 13:14) Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Ketika kaum helenis dibawah kekuasaan Alexander memperluas wilayahnya secara militer, maka daerah Israel dan sekitarnya adalah salah satu daerah taklukan juga.


sumber gambar:
http://library.thinkquest.org

Menurut beberapa ahli, daerah taklukan di sekitar Israel itu dipusatkan pemerintahannya di Alexandria, di Mesir. Dalam suatu masa, kemungkinan ketika Alexander mau meninggal, daerah itu dibagi menjadi 4 wilayah. Salah satu wilayah itu disebut Siria dengan ibu kota Anthiokia. Sampai ketika Romawi menguasai daerah itu, maka Anthiokia telah menjelma menjadi kota yang ramai, besar dan berpengaruh. Sehingga tidak menjadi suatu keheranan banyak orang Yahudi merantau ke daerah ini pada masa-masa itu.

Jika kita ingat ketika jemaat mula-mula memilih pelayan-pelayan untuk kaum janda, maka mereka memilih 7 orang pengurus. Dan salah satu pengurus itu adalah Nikolaus. Meski ia masih dikatakan penganut agama Yahudi, tetapi ia telah menjadi orang percaya kepada Tuhan YESUS. Nikolaus berasal dari Anthiokia di Siria (baca Kisah Para Rasul 6:5)

Jadi Yerusalem sebagai pusat lahirnya berita gembira, telah memiliki ikatan kuat dengan Anthiokia.
Yerusalem sendiri telah menjadi pusat lahirnya pemberontak-pemberontak pada masa itu, sampai pada sekitar tahun 70M, Bait Suci dihancurkan oleh penjajah sebagai simbol bahwa perlawanan atas dasar suku maupun agama ataupun bangsa Yahudi (identitas Yahudi sebagai agama dan sebagai suku dan sebagai bangsa tentu harus dapat dibedakan), telah kalah dan musnah sama sekali. Tentu itu sesuai dengan nubuatan YESUS, bahwa Bait Suci yang dari batu itu harus hancur, selayaknya sekarang harus melihat Bait Suci Yang sesungguhnya, Bait Suci dimana kita menyembah ALLAH bukan melulu harus di Yerusalem, tetapi dimana-mana, karena ROH TUHAN ada dimana-mana. Tentu mengingat nubuat dan ajakan ini kita teringat kepada Perempuan Samaria yang bercakap-cakap dengan YESUS di sebuah sumur.

Bait Allah Yang sesungguhnya adalah YESUS, yang diruntuhkan dan telah dibangun kembali selama tiga hari.
Jika kita mengingat bagaimana sejarah Israel yang berhubungan dengan Bait Suci maka kita bisa melihat beberapa hal:
1. Sebelum Israel memasuki Kanaan, suku Ruben dan teman-temannya mendirikan Bait Suci di tentangan Yordan, yang kemudian ditentang oleh saudaranya yang lain. Mereka tidak berani mendirikan Bait Suci karena itu menentang TUHAN, sebab TUHAN belum mengijinkan dan daerah itu bukan daerah yang diijikan TUHAN.

2. Ketika Raja Daud ingin mendirikan Bait Suci, TUHAN melarang, TUHAN berkata: “Anakmu yang akan mendirikan Bait Suci”.

3. Ketika Israel terpecah menjadi dua, maka Israel Utara, atau Samaria, mendirikan Bait Suci tandingan. Mereka mengatakan kita tidak perlu lagi ke Yerusalem untuk menyembah TUHAN, kita mempunyai bait dan imam sendiri sebab kita mengenal tuhan yang lain.

Dari sini dapat kita pastikan tidak ada bangunan Bait Allah yang lain yang dilayakkan dan didirikan selain daripada yang didirikan oleh Raja Salomo, sebelum dan sesudahnya tidak ada. Itu masuk logika, sebab tidak ada satupun wilayah atau bangunan yang sedemikian memikat para nabi-nabi awal selain daripada Bait Suci yang di Yerusalem. Dan tidak ada kekaisaran kuno, hampir seluruhnya, yang tidak pernah melewatkan daerah Kanaan dari object jajahan.

Hancurnya Bait Suci yang telah sekian kali direstorasi ini, melambangkan bahwa ada Anak Daud yang akan membangun Bait Suci yang sesungguhnya, dimana Nama TUHAN dipanggil dan diagungkan.

(Yohanes 4:21) Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

YESUS sendiri sering dipanggil sebagai Anak Daud.

Dan firman TUHAN ini terbukti dan terlaksana sejak jemaat mula-mula dibangun atas dasar Kristus.
Pada saat Bait Suci di Yerusalem diluluh lantakkan, pada saat itu umat Allah telah menyebar, ke Anthiokia, ke Roma, dan daerah-daerah lainnya.

Penyebutan Antiokhia sebagai kota besar dimana Kristen pertama disebut, sebelum Paulus bertobat, sebelum Roma pusat Romawi menerima Injil, sebagai bukti kepada kita bahwa menyembah TUHAN tidak berdasar geografis, gedung, bangunan, dan sebagainya, tetapi pada saatnya, yaitu ketika KRISTUS telah dipermuliakan, ketika Kristus mengutus ROH KUDUS, maka dalam ROH dan KEBENARAN-lah kita berani datang menghadap tahtaNYA Yang Kudus.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Penyebutan Antiokhia sebagai kota besar dimana Kristen pertama disebut, sebelum Paulus bertobat, sebelum Roma pusat Romawi menerima Injil, sebagai bukti kepada kita bahwa menyembah TUHAN tidak berdasar geografis, gedung, bangunan, dan sebagainya, tetapi pada saatnya, yaitu ketika KRISTUS telah dipermuliakan, ketika Kristus mengutus ROH KUDUS, maka dalam ROH dan KEBENARAN-lah kita berani datang menghadap tahtaNYA Yang Kudus.
    .
    .

    Dalam hal ini Kristus sudah membedakan ajaran dan perintahNYA bhw menyembah Allah yg ada dalam diriNYA hanya benar jikalau kita ada dalam Roh dan Kebenaran. Bukan berdasarkan posisi geografis dan waktu. Terimakasih lae atas pencerahanya. Salam kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: