Bagaimana itu terjadi

September 2, 2011 pukul 9:56 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Dalam mempelajari bahasa Ibrani, ada suatu point utama yang perlu dipahami, yaitu bahasa Ibrani tidak menjelaskan tentang rentang waktu suatu kejadian melainkan menjelaskan bagaimana itu terjadi. Kemungkinan bahasa Yunani juga demikian.

Dalam dua bahasa inilah sumber terjemahan Alkitab dituliskan kembali.
Ketika TUHAN berkata: “Aku Maha Besar”.
Maka Alkitab akan konsisten menjelaskan bagaimana Nama itu terjadi pada kehidupan ciptaan.
Ketika TUHAN berkata: “Aku Maha Kuasa”.
Maka Alkitab akan konsisten menjelaskan bagaimana Nama itu terjadi pada kehidupan ciptaan.
Nama TUHAN banyak dijelaskn di Alkitab.
Sehingga Alkitab konsisten mengajak pembacanya untuk “bagaimana merasakan” Nama itu.

Ketika orang-orang mempertanyakan YESUS, apakah DIA TUHAN yang telah menjadi manusia, atau apakah YESUS adalah TUHAN, Alkitab tidak menjelaskan kalimat-kalimat pemuas dahaga semata, tetapi Alkitab konsisten menuliskan “Bagaimana supaya kita tahu bahwa memang semua yang terjadi adalah menunjukkan bahwa YESUS adalah Mesias, Anak ALLAH, TUHAN yang menjadi manusia”.
Semua perbuatan YESUS menjelaskan “Bagaimana kalimat di Wahyu, bisa diamini dan diimani”.
Wahyu kepada Yohanes dicatat sebagai berikut:

(Wahyu 21:5) Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”
Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

YESUS adalah AL dan Omega, Yang AWAL dan Yang Akhir, DIA adalah ADA.

Dalam hal ini ada suatu hal yang konsisten dituliskan oleh Alkitab dalam “bagaimana itu terjadi” antara hubungan kepada ALLAH dan kepada manusia.

(Matius 22:36) “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”

Pertanyaan ini tidak menyelidiki kutipan, keakuratan tulisan, penghilangan tanda koma, penerjemahan yang salah, kebingungan karena perbedaan sumber,… ada hal lain dari sekedar apa yang dilihat mata telanjang, ini harus dilihat dengan mata rohani.
Sebuah buku yang diedit di Microsoft Word yang tanda salah eja ada, lalu dibenarkan 100 persen tidaklah menjadikan buku itu tidak ada salahnya, jika ternyata muatan di dalamnya melencengn dari moral.

YESUS menjawab tidak dengan mengutip ayat-ayat, tidak menjelaskan terjemahan yang mana, tidak juga melirik kemungkinan kesalahan ini dan itu melainkan langsung berkata “Bagaimana itu terjadi”..

(Matius 22:37-40)
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Jika ada koma, tanda baca yang hilang atau ditambahkan maka tidaklah menjadi tidak asli atau korup, karena memang maknanya tetaplah sama, konsisten.

Bandingkan dengan kutipan dari Perjanjian Lama:
(Ulangan 6:5-7 [ITB])
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Di sini dijelaskan harus diajarkan secara terus menerus, kepada anak, kepada siapapun, jika kita baca ayat itu seterusnya maka itu menjelaskan tentang hukum utama.

(Ulangan 10:12 [ITB])
“Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

dengan segenap hati, dan jiwa menjelaskan keutamaan, hanya itu yang diminta. Jika kita baca terus ayat ini maka akan kita dapati tentang mengasihi sesama contohnya dalam hal memperhatikan orang lain.

Dengan bagaimana TUHAN dapat dikasihi, dengan cara bagaimana hukum utama ini terpelihara?
yaitu:

(Ulangan 30:6 [ITB])
Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.

Masih menjelaskan tentang yang utama…

(Imamat 19:18 [ITB])
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Dan yang masih utama.. terutama.

Jadi Alkitab akan benar-benar dikatakan dikorup bukan karena hilangnya tanda baca, ada kemungkinan perbedaan sumber manuscript, atau susahnya menerjemahkan bahasa asal, tetapi dikatakan korup dan salah jika unsur utama pada Alkitab dihilangkan, yaitu hukum utama yang terutama..

Mengasihi ALLAH dan mengasihi sesama

Sangat susah menghafal seluruh Alkitab, sepertinya tidak ada kepuasan dari itu yang diharapkan dari semua umat ALLAH, yang diingatkan adalah hanya.. sunatlah hatimu, Kasihilah Allah dan kasihilah sesamamu. Sesamamu itu adalah siapa saja yang masih disebut manusia, tanpa memandang status musuh atau lawan atau teman, siapa saja, hikmat akan memelihara.

ALKITAB tidak korup dan atau dikorup jika dibaca dalam terang “Bagaimana itu terjadi”.
Bagaimana ALLAH Yang adalah KASIH menjelaskan Bagaimana Nama itu dijewantahkan sepanjang sejarah ALKITAB ditulis.

Jika kita membaca berita kenapa Israel begitu getol dengan Kanaan (Tanah Israel dan Palestina sekarang), maka kita diingatkan “bagaimana itu terjadi”, kenapa seperti itu?. Tak lain karena TUHAN pernah menjanjikan tanah itu kepada mereka. Terlepas dari makna/cara duniawi yang terlihat di sana, tetapi kita mengambil makna yang dalam di sini, yaitu konsistensi dan terpeliharanya suatu kabar.
Kabar yang mereka dengungkan adalah kabar Tanah Kanaan. Jika sesuatu yang duniawi begini dipelihara mati-matian, apalagi sesuatu yang rohaniah, yaitu KASIH.

Jika KASIH tidak ada maka runtuhlah kekristenan. Bagaimana itu terjadi, kita sudah dan akan lihat akibatnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: