Bahayanya imaginasi

Agustus 26, 2011 pukul 9:27 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Jika memasuki rumah dengan latar belakang Kristen, mudah kita menemui gambar YESUS, atau gambar Salib.
Itu disebut simbol simbol agama. Kitab suci, atau apapun itu bisa menjadi di dalam keadaan simbol lain, tetapi Kitab Suci bisa juga menjadi hal lain jika imaginasi kita secara tidak sadar memaknai lain.

Sebuah perintah dari Kitab Suci adalah…
(Keluaran 20:3-5)
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,…”

Dalam terang mengasihi ALLAH dan mengasihi sesama, maka kita harus mengaminkan peraturan ini tetap berlaku bagi kita.

Jika simbol-simbol agama, apapun itu, diluar alam sadar, kita anggap sebagai sesuai yang menggambarkan TUHAN atau setara dengan penyataan keberadaan TUHAN, maka itu sudah ZINAH.

Jika Kitab Suci dibakar atau dilempar ke sana, kita mengutuk berlebihan dan mengecam ini dan itu, ingat secara tidak sadar kita telah membuat allah lain.

Saya akan menunjukkan bahaya yang paling parah yang pernah akan selalu ada.. berikut:

Ayat:
(Yohanes 1:1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

(Yohanes 1:14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Dari dua ayat ini langsung ada timbul pemikiran..
Firman yang disebut adalah YESUS. Firman itu adalah ALLAH. Pikiran kita bisa terbelah menjadi:
1. YESUS adalah ALLAH seutuhnya
2. Bapa dan Anak? What the heck?… ada 2 ALLAH dong?

Ayat:
(Lukas 9:18) Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”

Dari ayat ini lahir juga tiga hal.
1. Yesus berdoa?… pikiran kita langsung membagi dua Oknum. Pendoa dan Tujuan DOA (ALLAH). Jika YESUS adalah TUHAN masa TUHAN berdoa kepada TUHAN?…
2. Jika YESUS TUHAN, dan Tujuan DOA itu adalah TUHAN, berarti ada 2 TUHAN dong?
3. Ayat di atas menyisakan pertanyaan kepada kita: “Siapakah Aku ini?”. Itu pertanyaan YESUS untuk mengarahkan imajinasi kita.

ayat:
(Matius 3:17) lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Sekarang tambah lagi imaginasi kita bukan?. Bapa berbicara, ada Roh Kudus dalam wujud merpati dan ada YESUS.
Apa yang ada dibenak saudara?
Allammmaaak ada 3 TUHAN?

Inilah bahaya dari imaginasi. Ketika sesuatu yang umum kita letakkan sebagai pondasi maka bisa bahaya.
Kita langsung berpikiran ini dan itu serta bisa jadi kita takut untuk lebih jauh meneliti.

Yang takut melangkah lebih jauh akan berkata: “TUHAN orang Kristen ada tiga”. Padahal itu adalah hasil dari imaginasinya sendiri, hasil pemikirannya sendiri,… yang mana peraturan di atas sudah dikatakan..“Jangan membuat allah lain”.

Mendengar kata Kitab Suci, kita langsung menset pikiran bahwa kita harus menjaganya. Kita bisa memeliharanya bagaikan sesuatu yang amat jauh lebih berharga dari apapun. Padahal coba lihat Kitab Suci itu dicetak dari kertas, diprint oleh mesin,… bukankah kita telah membuat “patung/dewa/ilah” jika kita secara tidak sadar “mendewakan”nya. Hati-hatilah dikau kuman!!!.

Nah untuk menghindari logika-logika, imaginasi-imaginasi, pikiran-pikiran yang berusaha secara tidak sadar “menciptakan” allah baru maka ingat dan camkanlah ayat-ayat berikut:

(Yohanes 10:30) Aku dan Bapa adalah satu
note:
Aku = YESUS = Firman

(Yesaya 9:6) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
note:
Anak yang telah kahir itu = Mesias = YESUS = Firman

(1 Korintus 8:6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Note:
Hanya satu ALLAH, hanya satu TUHAN…

(Yohanes 8:19) Maka kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus: “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.”

Note:
1.Aku = YESUS = FIRMAN
2. Mengenal YESUS implikasinya adalah juga mengenal BAPA

(1 Yohanes 2:23) Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.

Note:
1. Menyangkal Anak berimplikasi kepada ketidakpengenalan akan Bapa
2. Mengaku Anak implikasi kepada mengenal akan Bapa.

Meski ada ALLAH, tetapi imaginasi kita jangan sampai menggambarkan HAKEKATNYA. Itu bahaya.
Meski ada Bapa, Anak, Roh Kudus, tetapi imaginasi kita jangan sampai membuat 3 ALLAH, sebab ALLAH adalah ESA, TIDAK ada yang lain.

Hati-hatilah.
sebab hukumannya adalah MAAATTTTIII.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. artikel yg sangat menolong…

    seringkali kita mendengar ada yg berkata orang Kristen menyembah patung bunda Maria / salib. perkataan ini sungguh tak berdasar, mengingat org Kristen bukan seperti kaum Pagan yg suka menyembah benda2 mati.
    di rumah kita belum tentu ada salib, tapi bukan berarti Kristus tidak berdiam di rumah itu kan?

    sy kurang suka dgn orang2 yang suka memakai simbol2 agama , seperti kalung salib dll. dan itu cenderung ditonjolkan di sana-sini, dgn tujuan fanatisme. kesannya ukuran iman kok terlalu jasmani ya? he..he..

    imaginasi ini memang berbahaya kalau dibiarkan berkembang dalam pikiran tanpa ada kekang. contoh paling sering Trinitas. Trinitas sering diimajinasikan ke dalam perumpamaan cahaya, gelombang, dll utk mempermudah pengertian. padahal Trinitas bukan untuk dimengerti, melainkan diterima dgn syarat ada Kerendahan hati dari kita.

    horas😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: