Belajar percaya

September 1, 2011 pukul 8:34 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 Komentar
Tag: , , , ,

Lazarus mati oleh penyakitnya. Ia tinggal di Bethania bersama saudari-saudarinya, Marta dan Maria, kira-kira 3 kilometer dari Yerusalem letaknya.

Keadaannya adalah bahwa di Bethania sangat banyak yang menjadi saksi mata, dan mungkin sudah pernah mendengar bahwa YESUS bisa menyembuhkan penyakit, IA bisa melakukan hal-hal yang luar biasa, di luar kemampuan akal manusia dapat terima.

Dalam keadaan berkabung itulah saudari Lazarus menangis penuh harapan berucap bahwa sekiranya YESUS ada di Bethania waktu Lazarus sakit, maka pasti Lazarus tidak akan mati. Dan ternyata lingkungan sekitar Lazarus, para pelayat, juga memiliki harapan yang sama.

(Yohanes 11:37) Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”

Kita tidak tahu dalam konteks apa mereka mengucapkan kata-kata itu, apakah sedang sinis atau mengharapkan suatu muzijat supaya Lazarus tidak mati. Para pelayat banyak yang cenderung basa-basi tentunya, mengucapkan kata-kata hiburan hanya demi terlihat merasakan penderitaan orang lain, kebanyakan omongan kosong saja.

YESUS sedang di luar negeri waktu itu. Bethania ada di negeri Yudea, sementara YESUS sedang menyingkir ke luar Yudea. Berepa kali YESUS ke YERUSALEM (ibu Kota negeri Yudea), selalu diwarnai penolakan, bahkan tergolong sangat mengerikan. Berapa kali DIA mau dibunuh di sana. Bukan karena alasan kriminal, tetapi karena alasan agama.
Jadi tidak menjadi suatu yang asing ketika YESUS berkata: “Ayo ke YUDEA, mengunjungi Lazarus orang mati itu” (kalimat ini tekanan penulis saja). Murid-murid langsung gerah dan berkata:

(Yohanes 11:8) Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?”

Kitapun akan mengalami hal yang sama jika sesuatu yang mengancam nyawa kita telah nampak di depan mata dan kita malah diajak TUHAN untuk memberitakan INJIL ke sana. Nommensen mungkin menjadi pengecualian yang kesekian, yang berani memasuki Tanah Batak, dimana issu yang dikeluarkan oleh peneliti-peneliti termasuk seorang peneliti dari Italia, bahwa pada saat itu orang Batak sangat menakutkan.

Waktu Lazarus masih sakitlah berita ini sampai ke YESUS, yaitu bahwa Lazarus sangat membutuhkan kehadiran YESUS, untuk kesembuhan. YESUS ternyata masih berlambat-lambat, dan akhirnya Lazarus mati, dan untuk menanggapi keadaan YESUS berkata:

(Yohanes 11:15) tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.”

Kita tentu tahu apa yang terjadi berikutnya, yaitu Lazarus bangkit dari kematian. Bangun dari “tidur”-nya.
Melihat perbincangan YESUS dengan Marta dapat kita pastikan bahwa Lazarus, dan Saudarinya adalah dari golongan Farisi.

(Yohanes 11:24) Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”

Farisi mempercayai akan kebangkitan orang mati. Sekali lagi bahwa Farisi ini dar golongan Yahudi yang memelihara Perjanjian Lama (Kitab Suci) dan menguasainya amat sangat, di samping itu juga mempercayai hukum-hukum tradisi. Orang ke-Timur-an, Batak salah satu contohnya, cenderung begitu, di samping meyakini agama, juga cenderung meyakini hal-hal yang berbau adat-istiadat. Tidak ada salahnya tentunya, terkadang di beberapa orang menjadi seperti sinkritisme. Dalam hal ini adat istiada Yahudi yang diperlihara itu dikatakan berasal dari ucapan-ucapan TUHAN kepada MUSA secara langsung waktu menjelaskan hukum Taurat yang tertulis. Dalam beberapa kali perjumpaan dengan YESUS apa yang kita lihat lebih banyak hal-hal yang berbau hukum adat istiadat inilah yang sering ditonjolkan oleh mereka. Bisa jadi memang, agama dan istiadat telah berjalan bersama-sama, tidak ada pemisahan lagi.

Ketika Lazarus dibangkitkan oleh YESUS, maka orang yang pertama diajak untuk percaya adalah orang Farisi.
Lazarus sekeluarga adalah Farisi, dan setelah Lazarus hidup lagi, ada beberapa orang Yahudi yang percaya kepada YESUS. Tentu beberapa orang yang “omong kosong” tadi atau mungkin yang masih haus akan kuasa YESUS bisa semakin percaya. Tentu beberapa muridNYA bisa semakin percaya. Beberapa hanya tercengang. Target kita kali ini adalah orang Farisi yang ketika kejadian itu langsung melapor ke orang Farisi lain (kemungkinan orang terpandang atau pengajar), yang kemudian melapor ke Mahkamah Agama.

Orang yang tanpa muzijat langsung dari YESUS kala ini banyak percaya kepadaNYA, pada waktu itu harus melihat muzijat dulu baru percaya. Paradoksnya adalah golongan Farisi yang dipanggil YESUS melalui kebangkitan Lazarus ternyata menolak YESUS. Mereka bahkan melakukan rapat untuk membunuh YESUS.

Jika melihat Kitab Suci (perjanjian Lama), akan sangat mudah bagi Farisi manapun untuk dapat mengaminkan bahwa YESUS adalah MESIAS yang dinantikan itu. Apalagi dengan tanda yang luar biasa, Lazarus yang telah mati, sudah bau busuk, bangkit dari matinya oleh kuasa YESUS. Tidak ada alasan menolak DIA.

Berita kebangkitan Lazarus adalah hal biasa buat kita yang percaya kepada YESUS, kita sering dan akan sekali diingatkan kata-kata Kitab Suci ini “Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN”, yang tidak biasa adalah bagaimana kita belajar percaya dari penolakan beberapa dari golongan Farisi ini.

Kita mungkin sering berdoa supaya TUHAN mengambil hati orang-orang yang sering menghina TUHAN KITA YESUS KRISTUS, atau mungkin berdoa untuk alasan-alasan kebaikan lainnya, tetapi yang terjadi adalah kebalikan dari doa kita itu. Beberapa berdoa untuk selalu sukses dan selamat, nyatanya beberapa harus mengalami hal-hal yang tragis.

Maria dan Marta berharap Lazarus sembuh dari penyakit, eh malah mati, tetapi dari hal mati ini, mereka melihat hal yang lebih agung, mereka menyaksikan seorang mati yang busuk hidup kembali.

Dari penolakan Farisi kepada YESUS, ternyata sedang direkakan kebaikan untuk kita, yaitu YESUS membasuh dosa kita dengan salibNYA.
Dengan penolakan banyak orang kepada YESUS akhir-akhir ini, ternyata direkakan untuk bukti percaya kita kepada Firman, bahwa pada kebangkitan kelak memang ada yang bangkit untuk dibinasakan kekal kemudiannya. Sehingga benarlah apa arti Firman, bahwa tidak ada suatupun yang akan gugur, semua akan terlaksana.
Jika TUHAN YESUS berkata pada jaman-jaman akhir sebelum kesudahan segala sesuatu terjadi, maka akan terjadi hal-hal ini, antara lain, gempa, banjir, kelaparan, kasih yang semakin dingin, maka dengan penolakan akan Kristuslah itu semua akan terjadi, sebab oleh penolakan rela berkorbanlah orang semakin rakus dan biadab kepada sesamanya.
Bukan karena tidak ber-tuhan, orang semakin biadab nyatanya seperti Farisi juga, mereka memelihara agama amat sangat ketat, mereka mengetahui titik koma Kitab Suci, tetapi oleh pengetahuan agama itulah mereka melegalkan penolakan akan TUHAN, menolak Kristus karena ada maksud TUHAN yang luar biasa bagi kita yang belajar percaya dan mengokohkan bagi mereka yang akan bertumbuh semakin kuat dalam percayanya.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. artikel yg sangat menolong…
    salah satu bagian tersulit dalam mengikut TUhan Yesus, buat saya, adalah ketika harus mengikuti perintah Nya di masa2/tempat2 sulit dengan hanya berpegang pada janjiNya… sering mengharapkan bukti dan berakhir dgn sia2…

  2. Belajar Percaya:
    Kita harus belajar dulu baru percaya,
    Atau harus percaya dulu baru belajar.
    Yg pertama itu duniawi, ke-dua rohani.

    Salam Damai!

    • @Maren

      Dengan percaya kita akan semakin diperkaya jika belajar..
      Jika mencari menjadi percaya, kita bisa kesasar dikala belajar.

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: